
Tanpa Alessya sadari, di sebrang jalan sana Arselli tengah duduk di dalam mobilnya bersama asisten Henry yang mengambil alih kemudinya. Mengetahui sebuah fakta bahwa Alessya mengetahui dan mendengar pembicaraan yang begitu menyakitkan tadi.
Memperhatikan gerak - gerik Alessya sekian lama, sembari mengepalkan kedua telapak tangannya di atas kedua pahanya menahan kesedihan yang tiada kentara dan rasa kesal akan ketidakberdayaan dirinya terhadap ibunya. Dan kini di depan matanya sendiri Alessya menangis dengan tiada henti. Tanpa menyadari kehadiran suaminya di sana yang memperhatikannya dari kejauhan.
Setelah beberapa saat lalu Arselli terbangun dari tidurnya di kantornya. Kaget karena tak mendapati Alessya dalam dekapannya di sampingnya dan berakhirlah Arselli di sini saat ini. Setelah mendapat kabar dari anak buahnya Asisten Henry yang sedari siang tadi slalu mengawasi, mengikuti dan berniat untuk melindungi.
***
Mobil Arselli mengikuti taksi online yang Alessya tumpangi. Setelah sesaat lalu Alessya meninggalkan mini market itu dan menaiki taksi online yang kini dia tumpangi.
" Sepertinya Nona Muda hendak kembali ke apartemen, Tuan. " Ujar asisten Henry setelah mengamati jalur taksi tersebut.
" Baiklah kalau begitu. Berhentilah di toko kue itu. Alessya sangat menyukai kue yang dijual di sana. " Tunjuknya pada sebuah toko kue yang tidak jauh dari mobil mereka kini kepada asisten Henry, sekaligus bermaksud untuk memberi waktu bagi istrinya untuk beberapa saat di apartement.
Menganggukkan kepalanya, untuk kemudian berhenti di depan toko kue yang dimaksud. Arselli mengintruksikan beberapa jenis kue yang biasa dia belikan untuk Alessya kepada asisten Henry untuk membelinya.
***
Sesampainya di apartement ...
Arselli masuk ke dalam apartemen itu. Ruangan kamar sudah tampak begitu gelap. Sepertinya Alessya sengaja mematikan lampunya agar Arselli tidak bisa melihat mata dan wajahnya yang sembab.
Dan di sanalah Alessya kini, tengah berbaring tidur di atas ranjangnya bergelung di bawah selimutnya dan membelakanginya.
Jadilah malam ini malam pertama dalam pernikahan mereka, malam yang penuh dengan kehampaan dan keterasingan.
Mereka tidur bersama dalam satu ranjang namun dengan jarak yang membentang diantara mereka, tidak seperti biasanya yang selalu saling berpelukan dan berdempetan.
***
Pagi yang cerah ...
__ADS_1
Alessya keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai bathrobe. Dengan kondisi rambut yang masih basah dan meneteskan air. Suasana hatinya sepertinya sudah mulai membaik. Wajahnya sudah terlihat bersinar kembali.
Setelah selesai berpakaian dan ber-make up tipis bergegas dia membangunkan suaminya dari tidurnya.
" Russel bagunlah ! " Menggerakkan bahu berotot suaminya berusaha membangunkannya yang masih tidur dengan cukup nyenyak namun terlihat begitu gusar dan gelisah. Kerut di dahinya dan lingkar hitam di matanya mempertegas kecemasan yang tengah dirasakannya.
" Hmm ... masih mengantuk, Alessya ... " Sembari menarik selimutnya menutupi bahunya yang terbuka tadi. Bila tidur, dia memang selalu bertelanjang dada.
" Ini sudah pagi. Nanti kau terlambat !! " Ucapnya tegas.
" Beri aku hadiah Alessya, sepertinya kita melewatkan sesuatu tadi malam. " Ujarnya merayu menginginkan sesuatu. Matanya bahkan masih terpejam kala itu. Mulai detik ini dia berhenti merayu dengan alasan ' membuat cucu sebagai hadiah pada mertua '. Rasa kecewa pada ibunya teramat besar kali ini.
" Tidak ada hadiah apapun. Cepat bangun ! Aku harus pergi ke tempat Diana. Nanti malam hari pernikahannya. Kau ingat itukan?" Jawabnya dengan begitu panjang lebar.
Namun samasekali tidak digubrisnya. Sepertinya mata Arselli terlalu berat untuk bangun dari kantuknya itu. Semalam dia memang tidak tidur, karena merasa stres dengan fikiran yang berkecamuk akan masalah yang menimpa rumah tangganya. Cintanya tengah diuji saat ini. Dia baru saja tertidur beberapa jam lalu, maka jadilah pagi ini dia terlambat bangun dan terlambat datang ke kantornya. Untunglah Alessya menyuruh asisten Henry untuk datang menjemputnya pagi ini.
Melanjutkan tidurnya kembali, dalam tidurnya pagi ini Arselli bermimpi Alessya mengecup keningnya dan mencium bibirnya dengan begitu hangat dan mesra.
***
" Alessya ... sayangku ...!! " Teriaknya dengan rasa cemas dan panik bersamaan menjalar di dadanya. Khawatir Alessya bukan hanya pergi ke kampus atau ke mini market seperti kebiasaannya setiap pagi.
Arselli tetap memanggilnya seolah dapat mengisi hatinya yang kosong dengan menyebut namanya. Walau menyadari dengan pasti Alessya sudah pergi ketika akhirnya mendapati sebuah pesan di atas meja.
Selamat pagi ...
Russel sayangkuuh ...
*
Hari ini aku ke rumah Ayah Hans sekedar membantu mereka. Bukankah nanti malam acara pernikahan Diana, kau ingat bukan ?
__ADS_1
*
Jika ada waktu datanglah, aku akan menunggumu di sana. Kau tahukan tempatnya ?
*
Terimakasih kue nya,
I Love You
" Jika ada waktu katamu ? " Arselli tersenyum getir, karena kejadian kemarin Alessya menjadi sedikit berubah.
Seharusnya kau bilang, ' kau harus datang Russel '. Bukannya ' Jika ada waktu ' .
Menyimpan kertas itu di atas meja dengan sedikit kasar. Mengusap kasar wajah dan rambutnya. Dia tidak marah akan pesan itu, ataupun pada Alessya, dia hanya marah pada dirinya dan situasi mereka berdua.
Stres dan frustasi dirasakannya kini. Tiada gairah dan semangat untuk menjalani hari ini. Melangkah gontai menuju kamar mandi, dia menyentuh bibirnya. Merasakan rasa Cherry dari lipbalm yang ditinggalkan Alessya tadi saat menciumnya. Dia tersenyum kala mengingat sesuatu. Ternyata ciuman tadi itu bukanlah hanya mimpi ataupun ilusi, melainkan nyata hadiah dan tanda cinta dari istrinya Alessya. Ya ... walaupun ragu dia berusaha meyakininya, toh dengan begini hatinya terasa hangat dan bahagia.
Dan setelah masuk ke kamar mandi, kala berdiri di depan cermin, Arselli tersenyum lebar, merekah, sumringah ketika mendapati bekas ciuman di keningnya berbentuk bibir berwarna pink. Bibir siapa lagi, kalau bukan bibir istrinya Alessya ...Dan keraguan tadipun serta merta menjadi sirna.
*π
π
π
**Jangan lupa like, rate dan vote
Jangan lupa tinggalkan koment juga
Thanks for all , love you all***
__ADS_1