
Pertemuan dengan seorang pria bernama Raul tadi cukup menjadi tamparan keras bagi Arselli. Tuhan seolah berusaha mengingatkannya jika kau tidak menjaga sebaik mungkin apa yang kau miliki dan begitu kau cintai bisa saja orang lain akan mengambilnya. Dan disaat kita tidak menghargainya siapa sangka ditempat lain dia begitu didamba dan dipuja.
Kebetulan sekali bukan, status menantu yang belum resmi diakui oleh ibunya, bisa saja menjadi batu sandungan yang begitu besar dalam rumah tangganya nanti. Siapa tahu Alessya berpaling darinya ketika ada seorang pria yang mencintai dan menerimanya dengan tulus apa adanya. Berikut dengan keluarganya yang menerimanya dengan tangan terbuka.
Arselli sadar dua pria kini sudah menjadi kandidat yang siapa tahu kelak disaat rumah tangganya retak salah satunya bersiap untuk meraihnya. Dia hanya belum sadar saja bahkan kartu nama dari dua pria itu sudah tersemat di dompet istrinya.
***
Arselli menarik lengan Alessya cukup kencang dan erat. Membawa istrinya ke tempat yang sedikit sepi. Sebenarnya dia ingin marah, tapi mengingat luka dan sakit hati akibat ucapan ibunya saja belum kering, sedikit tidak lazim jika dia kini menaburinya dengan air garam juga.
Hanya berbicara hati ke hati. Berusaha untuk saling menjaga dan mengingatkan untuk setia pada cintanya.
" Sepertinya kita harus check-in , Alessya . " Ucapnya sembari berbisik pada Alessya yang kini berada di pelukannya. Mengingat saat ini mereka sedang di ballroom hotel.
" Hmm ? " Sembari mengangkat kedua alisnya. Merasa aneh dengan ucapan suaminya itu.
" Kau lupa ya, kau berhutang sesuatu. padaku. " Menjentik hidung Alessya mengingatkan hukumannya tempo hari terkait ciuman Romeo yang mendarat di pipinya. Ya.. dia harus memberi pelayanan extra. Pelayanan apa lagi coba ?
" Kau lupa ya, ini acara pernikahan Diana. Bagaimana kalau dia mencari ku. " Merasa jengah dengan sikap posesive , cemburu dan kekanak-kanakan suaminya itu.
" Ayolah sayang ...sebentar saja. " Rayunya pada istrinya.
" Sebentar katamu ? Kau yakin bisa melakukannya sebentar ? "Jawabnya dengan ketus. Mengingat suaminya itu tidak pernah cukup sekali, slalu saja lagi dan lagi.π€π€π€
" Setidaknya ingatlah Alessya. Kalau kau belum melunasi hukumanmu itu, jangan kau tambah lagi kesalahanmu . " Sembari mengecup lembut bibir istrinya itu.
" Apa maksudmu Raul ? Kau cemburu padanya juga ? " Tanya Alessya dengan penuh curiga.
__ADS_1
" Jangan pernah berbicara dengan pria lain di belakangku ! " Kali ini Arselli mulai tegas dengan ucapannya.
" Iyyaa sayaang ...!! " Memutar bola matanya jengah.
***
Sorot mata Alessya yang menatap takjub suasana pesta pernikahan ini sedikit mengetuk hati Arselli. Sedikitnya dia mengetahui perasaan istrinya bahwa dia juga menginginkan pesta seperti ini. Sebagai pengakuan kepada dunia bahwa dirinya adalah istrinya.
Arselli jelas - jelas ingin melakukannya. Dia sangat ingin mengumumkan pada semua pria yang ada di dunia ini, bahwa Alessya adalah miliknya seorang. Jangan pernah ada yang berniat sedikitpun untuk mengambilnya bahkan hanya sekedar memikirkannya.
