Lola And Loly

Lola And Loly
Hadiah Untuk Mertua


__ADS_3

Alessya bergelayut manja pada lengan suaminya. Merasakan kebahagiaan tak terperi , kala Arselli suaminya memutuskan untuk mengajaknya berjalan - jalan setelah sekian lama terkurung di apartemen, bak burung di sangkar emas.


Jadilah mereka terdampar di sini, di sebuah mall terbesar di pusat kota. Mereka bermaksud membeli bahan makanan untuk mengisi stock lemari pendingin mereka yang mulai kosong dan segala keperluan lainnya di apartement.


Selain itu, mereka juga bermaksud membeli hadiah untuk ibu dan mertua mereka, Nyonya Alice dan Ny. Rossie. Sebagai hadiah penghormatan kepada orang tua atas pernikahan yang telah dilakukan oleh mereka. Mereka menyempatkan singgah di sebuah toko berlian terkemuka di mall ini.


" Kau yakin ibumu akan menyukainya ? " Alessya merasa ragu dengan hadiah yang mereka pilih untuk diberikan kepada mertuanya itu. Hadiah berupa kalung emas putih dengan liontin berlian. Walaupun harganya sangat mahal namun dia yakin mertuanya yang sangat kaya raya itu memiliki lebih banyak perhiasan yang lebih mahal dan mewah bila dibandingkan dengan kalung yang mereka pilih saat ini. Apalagi jika tahu jenis dan modelnya sama dengan hadiah yang akan diberikan kepada Ny. Rossie ibunya Alessya. Alih-alih akan senang , Alessya khawatir mertuanya itu malah akan merasa terhina dan direndahkan.


" Sudahlah sayang, yang pentingkan niatnya bukan harganya. " Arselli berusaha untuk meyakinkan istrinya itu.


" Bukan begitu ... hadiah kan tidak hanya perhiasan saja, bisa yang lain ... " Lebih berharap menunjukkan rasa kasih sayang dan hormat kepada orang tua sebagai hadiah, seperti mengajak jalan-jalan, makan bersama, dan yang lainnya yang berkesan dalam hati dan jiwa.


" Kita beli ini saja dulu, nanti kita fikirkan lagi hadiah apa yang akan kita berikan untuk mereka. Ok ? " Seperti kebanyakan pria yang tidak ingin repot karena sebuah hal sepele. Lagipula dia sudah tahu dengan pasti hadiah apapun yang akan diberikan pada ibunya nanti takkan semudah itu membuat bibirnya tersenyum dan hatinya tersentuh.


" Lalu, bagaimana dengan Lucas ? Bagaimana kalau kita juga memberikan hadiah untuknya ? Bukankah dia saudaramu satu-satunya. " Mendadak mengingat Lucas yang tak disangkanya ternyata adik iparnya itu. Dia bahkan baru tahu hal itu di hari pernikahannya .Kala Lucas hadir menjadi saksi pernikahan mereka.


" Tidak usah ... dia sudah mendapatkan hadiahnya kemarin . " Jawabnya sedikit kesal. Karena dia memang tengah kesal pada adiknya itu.


" Benarkah ? Apa itu ? " Penasaran apalagi setelah melihat wajah suaminya yang mendadak kecut.


Mengarahkan dagunya pada sebuah mobil sport mewah keluaran terbaru yang terpajang di sebuah show room yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri kini.


" Dia sudah mendapatkan beberapa mobil sejenis itu di basement rumah kami. Beberapa Alessya ... beberapa ... !!! " Sedikit meringis dan sinis. Demi menyogok adiknya agar rela melepaskan Alessya dari hatinya, dia terpaksa harus memberikan sebagian koleksi mobil kesayangannya itu.


" Hmm ... " Mendadak teringat saat masih awal berpacaran dulu, Arselli slalu gonta-ganti mobil setiap kencan dengannya, dan dengan polosnya dia percaya saat pria yang sekarang sudah menjadi suaminya itu berkata bahwa mobil-mobil itu adalah milik bosnya. Karena pekerjaannya saat itu adalah seorang sopir pribadi. Ya ... seorang sopir pribadi gadungan ternyata.

