Lola And Loly

Lola And Loly
Pembuktian Cinta


__ADS_3

" Dia sudah melarikan diri ke luar negeri , Tuan. " Bisik Henry di telinga Arselli yang tengah duduk di kursi putar di kantornya. Menjelang beberapa hari pernikahannya, dia memutuskan untuk datang ke kantor menyelesaikan beberapa urusan yang beberapa hari lalu sempat tertunda. Sedikit lega karena saat ini Alessya sedang ditemani oleh ibunya . Arselli menyuruh beberapa bodyguard untuk menjaga keamanan mereka selama dia tidak bisa menemani di rumah sakit.


" Bagaimana dengan Lucas , kenapa dia tidak pernah muncul di rumah sakit ? " Sedikit penasaran dengan keberadaan adiknya itu yang tak kunjung jua menunjukkan batang hidungnya.


" Sepertinya Tuan Lucas takut Anda akan marah karena telah membantu Clara kemarin." Henry menebak isi fikiran Lucas saat itu , merasa tidak profesional jika hanya menjawab tidak tahu.


Sungguh diluar dugaan bukan , ternyata otak dibalik penyekapan dan penembakan Alessya adalah Clara. Sahabat kecilnya sendiri , yang beberapa bulan lalu tinggal di rumahnya bersama ibunya , bahkan sempat bertunangan dengan dirinya. Arselli mendadak ingat pengancaman yang pernah dilakukan Clara pada Alessya.


Ternyata kau tidak main - main dengan ancamanmu saat itu, Clara. Kau harus mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatanmu...


" Henry !! " Teriak Arselli sembari bersandar di kursi kebangsaannya itu.


" Ada apa Tuan ? "


" Beri Clara pelajaran !! Buat dia sadar , karena telah berani mengusik Alessya. " Ucapnya tegas sembari menatap sendu fotho seorang gadis yang terpajang di meja kerjanya , entah sejak kapan fotho itu mulai berada di sana. Yang pasti fotho itu akan membantu dirinya mengobati kerinduannya kepada kekasihnya , Alessya. Menemani hari - harinya dalam kesibukan kerjanya.


***


Dokter Edward sedikit terhenyak mendapati Elliana menjadi salah satu tamu yang berkunjung untuk menengok Alessya. Dia tahu pasti hubungan masalalu yang terjalin diantara Elliana dan sahabatnya Arselli saat masih kuliah dulu. Dan sekarang Elliana ada di sini , di kamar kekasih dari mantan kekasihnya sendiri.


" Bagaimana kabarmu , Alessya. " Tanya Elliana yang datang bersamaan dengan Romeo sore itu. Setelah terlebih dahulu bertegur sapa dengan Edward yang cukup dikenalnya sedari dulu.


" Ba-baik , aku.. baik - baik saja. " Jawabnya terbata. Sama halnya dengan Arselli , Elliana masuk dalam daftar orang yang hilang dari ingatannya. Namun Alessya cukup pintar untuk menutupi kelemahan dirinya saat ini , dia sudah membicarakan dengan dokter dan beberapa orang yang mengetahui kondisinya , untuk menutupi keadaannya. Kebetulan hanya Dokter Edward , Arselli , Diana dan ibunya yang mengetahui kondisi Alessya saat ini .

__ADS_1


" Syukurlah , aku cukup khawatir saat itu. " Ada tatapan ketidaksukaan yang dirasakan Alessya ketika sorot mata Elliana menatap tajam dirinya. Seolah menelisik jauh ke dalam hatinya , sedikit mengusik rasa penasaran yang mulai bergejolak di dalam dadanya. Alasan apa yang terselip dibalik tatapan tajam itu.


Alessya hanya tersenyum menanggapi ucapan Elliana , terlihat bingung namun berusaha dia tutupi dengan cukup lihai dan cerdas .


" Sayang sekali Alessya , lagi - lagi kau melewatkan hari pertama kerjamu. " Canda Romeo memecah kekakuan yang terasa antara Alessya dan Elliana. Masih melekat diingatannya kecemburuan Alessya saat melihat kekasihnya Arselli mengobrol dengan teman lamanya itu.


" Maafkan aku , Romeo. " Sungguh diluar dugaan , tidak seperti Elliana dan Arselli , Alessya mengingat Romeo , bahkan begitu jelas menyebut namanya tanpa sedikitpun keraguan yang terlihat dari mimik wajahnya itu.


Dokter Edward yang melihat dengan jelas sikap Alessya, berhasil menarik kesimpulan atas pengamatannya kali ini. Bahwa ingatan Alessya hanya terputus pada sepasang mantan kekasih itu. Dan mungkin saja ingatannya yang hilang itu mungkin secara tidak langsung disebabkan oleh dua orang yang pernah menjalin hubungan spesial itu. Hanya satu pertanyaan yang kian bergelayut di fikirannya kini , apakah sebelumnya Alessya pernah melihat interaksi antara sepasang mantan kekasih itu ,tepatnya sebelum penyekapan dan penembakan itu terjadi pada dirinya ?


***


Sengaja pulang lebih awal dari kantornya, Arselli datang dalam keriuhan di ruang kamar perawatan Alessya. Dengan reaksi gamang yang tergambar jelas dari gerak tubuhnya. Rupanya dia sedikit bingung harus bersikap seperti apa saat ini. Ada kekasih dan mantan kekasihnya bersamaan dalam satu ruangan yang sama.


Menurutnya Elliana samasekali tidak bersalah , dia hanya menyalahkan dirinya sendiri yang masih belum bisa sepenuhnya berpaling dari Elliana. Namun , setelah kejadian yang menimpa Alessya akan sangat keterlaluan jika dia masih menyimpan Elliana di hatinya walaupun hanya setitik saja.


