Lola And Loly

Lola And Loly
Trending Topic


__ADS_3

Disaat duniaku terasa begitu gelap, ternyata kau begitu bersinar di dunia luar ...


.


.


.


Malam itu ...


Lucas terkekeh membaca sebuah artikel di Browser News yang sedang dia baca ' Ketika Wonder Woman memakai Sepatu Kaca '. Apalagi setelah melihat foto yang ditampilkan layar ponselnya.


Sang Kakak tercinta tengah memakaikan sepatu kepada istrinya, bak pangeran dan cinderella. Momentnya tepat sekali, disaat jarinya menzoom foto pada layar ponselnya untuk memperjelas penglihatannya, sepatu kaca tengah dipakai kakak iparnya.


" Mati kau !! "


Mulutnya mengeluarkan umpatan yang sebenarnya adalah ungkapan rasa senang, kagum dan cemburu secara bersamaan.


Berfikir cepat, dia lalu mencari menu kirim setelah menyentuh pelan layar ponselnya bermaksud menjadikan artikel itu sebagai attachment messagenya. Memilih beberapa nama dari kontak di pesan emailnya, nama Diana dan Reynald menjadi prioritas pengiriman itu. Namun mendadak sebuah nama melintas di benaknya. Yang akhirnya dia sertakan juga dalam pengiriman pesan itu.


Beberapa saat lalu Meera telah pergi dari apartemennya karena mengetahui Lucas akan segera kembali. Sesuai perjanzian, mereka tidak perlu bertemu untuk sekedar berkomunikasi, cukup bertukar pesan saja.


Sepertinya Meera cukup mengerti. Beberapa hari telah dia lewati bekerja di sana. Meera datang setelah Lucas pergi. Dan pulang sebelum Lucas kembali. Menjalani pekerjaan sebaik mungkin dengan bayaran melimpah mengalir ke rekeningnya. Padahal pekerjaannya hanyalah masalah bersih-bersih saja. Menyapu, mengepel, mencuci dan sebagainya.


Dan setelah mendapat pesan dari Lucas mengenai Alessya, sahabatnya yang selama ini dia rindukan, Meera yang saat itu tengah berjalan pulang menuju rumahnya, mendadak merasa bahagia. Senyum manis tersungging di bibir seksinya ...


Semoga kau bahagia , Alessya ...


Do'a tulus tercurah dari lubuk hatinya yang paling dalam.


***


" Jadi pria tua itu seorang produser film ? "


Arselli terlihat begitu kacau dan gusar. Sembari berbincang dengan asisten Henry yang datang untuk melaporkan beredarnya video aksi Alessya dan beberapa article tentangnya di dunia maya.


Arselli tengah sibuk bertempur di dapur di depan kompor. Tangannya tengah aktif membuat bubur yang sengaja dia buat untuk Alessya sebagai tanda kasih sayang dan perhatiannya pada istrinya. Tampak seorang koki berdiri di sampingnya memberikan arahan cara membuatnya.


Melihat foto cantik istrinya bertebaran di dunia maya, dengan segudang prestasi yang menjadi trending topic dan dielu-elukan para penulis artikel dan pembacanya membuat kecemasannya semakin menjadi.


" Benar, Tuan. Itulah sebabnya semalam banyak wartawan di kantor polisi. "


Menjelaskan perihal banyaknya wartawan yang mengerumuni kantor polisi semalam. Asisten Henry sedikit mengernyitkan dahi tatkala melihat atasannya begitu sibuk dengan celemek yang menutupi setengah tubuh bagian depannya.


Ternyata ini sebabnya ...


Semalam Arselli sempat GeeR dan PeDe saja bahwa kehadiran para wartawan itu karena kehadiran dirinya yang merupakan pengusaha sukses dan terkenal di kancah dunia.


