Lola And Loly

Lola And Loly
Kenangan Mantan


__ADS_3

Lucas memeluk erat gadis itu , membawa Diana pada dekapannya. Diana yang dia kenal selama ini adalah seorang gadis ceria yang kuat dan terbuka ,sedikit kaget mendapati Diana terlihat sangat kacau karena masalah ini . Diana terlihat begitu rapuh di matanya , air matanya tiada henti menetes di pipi mulusnya.


Yang sungguh tidak aku mengerti Diana , ada dua orang gadis yang terlihat rapuh saat itu.Tapi aku tidak tahu mengapa kakiku melangkah pergi untuk mengikutimu.


Ataukah karena aku marah padamu , Alessya


merasa kecewa padamu


Membayangkan dirimu bersama pria lain


Sedikit menusuk jantung hatiku


Lucas tampak terdiam terpaku mencermati masalah yang sedang dihadapi dua sahabat itu . Yang satu gadis yang disukainya , yang satu sahabatnya sendiri.Ya Diana adalah sahabatnya , Lucas meyakinkan itu di dalam hatinya. Alasannya dia pergi mengikuti Diana adalah karena gadis yang berada dalam dekapannya kala ini adalah sahabatnya , bukan hanya karena memikirkan rasa sakit dan kecewa yang ia rasakan terhadap Alessya. Kecewa karena memikirkan Alessya bersama Arselli sudah begitu dekat dan mendalam , bahkan begitu dalam di luar ekspektasinya selama ini.


" Kau harus memberi kesempatan pada Alessya , Diana." pembicaraan mereka berlanjut setelah beberapa lama.


" Aku tidak mempercayainya Lucas.Dia Setega itu padaku. " Merasa kecewa pada Alessya , karena slalu merebut perhatian Reynald selama ini , sebenarnya sudah lama dia mencurigai bahwa Reynald menyukai Alessya , tapi dia selalu berusaha menepis fikiran itu dari benaknya.


" Setidaknya tanyakan pada Reynald ." mengusap pelan punggung Diana.


" Tidak , aku tidak mau . "menggeleng - gelengkan kepalanya.


" Cobalah Diana.Hmm ? " melepaskan dekapannya pada Diana , menatap mata Diana lebih dalam , mencoba membaca apa yang difikirkan sahabatnya itu.


" Kau tidak akan mengerti, Lucas ". masih menangis , beringsut berjalan menjauhi Lucas.


" Cobalah Diana, beri kesempatan mereka untuk menjelaskan . Aku sedikit tahu tentang semua itu. " Mengikuti Diana dari belakang.


" Apa ? Apa yang kau ketahui ? " Diana membalikkan badannya ke arah Lucas. Sehingga mereka berdua berdiri berhadapan.


" Saat mereka bertemu , aku yang mengantar Alessya ke sana , aku juga berada di sana ,saat itu. " Diana terlihat kaget mendengarnya. " Benarkah ? "


Diana terdiam, memikirkan mungkin benar ucapan Lucas untuk memberikan kesempatan kepada Alessya dan Reynald.


" Lagipula ... " Lucas berbicara tapi mendadak berhenti...Diana menatap tajam Lucas menerka apa yang hendak dibicarakan Lucas selanjutnya.


" Sepertinya Alessya sudah mempunyai seorang kekasih , Diana. Kau tidak mengetahuinya ? " Sedikit ragu mengatakannya.


" Kekasih ? " merasa aneh, setahu dia Alessya tidak tengah berhubungan dengan pria manapun.


" Dia tidak pernah bercerita padaku. "


" Ya , Diana , Alessya mempunyai seorang kekasih." hening sesaat


" Dia pasti punya alasan kenapa belum bercerita padamu."


" Kau tidak melihat lehernya tadi..." Diana tampak mengernyitkan dahinya , Ketika Lucas menunjuk lehernya sendiri dengan jarinya sembari menyeringai.


" Alessya sepertinya habis bercinta...dan aku tahu itu... dia bukanlah Reynald.." lanjutnya dengan sembilu perih di ulu atinya.

__ADS_1


" Hah?!!! " Diana menutup mulutnya tidak percaya.


