
Arselli mengajak Alessya ke ruangan kerjanya di lantai paling atas bangunan mewah itu.Asisten Henry menunggu mereka di luar ruangan di balik pintu , tepat berada di dekat sekretarisnya Arselli.
Selama di perjalanan tadi sepasang kekasih itu, tampak seperti orang asing.Alessya benar-benar pandai mengendalikan diri saat itu.Dia menyadari bahwa dia bukanlah apa-apa ataupun siapa-siapa di tempat yang mewah itu.Dia hanya kekasihnya di dunia luar, kekasih Arselli yang seorang sopir pribadi, itu fikirnya.
Alessya masuk ke ruangan kerja pria itu , matanya hampir tidak berkedip sekalipun.Ruangannya sangat mewah dan elegan.Tanpa sadar air mata menetes keluar dari pelupuk matanya membasahi pipinya ,tapi segera dia hapus tidak ingin Arselli melihatnya.
Apalagi setelah melihat sebuah nama yang terpajang di atas meja dengan jabatan tertulis jelas di sana " President Direktur ".
Hati Alessya semakin menciut , kepercayadiriannya hilang seketika .Dia merasa hanya seperti butiran debu bagi pria itu.
" Duduklah Alessya ." Arselli mengejutkan Alessya yang sedang melayang jauh dengan fikiran yang berkuasa di benaknya saat itu.
Alessya beringsut duduk menuruti keinginan Arselli.Pria itu sedikit kesal melihat sikap Alessya,dia lebih suka melihat gadisnya yang ekspresif jika marah katakan marah,jika tidak berarti tidak.Tapi apa ini hanya diam, hanya keheningan yang terasa.
Setelah beberapa lama hening, akhirnya Arselli memulai pembicaraan.
" Maafkan aku Alessya, telah berbohong padamu." Menyentuh tangan Alessya yang bertautan,duduk berjongkok di kaki gadis itu.
Alessya masih duduk, menundukkan kepalanya, masih dengan tangan yang bertautan.
" Kau tidak perlu meminta maaf." Menarik tangannya dari genggaman Arselli.
" Kau marah ? "
" Tidak, aku hanya sedikit kaget Russel." mengusap air matanya yang menetes lagi.
" Maafkan aku , karena tidak jujur padamu sebelumnya.Saat itu , aku hanya takut kau akan menjauh dariku.Kau selalu mengatakan bahwa kau lebih suka menjalin hubungan dengan orang biasa. "
" Apakah kita bisa bertahan Russel ?Tidak ! Maksudku, aku ,kamu apakah bisa bersama ?"
" Aku mencintaimu Alessya,kau tahu itu kan?"
Alessya hanya terdiam dan menunduk.Arselli mengerti sedari awal memang Alessya slalu berkata bahwa hubungan dengan perbedaan seperti ini akan sangat sulit , tapi Arselli mencintai gadis itu, dan dia tidak ingin menyerah.
" Apa kau tidak mempercayaiku? " tangannya mengepal di atas sofa,di samping Alessya.Mencoba meyakinkan kekasihnya itu.
" Tidak, bukan seperti itu." Keraguan benar-benar menguasai Alessya.
" Lalu ?!! " Arselli sedikit marah.
Alessya terdiam lagi .
" Jawab Alessya !" tidak sabar menunggu jawaban dari gadis itu.
" Aku hanya takut Russel, kita sangat berbeda , ini akan sangat sulit bagi kita . " Jawabnya lirih.
" Berarti kau tidak mempercayaiku ".Mulai bersikap sarkastik.
" Tidak.Aku mempercayaimu.Tapi..." menatap dalam mata Arselli.
" Berjanzilah Alessya !!" sentak Arselli , mengagetkan Alessya .Alessya beringsut menundukkan pandangannya.
" Apa ? " lirih Alessya.
" Berjanzilah padaku. hmm..." memegang dagu Alessya, sehingga Alessya menatap ke arahnya. " Berjanzilah ..berjanzilah untuk tetap di sampingku. Berjanzilah untuk terus percaya padaku. "
Alessya menggelengkan kepalanya .Arselli tampak marah.
" Aku mohon Alessya..." berteriak.
__ADS_1
" Tapi..ini akan benar-benar sulit ." Menautkan kedua tangannya ke sebelah tangan Arselli yang berada di atas tangannya.
