Lola And Loly

Lola And Loly
Manja


__ADS_3

' Tidur disofa ? '


Mengapa harus tidur di sofa ? Kamar di apartemen ini kan ada dua.


Alessya sedikit mendramatisir pertengkaran tadi rupanya. Jadilah Arselli sang suami yang kebingungan kini, memutuskan harus tidur di mana. Di kamar yang kosong itu atau sesuai perintah istrinya yang sedang marah tadi.


Ah .. dia tidak mau di sofa atau pun di kamar kosong. Saat ini dia ingin tidur di samping Alessya , di samping istrinya dan bermanja-manja dengannya.


Buat apa punya istri kalau tidur sendiri.


Meraih ponsel lalu membuka aplikasi pesan antar makanan. Memesan beberapa makanan enak yang menggugah selera. Dan semua menu yang dipilih adalah makanan kesukaan Alessya.


***


Alessya menatap nanar daun pintu kamar yang tertutup. Hari menjelang malam, perutnya sudah keroncongan, namun tak sekalipun Arselli mengetuk pintunya untuk sekedar mengingatkannya makan malam. Meminta maaf atas kesalahannya tadi.


Namun tiba-tiba ...


Ceklek


Mendengar suara berisik di balik pintu, dan akhirnya pintu kamar terbuka dari arah luar, Alessya beringsut tidur bersikap seolah sedang tidur nyenyak. Padahal sedari tadi dia hanya duduk gelisah tidak karuan.


Rupanya Arselli membuka pintu kamar itu dengan menggunakan kunci cadangan. Sembari membawa beberapa makanan di atas meja beroda.


" Makanlah Alessya kau pasti lapar. " Ucapnya seolah tahu bahwa istrinya hanya pura-pura tidur saja. Seolah tahu pasti istrinya yang sangat menyukai makanan enak itu tidak mungkin tertidur dikala lapar melanda pencernaannya.


Aroma makanan menyeruak ke seluruh ruangan kamar, menelusup tajam tepat ke indera penciuman Alessya. Begitu menggoda dan menggugah selera. Namun Alessya tetap bersikukuh dalam kepura-puraannya. Tetap bertahan mempertahankan gengsi dan harga dirinya.


Arselli kini telah duduk di pinggiran ranjang tepat di samping Alessya tengah merebahkan tubuhnya dan membelakanginya. Meringkuk di balik selimutnya menahan perih di lambungnya.


" Sayang ... ! " Panggilnya sembari menepuk lembut pundak istrinya.


" Hei ... maafkan aku ya ... " Ujar Arselli lembut. Dia memilih mengalah demi istri tercintanya. Tidak tega jika istrinya harus menahan lapar hanya karena bertengkar dengannya. Apalagi penyebab pertengkaran mereka kali ini hanyalah masalah sepele belaka.


Alessya yang sedari tadi menahan gengsi dan harga diri membelalakkan matanya seolah tak percaya .Sang suami mengibarkan bendera putih demi dirinya. Hatinya terenyuh, tanpa dia sadari matanya berkaca-kaca. Sebegitu besarkah cinta seorang Arselli Russel pada dirinya , hingga rela menurunkan ego, gengsi dan harga dirinya. Sementara ada dirinya yang bertahan untuk bersikap egois tanpa mau mengalah dari suaminya.


Alessya bangun dari pura-pura tidurnya. Beringsut duduk menghadapi suaminya. " Kenapa gak dari tadi sih...kita kan gak perlu diem-dieman kayak gitu... " Ujarnya manja, air mata lolos mengalir indah di pipinya.


" Kok nangis ? " Arselli mengusap lembut airmata itu dengan ibu jarinya.


" Habis ... " Belum selesai kalimatnya , Alessya sudah sesenggukan menangis.


" Kenapa ? " Arselli kaget melihat air mata Alessya yang semakin banyak mengalir di pipi mulus yang sekarang terlihat lebih chubby itu. Semenjak menikah Alessya memang terlihat lebih gemuk dan berisi.

