Lola And Loly

Lola And Loly
- Makan Malam


__ADS_3

Cerita ini satu bulan lebih setelah pernikahan Diana ya ...


Sekedar cerita - cerita ringan diantara kisah cinta Arselli dan Alessya.


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


-


-


-


Alessya tengah menata meja makan di ruangan makan di apartemennya untuk persiapan makan malam mereka bersama Diana dan Reynald. Setelah beberapa saat lalu makanan yang dia pesan dari salah satu restoran favoritnya telah diantar dengan begitu banyak sesuai pesanan dan tentu saja menggugah selera.


" Sebanyak ini ? " Arselli sedikit berkomentar setelah melihat begitu banyaknya makanan yang tersaji di atas meja padahal setahunya acara makan malam kali ini hanya mengundang Diana dan Reynald, tidak lebih.


Seketika dia tersenyum kecil ketika delikan mata Alessya begitu tajam menghujamnya, mendadak ingat porsi makan Alessya yang double dibandingkan dengan yang lainnya.


" Baiklah ... aku mengerti. " Tertawa renyah sembari matanya tidak henti menatap istrinya yang makin hari makin cantik dan seksi saja. Tubuhnya lebih berisi dari yang terakhir kali, sepertinya berat badannya bertambah lagi.


Ting Nong


Tiba - tiba suara bel berbunyi. Sepertinya Diana dan Reynald telah tiba.


" Sayang ... bukakan pintunya ! " Pinta Alessya pada suaminya lembut. Ditengah-tengah kesibukannya.


Tanpa bermaksud menuruti Alessya, Arselli sudah lebih dulu melangkah ketika mendengar suara bel itu.


" Masuklah ! " Ujar Arselli pada tamunya setelah membuka pintunya.

__ADS_1


" Alessya !!!! " Diana berteriak memberi kejutan pada sahabatnya yang sedari satu bulan lalu tidak bertemu, karena berbulan madu. Beringsut berlari menghampiri.


" Diana !!!! " Alessya beringsut menyambut sahabatnya itu dan memeluk erat kemudian.


Kemudian berjalan menuju Reynald. Langkahnya mendadak terhenti ketika hendak memeluk sahabat karib semenjak sekolah itu, ketika terdengar suara deheman dari suaminya.


" Ehem !!! Ehem !!! "


Alessya hanya tersenyum kecil kala mendengarnya. Sedikit lupa dengan keberadaan suaminya.


***


Alessya mempersilahkan Diana dan Reynald untuk duduk di ruangan tamu. Arselli dan Reynald telah duduk terlebih dahulu. Setelah beberapa saat sebelumnya mata Reynald menatap aneh ke satu titik. Satu titik yang kini tengah dipandangi oleh Alessya dan Diana.


" Dari sekian fotho yang kau miliki, fotho ini yang kau pajang Alessya ? " Diana takjub dengan tingkah sahabatnya itu, tatkala memandangi fotho berukuran besar yang terpajang di ruangan tamu apartemen Arselli dan Alessya. Fotho yang dimaksud adalah fotho yang diambil dalam acara pernikahan Diana dan Reynald. Diana yang baru sempat berkunjung ke apartemennya akhir - akhir ini merasa sedikit tidak percaya, karena bisa - bisanya sahabat dan suaminya itu memajang fotho seperti ini di ruangan tamunya, walaupun fotho ini tidaklah vulgar tapi tidak dipungkiri mengandung makna yang sedikit tanda kutip.



" Russel yang memilihnya ... , entah apa maksudnya. Dia memang sangat suka sekali menggodaku." Jawab Alessya setengah berbisik sembari memandangi foto dimana dirinya dengan suaminya tengah berciuman namun ditutupi bunga itu, merasa tidak habis fikir dengan tingkah suaminya yang suka sekali menggodanya. Setelah beberapa hari kemudian setelah pengambilan fotho di acara pernikahan Diana itu , tiba - tiba seorang juru antar dari studio fotho pribadi milik suaminya mengantarkan fotho berukuran besar ini ke apertemennya. Dan setelah dibuka ternyata, Wawww ...


" Hah..ha...Suamimu itu ya benar - benar ... " Diana tertawa kecil menanggapi ucapan sahabatnya itu.


" Bahkan kalian memasangnya di ruang tamu. Ha .. ha .. " Diana tersenyum renyah menertawakan subjek dan objek yang berada di hadapannya kini . Tidak dipungkiri hatinya slalu saja menghangat ketika mendengar kisah konyol suami sahabatnya itu. Walaupun setengah gila karena dimabuk cinta tapi bisa dipastikan Arselli memang sangat mencintai Alessya, hingga urat malunya pun sampai terputus untuk membuktikannya.


Alessya hanya merenggut pasrah menjadi korban ledekan sahabatnya itu sesekali ikut tertawa bersama Diana.


" Dia memang sedikit tidak waras akhir - akhir ini. " Jawab Alessya melupakan keberadaan suaminya di ruangan itu yang kini tengah berdiri tepat di belakangnya.


" Bukan apa-apa Alessya, bahkan wajah kalian tidak kelihatan. Apa yang hendak kalian pamerkan sebenarnya. Ha ... " Tak Henti Diana tertawa namun mendadak berhenti seketika.

__ADS_1


Diana sedikit kaget mendapati Arselli kini tengah berdiri di belakang Alessya yang tengah mengomel mengenai suaminya itu.


" Aku bisa ikut-ikutan gila jika terus bersamanya. " Lanjut Alessya membicarakan suaminya itu sembari mengerucutkan bibirnya.


" Belum lagi cemburunya itu. Hueuh ... " Sembari memutar bola matanya.


Diana mencoba memberi tanda pada Alessya yang terus menerus mengomel itu namun tak kunjung dimengertinya juga.


" Kau tahu, dia mengurungku di sini, menyiksaku dan ... " Entahlah Alessya akhir-akhir ini memang sedikit hyperbola.


" Ehem !!! " Suara deheman suaminya terdengar begitu jelas di telinganya, Alessya langsung mematung seketika lalu membalikkan badannya dan medapati suaminya di sana, tidak jauh darinya, bahkan begitu dekat dengannya.


" Benarkah istriku ? " Tiba - tiba Arselli menghentikan ocehan istrinya itu, yang terlihat begitu kaget tatkala mendengar suaranya.


" Sa-sayang ... " Alessya merenggut mendekati suaminya yang kini tengah menatap tajam dirinya sembari tersenyum sinis padanya. Seperti berkata ...


' Awas ya kau nanti malam !!!! '


-


-


-


πŸ’ž Sekedar Cerita Ringan


πŸ’ž ***Jangan lupa like , rate dan vote ya ...


πŸ’ž Jangan lupa koment juga*** ...

__ADS_1


__ADS_2