
Duh maaf ya ... dari kemarin banyak warningnya ...
Masih mengisi satu tahun pernikahan mereka. ya... πππ
~
~
~
" Mereka belum datang juga ? Katanya sudah sampai danau, berarti... udah dekat dong. " Sembari berdiri di depan pintu villa, mondar mandir mengitari teras. Sesekali kepalanya mendongak ke arah luar halaman villa yang luas dan indah dipandang mata. Diana merasa aneh yang ditunggu tak kunjung juga tiba.
" Mereka ngapain aza sih di danau ? " Tanyanya lagi dengan begitu penasaran.
" Namanya juga pengantin baru, kayak gak pernah ngerasain aza kamu !!" Lucas menimpali setelah sedari tadi matanya mengikuti langkah sahabatnya yang kesana kemari.
" Kamu emang tahu, dasar sok tahu !! " Tidak ingin kalah dari Lucas.
" Nikah juga belum kamu !! " Serunya kemudian. Menghentikan langkahnya, berdiri di samping suaminya Reynald yang sedari tadi hanya mengecek ponsel saja tanpa berkomentar apa-apa.
***
Dan yang ditunggu-tunggu ...
Di dalam mobil mereka ngos-ngosan ...
Tanpa sepengetahuan author mereka melakukan adegan panas di luar skenario novel. Sepertinya ... Arselli benar-benar sudah tidak tahan.
Di tempat yang sepi mereka berduaan, dengan setengah memaksa namun berakhir sukarela. Apa daya, nikmat sudah terlanjur terasa.
__ADS_1
" Russel ... Bisakah kau lebih ce-pat !! " Tegur Alessya dengan terbata-bata. Sembari tidak henti menatap ke luar jendela merasa khawatir akan ada yang datang tiba-tiba.
" Sebentar lagi sayang ... ! " Sembari ******* bibir atas dan bibir bawah istrinya bergantian. Tanpa henti tubuhnya bergerak ke depan dan ke belakang. Sesekali bergerak ke samping kiri kanan. Aduh ... author ikut khawatir, jangan-jangan mobilnya ikut bergoyang.
" Perasaan dari tadi, kau bilang sebentar lagi ... tapi nyatanya ... !!! " Sembari matanya lama terpejam tubuhnya juga ikut menggelinjang.
Alessya melotot melihat ke arah luar jendela.
" Russelll ... !!! " Teriaknya panik. Mencengkeram bahu suaminya dengan jari lentiknya. Tangan satunya memukul punggung suaminya agar menghentikan gerakannya.
" Apa ?!! "
" Ada Diana !!! " Menunjuk ke arah jalan. Terlihat dari kejauhan Diana turun dari mobilnya berjalan perlahan bersama Reynald dan Lucas di belakangnya menuju mobil tempat mereka bercinta.
Dengan wajah pucat pasi dan setengah hati terpaksa mereka berhenti. Menunda menuntaskan aktifitas itu terasa menyesakkan hati dan sakitnya sungguh tak terperi.
Untung saja, mereka tidak membuka semua bajunya tadi. Jadi, situasi seperti ini bisa langsung ditangani.
***
" Kok aku merasa melakukan dosa besar ya Yang ! " Ujar Diana lirih pada Reynald suaminya.
" Enggak kok !! Salah mereka aza yang tidak tahu tempat. " Jawab Reynald menimpali. Mengobrol sembari saling sikut menyikut. Tak henti ujung bibir mereka tersenyum kecut.
Mereka merasa bersalah dan malu bersamaan, terang saja kala tadi mendapati mereka berdua dibalik kaca mobil yang sedikit terbuka, mereka tengah duduk salah tingkah dengan penampilan yang berantakan dan tak karuan di kursi penumpang belakang. Aneh ... kenapa duduknya di sana ?
Dengan polosnya Diana bertanya.
" Kalian lagi apa ... ?? " Sembari garuk-garuk kepala. Dan yang ditanya hanya diam saja menyembunyikan dosa.
__ADS_1
Mencoba mengerti dan diam saja tanpa banyak bertanya karena merasa tidak tega. Melihat wajah Alessya yang tampak merah padam dan Arselli yang tengah duduk gusar menundukkan kepalanya sembari menjambak kasar rambutnya. Sepertinya saat itu dia mendadak merindukan Henry, asisten kepercayaannya. Yang slalu bisa diandalkannya apalagi saat berada dalam situasi darurat seperti sekarang dialaminya. Sungguh hal yang benar-benar tidak terduga.
" Syndrome pengantin baru mungkin ... " Lucas ikut nimbrung di sana, tak henti bibirnya mengulum senyum jenaka. Terkekeh puas merasa berhasil mendapat celah untuk meledek kakaknya. Suatu kebetulan yang sungguh tidak terduga.
" Perasaan kita lebih baru dari mereka. Gak pernah tuh sampe di mobil segala. " Diana tersenyum mengucapkannya. Sebenarnya dia ingin sekali tertawa, kalau bisa terbahak-bahak saja, namun berusaha dia tahan demi menjaga perasaan sahabatnya.
" Kamu mau ? Boleh tuh dicoba. " Reynald menjawabnya sembari mengedipkan mata pada istrinya.
" Ish ... ogah. Nanti ketahuan kayak mereka. Malu tau, ... " Jawabnya merasa ngeri juga membayangkannya .
" Tapi kayaknya asyik ... boleh tuh kayaknya." Mengerling nakal pada suaminya.
" Pastiin aza tempatnya, harus bener-bener sepi ! " Sembari terkekeh, masih membayangkan nahasnya nasib sahabatnya tadi yang merasakan malu akibat kepergok tengah enak-enakan bercinta.
" Di garasi mobil, sudah pasti sepi !! " Jawab Lucas spontan. Memberi ide yang dirasa cukup bryliant.
" Bener tuh, Yang. Besok ya ... " Ucap Reynald berbisik setelah mengingat lagi besok mereka pasti sudah ada di rumah lagi. Tanpa merasa malu, padahal ada Lucas di sana.
" Hush !! " Diana memberi tanda pada suaminya sembari jari telunjuknya bertengger di bibirnya. Seketika mereka terdiam dan hening bersamaan. Mencoba mengalihkan obrolan. Karena mendadak tersadar ada Lucas yang sedari tadi ikut nimbrung dan mendengarkan.
" Sekarang mereka lagi apa ya ? " Ucap Diana kemudian. Mengalihkan pembicaraan.
" Lanjut mungkin ! " Ucap Lucas asal sambil mengangkat kedua tangannya. Menandakan ketidaktahuannya.
Di dalam hatinya dia sedikit tidak menyangka, Alessya yang dulu sempat dia puja dan dia damba ternyata tidak sepolos yang dia kira.Membayangkan jika dirinya yang menikah dengan Alessya, mungkin dia juga akan melakukan hal yang sama. Tergila-gila ...
Sembari tertawa mereka menggelengkan kepala. Percayalah walaupun mereka menertawakannya. Dari hati yang paling dalam, Alessya slalu begitu berharga di hati mereka.
wkwkwkwkwkwk ...
__ADS_1
π π π π π π
ππππππ