" Berjanzilah apapun yang terjadi , kau akan tetap di sampingku.Ok ? !! " Arselli mengintimidasi Alessya dengan sorot mata tajamnya.Alessya mengerjapkan matanya .
Alessya hanya terdiam menatap mata Arselli.Tangan Arselli menyapit dagu Alessya sedikit kencang,berusaha menyadarkan gadis itu bahwa dia menginginkan sebuah jawaban yang akhirnya langsung dijawab dengan anggukkan gadis itu, walaupun hatinya masih diselimuti dengan keraguan.
" Baguslah.." bibir Arselli tersenyum.Tangannya mengusap pucuk kepala gadisnya itu,membelai rambut panjangnya, lalu menarik tengkuk Alessya.
Arselli mencium bibir merah gadis itu.Mencium dengan lembut dan hangat.
Seperti biasa, Alessya akan membalasnya dengan agresif dengan lengan yang melingkar di leher Arselli ,walaupun tidak seagresif ciuman pertama mereka, tapi berhasil menyalurkan kehangatan pada hati mereka yang sejenak tadi sempat mendingin.
Hingga ciuman itu berlangsung begitu lama dengan decitan-decitan lembut yang terdengar di telinga mereka.
***
Alessya memutuskan untuk pulang sendiri.Pria yang menjabat sebagai presiden direktur itu , tidak bisa mengantarnya pulang karena ada rapat penting .Sebenarnya dengan jabatan yang dimilikinya itu dia bisa saja membatalkan atau menunda rapat tersebut.Tapi Arselli bukanlah orang seperti itu , dia sangat menjaga profesionalisme kerjanya. Dan Alessya sangat mengerti itu. Dia juga cukup tau diri untuk tidak menuntut lebih dari pria itu.
Karena terburu-buru dia tidak sempat untuk bertanya mengenai AdiGraha Group, yang berkaitan dengan ayahnya dan sahabatnya Diana.
Alessya duduk di halte bis, sendiri menyendiri menenangkan diri.Dia menunggu bis dengan tujuan restoran tempat dia akan bertemu dengan Reynald yang sudah berhasil dia hubungi beberapa saat sebelumnya.
Tiba-tiba seorang pria duduk di sampingnya,siapa lagi kalau bukan Lucas.Dia turun dari mobil sport mewahnya setelah melihat Alessya melamun sendiri.
" Alessya... " Lucas mengibas-ibaskan tangannya di depan mata Alessya.Dengan senyum yang merekah di bibirnya , mampu menghibur hati orang yang melihatnya .
" Kau... " Terlihat kaget , yang akhirnya
tersenyum setelah sadar Lucas berada di sampingnya.
" Sudah lama di sini? " terlihat malu karena ketahuan bengong.
" Makanya, jangan melamun Alessya " .
" Siapa yang melamun ?!! " Pura-pura tidak sadar.
" Masih belum sadar juga ". Lucas mengusap-usap kepala Alessya, Alessya hanya terkekeh senyum.
" Naiklah ke mobilku, aku akan mengantarmu ." Menunjuk pada mobilnya yang terparkir tidak jauh dari mereka duduk.
" Apa tidak merepotkanmu ?" tanya Alessya.
" Tentu saja tidak.Ke tempat mu bekerja kan?"
" Umh..Jam kerjaku masih 2 jam lagi.Sebenarnya ada orang yang ingin kutemui. " Tampak ragu menerima tawaran Lucas.
" Tidak masalah, aku akan mengantarmu , kemanapun kau pergi ." Berusaha meyakinkan Alessya.Kapan lagi punya kesempatan berdua dengan gadis yang dia sukai itu.
Aku sudah tertinggal beberapa langkah dari kakakku.
" Aku ingin menemui kak Reynald ,ada hal penting yang harus aku tanyakan padanya. "
" Hal penting ? " Lucas mulai khawatir.
Alessya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Lucas.
Apa kau sudah mengetahuinya Alessya ? Bagaimana ini, apa kau akan baik-baik saja ?
" Baiklah, aku akan mengantarmu .Kau sudah membuat janzi dengannya ? " Sembari memberi tanda kepada Alessya untuk berjalan menuju mobil.
__ADS_1
" Sudah, tadi aku menelponnya. "
" Dimana kalian akan bertemu ? "
" Rumah Makan Nusantara. "
Bip...bip...bip...
