
Secara tidak sengaja Ibu dan Ayah Alessya datang bersamaan untuk melihat kondisi putri mereka. Bertemu setelah bertahun - tahun berpisah memberi nuansa baru yang begitu terasa kental dengan kecanggungan dan keterasingan. Kebencian antara dua insan yang pernah saling mencintai itu begitu terlihat dengan jelas.
Arselli dengan sengaja menjemput ibu Alessya dari tempat tinggalnya yang jauh dari perkotaan. Demi cepatnya kesembuhan Alessya , Arselli menuruti saran dari Dokter untuk menyeimbangkan keadaan psikologis pasien.
Namun pertemuan antara sepasang mantan suami istri itu sungguh diluar dugaan Arselli , apalagi disaat seperti ini. Karena Arselli sangat tahu dengan pasti betapa bencinya Alessya kepada ayahnya yang sekarang ini, ternyata ada di sini di hadapannya. Bermaksud untuk melihat kondisi putrinya yang dia ketahui tengah dalam kondisi kritis tadi , setelah mendapat kabar dari Diana yang merupakan anak angkat dari istri barunya.
Memecah kecanggungan , Arselli mencoba berbaur diantara mereka , untuk sekedar menanyakan kabar kepada calon mertuanya. Tidak lupa dia menjelaskan kondisi Alessya saat ini dan menceritakan insiden yang menimpa Alessya beberapa hari kemarin.
Ibu Alessya , Nyonya Rossie begitu terpukul melihat kondisi Alessya sekarang.Merasa gagal akan ketidak berdayaan dirinya sebagai seorang ibu untuk senantiasa menjaga , melindungi, dan membahagiakan anaknya.
Begitupun Ayah Alessya, Tuan Hans yang sedari dulu samasekali tidak peduli dengan Alessya. Sedikit banyak mulai menyadari bahwa Alessya adalah putri kandungnya yang sudah semestinya dia jaga. Mendengar Alessya dalam kondisi kritis dan hampir saja meninggal dunia tadi, dia merasa menyesal karena selama ini telah menyia - nyiakan putrinya itu.
Sebagai calon menantu yang baik , Arselli berusaha menenangkan kedua calon mertuanya itu agar tidak terlalu larut dalam kesedihan dan kecemasan . Apalagi mengingat usia mereka yang sudah berumur , dikhawatirkan akan menimbulkan efek lebih lanjut untuk kesehatan mereka apabila menerima goncangan berat yang mengagetkan.
Walaupun setelah beberapa hari ini Alessya masih belum sadar juga , namun dokter memastikan bahwa kondisinya sudah cukup membaik. Karena pengaruh obat yang dosisnya cukup tinggi, sepertinya Alessya masih menikmati tidur panjangnya. Itulah penjelasan Arselli kepada calon mertuanya yang tengah duduk bersamanya di kursi di lorong koridor rumah sakit.
__ADS_1
Sungguh ironis , dengan begitu tenangnya dia menenangkan kedua orang tua Alessya , padahal dalam hati sanubarinya yang terdalam, dia tengah mengalami goncangan bathin yang begitu menyiksa. Apalagi setelah mendengar ucapan Dokter Edward yang menyatakan kemungkinan Alessya mengalami Amnesia akibat cedera otak yang dialami karena pemukulan di kepalanya.
***
" Aku bermaksud untuk mempercepat pernikahan kami. " Ujar Arselli ditengah pembicaraan mereka bertiga.
" Tapi , bagaimana bisa ? Alessya masih belum sadar. " Nyonya Rossie begitu kaget mendengar penuturan kekasih putrinya itu. Yang beberapa waktu lalu sebelum insiden yang menimpa Alessya terjadi, sempat datang ke rumahnya untuk melamar Alessya. Walaupun dia sudah tahu niat awal Arselli untuk menikahi Alessya , tapi dia samasekali tidak menyangka Arselli akan mempercepat pernikahan mereka. Bahkan disaat Alessya saat ini yang masih belum sadar dan belum dipastikan bahwa Alessya akan tetap hidup. Karena walaupun kondisinya sudah mulai stabil saat ini tidak menjadi jaminan bahwa Alessya sudah seratus persen sembuh dari sakitnya.
Tuan Hans yang juga sempat diundang oleh Arselli untuk datang ke kantornya beberapa waktu lalu , juga ikut kaget mendengarnya. Arselli yang dia ketahui sebagai salah satu milyuner dan pengusaha sukses taraf nasional bahkan internasional , bahkan perusahaannya AR Company milik Arselli merupakan induk perusahaan yang memberikan kucuran dana modal terbesar pada perusahaan yang dimiliki olehnya Adigraha Group. Sungguh tidak menyangka orang sukses sepertinya tertarik kepada putrinya, yang selama ini hidup sengsara dan disia-siakan olehnya. Bahkan untuk saat ini sekalipun , disaat Alessya masih belum sadar , pria itu memutuskan untuk menikahinya .Sungguh cinta yang luar biasa bukan ?
