
Jika ada bintang yang paling bersinar maka, itulah dirimu ...
.
.
.
Arselli mengajak Alessya untuk menghadiri undangan resmi dari rekan bisnisnya. Malam ini Alessya terlihat begitu cantik dan anggun. Dengan dress berwarna biru muda menempel di tubuhnya. Memperlihatkan leher dan bahu indahnya.
Rambutnya digulung sembarang ke atas, menyisakan beberapa helai rambut yang terlihat cantik dan bergelombang.
Pandangan matanya ... memabukkan jiwa Arselli kala menatapnya. Memikat hati dan fikirannya.
Alessya mungkin bukan wanita paling cantik di dunia. Tapi ... dia adalah bintang di hatinya.
Jika ada bintang yang paling bersinar, maka itulah dia ...
Menikmati suasana pesta makan malam di sebuah hotel ternama. Alessya memilih duduk di sebuah kursi, sementara Arselli tengah mengobrol dengan beberapa rekan bisnisnya yang kebanyakan pria.
Alessya tidak henti melirik sang suami yang kedapatan mengobrol dengan seorang wanita. Saat itu, Alessya berusaha berfikir positif saja. Menjaga sikap, apalagi pesta ini dihadiri kolega-kolega ternama suaminya.
" Alessya ... " Tiba-tiba seorang pria memanggil namanya. Dan Setelah melihatnya, Alessya kaget ternyata seseorang yang dikenalnya.
" Romeo ... " Ucap Alessya dengan begitu lirih. Ada rasa senang bersamaan dengan rasa takut menderanya, menyadari sang suami slalu cemburu bila melihat dirinya bersama pria yang satu ini. Apalagi kini ada di sini di pesta ini dan berdiri di depannya.
" Kau datang sendiri ? " Bertanya karena hanya melihat Alessya sendiri di sana. Walaupun tidak mungkin rasanya, mengingat Alessya slalu ditempeli suaminya semenjak pernikahannya.
" Aku bersama Russel ... " Jawab Alessya sembari menunjukkan keberadaan suaminya. Bibirnya tersenyum manis menebarkan pesona indahnya.
" Hmm ... Bagaimana kabarmu ? " Tanya Romeo melanjutkan pembicaraan.
Melihat Alessya ada di depannya serasa mimpi baginya. Apalagi di negeri ini, yang jauh dari negara yang Alessya dan suaminya tinggali selama ini, sekaligus negara tempat kelahirannya juga. Karena Romeo sendiri merupakan perantau juga di negara adidaya ini.
" Baik, kau sendiri ? " Alessya bangkit dari duduknya. Berniat berjalan menuju suatu tempat yang sedikit lengang, sekalian mencari air minum kala dahaga terasa di tenggorokannya. Dan Romeo langsung mengikutinya dari belakang.
Alessya terlihat senang, sedari tadi suaminya disibukkan dengan kolega - kolega bisnisnya sehingga mau tidak mau harus meninggalkannya sendiri. Mengingat Alessya yang merasa canggung bila harus ikut mengobrol pembicaraan bisnis yang sedikitpun tidak dia mengerti. Dan sekarang ada Romeo di sampingnya, dia serasa tidak sendiri lagi.
" Kau sendiri, Romeo ... ? " Tanya Alessya memilih duduk di kursi panjang yang tidak jauh dari suaminya. Suaminya masih asyik mengobrol saja sembari tetap mengawasi istrinya.
" Aku bersama seseorang ... " Jawab Romeo hangat.
" Benarkah ? Dimana dia ? " Alessya menatap Romeo dengan serius, beranggapan seseorang yang disebutkannya tadi adalah kekasih dari Romeo. Dia sedikit penasaran dan ingin mengenalnya. Siapakah gerangan wanita yang telah berhasil menaklukkan hati dari pria yang memiliki sorot mata memikat ini.
__ADS_1
" Di depanku ... " Ucap Romeo dengan begitu datar bermaksud untuk menggombal.
Alessya yang tersadar langsung tertawa mendengarnya, ternyata Romeo sedang bercanda padanya.
Detik demi detik, menit demi menit mereka lalui bersama. Menghabiskan waktu dengan mengobrol ini itu sungguh tidak terasa. Tidak menyadari suaminya telah berdiri di belakangnya.
Tiba - tiba ...
" Ehem !! " Suara deheman terdengar.
Alessya langsung menatap ke arah sumber suara berasal.
" Russel ... " Alessya perlahan berdiri dengan rasa tegang yang mendadak dirasakannya.
" Kau sudah selesai ? " Tanya Alessya kemudian. Rasa bersalah dirasakannya bersamaan.
" Apa kabarmu ? " Romeo memulai untuk menyapa sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Namun samasekali tak diindahkan oleh suami dari wanita yang dulu disukainya itu.
Sepertinya Arselli lupa, dulu Romeo pernah membantunya untuk menyelamatkan Alessya.
