Lola And Loly

Lola And Loly
Dalam Satu Frame - End


__ADS_3

Tanpa mereka sadari, Nyonya Alice berdiri diantara tamu undangan itu. Menyadari putranya kini tengah berkeliling memperkenalkan Alessya sebagai istrinya.


Merasa jengah dan tidak suka tentu dirasakan olehnya, namun demi kehormatan yang selama ini slalu dia jaga dia tahan rasa emosi itu. Di depan orang banyak dia bersikap seperti biasa saja, tidak menunjukkan penolakan secara frontal maupun menerima dengan tangan terbuka. Semua terlihat abu-abu.


Dan di sinilah mereka saat ini, untuk pertama kalinya mereka bertatap muka dan bertemu dalam satu acara yang sama. Apalagi setelah kedua mempelai pengantin meminta MC untuk mempersilahkan mereka bertiga ke atas pelaminan untuk berfotho keluarga.


" Kemarilah Ibu ... " Sebelah tangan Arselli mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan ibunya. Sementara pada lengan satunya Alessya tengah bergelayut di sana, sembari menunduk tatkala situasi memaksa dirinya untuk berada di dekat mertuanya.


Jadilah Arselli bak pangeran tampan yang diapit dua orang wanita yang berharga dalam hidupnya.


" Kalian adalah bidadari-bidadari dalam hidupku. " Ucapnya lirih kepada Nyonya Alice dan Alessya. Sembari bibirnya mengulum senyum penuh kebahagiaan. Wajah Alessya memerah seketika, merasa bahagia dan tidak menyangka walaupun hanya kebahagiaan semu, setidaknya berada dalam situasi ini membuat jantungnya berdebar- sebar. Begitupun dengan Nyonya Alice terlihat semburat senyum di wajahnya.


" Aku mencintaimu , Russel... " Bisik Alessya pada telinga suaminya sembari terus melangkahkan kakinya menuju pelaminan. Yang langsung membalasnya dengan sebuah ciuman yang melayang di pipi Alessya.


" Ahh... kalian membuatku iri saja. " Ucap Diana yang merasa ikut bahagia melihat kegembiraan di wajah sahabat tersayangnya itu. Sembari memberi tanda kepada juru fotho untuk membiarkan mereka bertiga yang mengambil alih pelaminan barang beberapa menit saja.


Dan jadilah mereka bertiga dalam satu fotho frame yang sama. Membuat fotho keluarga dalam situasi yang tidak sengaja dan tidak terduga.


Ada Lucas yang mendadak ikut bergabung dalam pembuatan fotho keluarga itu. Setelah Diana melambaikan tangan padanya beberapa saat lalu. Dan ayah Hans yang juga ikut meramaikan fotho itu.


Selang beberapa lama Nyonya Alice pergi bersama Lucas. Merasa jengah juga jika harus berlama- lama dalam situasi ini . Menyisakan Arselli dan Alessya di sana. Berfotho berdua sebagai ganti fotho pernikahan yang belum sempat mereka buat dan mereka miliki.


Arselli dan Alessya berdiri berhadapan dan berpelukan. Fotographer pria itu mengarahkan dua sejoli ini untuk berpose seolah berciuman dan bibir mereka dihalangi oleh satu buket bunga mawar putih cantik kesukaan Alessya.


Tapi bukanlah Arselli dan Alessya , jika mereka menurut saja dengan arahan itu. Tanpa tahu malunya mereka berciuman di sana, berpagut mesra, saling menggigit dan saling mencinta hanya dengan ditutupi satu buket bunga yang indah itu.


Fotographer yang menyadari aksi nyata itu hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Mencoba mengerti betapa kasmarannya mereka, dan betapa cinta telah merundungi hati mereka yang berbunga.



***


Satu Tahun kemudian ...


Alessya menatap album fotho pernikahan itu. Album fotho pernikahan dimana dirinya dan keluarga suaminya berada dalam satu frame yang sama.

__ADS_1


Menatap hangat salah satu foto kemudian, setelah melihat sebuah fotho yang menunjukkan sepasang suami istri yang berdiri berdua dengan lengan sang suami yang melingkar di pinggangnya. Dan sang istri yang tengah menggenggam satu buket bunga mawar putih kesukaannya.


Siapa lagi kalau bukan mereka ? Arselli dan Alessya.


Tanpa terasa air mata mengalir di pipinya. Jika pada kenyataannya walaupun satu tahun telah berlalu, Nyonya Alice masih belum juga memberikan restunya pada mereka berdua.


Hanya satu kalimat yang terasa bagai hembusan angin segar di panasnya padang pasir bak secercah harapan dalam hidupnya tatkala Nonya Alice pernah berkata kepada Alessya dalam pertemuan yang tidak sengaja yang terjadi beberapa bulan lalu di sebuah pesta yang dihadiri olehnya dan suaminya.