Dalam semalam popularitasnya terkalahkan oleh istrinya yang mendadak menjadi seorang Wonder Woman sejati, karena telah menolong seorang tokoh yang berjasa dalam mencetak aktris dan aktor ternama ... Antara bangga dan cemas Alessya akan mudah diincar oleh orang yang ingin membalaskan dendam padanya seperti Ben dulu


" Selain itu, fakta bahwa Ny. Alessya adalah istri seorang pengusaha sukses dan terkenal menjadi salah satu faktor utama membludaknya artikel ini di dunia maya. "


Jelas asisten Henry kemudian memberikan pernyataan yang jelas membuat atasannya menyunggingkan senyum mahalnya, saking langkanya bosnya itu tersenyum padanya.


Karena hanya istrinya Alessya yang menikmati setiap hari senyuman manis dari pria tampan itu. Yang mampu menaklukkan presdir yang terkenal dingin dan angkuh itu.

__ADS_1


***


" Kau terlihat kacau, Russel. "


Ucap Alessya sembari tersenyum manis. Dia tengah duduk bersandar di ranjangnya. Walaupun dia sudah sembuh, namun wajahnya masih terlihat pucat. Dengan telaten Arselli menyuapi Alessya dengan bubur buatannya tadi.


" Kau senang sekali membuat masalah akhir-akhir ini. " Jawab Arselli dingin seolah menyalahkan Alessya akan kekacauan dirinya itu.


Alessya terdiam saja mendengarnya. Pandangannya mendadak menggelap seketika. Kelam penuh dengan kehampaan di sana.


" Aku ingin pulang, Russel. " Ucap Alessya sembari tertunduk.


Padahal jika dia mau bersabar hanya empat hari lagi mereka bisa pulang bersama, menunggu Arselli untuk menuntaskan masalah pekerjaannya.


Tapi, melihat sikap Arselli seperti ini, membuatnya ingin benar-benar pergi. Mengikuti keinginan Nyonya Alice yang begitu menginginkan hal itu terjadi.


Arselli terdiam, menghela nafas, berusaha menenangkan dirinya.


" Apa maksudmu kau ingin pulang ? " Tanya Arselli berusaha tenang. Dia ingin marah tapi berusaha dia tahan.


" Kau ingin menjauh dariku, hmm ? " Tanya Arselli kemudian.


Mendengar kalimat itu Alessya menangis seketika. Seolah mengingatkannya dengan ucapan mertuanya yang memintanya untuk menjauh dari suaminya atau menyuruhnya menikah lagi dengan wanita yang bisa memberinya keturunan.


Benar-benar seperti sinetron saja, atau film religi di salah satu tivi dengan logo ikan terbang bertajuk ' Suara Hati Istri ' dengan episode kali ini adalah ' Suamiku Menikah Lagi demi Mendapat Keturunan ' atau mungkin ' Aku Merelakan Suamiku Menikah Lagi ' 🀦🀦🀦


Oh Noooo !!!


Arselli semakin gusar melihatnya. Lalu segera meraih istrinya masuk dalam dekapan tangannya.


Alessya tidak henti menangis. Meremas pelan dada suaminya kala Arselli meraih untuk memeluknya.


" Aku yang minta maaf. Sungguh, aku hanya memcemaskanmu. Itu saja. " Ucapnya dengan bersungguh sungguh.


" Tapi, aku takut, Russel. Kau terus marah-marah padaku dari tadi malam. " Ucap Alessya tentang sebuah kebenaran. Sedikit tersedu-sedu menjelaskan isi hatinya.


" Baiklah, ini sudah berakhir Ok ? Kau sudah menjadi seorang ' bintang ' sekarang. Jangan sampai wartawan menuliskan artikel mengenai dirimu yang terus menerus menerima kekerasan. Emh ... semacam KDRT." Jawab Arselli polos.


" Ah !! Andai kau tahu, dokter bahkan menyalahkanku kemarin. " Arselli mulai bersikap arogan lagi. Namun segera tersadar kemudian.


" Kau pasti senang sekarang ? " Sembari merapikan rambut istrinya ke belakang telinganya.


" Senang apa ? " Tanya Alessya.


