Lola And Loly

Lola And Loly
OMG ... Kembar Tiga


__ADS_3

.


.


.


Romeo menatap papan billboard besar di depan mobilnya yang tengah terparkir.


" Alessya ! " Sorot matanya memancarkan kekaguman yang begitu luar biasa. Dua bulan lalu, dia bahkan menemukan Artikel mengenai Alessya yang beraksi menolong seorang pria tua.


" Kau benar-benar luar biasa. " Senyum hangat bergulir dengan begitu tulus. Setelah sekian lama, hatinya masih tetap sama. Entah mengapa hatinya tak kunjung bisa melupakan dirinya sepenuhnya.


Terkadang hatinya berharap kutunggu jandamu, kalau bisa. Namun tidak ! Dia menggantinya dengan kalimat Semoga kau slalu bahagia, Alessya ...


Dan kini ...


Dia tersenyum pula. Kala mendapat pesan dari Diana. Yang memberitahukan kehamilan Alessya dan kabar bayi kembar tiga yang kini tengah dikandungnya.


Selamat Alessya ... Kau benar-benar wanita hebat !


***


Diana, Reynald , Ayah Hans dan Dafa begitu bahagia mengetahui kehamilan Alessya. Apalagi setelah mengetahui bahwa janin yang dikandungnya itu adalah kembar tiga.


" Kembar tiga ? " Suara Diana yang memekik cukup menggemparkan mereka semua. Mereka tengah video call saat itu.


" Jenis kelaminnya apa ? Apa kau sudah mengetahuinya, Alessya ? " Diana berteriak dari balik ponselnya. Alessya sampai menjauhkan ponselnya dari hadapannya. Pekikan Diana cukup memekakan telinga oranh yang mendengarnya.


Alessya menjelaskan bahwa kehamilannya itu masih muda. Jadi belum terlihat bayi itu laki-laki atau perempuan jenis kelaminnya.


" Bisa-bisanya kau tidak menyadari kehamilanmu, Alessya ! Kau samasekali tidak merasakan ada perubahan di tubuhmu ? Perutmu pasti sedikit membuncit. Bagaimana bisa kau tidak menyadarinya. " Diana menepok jidatnya beberapa kali. Alessya sampai terkekeh mendengarnya menyadari keteledoran dirinya.


" Bulan kemarin aku disibukkan dengan pemotretan ku, Diana. " Wajahnya tersipu saat menjelaskannya. Ada kebanggaan tersirat di sana. Hampir semua orang telah mengetahui kepopuleran Alessya di dunia maya. Apalagi setelah Alessya menjadi model iklan salah satu kosmetik ternama. Dengan bayaran fantastis yang masuk ke rekeningnya. Dia telah menjadi salah satu dari deretan bintang iklan wanita terfavorit di dunia. Arselli bahkan sampai frustasi mengetahuinya. Betapa istrinya semakin populer saat ini. Kecantikannya dikenal dunia, dinikmati mata semua pria yang pasti akan mengaguminya.


" Aku bahkan mengira mual dan pusing yang kualami karena sakit akibat kelelahan saja. Ternyata itu gejala kehamilan rupanya. " Alessya berusaha mencari alasan karena itu memang kenyataan.


" Aku bahkan baru menyadari perutku sedikit buncit sekarang. " Alessya terkekeh saat mengucapkannya.

__ADS_1


Perpisahan dengan Arselli selama dua bulan kemarin juga menjadi salah satu faktor bagaimana Alessya menjadi tidak fokus dalam berfikir. Perhatiannya seolah teralihkan pada masalah yang tengah dihadapinya. Belum lagi rasa minder karena vonis dokter yang diterimanya


" OOMMGG ... Alessya ... !! " Diana berdecak tidak percaya.


" Baik-baik di sana, Alessya. Jaga kesehatanmu. Kami berencana untuk mengunjungimu nanti. " Ucap Diana terharu.


" Benarkah ? Aku pasti akan senang saat itu. Aku sangat merindukan kalian semua. Terutama baby Zyo. " Bola mata Alessya sedikit berkaca-kaca.


Sepertinya dari sekian banyak pembaca dan tokoh pemain dari novel ini, yang paling banyak ditunggu dan penasaran bagaimana reaksinya adalah reaksi dari Nyonya Alice mertua kejamnya. OoMmGg !!!


Ny. Alice menampar salah satu mata-mata yang dimilikinya.