Dan kini mungkin waktu yang tepat baginya , mengumumkan kepada semua orang, memproklamirkan cinta mereka di hadapan semua orang , di mata dunia mengenai cintanya dengan Alessya. Dan yang paling penting di hadapan Elliana , sehingga dia menyadari bahwa sudah tidak ada lagi tempat baginya di hatinya sedikitpun.


" Oh ya , besok lusa , Aku dan Alessya akan menikah. Kami tidak mengundang siapapun pada acara pernikahan kami nanti. Hanya saja sedikit berbagi cerita bahagia untuk beberapa kenalan, sepertinya tidak akan masalah. "


Seketika suasana menjadi hening dan sedikit mencekam. Dengan beberapa reaksi yang tampak berbeda dari wajah - wajah mereka yang ada di sana. Terutama Elliana , rona kaget dan kemarahan terlihat begitu jelas di wajahnya. Sedangkan Romeo yang sedikit menyimpan perasaan pada Alessya terlihat lebih legowo karena sudah berkali - kali merasakan kekecewaan kala melihat Alessya bersama Arselli, jadi tidak tidak merasa kaget jika akhirnya harus mendengar kabar yang cukup menyakitkan itu.


Sementara Dokter Edward , dia hanya menggeleng - gelengkan kepalanya tidak merasa aneh sedikitpun dengan tingkah sahabatnya yang beberapa hari ini terlihat gila. Dia hanya tidak habis fikir bisa - bisanya pasangan kekasih itu menikah dalam situasi seperti ini , bahkan disaat sang calon pengantin wanita sedang dalam kondisi amnesia.

__ADS_1


" Benarkan , Alessya ? . " Meraih tangan gadis itu , melangkah perlahan mendekatinya lalu mengecup punggung lengannya tulus dengan segenap hatinya. Sejenak melupakan perjanzian pranikah yang sudah disetujui olehnya.


Kedua tangannya mendekap kedua pipi gadis itu lalu mencium dan ******* lembut bibir mungilnya dengan penuh perasaan dan kehangatan dalam waktu yang cukup lama , tak memberi kesempatan kepada gadis itu untuk menolaknya barang sedikitpun. Seolah ingin membuktikan betapa besar cintanya kepada Alessya di hadapan Romeo yang sedikit dia cemburui dan kepada Elliana mantan kekasihnya sekaligus menyadarkannya bahwa dirinya sudah terhapus bersih dari hati dan kenangannya.


Alessya terlonjak kaget saat bibir lembut kekasihnya tiba - tiba mendarat di bibirnya . Berusaha untuk tidak menolak dan diam - diam menikmati saat bibir pria itu ******* lembut bibir manisnya. Sungguh walaupun rasa malu begitu dominan dirasakan olehnya , namun kenikmatan tiada tara itu mampu untuk mencegah dirinya menghentikan adegan yang cukup panas dan dilakukan didepan banyak orang pula .


Dan sungguh tak disangka saat ciuman itu berakhir dan terlepas, senyuman sinis mengembang dengan penuh kemenangan di bibir Alessya tertuju pasti ke arah Elliana yang sedari tadi menatapnya dengan begitu tajam seperti tombak yang hendak menusuk ke dua bola matanya. Seolah berusaha menginterupsi hati Elliana untuk menyerah dan menjauh dari pria miliknya . Walaupun pada akhirnya kemarahan muncul walaupun terlambat mengingat perjanzian pranikah yang diingkari pria yang telah beberapa detik lalu mencuri ciuman darinya.


Senyuman yang terasa begitu janggal, yang terlahir dari bibir pasien yang divonis amnesia, yang tidak sengaja tertangkap mata sang dokter kala dirinya menatap jengah adegan yang sedikit vulgar di depan matanya . Apa arti senyuman itu sedikit menjadi tanda tanya yang cukup besar di fikirannya , menjadi wacana tersendiri bagi dokter itu dalam proses pengobatan terhadap pasiennya nanti.


" Benarkah ? Selamat untuk kalian berdua. Aku akan mengirimkan kado spesial untukmu Alessya. " Romeo mengucapkan selamat pada Alessya sembari memecah keheningan yang tercipta secara mendadak itu. Pipinya bahkan ikut bersemu merah hanya karena melihatnya , merasa tidak habis fikir bahkan mereka yang melakukan hal itu di depannya merasa tidak bersalah sedikitpun atau merasa malu sekejappun dengan apa yang telah dilakukannya.


" Ya , aku juga ... A-Aku turut senang mendengarnya. " Jawab Elliana berusaha menutupi perasaannya yang mendadak hancur berkeping - keping dalam sekejap mata kala melihat mantan kekasih yang masih mengisi sebagian hatinya itu mencium kekasihnya dengan begitu mesra di hadapannya , tanpa menjaga perasaannya samasekali.


🀦


🀦


🀦


Mohon maaf kepada para reader yang ngeh akan adanya kesalahan nama dokter yang pada episode " Kabar mengejutkan " bernama Dokter Andrew tapi pada episode berikutnya menjadi Dokter Edward.


Sepertinya saat itu fikiran Author sejenak melayang mengingat cool and tampannya si vampir Edward " Twilight " 🀭🀭🀭.

__ADS_1


Karena nama Edward terlanjut banyak dan melekat , dan terlanjur terlambat untuk mengedit itu semua...jadi abaikan saja nama Andrew itu ya....( Padahal ... Nama itu lebih cocok 😭😭😭 )


__ADS_2