Lola And Loly

Lola And Loly
Menikahlah Denganku


__ADS_3

Malam itu , kedua insan itu belum tidur masih membahas masalah yang mendera hubungan mereka. Ciuman panas tadi tidak mampu mencairkan masalah di dunia nyata yang memang harus ditangani dengan keseriusan bukan hanya dengan bermesraan belaka. Mungkin stres akan sedikit sirna jika mendapat sentuhan - sentuhan itu . Tapi masalah mereka tidak cukup diselesaikan dengan bermesraan yang hanya mampu menghilangkan ketegangan untuk sesaat.


Arselli duduk di kursi di samping tempat tidur Alessya .Sedang Alessya masih dalam posisi duduk bersandar pada bantal. Jari tangan mereka berpilin bertautan seperti anyaman. Menyalurkan kehangatan dan tak ingin dipisahkan . Perpisahan dan pertengkaran mereka selama saru Minggu cukup mengguncang hubungan mereka , mematahkan hati dan jiwa mereka.


" Bagaimana dengan Clara ? " tanya Alessya dalam keheningan itu , terlanjur penasaran dengan pertanyaan yang berkecamuk di benaknya . Dia tidak ingin dianggap jadi orang ketiga , tapi nyatanya dia bermesraan dengan tunangan orang lain. Dia begitu penasaran dengan Clara yang sudah sengaja menjebaknya dan mencoba mempermalukan dirinya di acara ulang tahunnya.


" Pertunangan dibatalkan , Aku sudah berbicara dengan ibuku , ... " Alessya tampak menyimak dengan serius ucapan Arselli , matanya hampir tidak berkedip kala itu , sepertinya ia tidak ingin terlewat satu kata pun yang terucap dari mulut kekasihnya itu. Rupanya Arselli sudah menjelaskan kepada ibunya , bagaimana Clara memecah belah hubungan mereka , dengan foto - foto yang sengaja dikirimkan tanpa nama pengirim itu. Dan bagaimana usaha Clara untuk mempermalukan Alessya , dan Arselli berujar pada ibunya bahwa Clara tidak pantas untuk menyandang status sebagai istri dan ibu dari anak - anaknya kelak nanti.


Ibunya Arselli , walaupun berwatak keras, jelas dia sangat menentang kebohongan ataupun tipu muslihat . Mendengar kenyataan dari Arselli , sedikit banyak merubah cara pandangnya terhadap Clara. Tetapi tidak serta merta itu berarti lampu hijau untuk hubungan Alessya dan Arselli. Di mata Nyonya Alice , Alessya samasekali tidak ada nilai plus sedikitpun . Nyonya Alice tetap memandang Clara lebih unggul dari segi apapun.


" Benarkah , lalu apa pendapat ibumu ? "


Sepertinya Arselli enggan memberikan jawaban itu , seperti berusaha menyembunyikan sesuatu , tidak ingin mengutarakan mengenai penilaian atau cara pandang ibunya terhadap Alessya. Tapi Arselli tidak peduli itu , yang dia fikirkan dan rasakan saat ini adalah bahwa dia sangat mencintai Alessya dan tidak ingin jauh darinya.


" Kau hanya harus membuktikan kepadanya bahwa dirimu pantas untuk menjadi pendampingku , Akessya. " Jawabnya pelan tak ingin menyinggung perasaan Alessya . Alessya tanpak terdiam , bertanya pada dirinya sendiri hal apa yang pantas dibanggakan dari dirinya , sedangkan dirinya sadar bahwa dia tidak memiliki apapun selain wajahnya yang lumayan cantik yang telah berhasil menggaet hati putra kesayangan Nyonya besar Alice yang terhormat itu.


" Alessya , maukah kau menikah denganku ? " Tiba - tiba menanyakan hal sepenting itu , semudah itu seperti menjentikkan jari ataupun memukul tongkat sakti bagi seorang peri .


" Russel ? " Alessya kaget mendadak dilamar seperti itu. Setidaknya , lakukan dengan baik atau romantis seperti yang ada di film dalam televisi , atau kisah - kisah novel dengan bumbu - bumbu romantis.


" Bisakah kita menikah saja , tanpa memikirkan pendapat orang lain ? Kita yang menjalaninya , bukan ibu atau siapapun. " bersikukuh dengan pendapatnya tidak peduli dengan pendapat Alessya sekalipun. Yang dia fikirkan saat ini hanyalah bagaimana memiliki Alessya , tak ingin memberi peluang baginya untuk meninggalkan dirinya nanti. Berusaha mengikatnya dengan cara yang baik , bukan dengan cara yang kotor yang sempat dia lakukan di hotel beberapa waktu lalu. Yang tentunya malah akan menjadi sebuah penyesalan yang teramat sangat , menodai cinta suci mereka ,menyakiti hati Alessya tentunya dan menghancurkan masa depan gadis itu.

