Lola And Loly

Lola And Loly
Istri Simpanan (2)


__ADS_3

Alessya .. dengan kaki yang terasa begitu lemas menopang tubuhnya yang berdiri saat itu. Berusaha dia tahan rasa sakit dan pedih yang begitu menghujam dan terasa menyakitkan. Memberanikan diri berdiri di sana untuk terus mendengarkan pembicaraan yang begitu menyiksa hati itu. Dia ingin tahu kelanjutannya, rasa penasaran terlanjur menggerogoti jiwanya.


" Kami sudah berencana untuk menemui Ibu. Maafkan aku karena terlalu sibuk, dan juga Alessya baru sembuh dari lukanya, jadi ... " Arselli berusaha menjelaskan bahwa mereka berencana untuk mengunjunginya sembari mengingat beberapa hari lalu mereka sempat untuk membeli hadiah untuk ibunya .


" Tidak perlu !! " Nyonya Alice menolak mentah - mentah ucapan itu. Sembari menatap tajam sebuah tas wanita yang tergolek di atas sofa. Tas itu adalah milik Alessya, yang tidak sempat dia bawa ke dalam kamar, karena terlanjur diseret oleh Arselli tadi.


Mata Nyonya Alice mengarah ke pintu kamar pribadi di ruangan itu. Sedikit terbuka dan dipastikan jika ada seseorang di dalam sana, orang itu akan mendengar ucapan orang yang sedang duduk di sofa ini.


Tersenyum sinis dan penuh kemenangan. Seolah kesempatan berada di depan matanya . Dia cukup pandai dan mengerti, putranya tengah menyembunyikan seseorang di sana. Seorang perempuan yang dia yakini adalah Alessya, istri simpanan dari putranya.


" Apa maksud ibu ? " Sedikit aneh dengan sikap ibunya itu.


" Sudah ku bilang padamu bukan, kau bisa memilih perempuan manapun untuk menjadi istri simpananmu. Siapapun yang menjadi simpanan mu tidak masalah bagiku, bahkan sepuluh seratus pun aku tidak akan peduli semua itu.Tapi untuk menjadi menantu resmiku ? jangan pernah berharap. Kau sudah tahu dengan pasti bukan, menantu seperti apa yang aku inginkan ? " Ucapannya benar-benar menyakitkan hati. Arselli merasa kecewa sekali mendengarnya. Pengorbanan untuk keluarganya selama ini terasa sia-sia. Jikalau hanya sekedar untuk menentukan masa depan dengan seseorang yang sangat dia cintai pun samasekali tidak bisa.


Entahlah begitu bencinya wanita paruh baya itu pada Alessya. Kesan pertama yang dia dapat dari istri putranya saat ini adalah, betapa murahannya gadis itu menjual tubuh dan kecantikannya hanya demi harta dan kesuksesan yang dimiliki oleh putranya. Apalagi mengingat foto Arselli dan Alessya yang tengah berciuman di dalam mobil yang sempat dia lihat beberapa waktu lalu, semakin menambah nilai minus pada diri Alessya.


Di balik tembok Alessya menangis sejadi-jadinya berusaha menahan diri agar sampai tidak bersuara barang sedikitpun. Air mata terus mengalir bermuara di pipinya.


Tangannya mengepal meremas dada yang serasa bergejolak menahan emosi dan kemarahan yang seakan terbendung dengan sangat terpaksa. Keputusasaan terasa begitu kentara diantara sesak yang semakin menyiksa. Apakah cinta seperti ini, mengapa mencintainya sesakit ini ?


" Aku mohon ibu ... " Arselli menutup matanya , fikirannya terbelah saat ini. Antara mengkhawatirkan istrinya yang mungkin saja mendengarkan pembicaraan yang begitu menyakitkan ini dan berusaha meredakan amarah ibunya saat ini.


" Alessya telah menyelamatkan nyawaku. Tanpanya aku tidak akan berada di sini. " Mencoba mengingatkan bagaimana pengorbanan Alessya sebelumnya yang rela menumbalkan tubuhnya, melindungi Arselli dari tembakan Clara.

__ADS_1


" Kau fikir aku bodoh ? Jika bukan karena kau yang datang menyelamatkannya, kau tidak akan berada dalam situasi itu. Dia beruntung kau datang menyelamatkan dia dari lelaki brengsek itu. Kalau tidak, entah apa yang akan terjadi padanya. Bahkan untuk menjadi wanita simpanan pun dia tidak layak untukmu . " Jawab Nyonya Alice dengan begitu frontal dan kasar.


" Ibu !! Ibu jelas tahu dalang dibalik semua itu bukan ? " Mengingatkan betapa jahatnya Clara berusaha mencelakai Alessya bahkan sampai bekerja sama dengan penjahat untuk menyekapnya dan berusaha memperkosanya. Hingga akhirnya Arselli memberikan uang yang cukup besar pada penjahat itu agar berhenti dari aksinya. Dan semua itu berawal dari ide Clara yang selama ini dibanggakan oleh ibunya. Yang pada akhirnya berusaha menembaknya namun berhasil dihalangi oleh Alessya.


" Lupakan itu !! " Nyonya Alice tidak terima disalahkan karena sempat mendukung Clara dulu. Rasa egonya terlalu tinggi. Dia tidak rela harga dirinya diinjak - injak hanya demi rasa terimakasih kepada seorang gadis yang bernama Alessya yang sepatutnya menerima perlakuan layak karena telah menjadi menantunya kini.


Kesedihan Alessya semakin menjadi, airmatanya mengalir tak kunjung berhenti, ingin pergi namun tidak bisa. Dia terjebak di dalam ruangan ini.


Perdebatan terus terjadi walaupun terlihat begitu elegan, tapi percayalah siapapun yang melihatnya dan mendengarnya jika dia masih menahan diri untuk diam sungguh kuatlah hatinya.


Demikian juga Alessya, menahan sekuat hati untuk tetap berdiri di sana. Walaupun hinaan yang merendahkan kerap kali terdengar di telinganya.


' Istri Simpanan ' ? Kalimat apa itu ? Apakah sama seperti seorang wanita murahan yang menjual dirinya kepada lelaki kaya dengan kedok sebuah pernikahan ?Seperti dia saat ini mungkin ?


Nyonya Alice terdiam mendengarnya. Sekejam-kejamnya dia, tidak akan mungkin membuang atau tidak mengakui darah dagingnya sendiri.


Terdiam sejenak memikirkan apa yang akan dia jawab pada putranya kali ini. Rasa egonya begitu tinggi. Terlalu mudah jika menjawab dia akan menerima cucunya itu. Dia tidak ingin sebaik itu pada Alessya. Kebenciannya merajalela.


Di balik tembok dada Alessya bergemuruh kencang, rasa penasaran begitu menyeruak di relung kalbunya. Jawaban apa yang akan diberikan oleh ibu mertuanya ini ?


πŸ˜₯


πŸ˜₯

__ADS_1


πŸ˜₯


Terus lanjutin baca novel ini ya ..


Apa yang akan terjadi selanjutnya ..?


Jawaban apa yang akan diberikan oleh mertuanya ?


Jangan lupa like, rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan vote


Saran dan kritik juga ..


Tinggalkan jejak dalam bentuk koment .


Semoga author ini tetap bersemangat untuk melanjutkannya πŸ€—πŸ€—


Terimakasih kepada reader setia ...πŸ€—πŸ€—


Semoga tetap sehat di tengah pendemi ini.


Terimakasih tetap memilih novel yang seperti butiran debu ini untuk dibaca.


Love You All ...

__ADS_1


__ADS_2