Lucas membukakan pintu penumpang untuk Alessya.
Di sepanjang perjalanan Alessya dan Lucas menghabiskan waktu dengan mengobrol dan bercanda.Sesekali Lucas menggoda dan meledek Alessya.Sedikit membantu Alessya untuk melupakan masalah yang dia hadapi saat ini.
Dalam satu hari ini, dia merasa akan kehilangan dua orang yang paling berharga dalam hidupnya selain ibunya dan kak Reynald yang sudah dia anggap sebagai kakak.Dua orang yang selalu mengisi hati dan fikirannya yaitu Arselli dan Diana.Mereka adalah orang penting bagi Alessya.
Itulah sebabnya ketika dia mendapat informasi dari Clara tadi,dia langsung pergi untuk mengkonfirmasi langsung kebenarannya.Dia tidak akan sanggup berdiam diri dan memendamnya saja, tanpa berbuat apa-apa.
" Kau sangat cantik , bila tertawa seperti itu Alessya. " Pipi Alessya memerah mendengar pujian itu , dengan senyum merekah dari bibirnya.
" Kau harus banyak tertawa ya !! " Berbicara tanpa memikirkan perasaan Alessya yang sudah melompat-lompat , karena mendengar pujian dari pria yang duduk di sampingnya itu.
" Sudah Lucas ! Kamu tidak lihat wajahku sudah memerah. " Melirik beberapa saat ke kaca spion , dia mengibaskan tangannya ke wajahnya.
" Kamu itu jarang tertawa Alessya ".
" Benarkah ? ini..aku tertawa... " Alessya tertawa mengembang memperlihatkan deretan giginya yang rapi.
" Tuh kan...gigi kamu itu seksi. "
" Gombal !! "
" Beneran Al...sepertinya kamu harus pacaran sama aku, biar tertawa terus. " Memiringkan badannya merayu gadis itu.
" Tuh kan ada maunya. eh...itu restorannya. "
Memberi tanda untuk menurunkannya di sana.
***
Reynald sudah duduk di dalam restoran itu.Memilih meja di dekat jendela . Dengan makanan yang sudah dia pesan lebih awal , mengingat waktu yang terbatas , karena dia harus segera kembali ke kantor tempat dia bekerja.
Dia sudah memesan makanan kesukaan Alessya dengan porsi yang banyak , untuk memanjakan lidah gadis itu ,yang menurutnya sedikit kurus karena jarang makan dengan baik . Dan dia sangat mengerti itu . Dia tahu keadaan Alessya seperti apa.
" Kak..." Alessya menghambur menghampiri Reynald .Reynald menyambutnya dengan pelukan hangat .
" Makanlah terlebih dahulu. " Sudah seperti seorang kakak yang menyiapkan makanan untuk adiknya. Menyodorkan piring , mengambilkan nasi dan semua lauk yang ada di meja , dan semua adalah makanan kesukaan Alessya.
" Kakak udah lama ? " memulai suapan pertamanya.
" Lumayan ". Hanya memperhatikan Alessya yang makan seperti orang kelaparan.Mereka memang sangat dekat Alessya sudah tidak malu-malu di depannya.
" Kenapa gak makan ? Ini banyak banget pesennya. " Dengan mulut penuh makanan seperti anak kecil.
" Makan aza ...nanti keselek lho ." Dan benar saja , saat itu Alessya tersedak , karena makan terlalu cepat dan banyak , karena ingin segera bertanya mengenai Diana.
Reynald langsung memberikan gelas berisi air pada gadis yang sudah dia anggap seperti adik itu.Ya, sesuai keinginan Alessya .
Sejenak gadis itu melupakan masalahnya , mengisi perutnya yang mulai keroncongan , apalagi melihat makanan yang sudah tersaji di depan mata , untuk ukuran seorang mahasiswi beasiswa yang hidup sebatang kara di ibukota ,mengandalkan uang dari hasil kertja part time , disuguhkan makanan sebanyak itu akan sangat sayang untuk disia-siakan.
Mereka tidak sadar, mungkin Alessya lupa di luar sana , di dalam mobil ada seseorang yang memperhatikan interaksi mereka , Lucas.Pria itu masih di sana , menunggu Alessya. Karena Alessya hanya ingin berbicara berdua dengan Reynald.
__ADS_1