__ADS_1


Alessya tersenyum kecut pada suaminya, mengingat bahwa suaminya itu ternyata sangat pandai berbohong dan berakting. Tempo hari saja kebohongan Alessya terbongkar karena akting meyakinkan yang dilakoni suaminya itu.


" Oh ... jadi mobil-mobil yang dulu kau bilang milik bosmu itu kau hadiahkan pada Lucas ya ..." sembari tersenyum penuh makna dan terlihat begitu menjengkelkan bagi Arselli suaminya.


" Apa arti senyumanmu itu ? Hmm ? " Merasa risih melihat senyum di bibir Alessya tadi.


" Aku hanya memikirkan, ternyata kau sangat pandai berakting. Dulu saja kau mengaku sebagai sopir pribadi dan tempo hari kau berakting dengan Dokter Edward padaku. " Ujarnya tanpa tahu malu tidak interospeksi diri. Arselli sedikit terhenyak mendengarnya, namun bukanlah Arselli bila harus tetap kalah dalam berargumen dengan Alessya.


" Ya ... Tidak jauhlah bakatnya dengan seseorang yang mengaku-ngaku amnesia, tapi ternyata tidak. " Ujar Arselli menyindir istrinya. Membuat Alessya langsung mencebik mendengarnya. Beringsut berjalan meninggalkan Arselli di sana.


" Jangan marah ! Bukankah kita belum membeli kado untuk pernikahan Diana dan Reynald. " Sembari berjalan menyusul Alessya. Mendengar kalimat itu Alessya kembali bergelayut manja pada suaminya. Sedikit takut tambang emasnya itu menjauh darinya.


***


Namun, saat masih di perjalanan mendadak hujan turun dengan derasnya. Mereka segera berlari menuju mobil berada.


Mereka duduk di kursi depan masing-masing dengan deru nafas yang ngos-ngosan akibat lari tadi.


" Siall !! " Memukul setir mobil, Arselli kesal mobil mewah dan mahal yang mereka gunakan saat ini mendadak mogok.


" Mobil sebagus ini ? Ck ... Ck ... Ck ... " Alessya berdecak tidak percaya sambil menggelengkan kepalanya.


Karena sudah terlanjur terjebak dalam derasnya hujan , mereka sabar menunggu di dalam mobil saja setelah beberapa saat lalu Arselli berhasil menghubungi asisten Henry untuk menjemputnya.


Kala menunggu dalam dinginnya cuaca hujan , seorang anak kecil nan lucu bersama seorang wanita muda lewat di depan mobil mereka, Arselli tersenyum melihatnya. Hatinya mendadak bergetar dan menghangat, membayangkan jika wanita itu adalah Alessya dan anak kecil itu adalah darah dagingnya.

__ADS_1


" Alessya ... " Panggilnya lirih. Mengejutkan Alessya yang tengah memandangi rintik hujan dari balik jendela.


" Hmm ? " Tidak kalah lirih. Merasakan dingin akibat baju yang basah karena terkena hujan tadi. Dia memalingkan wajahnya menatap suaminya yang memanggilnya tadi.


" Sepertinya aku tahu kado yang paling cocok untuk orang tua kita . " Mendadak keluar ide hebat dan nakal di fikirannya, yang malah memancing hasrat kelelakiannya.


Hebat karena idenya memang luar biasa. Gila karena mendapat ide untuk berusaha mewujudkannya sekarang, detik ini juga.


" Apa itu ? " Sedikit merasa aneh bercampur penasaran. Mendadak jantungnya berdebar kala itu.


" Bagaimana kalau kita membuatnya sekarang ? " Bukannya menjawab, dia malah tersenyum dan mengerling nakal pada istrinya.


🀭


🀭


🀭


Jangan lupa like , rate dan vote .


Para pembaca silent silahkan tinggalkan jejaknya.


Bantu author untuk tetap semangat berkarya.


Terimakasih kepada pembaca setia πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2