Alessya menatap tangan Arselli yang tak kunjung juga bergerak. Menggerakkan tangan suaminya memberi tanda. " Sayang ... Romeo menyapamu ... " Bisik Alessya begitu mesra.
Romeo yang merasa tidak mendapat respon dari Arselli menarik lagi uluran tangannya. Sedikit kesal juga, tapi demi Alessya dia menahan dirinya untuk tidak emosi.
" Aku hanya ingin menyapa seseorang ... seorang wanita yang spesial. " Jawab Romeo dengan begitu santai.
" Dan wanita spesial itu adalah milikku. Kau jangan berani ... " Ucapan Arselli mendadak berhenti ketika tiba-tiba Alessya mencengkeram lengannya dengan begitu keras bersamaan ketika nada suaranya semakin meninggi.
Aura mencekam dirasakan Alessya. Merasa tidak enak yang mereka perdebatkan adalah dirinya. Apalagi saat orang - orang di sekitarnya memperhatikan keberadaan mereka yang sedikit tegang dengan nada suara yang tak kalah menegangkan.
***
Arselli melanjutkan mengobrol dengan koleganya. Meninggalkan Alessya seorang diri di tengah-tengah orang yang samasekali tidak dikenalnya. Membiarkannya, mengabaikannya dan bersikap dingin padanya.
Bermaksud sedikit memberi dia hukuman agar Alessya jera. Tidak lagi-lagi berbicara dengan seorang pria yang samasekali tidak dia sukai keberadaannya.
" Om .... " Seorang anak berlari kecil ke arah Arselli. Dan langsung disambut hangat olehnya.
" Hai ... Son !! " Sapa Arselli pada anak laki-laki itu. Setelah membawanya dalam pangkuannya. Sesekali diangkatnya anak itu ke udara dengan kedua tangannya, sehingga suara tawa nyaring terdengar memeriahkan suasana pesta.
Mereka terlihat begitu akrab dan hangat. Sekilas terlihat seperti ayah dan anak.
Dari kejauhan Alessya menatap nanar pemandangan itu. Sesuai dengan dugaannya, ucapan Arselli tempo hari yang katanya tidak menyukai anak-anak hanyalah kebohongan belaka. Upaya menghibur dirinya karena tak kunjung jua hamil.
__ADS_1
" Dia memang sangat menyukai anak-anak. Aku bisa membayangkan betapa beruntungnya bisa memiliki seorang suami seperti dia, anakku akan dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang ... " Ucap seorang wanita yang berdiri tidak jauh darinya, yang sepertinya mengagumi Arselli.
" Dia sangat mirip ayahnya ... Seorang pria yang hangat dan bertanggung jawab. " Ucap wanita satu lagi.
" Bukankah dia sudah menikah ? " Kata seorang wanita lagi.
" Kau benar dan katanya saat ini wanita itu belum juga hamil. Kasihan ya, suaminya mempunyai istri yang ****** seperti itu. Padahal dia adalah pria yang sangat sempurna. " Ucap wanita lain menimpali.
Dan beberapa kalimat lagi meluncur dari beberapa wanita lain yang ikut bergosip di sampingnya. Tanpa menyadari keberadaan dirinya yang ternyata istri dari pria yang mereka bicarakan.
Dan semua pernyataan itu, semuanya menusuk hatinya, seolah menyadarkannya, bahwa dirinya sungguh tidak sempurna. Hingga membuat dirinya merasa tidak layak untuk menjadi pendamping suaminya.
***
Alessya pergi meninggalkan pesta. Berjalan menuju mobil suaminya di tempat parkir. Memilih duduk dan menunggu suaminya di sana. Lagipula sekarang Arselli tengah marah padanya. Sepertinya kehilangan dirinya untuk saat ini samasekali bukan masalah.
" Silahkan masuk, Nyonya. " Ujar supir pribadi Arselli. Ketika melihat istri majikannya hanya berdiri bersandar pada badan mobil sembari melamun seorang diri.
" Oh ... " Alessya tersentak.
" Terimakasih ... " Ucapnya kemudian, ketika pintu mobil telah dibuka oleh supirnya itu.
" Apakah kita akan pulang sekarang, Nyonya ?" Tanyanya kemudian.
" Tidak. Kita menunggu Tuan terlebih dahulu. Aku hanya ingin beristirahat saja di sini. " Jawabnya pelan. Air mata yang turun bersamaan membuat suaranya terdengar serak. Dan supir itu menyadarinya bahwa telah terjadi sesuatu dengan istri majikannya.
" Apakah aku perlu mencari tuan, Nyonya ? " Tanya supir itu, mulai merasa cemas melihat sikap istri majikannya itu.
" Tidak. Dia pasti akan datang ke sini bila sudah selesai. Aku hanya ingin beristirahat saja. " Jawab Alessya tegas.
" Baiklah ... " Jawabnya lirih. Hanya menurut saja, walau merasa bingung dengan situasi yang tengah dihadapinya.
.
.
.
π Bersambung ... π
Jangan lupa, like dan rate ya ..
Dan koment yang banyak ya ...
__ADS_1