Jika kau memang sudah ditakdirkan untuk menjadi menantuku Alessya ...


Dan jika kau memang sudah ditakdirkan untuk menjadi istri dari putraku ...


Setidaknya berikanlah aku cucu laki-laki sebagai generasi penerus putraku nanti.


Jika kau bisa memberikannya, maka kau berhak untuk semua ini ...


Ya, seiring waktu yang terus bergulir lambat laun Nyonya Alice melunak hatinya. Sedikit banyak dia menyadari bahwa semenjak putra kesayangannya itu menikah dengan Alessya, dia terlihat begitu bahagia, tiada rona mendung di wajahnya yang seperti biasanya terlihat sebelum pria kaku itu mengenal Alessya.


Walaupun hanya dengan memberi kalimat itu, sudah merupakan secercah harapan bagi Alessya. Harapan kecil yang lambat laun mungkin saja menjadi besar, hanya waktu yang akan membuktikan sampai mana perjuangan cinta mereka.


Dan sampai saat ini dengan berbagai cara dan upaya, Alessya masih belum hamil juga. Padahal itu adalah harapan terbesar dia satu - satunya demi diterima di keluarga suaminya.


" Sudahlah sayang , yang pentingkan kita tetap berusaha membuatnya. " Ujarnya santai sembari membaringkan tubuhnya di atas ranjang di samping Alessya yang tengah duduk bersiap dalam tidurnya.


" Atau jangan-jangan karena kita terlalu sering melakukannya ya... " Ucapnya santai bermaksud menyindir dan menggoda istrinya yang akhir-akhir ini terlihat lebih agresif bahkan tidak jarang mengajak untuk bercinta duluan. Padahal biasanya wanita itu slalu gengsi. Ya ... demi apa coba ? Demi cintanya pada dirimu .😜😜😜


Mendengar ucapan itu Alessya langsung mendelik tajam pada suaminya dan memukul pelan dada suaminya itu.


" Dasarrr !!! Tapi kamu suka kan ? " Ujarnya tak mau kalah dari suaminya itu.


" Ha ...Ya iyalah sayang... siapa juga yang tidak suka kalau ditawari setiap hari..."


" Sekarang bagaimana ? Apakah masih coba lagi ? " Tanyanya dengan polos frontal mulus dari bibir ceplosnya itu. Berpura - pura melenguh lelah padahal sudah jelas menginginkannya juga.


" Ayolah ... Kita jangan menyerah ya sayang ..... " Ucapnya mencoba merayu suaminya itu. Sembari mengedipkan matanya beberapa kali.

__ADS_1


Padahal dalam hatinya, Arselli tertawa terbahak - bahak merasa puas Alessya yang selama ini dikenalnya begitu polos hampir tiap hari merayunya seperti ini.


" Baiklah ... " Pura - pura terpaksa padahal ...


Jawab Arselli sembari merenggut lucu dan menarik Alessya ke dalam pelukannya ke dalam selimut tebal yang sedari tadi menutupi tubuhnya yang sudah bertelanjang dada seolah sudah bersiap dengan aksinya malam ini.


" Ya sudah, sekarang siapa yang di atas ? " Tanya Arselli lucu.


" Ya kamulah sayang ... masa aku terus sih tiap hari. " Jawab Alessya tak kalah lucu dan manja.


Arselli yang selama ini terlihat dingin dan kaku tapi semenjak menikah dengan Alessya berubah menjadi hangat dan sedikit humoris. Walaupun hanya kepada Alessya saja dia bersikap seperti itu. Begitupun juga sebaliknya Alessya yang begitu polos dan pendiam tapi bila bersama suaminya berubah menjadi sedikit nakal dan begitu menggoda.


Entah apa jadinya jika mereka berpisah. Nyonya Alice sepertinya tidak berfikir sejauh itu. Di Fikirannya hanya harga diri, kehormatan yang hanya sebuah kebahagiaan semu. Melupakan kebahagiaan sejati di dalam hati.


Namun kelunakan hatinya yang kian lama kian datang sungguh merupakan suatu kebahagiaan diantara cinta mereka yang masih terasa abu-abu karena tidak adanya restu dari mertua. Walaupun restu itu perlahan hadir tahap demi tahap, persen demi persen.


Hanya waktu yang akan membuktikan apakah usaha mereka berhasil untuk memenuhi keinginan mertuanya itu. Ditengah usaha Alessya merebut hati mertua dengan kata dan seorang anak yang akan mampu mengikat dan mengeratkan tali cinta mereka.Selamanya.


πŸ˜…


πŸ˜…


πŸ˜…


_______END ( Season 1 ) _______


πŸ’ž


πŸ’ž


Jangan lupa like, rate dan vote ya ...


SEASON 2 SETUJU GA ?...


SEASON 2 SETUJU GA ?...

__ADS_1


SEASON 2 SETUJU GA ?...


SEASON 2 SETUJU GA ?...


__ADS_2