Lola And Loly

Lola And Loly
- Malam Panjang


__ADS_3

" Kenapa baru memberi tahuku sekarang ? " Tanya Alessya kemudian, mendorong dada sang suami dengan tangannya. Melepas sementara pagutan mesra mereka.


" Berarti bukan kejutan. Huh ... " Bangun dari tindih menindihnya, menghela nafas pelan menyadari bahwa rencana kejutannya telah gagal di awal. Tapi untunglah masih ada satu kejutan lagi yang masih dirahasiakan.


Eit ? Mereka sedang apa ya ?


Dengan lihai dan lincah si pria yang dipanggil Russel itu melucuti satu persatu pakaian yang menempel di tubuh istrinya. Nyaris tak bersisa, polos sudah kemudian.


Selagi membuka bajunya sendiri, tanpa lepas matanya memandangi pemandangan indah di depannya. Tubuh molek dan seksi yang kini sudah resmi dan halal menjadi miliknya.


" Jangan melihatku seperti itu ... " Pipi Alessya merona. Menyadari Russel tengah memandangi kepolosan dan kemolekan tubuhnya dengan begitu intens dikala lampu kamar yang masih terang benderang.


" Bisakah kau mematikan lampunya ... aku malu ! " Padahal ini bukan pengalaman pertama mereka, namun hal baru dan sedikit malu apabila lampu masih menyala.


" Tidak ! Aku ingin seperti ini sekarang ... " Jawabnya lirih, memposisikan kembali dirinya senyaman mungkin, untuk melanjutkan aktifitas malam mereka yang panas dan penuh gairah itu selanjutnya ...


Setelah sekian lama, menit demi menit, jam demi jam akhirnya Alessya bisa tertidur, melepas lelah akibat pergumulan panas dan panjang yang telah mereka lakukan sepanjang malam. Entah berapa kali mereka melakukannya. Tiada henti sang suami menerjangnya, tiada ampun dan tak kenal lelah.


Suaminya memang luar biasa, bahkan saat inipun dia masih terlihat segar bugar saja. Sepertinya dia masih mampu untuk melanjutkan ronde berikutnya, membuat istrinya melenguh lemas di bawah tindihannya. Namun menyadari bahwa istrinya sudah begitu kelelahan akhirnya dengan berat hati dia mengakhiri juga aktifitas yang begitu memabukkan itu.


***


" Alessya, bangunlah !! " Arselli membangunkan Istrinya untuk ke sekian kali. Waktu sudah siang, pagi telah terlewatkan namun Alessya masih bergelung manja di balik selimut hangatnya. Berbeda dengan dirinya yang sudah segar dan bersiap dengan tampilannya.


" Alessya ... !!! " Panggilnya lagi, lebih keras dari sebelumnya.


" Mmhh ... Aku masih mengantuk, Russel. " Jawabnya sembari menggeliatkan tubuhnya. Tak kunjung jua membukakan kelopak matanya. Sepertinya olahraga semalam begitu menguras tenaganya. Sehingga sampai sekarang dia masih terlihat lemas dan lesu. Bahkan lihatlah ... wajahnya sedikit memucat saat ini.


" Ish ... !!! Malas ya kamu ! " Hardiknya pada istri manjanya itu. Membuat mata Alessya yang terpejam membelalak seketika. Bibirnya mencebik sembari menatap tajam suaminya.


" Ini salahmu !! Apa kau lupa, kau mengerjaiku semalaman. " Jawabnya ketus. Sembari menghempas kasar selimutnya ke arah suaminya. Untunglah selamat ! Hempasannya pelan, mengimbangi sisa tenaganya yang menipis. Kalau tidak, bisa-bisa asetnya kelihatan oleh suaminya, tak ayal bukan ? Sudah pasti tertebak apalagi yang akan terjadi kemudian.

__ADS_1


" Mandilah, kita akan pergi ke suatu tempat."


" Kemana ? " Sembari mengulurkan kedua tangannya ke arah suaminya.


" Kita lihat saja nanti. " Jawabnya tak berniat memberi tahu, sepertinya itu juga kejutan.


" Apa ? " Tanya suaminya tatkala melihat uluran tangan istrinya kemudian.


" Gendooong ... Antarkan aku ke kamar mandi ... " Rajuknya manja.


" Huh !!! Kau ini manja sekali Alessya !! Seharusnya kau sadar berat badanmu semakin bertambah saat ini. Kau ini ... " Sembari bergerak untuk menggendong istrinya. Ucapannya terputus mendadak tatkala melihat tatapan tajam istrinya. Sudah pernahkah dia bilang kalau tatapan tajam istrinya itu setajam silet ???


