
Clara menyuruh Diana mengambil ponselnya yang tertinggal di meja riasnya di ruang pribadi Clara. Diana terhenyak mendapati beberapa fotho di laci meja rias Clara. Sebagian adalah fotho yang pernah dia terima dari paket sebelumnya , yang menyebabkan kesalahpahaman diantara dirinya dan Alessya , fotho Alessya yang sedang berpelukan dengan Reynald kekasihnya.
" Fotho ini kenapa ada pada Clara ? Apakah dia yang mengirimnya ? "
Dan sebagian fotho lagi adalah fotho sepasang kekasih yang sedang berciuman di dalam mobil. Diana mengernyitkan dahinya.
" Alessya... !! Kenapa dia bersama pria ini ? Bukankah dia tunangan Clara ? "
Diana menelaah hal yang ditemukannya ini, berfikir berulang kali tentang Clara , bagaimana dia slalu berusaha mendekati dirinya dan Alessya, terkadang bersikap seperti berusaha menjauhkannya dengan Alessya. Dan foto - foto ini adalah bukti bahwa Diana selalu mengawasi Alessya , dan memecah belah hubungan persahabatan dirinya dan Alessya.
" Apakah karena Arselli ? "
" Apakah Arselli kekasihnya Alessya ? " sembari menatap fotho Alessya dan Arselli.Dia juga teringat ucapan Lucas tempo hari.
"Ya , Diana , Alessya mempunyai seorang kekasih."
" Dia pasti punya alasan kenapa belum bercerita padamu."
" Kau tidak melihat lehernya tadi..."
" Alessya sepertinya habis bercinta...dan aku tahu itu... dia bukanlah Reynald.."
Diana sudah mengetahui bahwa Arselli adalah kakaknya Lucas , saat pengumuman pertunangan tadi.
" Pantas Lucas mengetahuinya, ternyata Alessya berkencan dengan kakaknya. Pantas wajahnya begitu pucat saat menceritakan hal ini , dia pasti sedang patah hati saat itu. "
Diana sekarang paham dan mengerti dengan semua masalah yang akhir - akhir ini terjadi. Selama beberapa tahun bersahabat dengan Alessya , dia tidak pernah bermasalah dengannya tapi semenjak mengenal Clara semuanya berubah.
Ternyata kau bermuka dua Clara , kau membenci Alessya karena dia berhubungan dengan Arselli kan ? Saking kau membencinya kau juga ingin menghancurkan persahabatan kami , menjauhkan ku dari Alessya , membuat dia sendiri, itukan tujuanmu. Benar - benar jahat kau , Clara..
Diana jadi teringat kepada Alessya .Dimana dia sekarang , apa yang sedang dilakukannya sekarang , apakah dia tahu kekasihnya bertunangan dengan Clara ? Kenapa kekasihnya mau saja bertunangan dengan Clara , atau pria itu hanya mempermainkan Alessya ? Begitu banyak pertanyaan yang bergelayut di fikirannya. Dia sangat mencemaskan sahabatnya saat itu.
Diana lalu pergi dari ruangan itu , dengan membawa foto - foto itu dalam tasnya.
Arselli meninggalkan Clara yang dari tadi bergelayut manja di lengannya , setelah mengetahui mereka akan bertunangan Clara terlihat begitu senang dan merasa puas , dia merasa di atas awan kala itu karena telah berhasil mengalahkan Alessya . Apalagi mengetahui bahwa Alessya tengah berada diantara pesta itu dengan kondisi sangat terpuruk dan menyedihkan menjadi seorang pelayan di stand coffee dalam acara pesta pertunangan kekasihnya.
Sebenarnya Clara juga tidak tahu bahwa Nyonya Alice merencanakan pertunangan mereka , tapi mengenai rencana jahat pada Alessya itu adalah sebuah fakta , karena dia ingin mempermalukan Alessya di acara ulang tahunnya itu.Ingin menyadarkan Alessya dan membuat gadis itu tahu diri dengan posisinya yang sangat tidak level dengan Arselli.
Arselli begitu frustasi malam ini , berjalan ke depan mendekati pintu keluar dengan langkah besar dan pasti. Tampak beberapa rekan kolega bisnisnya sedang berkumpul sembari merokok di dekat stand coffee , karena kebetulan di tempat itu tersedia area bebas rokok.