" Kau yakin , Lucas ? " Diana tersenyum geli , membayangkan sahabatnya bercinta dengan seorang pria. Setahunya Alessya itu kaku, kutu buku , serius , pekerja keras.Mungkinkah dia meluangkan waktunya untuk bercinta ?


" Hmm " sedikit merasa bersalah telah membeberkan aib Alessya.


" Siapa pria itu ? Apakah aku mengenalnya ? " Begitu penasaran dan menggebu , obrolan tersebut sedikit banyak merubah attensi Diana kala itu juga , setidaknya dia berfikir terlebih dahulu akan semua yang terjadi. Tidak sepenuhnya menyalahkan Alessya.


" Aku tidak percaya , dia berkencan tanpa bilang - bilang padaku. " bergumam sembari berdecak kesal.


Lucas terdiam mendengar ucapan Diana. Dia terlihat malas menceritakannya .Tetapi mendadak sesuatu terbersit di fikiran Lucas.


" Diana ... " pelan memanggil nama sahabatnya itu.


" Hmm... " Masih merenung memikirkan sesuatu.


" Menurutmu siapa yang mengirimkan foto itu ? " Menatap Diana yang tengah termenung itu .


Diana menatap Lucas , merasa kaget , sepertinya pertanyaan itu juga telah melintas di benaknya sedari tadi.Bila dilihat dari mimik wajah dan gesture tubuh mereka ,mereka terlihat begitu penasaran.


***


Alessya memakan sarapan yang sudah disiapkannya sedari tadi , setelah dia membersihkan dirinya di kamar mandi.


Dia sengaja tidak membangunkan Arselli yang masih terlelap tidur di tempat tidurnya yang besar itu. Beringsut membersihkan dan merapikan seisi ruangan apartemen kekasihnya layaknya seorang istri yang menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga di rumah suaminya.


Sebenarnya dia hanya ingin membantu pria itu , melihat wajahnya yang terlihat begitu lelah menyadarkan Alessya bahwa Arselli adalah seorang pria yang pekerja keras dan bertanggung jawab. Sedikit memberi bantuan kecil tidak masalah fikirnya , mengingat Arselli juga sering membantu dan memanjakan dirinya.


Sampailah dia di satu sudut ruangan , terdapat meja kecil di sana , yang di atasnya tersimpan satu pot keramik antik langka dunia. Alessya menatap kagum benda yang pernah dia lihat di internet tersebut. Mengusap pelan benda itu. Mengagumi keindahan yang dimiliki benda itu.


Praakkkk.....!!!!


Pot keramik yang sedari tadi diamati Alessya , tidak sengaja tersenggol lengannya, hingga jatuh ke lantai dan hancur berkeping - keping. Alessya bukan main kagetnya , apalagi dia tahu pot itu bukanlah barang murah, dia pernah melihatnya di salah satu situs internet penjualan barang antik , dan pot itu adalah salah satu barang langka di dunia tidak ada gantinya.


" Apa yang kau lakukan ?!!! " Tiba -tiba Arselli telah berdiri di ambang pintu kamarnya masih menggunakan pakaian yang semalam dia pakai. Dengan rambut yang masih acak - acakan dan wajah yang kusut. Sepertinya dia terbangun dari tidurnya tatkala mendengar suara pecahan pot keramik tadi.


Alessya yang masih membelakangi Arselli tampak ragu untuk berbalik. Yang jadi masalah bukan dia kaget karena pertanyaan dari pria itu , tapi dia begitu kaget ketika mendengar suara itu begitu tegas menggelegar menusuk hingga ke jantungnya.


Dengan ragu Alessya membalikkan badannya , setengah ketakutan hingga kakinya sedikit bergetar.


" Alessya , apa yang kau lakukan ? " perlahan menurunkan nada suaranya , menyadari bahwa suaranya tadi mengagetkan Alessya. Beringsut berjalan mendekati Alessya dengan wajah yang terlihat tegang.


Alessya yang masih berdiri kaku menatap lamat kepingan beling keramik yang pecah tadi , mulutnya yang menganga refleks ditutupi oleh telapak tangannya.