__ADS_1


" Lapeerrrr ... " Jawab Alessya manja dengan bibir yang bergetar. Memang aslinya seperti itu tanpa bermaksud dibuat-buat. Dia benar-benar kelaparan kali ini. Kalau biasanya dulu sebelum kenal dengan Arselli dia akan kuat bertahan semalaman dengan perut kosong dan keroncongan. Setelah menjalin hubungan dengan pria yang resmi menjadi suaminya kini, lambat laun kemampuannya itu menghilang bersamaan dengan kebiasaan barunya yang doyan makan banyak dan makan enak apalagi dengan sikap sang suami yang sangat suka memanjakan dirinya dan sering membelikan makanan yang menggugah selera makannya. Ya... demi apalagi coba , menyogok istrinya agar bersikap manja dan mesra padanya. Seperti saat ini contohnya ...


" Ya sudah makanya cepat makan ... " Arselli menunjuk makanan yang dia bawa tadi dengan tangannya.


" Suapiin .... " Ujar Alessya dengan begitu manja. Setelah melihat banyaknya makanan yang dihidangkan, makin tergugahlah selera makannya apalagi dengan perut yang terus meronta-ronta minta diisi.


Arselli menggelengkan kepalanya melihat tingkah manja istrinya itu. Tapi mau bagaimana lagi ya .. bagaimanapun dia cinta dan akan tetap cinta.


" Ya sudah, buka mulutnya ... " Menyendokkan makanan dari piring mengarahkan ke mulut Alessya.


" 'Am ... " Alessya mengunyah makanan itu dengan penuh rasa syukur dan terharu. Sembari sesekali jarinya menunjuk makanan yang dia inginkan untuk disuapkan pada mulutnya. Air matanya menetes saat itu ... air mata penuh cinta dan kebahagiaan.


Arselli tertawa melihatnya , menyadari sisi rapuh istrinya yang selalu membutuhkannya walau dalam marahnya sekalipun.


" Terimakasih ... " Alessya mengucap kata itu lirih sembari tersenyum lembut dibalas senyum suaminya yang tak kalah lembut.


" Tidak apa Alessya ...." Jawab Arselli dengan begitu pasti mensyukuri pemberian Tuhan yang satu ini, seorang gadis yang telah mengisi kehidupannya , mengisi hari-harinya, memberikan jiwa raganya dengan tulus untuk dirinya dan kini telah resmi menjadi istrinya kini , menjadi miliknya, teman hidupnya dan teman bermainnya tentu .. Teman bermain di atas ranjangnya yang slalu menghangatkan malam-malamnya.


" Tapi ... Habis ini kita buat cucu lagi ya ... " Bisiknya bergurau sembari merajuk nakal dibalas tawa dan kerlingan nakal juga dari istrinya itu yang berarti OK.


Alessya mengangguk lembut .


" Aku akan slalu melayanimu dengan senang hati.Tapi.. jangan ditempat aneh-aneh lagi !! " Jawabnya manja sembari mengingatkan kejadian tadi di dalam mobil.


Terdampar dalam cinta yang melimpah dan berlebih


Saling membutuhkan dan menginginkan


*


Aku tidak menyangka ...


Cintaku berlabuh dengannya


Pertemuan yang singkat dan tidak sengaja


Namun menghadirkan benih cinta yang begitu luar biasa


*


Apa jadinya aku tanpa dirinya


Yang hanya orang biasa dan dicampakkan dunia,

__ADS_1


Namun ...


Cinta luar biasa darimu begitu menghangatkan jiwa


Mengantarku menuju surga dunia


*


Jangan tinggalkan aku Russel


Cintai aku seumur hidupmu


Akan kuberikan jiwa ragaku untukmu


Kan kupenuhi hidupmu dengan cintaku


Kan kuterangi duniamu dengan sinarku


Karena kau adalah duniaku


Tempatku bersinar


Tanpa dirimu entah apa yang terjadi padaku ...


πŸ’ž


πŸ’ž


πŸ’ž


Jangan lupa like , rate ⭐⭐⭐⭐⭐, dan vote


Komentar penyemangat jiwa ditunggu...


Bagi pembaca silent silahkan tetap membaca namun jangan lupa tinggalkan like dan rate dan votenya ...ya...


Terimakasih untuk semua ...πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Karena tetap memilih membaca novel ini


Yang hanyalah butiran debu diantara novel-novel lainnya...


Love you all..

__ADS_1


__ADS_2