Lola And Loly

Lola And Loly
Kabar Bahagia


__ADS_3

Pagi yang cerah ..


Alessya tidak serta merta percaya begitu saja ucapan Arselli semalam tadi. Tidak semudah itu melepas mangsanya, si singa betina beraksi untuk memulai investigasi.


" Kau yakin ? " Patrick, sopir pribadi Arselli menjadi sasaran interogasi pagi ini. Disaat Arselli masih terlelap tidur karena hari ini adalah akhir pekan, Alessya mencari kebenaran alibi sang suami. Di belakang Arselli dia menjelma menjadi detektif sehari.


" Benar, Nyonya. Saya bisa pastikan itu. " Jawab Patrick dengan begitu meyakinkan. Alessya terlihat puas dan senang mendengarnya.


" Terimakasih Patrick. " Dengan senyum yang mengembang.


Alessya mengakhiri investigasi pagi itu. Dengan tambahan intruksi untuk merahasiakan investigasi ini. Alessya tidak ingin dianggap terlalu berlebihan dan tidak percaya pada suami sendiri.


Saat dia berjalan hendak kembali ke kamarnya, Alessya berpapasan dengan dr. Edward yang pagi itu sudah datang, berencana untuk memeriksa kondisi kesehatan dan kandungannya.


Jika setiap satu bulan sekali atau dua kali, Alessya berkunjung ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kandungannya ke dokter khusus kandungan, dr. Edward memeriksa Alessya secara intensif sekitar satu minggu sekali atau satu minggu dua kali. Dikondisikan dengan kondisi Alessya sendiri saat itu.


Demi memenuhi keinginan dan kepercayaan Ny. Alice dan Tuan Muda Arselli untuk menjaga intensif Alessya selama kehamilannya, dia sampai bermigrasi ke negara ini, untuk beberapa bulan lamanya sampai kelahiran sang cucu nyonya besar tentunya.


Berpindah tugas sementara ke rumah sakit rekanan milik Ny. Alice di LA, akhirnya dr. Edward bersedia untuk pindah ke negara ini. Karena tak ingin hanya sekedar alasan pribadi semata dia sampai berhenti di rumah sakit yang lama, demi menjaga keprofesionalan dan eksistensinya dalam bidang kedokteran. Bagaimanapun juga, karirnya dipertaruhkan.


" Kau sudah datang, sepagi ini ? " Dia ingat. Bangun tidur tadi, dia langsung menghubungi dr. Edward agar datang untuk memeriksanya.


Pagi ini Alessya terlihat begitu antusias menjalani pemeriksaan. Tidak seperti biasanya, sepertinya ada sesuatu hal yang sangat penting, yang ingin dia tanyakan dan konsultasikan.


" Siang nanti aku ada keperluan penting. Jadi, kita lakukan saja pemeriksaannya sekarang." Jawab dr. Edward saat itu.


Mereka berjalan menuju ruangan khusus pemeriksaan yang telah Arselli sediakan. Dengan peralatan pendukung di dalamnya. Walaupun sedikit tertatih karena bobot perut yang semakin bertambah, Alessya mengikuti anjuran dokter, untuk sesekali berjalan demi kebaikannya. Karena setelah itu, Alessya biasanya menghabiskan waktu untuk duduk santai dan tiduran. Karena memang Alessya dianjurkan juga untuk jangan terlalu kelelahan.


" Apakah ada keluhan ? " dr. Edward duduk di kursi yang ada di sana, memeriksa data kesehatan pasiennya. Sementara Alessya duduk di kursi pasien yang ada di hadapan dr. Edward. Dia akan berbaring jika dokter sudah menyuruhnya dan membantunya nanti.


" Oh iya, dimana Arselli ? "


Sedikit risih ketika harus menyentuh perut Alessya, sementara Arselli tak ada di sana. Mengingat sahabatnya itu slalu mewanti-wantinya untuk tidak menyentuh istrinya jika memang tidak diperlukan.


" Emh ... dia masih tidur. " Jawabnya kemudian. Dia sengaja tidak membangunkannya, karena ingin berbicara secara pribadi pada dokternya.

__ADS_1


dr. Edward bergegas mengambil ponselnya untuk menghubungi suami pasiennya itu.


" Apa yang kau lakukan ? "


" Aku akan menelfonnya. Dia harus mendampingimu sekarang ! " Ucap dr. Edward.


" Ja-jangan ! " Alessya melarangnya.


" Kenapa ? " Mengernyitkan dahinya


" Sebenarnya-, ada yang ingin ku tanyakan ? " Dengan terbata dia memulai pembicaraannya.


" Apa itu ? " dr. Edward terlihat penasaran.


Alessya menelan ludahnya beberapa kali.


" A-pakah kami- masih belum boleh melakukannya ? " Alessya menunduk saat itu. Merasa malu namun nekad bertanya.


dr. Edward mengernyitkan dahinya.


" Itu ... Emh ... " Alessya benar-benar ragu dan malu. Dia mulai menatap dr. Edward walau kadang berpaling darinya.