Hahai ... Arselli itu ternyata masuk dalam kategori " Ikatan Suami Takut Istri " atau " SUSIS ala Sule alias Suami Sieun Istri ". Hiks ...


Melihat Alessya menatap tajam dirinya sembari menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, jantungnya menegang seketika.


Alessya telah terduduk saat itu dengan tangannya yang menyilang di depan dadanya yang tertutupi selimut tebalnya. Membuat Arselli mengusap kasar wajahnya.


" Kau apa ? Gemuk ?!!! " Tanya Alessya menghakimi. Arselli hanya mendehem menanggapinya. Bingung juga harus menjawab apa. Kalau dijawab iya pasti marah. Kalau dijawab tidak pasti dianggapnya bohong belaka. Seperti buah simalakama saja.


" Kau tidak sadar ya, semalam mengerjaiku habis - habisan. Ini sakit Russel ... " Merengek manja bercampur emosi. Menekankan kata ' ini ' dalam kalimatnya tadi. Bahkan bola mata indahnya sedikit berkaca - kaca.


Terkesiap , kaget ? Yaa iyyalaah ...


Menggaruk kepalanya yang samasekali tidak gatal itu.


Arselli slalu lupa pengorbanan istrinya, demi memuaskan dirinya. Mengalah dan menuruti semua keinginan suaminya di atas ranjangnya. Tidak berlebihan jika Alessya hanya sekedar meminta digendong olehnya, toh dia merasa sakit karena ulahnya.


Sepertinya curhatan Alessya pada Diana mengenai Arselli yang slalu menyiksanya itu tidak salah samasekali. Walaupun berkesan hyperbola tapi kejadian hari ini telah menjadi bukti pasti. Ya ... dia akui, secara tidak langsung dengan niat terselubung semalam dia bermaksud memberi pelajaran istrinya yang telah menjelek - jelekkan dirinya di depan sahabatnya itu.


" Baiklah ... "

__ADS_1


Tanpa ba-bi-bu lagi, Arselli langsung menggendong istrinya ke dalam pangkuan hangatnya ke arah kamar mandi sembari mengecup lembut pipinya demi meredamkan emosinya itu, dia takkan sanggup jika harus bertengkar dengan istrinya yang manis dan seksi itu. Ya ... sekarang ini tiada lagi Alessya yang dulu kurus, polos dan lugu. Yang ada juga Alessya si Macan Sekda alias Manis, Cantik, Seksi dan Menggoda.


***


" Huiitt ... " Arselli bersiul. Menatap istrinya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Padahal Alessya hanya memakai dress selutut. " Bisakah kau ganti pakaian seksimu itu ? "


Alessya mengernyitkan dahinya.


" Russel dress ini hanya selutut, kau tidak lihat ? " Menunjukkan hanya kaki bawahnya yang terlihat yang seperti padi berisi itu.


" Seingatku ... kau yang dulu membelikanku dress ini. " Dia samasekali tidak berniat untuk mengalah. Cukup di atas ranjang saja dia mengalah. Selain itu, semua di bawah kendalinya. Inginnya ... walaupun pada kenyataannya Russelnya itu slalu egois, arogan, dan seenaknya padanya. Seperti saat ini, atau saat di dalam mobil sebelum - sebelumnya ... atau mungkin nanti ?


" Kau yakin, aku tidak perlu memakai dress ? Celana jeans saja bagaimana ? Kau setuju ? " Sembari tersenyum nakal.


Arselli menelan ludahnya kasar. Mengingat rencana perjalanan hari ini yang cukup lama dan panjang, mungkin akan sampai nanti malam. Rasanya sedikit sayang jika harus melewatkan moment yang cukup ' menyenangkan ' nanti. Dia akui moment ' menyenangkan ' di dalam mobil itu uiuhh sensasinya begitu menggoda dan luar biasa.


" Apakah ada dress yang lebih panjang ? " Tanyanya sembari berjalan ke arah lemari berniat untuk memilihkan pakaian bagi istrinya yang lebih panjang dan sopan namun memudahkannya nanti.


Alessya terkesiap. Mengerjapkan matanya beberapa kali. Apakah perkiraannya benar ? Di dalam mobil lagi ?


" Russelll ... " Panggil Alessya lirih.


" Hmm. "


" Perkiraanku salah bukan ? " Tanya Alessya, lebih tepatnya mengingatkannya juga sekalian. Ayolah ... bukankah kita baru melakukannya tadi semalaman ... dan kau sudah berencana untuk ...


Β 


" Memangnya apa yang kau fikirkan ? " Tanyanya tajam seraya menyindir dan menggoda.


Alessya hanya menelan ludahnya. Dan blushing pipinya memerah semerah jambu.

__ADS_1


πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


Β 


__ADS_2