***
Arselli segera menghampiri ranjang Alessya , setelah mendapatkan informasi bahwa kekasihnya sudah tersadar beberapa saat lalu. Memberikan senyum terbaiknya di hadapan gadis yang dicintainya setengah mati. Arselli membawakan satu buket bunga mawar berwarna merah , di simpan perlahan di atas meja yang berada di samping ranjang Alessya.
Meraih tangan Alessya yang belum sepenuhnya sadar , jemarinya menggenggam erat , kemudian menautkan jemarinya secara pasif tak ingin terpisahkan oleh apapun. Mendorong badannya untuk mencium kening gadis itu yang masih begitu lemah tanpa menerima respon apapun dari kekasihnya.Tanpa malu sedikitpun menunjukkan rasa cinta , kasih dan kerinduan yang begitu mendalam walaupun saat itu bukan hanya mereka berdua yang ada di ruangan itu. Ada kecemasan di hatinya yang begitu menguasai relung kalbunya , begitu kata " Amnesia " kembali hadir di ingatannya. Sungguh saat ini Arselli ingin benar - benar memastikan kondisi Alessya sebenarnya. Mengingat Alessya yang masih begitu lemah, tak urung rencananya masih melayang mengambang di udara, seperti hatinya yang tengah galau menunggu sebuah kepastian dari Dokter Edward yang tengah berdiri di dekatnya untuk memeriksa kondisi kekasihnya.
__ADS_1
" Ehem. " Dokter Edward berusaha menyadarkan pria yang tengah di mabuk cinta itu. Delikan tajam dia terima dari sahabatnya.Dan dengan lapang dada dia menerima perlakuan itu begitu saja , mengingat betapa mahalnya Milyuner yang satu ini menggaji dirinya sebagai dokter pribadinya selama ini. Belum lagi janzi Arselli untuk memberi bonus tambahan karena telah berhasil menyelamatkan kekasihnya Alessya. Dan dia tahu dengan pasti , bonus yang akan diberikan oleh pasien pribadinya yang merupakan keturunanan Chaebol itu bukanlah kaleng - kaleng semata. Ya , minimal satu unit mobil mewah dengan harga fantastis mungkin ? Sudah lebih dari cukup baginya.
" Aku harus memeriksanya terlebih dahulu. " Bisiknya lembut sedikit menggoda sahabatnya itu.
" Pastikan dia mengingatku , Edward ! " Bisiknya dengan begitu lantang , sebelum berlalu pergi meninggalkan ruangan itu. Tetap menakutkan seperti biasanya, uang yang dimiliki olehnya memiliki pengaruh besar bagi siapapun untuk selalu menuruti keinginan pria kaya itu. Belum lagi loyalitas dan kepedulian yang begitu tinggi terhadap kemanusiaan. Dari lubuk hati yang paling dalam , diam - diam dokter Edward slalu mengagumi sahabatnya itu. Namun untuk permintaannya yang satu ini , dokter Edward sungguh tidak bisa menjamin untuk memenuhinya.
***
Pertemuan haru biru sepasang ibu dan anak itu terjadi. Setelah beberapa bulan tidak bertemu , hanya sekedar say hello melalui telfon atau video call, terobati setelah pertemuan langsung hari ini.
Diana yang sudah berdiri di samping Ayah Hans , mencoba mempertemukan ayah dan anak itu. Alessya , seberapa besarpun kebenciannya kepada ayahnya , tapi di hadapan Diana , Alessya mencoba berdamai dengan keadaan , walaupun hati kecilnya masih dipenuhi dengan kebencian yang begitu mendalam.
" Cepatlah sembuh Alessya , kekasihmu bisa gila bila kau terus seperti ini. " Ucapan nakal Diana menghentikkan senyuman Alessya yang mengembang. Entah apa yang menyebabkannya , yang pasti Diana sadar setelah Alessya bangun beberapa saat lalu, ada yang berbeda dari diri Alessya saat ini, dengan Alessya yang dia kenal sebelumnya.
Namun dia meyakinkan hatinya dengan terus berpositif thinking , insiden yang kemarin Alessya alami begitu tragis, cukup meninggalkan trauma yang mendalam bagi yang pernah mengalaminya. Butuh waktu untuk mengobati dan melupakannya.
__ADS_1