Lola And Loly

Lola And Loly
Bertemu Romeo


__ADS_3

Setelah mendapat pesan singkat yang masuk ke ponselnya, Alessya bersiap untuk menuju kafe yang tertera di pesan singkat itu.


Dengan langkah sedikit ragu dia meninggalkan apartemen tanpa sempat meminta izin pada suaminya yang telah pergi beberapa jam lalu ke perusahaannya. Toh dia berniat sebentar saja untuk pergi tanpa harus berlama-lama, apalagi hanya untuk bertemu Romeo yang bukan orang penting baginya.


Ya, Romeo yang mengirim pesan singkat itu. Setelah berhasil meminta no ponsel Alessya yang baru dari Diana beberapa hari lalu. Setelah beberapa lama lalu, ponselnya direbut oleh pelaku penyekapan itu. Dan sesuai permintaan suaminya untuk mengganti nomornya dengan yang baru, agar tidak ada lagi orang yang seperti Ben dan Meera memanfaatkan no ponselnya untuk mencelakainya. Walaupun sebenarnya Meera tidak pantas untuk disalahkan karena dia juga seorang korban.


Tapi demi suami tercinta , Alessya menurutinya, toh itu juga demi kebaikan dirinya sendiri.


Namun kali ini, apakah tidak masalah jika Alessya bertemu dengan Romeo tanpa sepengetahuam Arselli yang notabene slalu tanpak cemburu padanya.


Tidak apa. Bukankah Alessya juga sekalian akan pergi ke kampusnya. Setelah beberapa lama cuti dari kuliahnya, hari ini adalah hari pertamanya masuk kuliah lagi. Dan dia sudah meminta izin untuk itu.


Setelah bertemu Romeo untuk sekejap tidak akan lama fikirnya. Dia akan langsung pergi ke kampusnya. Dan mungkin pertemuan secara tidak sengaja akan menjadi alasannya nanti.


Tidak sengaja bertemu Romeo di perjalanan saat akan menuju tempatnya berkuliah ...Sepenggal kalimat alasan yang akan diucapkan nanti apabila suami menginterogasi. Dia tidak perlu takut bukan ... karena tidak ada hubungan diantara mereka berdua. Hanya pertemuan dan perkenalan singkat. Dan sebuah rencana untuk bekerja menjadi asistennya, namun urung terjadi karena insiden penyekapan dan penembakan itu terlampau mendahului hingga akhirnya Alessya kini berstatus istri dari pengusaha kenamaan muda , seorang milyuner Arselli Russel.


" Apa kabarmu ? " Romeo mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan ketika Alessya kini berdiri di hadapannya . Mereka sudah berada di kafe tempat mereka berjanzi untuk bertemu. Walaupun sebenarnya Alessya datang terlambat kala itu, namun Romeo begitu pengertiannya memahami itu semua.


" Baik ... " Membalas ukuran tangan pria yang cukup tampan itu. Walaupun tidak setampan suaminya, namun Romeo memiliki kharisma menawan yang begitu kuat di matanya. Begitu memabukkan dan menghipnotis jiwa.


Mereka berjabat tangan lalu duduk di kursi mereka dan memesan minuman yang tersedia di kafe itu.

__ADS_1


" Ada perlu apa ? " To the point Alessya bertanya, sedikit canggung harus berdua dengan pria lain, sementara status istri dari seorang pria sudah tersemat di dirinya.


" Wah ... kamu benar - benar tidak suka bertemu denganku ya ? " Tanya Romeo yang tidak perlu dijawab itu. Karena jika Alessya menjawabnya pasti akan menyakitkan.


Alessya tersenyum kecut. Terbayang wajah suaminya yang tengah cemburu buta dan marah di pelupuk matanya. Rasa bersalah menggerogotinya kala itu.


" Bukan seperti itu. " Jawabnya lirih dan Romeo mendengarnya sekaligus memahami maksudnya.


" Baiklah. Aku tidak akan lama Alessya ... aku hanya ingin bertemu untuk terakhir kalinya denganmu . " Ucapnya tegas untuk memperjelas alasan pertemuan ini.


" Terakhir kali ? " Tanya Alessya terheran - heran.


" Hmm. Aku akan pindah ke LA dan sepertinya akan lama untuk kembali ke negara ini. Aku khawatir saat itu kita sudah tidak saling mengenal lagi. " Jawabnya sedikit pilu.


" Hmm . " Alessya sedikit terperangah mendengarnya. Mendadak teringat pertemuan pertama mereka, saat Romeo menolongnya bersama Diana dan membawanya ke rumah sakit . Ada juga adegan saat Romeo dengan telaten menyuapinya makan saat dia dirawat di rumah sakit itu.


Dan yang terakhir adalah saat dia begitu berharap Romeo menolongnya saat dia disekap oleh Ben. Memeluknya tanpa sadar untuk pertama kali dan begitu erat saat berhasil lepas dari sekapan itu. Sejenak melupakan kekasihnya yang saat itu berada di sana juga, menyaksikannya di depan matanya sendiri bagaimana mereka berpelukan dengan begitu dekatnya.


Entahlah perasaan apa itu, begitu campur aduk membaur menjadi satu.


" Apa terjadi sesuatu ? " Tanya Alessya sedikit penasaran.

__ADS_1


" Tidak, aku hanya ingin lebih mengembangkan lagi Bisnisku di sana. " Jawab Romeo sembari merogoh sesuatu dari saku celananya.


" Oh iya , Alessya selamat atas pernikahanmu ... Walaupun terlambat ambillah ini. Ini adalah hadiah pernikahanmu dariku. " Menggeserkan sebuah paper bag berukuran kecil yang sedari tadi berada di atas meja.


" Dan ini kartu namaku. Simpanlah ... Mungkin suatu saat kau akan membutuhkannya. " Memberikan kartu nama yang tadi dia ambil dari dalam dompet.


" Apa ini Romeo ? Kau tidak perlu repot-repot . " Merasa tidak enak mendapat hadiah itu, seingatnya Romeo sudah beberapa kali menolongnya. Seharusnya dia yang memberi Romeo hadiah sebagai ucapan terimakasih kepadanya. Tangannya terulur pada kartu nama yang tergeletak di meja, meraih dan menyimpannya ke dalam tas yang dibawanya.


" Bukalah ! " Ujarnya lembut.


" Ba-baiklah ... " sembari tangannya terulur lagi untuk mengambil dan membuka isi dari paper bag itu.


Mata Alessya membelalak melihatnya, sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati terjuntai di jarinya.


" Simpanlah Alessya ... sebagai kenang-kenangan untukmu . Kau tidak perlu memakainya bila kau tidak menyukainya. " Ujar Romeo.


Tangan Alessya sedikit bergetar walau berusaha sekuat tenaga dia tahan. Sedikit tidak mengerti dengan makna pemberian perhiasan ini. Hadiah ini terlalu sensitif.


" Ada ukiran dua huruf A di belakang liontin itu. Yang berarti Arselli dan Alessya ... " Memperjelas hadiah itu , tidak ingin timbul kesalahpahaman di masa depan.


Alessya tersenyum mendengarnya kemudian melihatnya.

__ADS_1


" Ini sangat indah Romeo , Terima kasih ... " Ucapnya lembut tanpa memalingkan pandangannya dari liontin itu , lebih tepatnya dari ukiran huruf AA itu. Jikalau tidak ada ukiran huruf itu mungkin dia akan riskan untuk menerima hadiah yang cukup berharga itu apalagi dari seorang pria yang sedikit TANDA KUTIP di benak suaminya tercinta.


__ADS_2