" Itu-, apakah kami benar-benar belum boleh melakukan itu- , emh ... " Alessya menggaruk kepalanya.


dr. Edward tersenyum. Sebenarnya dia sudah cukup mengerti, hanya saja sesekali menggoda pasien yang merupakan istri sahabatnya itu, ternyata cukup menarik juga.


" Itu apa ? " Goda dr. Edward.


" Itu dokter, emh- hubungan itu .. "


Alessya menggerakkan kedua jari telunjuknya, untuk memperjelas ucapannya itu. Matanya begitu polos saat itu. Membuat dr. Edward semakin gemas melihatnya. Pantas saja sahabatnya itu sampai tergila-gila.


" Oh, itu ? " dr. Edward menahan tawanya. Pura-pura baru mengerti. Padahal sudah sedari tadi.


" Apakah Arselli memaksamu ? "

__ADS_1


Mengingat beberapa waktu lalu, Arselli juga sempat merengek padanya untuk diizinkan memasuki istrinya. Dan dr. Edward menolaknya mentah-mentah, karena memang saat itu dia belum membicarakan hal itu dengan dokter kandungan yang selama ini menangani Alessya.


" Tidak ! Dia sangat penurut. " Jawab Alessya dengan wajah kecewa. dr. Edward jadi penasaran sebenarnya saat ini, siapa yang paling menginginkan hal itu.


" Apakah kau juga menginginkannya ? " dr. Edward memberanikan bertanya. Sepertinya dia juga harus memikirkan kondisi psikis pasiennya. Ibu hamil tidak boleh stress, apalagi menahan sesuatu di hati dan fikirannya.


" Ti-tidak. Aku hanya mengkhawatirkan Russel. " Jawabnya dengan wajah memerah. Dia benar-benar malu saat itu. Merasa terjebak dalam obrolan pribadi, yang dia mulai sendiri tadi. Dan dr. Edward memahaminya dengan pasti.


" Sebenarnya ... aku sudah membahas hal ini dengan dokter kandungan yang menanganimu. " Mulai serius, tak ingin berlama-lama menggoda istri sahabatnya itu. Bisa habis dia nanti.


" Apa katanya ? " Mata Alessya memancarkan rasa penasaran yang begitu terlihat. Berharap jawabannya tidak mengecewakan.


Walau begitu antusias Alessya berusaha menyembunyikannya. Merasa malu juga jika dr. Edward mengetahui bahwa dirinya memang sangat menginginkan hal itu. Apalagi untuk sebagian wanita, hormon kehamilan dapat meningkatkan libido, keinginan bercinta yang berlebih dari biasanya.


Selain itu, kecemasan yang meninggi karena khawatir, suaminya Arselli akan mencari kenikmatan di luaran bersama wanita lain, yang lebih menarik darinya saat ini.


" Kondisi kesehatanmu semakin membaik saat ini. Kandunganmu juga terlihat baik-baik saja. Secara garis besar, hal yang ditakutkan dr. Mark perlahan pupus. Namun, kau tetap harus menjaga kesehatanmu dan bayimu. Serta, tidak melakukan aktifitas yang berlebih yang akan membuatmu kelelahan dan membahayakan kandunganmu, yang sebenarnya sangat rentan itu. " Jelas dr. Edward masih penuh teka teki. dr. Mark adalah dokter kandungan yang memeriksa kehamilan Alessya.


" Jadi ? " Tanya Alessya lirih. Sorot matanya penuh harap saat itu.


" Kalian boleh melakukannya. Tapi .. hanya sesekali saja. Kalau bisa dua minggu sekali atau satu bulan tiga kali. Jangan terlalu sering Dan ... " Jelas dr. Edward dengan semangat empat lima.


Melihat bibir Alessya yang refleks tersenyum, merasa ikut berbahagia juga. Mendadak ingin juga, mungkin sepulang dari sini dia akan langsung menerkam istrinya di rumah nanti, yang disediakan Ny. Alice untuk ditinggali olehnya dan istrinya, tidak jauh dari villa yang ditinggali Arselli dan Alessya saat ini.


" Dan.. bilang pada Arselli jangan terlalu keras. Pelan-pelan saja. Kalau bisa, kau juga diam saja. Jangan banyak bergerak apalagi bergoyang. " Bisik dr. Edward pada telinga Alessya yang saat itu wajahnya langsung merah padam saat mendengarnya. Bercampur raut bahagia di wajahnya, sepertinya pagi ini dia akan langsung menerkam suaminya.


Walaupun sedikit kecewa karena tidak boleh banyak bergerak apalagi bergoyang, dia cukup bersyukur karena masih bisa melakukannya.😜😜😜


dr. Edward sepertinya tahu, bahwa Alessya termasuk istri yang begitu aktif dan agresif di atas ranjang suaminya. Mengingat Arselli dulu sempat berkonsultasi padanya saat Alessya belum hamil dulu. Dan menceritakan bagaimana besarnya usaha Alessya agar bisa hamil saat itu.


.


.


.

__ADS_1


πŸ’ž Bersambung ... πŸ’ž


__ADS_2