" Maaf... " menatap sendu mata Arselli .Menyesali pecahnya keramik yang mahalnya bukan main itu.


Arselli menghampiri Alessya dan terlihat kaget ketika mendapati pecahan keramik itu.


Raut wajahnya berubah , terlihat amarah di matanya.

__ADS_1


" Aku tidak sengaja , Russel..." berbicara dengan sangat menyesal.


Aku tidak perlu menggantinya kan ?


Arselli menghela nafas , perlahan mengerti dengan apa yang terjadi di hadapannya itu. Menahan diri dengan perang bathin yang terjadi di dadanya .


" Alessya... !! " berbicara ketus.


" Hmm ".


" Bereskan semua ini , setelah itu kau bisa pulang ." dengan nada bicara yang dingin , terlihat kesal dan memalingkan wajah dari Alessya seolah tak ingin melihatnya. Seolah dia tidak berarti baginya samasekali.


Alessya sedikit kaget dengan sikap pria itu . Tidak seperti biasanya Arselli bersikap seperti itu pada Alessya .Walaupun pot keramik itu begitu mahal , tapi menurutnya bagi orang sekaya Arselli harga pot keramik itu tidaklah seberapa.


Bukankah aku kekasihmu, apakah aku tidak lebih berharga dari benda itu ?


" Maaf , seharusnya tadi aku langsung pulang saja. " menarik nafas pelan , menatap kembali pecahan keramik itu. Beringsut berjongkok membersihkan pecahan keramik itu. Mendapati sebuah tulisan pada salah satu pecahan keramik yang masih utuh.Sebuah tulisan yang cukup membuat hati Alessya bergetar , " I love you , Arselli " - - Elliana


Siapa Elliana , apakah seseorang dari masalalumu ? Apakah dia begitu berarti bagimu ?


Arselli terlihat cukup kesal , masalahnya keramik yang pecah itu adalah pemberian dari mantan kekasihnya di masa kuliah dulu.Mantan kekasihnya yang dulu sangat dia cintai yang merupakan cinta pertamanya kala itu. Benda itu sangat berarti baginya , memiliki kenangan cinta diantara mereka.


Dia pergi ke kamar mandi dengan memendam amarah , meninggalkan Alessya yang sedang membersihkan keramik itu hingga jarinya terluka dan mengeluarkan darah.


Apakah dia begitu berarti bagimu , hingga kau mengabaikan aku ?


Brakk !!!


Menutup pintu kamar mandi dengan cukup keras. Mengagetka Alessya hingga hampir menangis mendengarnya. Rasa bersalah menggerogoti hati dan fikirannya. Apa yang harus dilakukan untuk menebus kesalahan itu fikirnya.Dia sungguh tidak tahu dan mengerti , seharusnya pria itu menjelaskannya. Setidaknya Dia mengerti apa yang harus dilakukannya untuk menebus kesalahannya itu.


Setelah selesai membereskan pecahan kaca itu , Alessya duduk di sofa menunggu pria itu keluar dari kamar mandinya. Namun beberapa lama dia menunggu Arselli tak kunjung keluar dari sana.Alessya mengerti pria itu sedang marah , mungkin dia ingin menenangkan dirinya.


Hanya gemerincik air yang terdengar di balik pintu kala Alessya menunggu pria itu untuk berpamitan. Tapi pria itu tak kunjung jua keluar , seolah ingin menghindarinya.


Alessya bangun dari duduknya lalu pergi menuju pintu keluar , meninggalkan apartemen itu dengan langkah pasti. Menahan kesal yang bergemuruh di dadanya.


" Aku pulang !!! " teriaknya sebelum keluar dari apartement itu, seperti berharap pria itu akan keluar dan menyusulnya.


Baiklah , aku pergi , Russel , mungkin aku tidak lebih berharga dari pot itu , dari seseorang yang memberikan pot itu.


Kenapa aku harus sedih , seharusnya aku sadar , memang sedari awal aku hanyalah butiran debu bagimu.


*


*


*


Jangan lupa like , rate dan vote.

__ADS_1


Kritik dan saran ditunggu.


__ADS_2