Pengakuan yang sangat diinginkan istrinya itu, secara tidak langsung memberikan keuntungan yang besar baginya. Dia tidak perlu susah - susah untuk bersikap cemburu lagi. Toh dengan tahunya mereka bahwa Alessya sudah ada yang punya, mereka akan mundur sendiri secara teratur.
Tapi ... demi ketenangannya di masa depan , karena resepsi juga tak kunjung terlaksana entah kapan terjadinya . Jadilah sekarang Arselli membawa Alessya berkeliling untuk diperkenalkan kepada kolega - kolega bisnisnya. Yang terdekat saja tentunya.
" Oh cantiknya Nyonya Russel ... Semoga pernikahan kalian langgeng ya ..." Sepenggal pujian dari kolega bisnis perempuan Arselli. Bukan apa - apa dia mengenalkan Alessya pada Nyonya itu , mengingat putra Nyonya itu yang sedari tadi dilihatnya mencuri-curi pandang pada istrinya.
" Cepatlah memiliki anak. Aku punya tips jitu agar istrimu segera hamil. " Ujar seorang pria yang merupakan pengusaha sukses juga.
" Apa itu ? " Jawab Arselli meladeni gurauan mereka.
" Sering - sering saja melakukannya ... ha ... " Sembari tertawa lepas diantara mereka.
Alessya hanya mengikuti suaminya. Sesekali tersenyum dan tertawa. Hati dan jiwanya seketika menghangat. Merasa cinta benar - benar memayunginya.
" Kau senang ? " Bisik Arselli pada Alessya yang tengah asyik memakan sepotong cake di tangannya .
" Hmm. Aku senang. " Jawabnya dengan begitu lega. Sesekali memasukkan potongan cake ke dalam mulut Arselli dengan garpu kecil yang dipegangnya.
__ADS_1
Ya ... kelegaan terasa di hati Arselli. Walaupun hanya ini yang baru bisa dilakukan olehnya.
Namun tiba-tiba sesosok pria datang menghampiri mereka. Dialah Lucas adiknya satu-satunya. Langsung datang menghampiri mendekati istrinya Alessya. Berdiri di belakangnya, memeluk singkat dan mengecup singkat pipinya.
" Kakak ipar ... " Ucapnya manja menyapa kakak iparnya itu. Alessya tersenyum melihat dan mendengar Lucas yang mendekat ke arahnya. Tanpa mengetahui akhir dari gerakan yang akan dilakukan padanya yang sukses akan membinasakan dirinya di mata suaminya.π€π€
Cup . Mengecup singkat pipi chubby Kaka iparnya itu. Tidak mengetahui nasib Alessya yang kini di ujung tanduk karena lagi-lagi mendapat sebuah ciuman dari seorang pria walau dari adik iparnya sendiri.
Sukses mengagetkan sepasang dua sejoli itu . Alessya merenggut , matanya melotot ke arah suaminya. Seolah menunggu reaksi dari suaminya itu.
Alessya langsung memeluk suaminya, tatkala emosi mulai terlihat menguasainya. Ketika tangannya hampir saja terkepal ke arah Lucas.
" Sayang ... " Otaknya berfikir keras memikirkan sesuatu, apa yang harus dilakukannya untuk menenangkan suaminya yang tengah marah pada adiknya itu.
Lalu membisikkan sesuatu di telinga suaminya, yang sukses meredakan emosinya mereda seketika itu juga.
Lucas hanya cengengesan dan langsung beranjak pergi meninggalkan pasangan itu. Niat banget dia menggoda kakaknyaπ π .
Memang apa ya yang dibisikkan oleh Alessya di telinga Arselli. Ya..tidak jauh dari urusan bercinta...Check-in mungkin dengan iming - iming pelayanan ekstra.ππ
π
π
π
Jangan lupa like, rate dan vote ya ...
__ADS_1
Masih sepenggal kisah manis dan lucu diantara luka yang menerpa kisah cinta mereka.