__ADS_1


" Tapi , dia ibumu dan.. " Berusaha mengungkapkan isi hatinya , bahwa dia ingin pernikahan itu berjalan dengan baik dan sakral bukan seperti coboy atau kawin lari.


Aku juga ingin dilamar dengan cara yang baik Russel , bukan seperti ini. Kau fikir semudah itu menikah !!


" Aku laki - laki Alessya. Walaupun dia tidak menyetujui pernikahan kita , aku masih bisa menikahimu secara hukum maupun agama. " Memang benar , laki - laki bisa menikah tanpa membawa keluarganya sekalipun , tapi bukankah seorang wanita akan sangat merasa berharga apabila Arselli melakukannya dengan serius , diperjuangkan di keluarganya dan diumumkan di depan khalayak ramai. Mendengar Arselli mendadak melamarnya , Alessya malah memiliki firasat bahwa pernikahan yang diinginkan Arselli akan dilakukan secara sembunyi - sembunyi layaknya menikahi istri simpanan. Alessya bergidik membayangkannya.


" Tapi... " Alessya masih ragu , dia tidak ingin menjadi istri simpanan. Dia tidak ingin mengambil resiko yang akhirnya akan merugikan dirinya sebagai perempuan . Harkat martabatnya sebagai perempuan dipertaruhkan saat ini.


" Ayolah , waktu akan merubah semuanya ,saat kita mempunyai anak nanti , hatinya akan berangsur melunak. Dia juga seorang wanita , seorang ibu. " Hati Alessya menghangat ketika kata anak terlontar dari mulut Arselli.


Mungkinkah dia benar - benar serius ? Mendengar kata anak dari mulutnya , sepertinya dia sudah berfikir sangat jauh ke depan.


" Tapi..."


" Bukan seperti itu , ada ibu dan ayahku , aku harus... "Alessya menelan ludahnya , dia benar - benar takut kali ini . Dia merasa terjebak dalam obrolan panjang ini. Ayolah sebenarnya dia masih belum siap untuk menikah , walaupun dia mengakui bahwa dirinya sangat mencintai Arselli dan kadang bermimpi untuk menikah dengannya.


" Aku sudah menemui mereka !! " Alessya tersentak kaget mendengarnya .


Kau serius !!!


" Apa katamu ? " Melotot pada Arselli.

__ADS_1


" Ya , aku sudah menemui ayah dan ibumu . Selama satu Minggu kemarin aku pergi menemui ibumu di luar kota , dan ayahmu. "


Ya , saat itu kau tidak menghubungiku sama sekali.


" Lalu , Apa kata mereka ? " . Penasaran dengan jawaban mereka . Karena jawaban itu akan menentukan masa depannya nanti.


" Ayolah Alessya , kau tidak perlu mempertanyakannya . Aku adalah menantu idaman semua mertua. " Wajah Alessya benar - benar pucat kala itu. Diam terpaku tak berkomentar apapun sedikitpun. Kebingungan melanda hati dan fikirannya.


Bagaimana ini , aku memang mencintaimu tapi aku belum siap untuk menikah.


***


Romeo duduk di sebuah restoran , menunggu seorang teman lama yang sudah lama tidak berjumpa. Guna melepas rindu memutar kenangan di masa lalu , saat - saat masa muda dulu. Sibuk berkutat dengan ponsel yang berada di genggamannya , fikirannya menerawang kejadian siang tadi di rumah sakit.


Dengan langkah yang terasa berat , Romeo meninggalkan ruangan dimana Alessya dirawat .Dengan seribu pertanyaan yang berkecamuk di fikirannya.


Siapa pria itu Alessya , apakah dia kekasihmu ?


Kekecawaan yang dirasakan cukup mendalam , sedikit nyelekit ke ulu hatinya. Dia tak mengira gadis yang awalnya dia kagumi itu ternyata sudah memiliki tambatan hati sendiri. Padahal semenjak Alessya memutuskan untuk menerima tawaran pekerjaan darinya , dia mengira mungkin taqdir berpihak padanya , mengira itu adalah suatu awal dari hubungan yang mungkin kelak terjadi di antara mereka.


Perasaannya memang belum seberapa terlalu awal dan singkat untuk menyimpulkan bahwa itu adalah cinta , tapi dia tidak menampik saat melihat pria itu di samping Alessya , melihat sorot mata mereka tatkala berpandangan sedikit menggoreskan luka meninggalkan kekecewaan di hatinya.

__ADS_1


" Romeo.. " suara seorang gadis lembut terdengar di telinganya , membuyarkan lamunannya tentang Alessya. Memalingkan wajahnya dari layar ponsel ke arah di mana gadis itu berdiri.


" Hai, Anna... " sambut Romeo dengan ceria, beringsut berdiri menyambut kehadiran teman lamanya itu. Mengulurkan tangan untuk menjabat tangan gadis itu. Gadis yang terlihat sangat cantik dan menarik.


__ADS_2