Lola And Loly

Lola And Loly
Alergi Makanan


__ADS_3

Alessya terbangun,dia kaget mendapatkan dirinya sedang terbaring lemah,di salah satu kamar perawatan di rumah sakit.Nampak seorang pria yang sudah tidak asing,tertidur di samping tempat tidurnya,dengan wajah yang menghadap ke arah gadis itu.


Dia lalu memperhatikan seluruh isi ruangan itu,sambil mengingat kembali kejadian saat makan malam tadi.Kembali menatap pria itu,seketika jiwanya menghangat menyadari pria itu sudah rela mengantar dan


menemaninya di ruang perawatan ini.Gadis itu ingat pria itu memberikannya sebuah parfum,lalu dia melihat sebuah paper bag di atas meja di samping tempat tidurnya.Dia mengambil paper bag itu dan mengeluarkan sebotol parfum dari paper bag tersebut,lalu menyemprotkan parfum itu ke tangan dan jarinya.


" Harum...", gumamnya saat mencium aroma parfum itu.Dia sangat senang,lalu menyimpannya kembali di atas meja.


Alessya kembali memperhatikan wajah tampan pria itu lebih lama,wajah pria yang sudah mengajaknya makan malam,memberi nya parfum dan menolongnya saat dia sakit, tanpa sadar jemarinya menyentuh wajah itu.Menyentuh bulu alisnya yang tebal dan hitam,bulu matanya yang hitam dan panjang,lalu hidungnya yang mancung.Dia segera menghentikan aktifitas tangannya,ketika pria itu bergerak.


Tapi terlambat,jari yang lembut dan wangi itu sudah lebih dulu ditangkap oleh tangan besar pria itu.


" Kau sudah sadar? ",tanya pria itu lembut,beringsut merubah posisi duduknya.Menggenggam erat tangan gadis itu,mendekatkan wajahnya dengan wajah gadis itu,menatap wajah manis itu dengan lekat,membelai pipi lembut itu dengan jemarinya,bola matanya terus menatap mata gadis itu hingga pipi gadis itu memerah,lalu menelusuri wajah itu dan terhenti ketika melihat bibir merah dan mungil gadis itu.


Tanpa sadar,gadis itu membalas tatapan pria itu.Merasakan kelembutan jarinya membelai pipinya,mata mereka beradu pandang dengan lembut,menimbulkan getaran aneh dan debaran di dada mereka,apalagi ketika wajah pria itu semakin dekat,dekat,dekat...


cekrek.....,suara gagang pintu berbunyi.


Byar,seketika genggaman tangan itu terlepas,wajah pria itu menjauh,bangkit dari duduknya.Mereka terlihat salah tingkah,kikuk,campur aduk menjadi satu.


Lalu,seorang perawat masuk memeriksa infusan gadis itu.


" Ini sudah menjelang pagi tuan,sebentar lagi dokter akan datang untuk memeriksa,sepertinya siang ini,istri anda sudah bisa pulang...bersiap-siaplah..." ujar perawat itu,sedikit mengagetkan mereka,lalu perawat itupun pergi.


" Istri???? " gumam mereka dalam hati.Sambil saling bertatapan kaget,dan akhirnya mereka tersenyum salah tingkah.Arselli tampak mengusap-usap rambutnya,kaget,kesal,senang campur aduk menjadi satu mendengar kata itu.Kesal?mungkin sedikit kesal jika perawat itu tidak datang,mungkin bibir mereka sudah menyatu dengan hangat,dan Alessya,gadis itu menundukan kepalanya,menyembunyikan wajahnya yang dari tadi memerah menahan malu.


***


Arselli tampak segar setelah membersihkan diri di kamar mandi di ruang rawat itu,dia sudah memakai pakaian ganti yang dibawa oleh asisten pribadinya ,Henry tadi malam. Asisten Henry juga membawa pakaian ganti untuk Alessya lengkap dengan dalamannya.Sekaligus membawa makanan untuk bos dan gadis bosnya itu.

__ADS_1


" Kau bisa memakai ini," memberikan paper bag berisikan pakaian dalam dan luar untuk wanita kepada gadis itu.


Dokter sudah datang dan mengijinkan Alessya untuk pulang.Akhirnya gadis itu tahu,bahwa dirinya memiliki alergi terhadap makanan tertentu.


Arselli sudah memesan taksi online,yang akan digunakan untuk mengantar gadis itu pulang.Tentunya,taksi online yang dia pesan dari asistennya,Henry.Astaga! dia menggeleng-gelengkan kepalanya,betapa dia sudah mulai menikmati perannya sebagai rakyat jelata.Entah sejak kapan dia pandai berakting,bertanya - tanya pada dirinya sendiri ,sampai kapan ini harus dilakukan,dan kapan dia berani untuk mengakhirinya.Mencintai gadis itu adalah sesuatu baginya.


Perawat sudah melepas jarum infus yang menancap di tangannya.Jadi,mereka bersiap- siap untuk pulang.


Gadis itu menerimanya,dan..