" Menjadi ' seorang bintang ' ? "


Jawab Arselli konyol, menatap dalam mata istrinya yang sekarang mulai berbinar lagi. Sepertinya kau senang menjadi 'artis/bintang' terkenal istriku tercinta ...


" Ti-tidak !! "


Tepis Alessya berpaling dari tatapan suaminya dengan pipi yang merah merona. Menahan senyum di ujung bibirnya.


Tentu saja aku senang Russel .. Waktu kecil aku pernah bermimpi menjadi seorang artis/bintang terkenal ...


" Benarkah ? Lalu kenapa pipimu memerah ? "

__ADS_1


Alessya hanya diam saja enggan untuk menjawab. Bingung juga harus menjawab apa karena pada kenyataannya hari ini, dia sungguh bahagia menjadi artis instant untuk sejenak saja.


Arselli meraih dagu istrinya dengan begitu lembut. Membawanya untuk saling bertatapan. Tatapan penuh damba dan penuh dengan kerinduan. Tatapan penuh cinta dan kasih sayang. Tatapan penuh hasrat dan menginginkan ...


" Alessya ! " Panggilnya dengan suara serak.


" Hmm ? " Jawab Alessya singkat.


Mereka sudah terbawa suasana dan romantisme percintaan.


Arselli membisikkan sesuatu pada telinga istrinya.


Lagi-lagi pipi Alessya bersemu merah. Tersenyum manis kala Arselli menyentuh bibirnya lalu mengecupnya dengan begitu lembut, hangat, dan mesra. Ciuman yang terus berlanjut ke pipi,mata, telinga dan lehernya.


" Sekali saja , ya ? Jangan lebih. " Jawab Alessya setengah berbisik.


Tubuhnya masih lemah, tapi tidak tega menolaknya. Tidak dipungkiri hasrat juga tengah menggelora di dadanya.


" Tidak ! Nanti saja, kau masih sakit, Alessya. "


Jawab Arselli kemudian. Sembari mulai berjalan meninggalkan istrinya. Setelah difikir-fikir merasa tidak tega juga melakukannya disaat istrinya masih terlihat begitu lemah. Mengingat aktifitas dirinya yang slalu agresif, lama dan tidak pernah cukup untuk sekali itu.


" Russel !! " Menarik tangan suaminya.


" Sekarang. Ya ? Kau sudah terlanjur menggodaku tadi. "


Rajuknya manja, kemudian menyingkap dress yang menutupi kaki jenjang indahnya. Memposisikan tubuhnya menggoda suaminya. Dan Arselli hanya tertawa melihatnya, merasa bahagia dan tergoda.


***


Diana dan Reynald tersenyum kala dalam waktu, jam dan menit yang sama ponsel mereka berbunyi secara bersamaan. Notifikasi pesan datang, sebuah email telah masuk ke account emailnya.


Jeng ... jeng ... jeng ....


" Hah ... Alessya .... " Pekik Diana cukup keras.


Reynald yang mendengarnya langsung menggerutu. Membungkam bibir istrinya dengan bibirnya.


" Pelankan suaramu. "


Setelah melepasnya beberapa lama kemudian . Reynald berbisik tepat di telinga Diana sembari mengecup dan menggigitnya.


Bukan karena apa-apa. Dia tidak ingin seisi rumah heboh karena mendengar teriakan Diana yang cukup keras tadi, disaat mereka tengah menginap di rumah orang tua Diana. Dan yang lebih Reynald khawatirkan adalah kondisi mereka saat ini yang tengah berdua di atas ranjang dengan hanya selimut tebal yang menutupi setengah tubuh mereka yang sedang ...


Malam ini ...


Reynald bahkan hanya baru memulai sesi pemanasan bercinta mereka. Jangan sampai terganggu hanya karena masalah ini. Mengingat malam ini terlalu awal bagi mereka untuk memulai tadi, disaat hasrat mendadak menyerangnya didukung baby Zyo yang tengah anteng dalam pengasuhan om muda tampannya, Daffa.


.


.


πŸ’ž Bersambung ... πŸ’ž


Jangan lupa like, rate dan koment ya ...

__ADS_1


__ADS_2