" Bagaimana kau bisa melakukan kesalahan sebesar ini ? Kau bilang menantuku itu tidak bisa memiliki anak. Tapi nyatanya ? Dia hamil sekarang. Hal yang sangat aku tunggu dan aku idam-idamkan. Karena laporanmu itu aku harus menanggung kebencian dari putra kesayanganku itu saat ini. Dan mungkin nanti, aku tidak akan diizinkan untuk menimang mereka atau salah satu dari cucuku nanti. Mereka bahkan ada tiga. Tiga orang bakal menjadi ahli waris keturunanku. Darah dagingku !! " Ny. Alice meratapi kesalahannya sendiri menyesali berulang kali atas kesalahan fatalnya terhadap istri dari putra kesayangannya.


" Maafkan saya, Nyonya. Dokter Amanda sudah mengakui kesalahannya. Pada Pemeriksaan terakhir nona Alessya, dia mengira bercak yang dia temukan di rahimnya itu adalah bekas tembakan dulu, seperti yang pernah dia temukan dulu saat pemeriksaan yang pertama kalinya. Ternyata, setelah diteliti lagi bercak itu adalah janin yang sedang mulai bertumbuh di rahim nona Alessya. " Sembari menunduk dia berusaha menjelaskan.


" Sudahlah ! Setidaknya aku akan segera memiliki tiga orang cucu sekarang. Mereka akan menghangatkan rumahku nanti. " Ucapnya penuh harap. Berharap Arselli dan istrinya akan memaafkannya nanti.


Ny. Alice memanggil asisten kepercayaannya.


" Kirimkan hadiah ke rumah besanku. Pilih yang terbaik. "


Asisten wanita itu menganggukkan kepalanya.


***


Ameera tengah fokus dengan buku yang sedang dia baca. Tiba-tiba seorang pria yang dikenalnya menghampirinya.


Saat itu Meera tengah duduk di taman dengan hamparan rumput yang menghijau. Meera duduk di salah satu kursi kayu yang ada di sana.


" Ini nomer ponsel Alessya. Kau bisa menghubunginya jika kau merindukannya. " Lucas berpura - pura memberikan no ponsel Alessya pada Meera. Padahal itu hanya modus belaka. Beberapa bulan Meera bekerja di apartemennya, mereka bahkan tidak pernah bertemu di sana. Terakhir pertemuan mereka adalah saat Meera tidak sengaja mengantar Diana ke apartemen temannya yang ternyata adalah Lucas.


" Dia masih di LA ? " Tanya Meera.


" Hmm. Dia sedang hamil dan dia tidak diizinkan naik pesawat ataupun melakukan perjalanan jauh oleh dokter yang menanganinya. " Lucas menjelaskan.


" Memangnya kenapa ? Apakah kehamilannya bermasalah ? " Raut cemas muncul di wajahnya. Berharap Alessya baik-baik saja

__ADS_1


" Dia baik-baik saja. Hanya saja, karena dia sedang mengandung bayi kembar Alessya dituntut untuk lebih berhati-hati. " Jelas Lucas kemudian.


" Benarkah ? Bayinya kembar ? " Sorot matanya memancarkan kebahagiaan. Dan Lucas sangat menyukainya saat melihatnya.


" Kembar Tiga ... !! " Lucas menunjukkan tiga jarinya.


" Benarkah ? Kembar tiga ? " Meera takjub mendengarnya. Merasa tidak percaya dan merasa itu hanya mimpi. Mulutnya sampai menganga saat itu.


Mulut Diana yang menganga segera ditutup olehnya, oleh Lucas, dengan bibirnya.


Meera kaget saat itu, tidak menyangka Lucas akan menciumnya. Untuk kedua kalinya.


***


" Henry kau pulanglah ? Urus pekerjaanku di sana ! " Titah Arselli pada Henry.


" Jika ada sesuatu yang tidak bisa kau tangani kau bisa menghubungiku. Aku akan membantu menyelesaikannya. Jika memang perlu, aku akan datang ke sana untuk sebentar saja. "


" Baik, Tuan. " Asisten Henry menuruti titah atasannya.


Mengingat kehamilan Alessya yang cukup rentan, Arselli tidak mungkin untuk meninggalkan Alessya sendiri di negara Paman Sam ini.


Alessya yang sedari awal tidak diizinkan dokter untuk naik pesawat maupun bepergian jauh, terpaksa harus tinggal di negara ini sampai melahirkan nanti.


Mau tidak mau, sibuk tidak sibuk, Arselli harus menemani. Menyerahkan masalah pekerjaan kepada Asisten Henry dan staff lainnya. Sesekali dia membantu menangani masalah pekerjaannya. Jika terpaksa dia harus datang, Arselli meninggalkan Alessya untuk sementara dan menitipkanya pada Robin, Hana dan Jemy.


.


.


.


πŸ’ž Bersambung ... πŸ’ž


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, rate dan koment ya ...


__ADS_2