" Hah...!! "gadis itu membelalakkan matanya tidak percaya melihat isi paperbag itu.


" Kau membelinya sendiri? Dari mana kau tahu ukuranku?sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya,menatap tajam pria itu.


" Dan modelnya? Kenapa seperti itu? " menggeleng- gelengkan kepalanya sambil membayangkan kalau pria itu sudah melakukan yang tidak-tidak saat dia pingsan tadi.


Terang saja gadis itu kaget,pakaian dalam yang dibeli asisten Henry adalah pakaian dalam edisi khusus "honey moon",mungkin dia sengaja melakukan itu untuk menggoda Bosnya yang dingin itu.


" Sini lihat " Arselli memaksa.


" Tidak !! " teriak Alessya.


" Sini " dengan sekuat tenaga berhasil mengambilnya,dan....seketika wajah Arselli merah padam.Dia langsung menyimpan benda itu di atas kasur.


" Kenapa modelnya seperti itu,...itu akan terlihat seksi sekali." Ujarnya tegas sambil terkekeh,pura-pura tidak mengerti,padahal jantungnya berdebar kencang membayangkan gadis di hadapannya memakai pakaian itu.Menggaruk-garuk kepalanya walaupun tidak gatal sama sekali.


Alessya segera mengambilnya,dengan sedikit marah dan malu teramat sangat ,"dasar mesum" gumamnya pelan.Sambil berjalan cepat ke arah kamar mandi di ruangan itu untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.


" Apa kau perlu bantuan ku ?" teriak Arselli dari luar sedikit cemas mengingat semalam gadis itu masih terbaring lemah di tempat tidur.Walaupun dia sendiri rancu dengan pertanyaan yang telah dia berikan.Memang bantuan apa yang bisa diberikan seorang pria kepada seorang gadis yang sedang berada di dalam kamar mandi.Memandikannya..??Bergidik membayangkan hal itu,bagaimanapun juga Arsrelli masih pria normal yang nafsunya bisa saja tergugah bila membayangkan hal-hal yang berhubungan dengan wanita cantik dan seksi apalagi itu Alessya,gadis pujaannya.

__ADS_1


" Bantuan apa maksudmu? " jawab ketus gadis itu dari dalam kamar mandi.Dia benar-benar marah.Awas ya kalau kau menggodaku lagi,gumamnya dalam hati.


***


Mereka sudah tiba di temap kost Alessya.


" Terimakasih ..." ucap gadis itu.Walaupun sedikit kesal dengan insiden di rumah sakit tadi.Tidak serta merta melupakan kebaikan pria itu yang sudah membantunya beberapa kali.


" Maaf ya,ga bisa masuk,soalnya aturannya gitu,ga boleh bawa cowok ke kamar."


" Tidak apa-apa..." masih kaku seperti biasanya,sambil mengusap pelan kepala atas gadis itu.Sekaligus usapan sebagai tanda perpisahan,karena pria itu harus segera pergi ke perusahaan.


Saat pria itu hendak pergi,


" Oh ya...saat di kamar mandi tadi,ponselmu berbunyi beberapa kali.Lihatlah,mungkin itu panggilan penting."


Terang saja pria itu baru memberi tahu gadis itu,karena semenjak keluar dari kamar mandi tadi gadis itu seperti menghindarinya,menghindari tatapan matanya dan apapun itu.Karena malu yang tidak tertahan memikirkan pria itu mengetahui pakaian dalam yang dia pakai.Pakaian dalam tipis transparan berwarna hitam.OMG.Belum lagi pakaian luar yang diberikan Henry,dress cantik yang tidak kalah seksi.Oh...Arselli dibuat mabuk kepayang pagi itu,bulu kuduknya berdiri ,merinding."Coba dia sudah resmi jadi milikku,akan kuterkam dia" fikirnya.Membuat pria itu terpaksa membuka kemeja yang di pakai untuk menutupi gadis itu.Untung dia memakai pakaian double,kemeja dan t-shirt.Lagi- lagi mungkinkah itu rencana Henry??


***


" Kau berkali-kali menghubungiku,ada apa?" tanya Alessya kepada sahabatnya Diana melalui panggilan telfon,sambil beberes pakaian di dalam kamarnya.


" Aku baru pulang Din,semalam aku di rawat di rumah sakit.Keracunan makanan gitu.Norak dech aku,jarang nemu makanan enak,ampe ga tahu alergi sea food."jawabnya lagi.


" Kayaknya hari ini ga ke kampus deh..." lanjutnya lagi...


" Oh iya libur,sekarang kan hari Minggu..."lanjutnya lagi.


"...siapa sich yang nyariin aku?oh...Lucas!!???"

__ADS_1


sedikit aneh,mengapa pria tampan itu mencarinya.Mengingat pertemuan terakhir mereka,sepertinya tidak ada urusan apapun dengan pria itu,fikir gadis itu masih melanjutkan merapikan pakaian yang berserakan di atas tempat tidurnya bekas tadi malam saat hendak berkencan dengan Arselli.


__ADS_2