__ADS_1
Arselli sempat melirik seorang pelayan wanita , sekilas dari tampilan fisik yang terlihat dari belakang itu mirip seperti Alessya .Tapi dia menepisnya, tidak mungkin dia ada di sini.
Dia memilih tempat yang cukup sepi untuk menenangkan diri.Duduk di kursi kosong yang tersedia di sana.Sembari merokok dan meminum coffee yang sempat dia ambil saat pelayan wanita itu melewatinya.Merenungi kejadian malam ini , memikirkan hubungannya dengan Alessya yang saat ini belum membaik karena masalah tempo hari.
Menarik kasar rambutnya ke belakang , merasa kesal bukan main. Bagaimana ibunya dengan seenaknya mengumumkan pertunangan itu di depan umum tanpa persetujuan darinya , hingga dirinya tidak bisa mengelak samasekali. Matanya sempat memerah , apalagi saat dia mencoba menghubungi Alessya , tidak bisa dihubungi karena ponselnya tidak aktif.
Lama merenung seorang diri , sembari meneguk coffee nya kembali , tanpa sengaja sudut matanya membaca tulisan yang tertera pada gelas yang dipegangnya " House Coffee kafe ". Bukankah kafe ini tempat Alessya bekerja ?
Dia ingat pelayan wanita itu , tampak dari belakang sekilas mirip dengan Alessya. Pelayan itu juga terlihat menghindarinya beberapa kali , menghindari untuk bertatap muka dengannya. Para lelaki yang menggodanya terdengar menyebut nama pelayan itu , yang tertulis di baju seragamnya.
" Apakah dia Alessya ? " Membelalakkan matanya , menyadari sesuatu. Beringsut bangun dari duduknya , berlari cepat mencari keberadaan pelayan itu.
Matanya berkeliling mencari wajah gadis yang dicarinya itu. Wajah cantik ,polos dan lugu .
Aku harap itu bukan kau , Alessya.
Dia terus berkeliling mencari menuju ke stand coffee tadi. Tapi tidak ada , saat bertanya pada temannya , dia bilang " Alessya sedang pergi ke toilet ."
Jadi benar namanya Alessya ? Semoga itu bukan kau sayangku ?
Arselli berjalan cepat menuju toilet , berusaha bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa - apa , tidak ingin menjadi bahan pembicaraan tamu yang lain. Menunggu di depan pintu toilet Ladies...
Beberapa menit menunggu seperti setahun rasanya , dia terlihat begitu gundah gulana dan gelisah.
Ceklek !!
waktu yang ditunggu tiba , suara pintu terbuka. Dan ...
Seorang gadis cantik dan seksi keluar dari pintu , pakaian yang digunakannya terlihat begitu seksi menonjolkan dada yang padat ,pinggul dan bokongnya yang aduhai. Kakinya jenjang putih menggoda.Gadis itu menunduk belum menyadari seorang pria tengah memperhatikannya dengan begitu Lamat dari ujung kaki hingga ujung kepala . Pipinya merah merona , bibirnya pink mengkilap menggoda , bulu matanya lentik. Tengkuk nya begitu mulus dan putih , tampak bulu - bulu halus tumbuh di kulitnya
menggugah hasratnya , pria itu mengaguminya namun emosi menjalar di darahnya , bagaimana bisa dia begitu seksi di tempat umum seperti ini?
Dan benar saja itu Alessya...kekasihnya...pujaan hatinya...kesayangannya...
" Alessya ..."
Alessya yang menunduk seketika menaikkan kepalanya , memutar wajahnya mencari asal suara yang begitu dikenalnya itu..
" Russel... " menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Air matanya yang sempat kering tadi menetes lagi tak tertahankan. Alessya ingin berlari , namun Arselli mencegahnya , menarik tangannya ,membawa gadis itu dalam dekapannya.
__ADS_1
" Kenapa kau ada di sini , Alessya ? " memeluk erat gadis itu dari belakang, yang terus saja meronta untuk dilepaskan.
" Kau senang, Russel ? kau pengkhianat !! " Alessya terus saja meronta.
" Kau salah paham Alessya ." semakin mempererat pelukannya ,tak ingin Alessya pergi darinya dalam kondisi marah.
" Lepaskan aku , Russel !! "
" Tidak ! Kau tidak boleh pergi seperti ini, Alessya...Aku mohon padamu !! " mencoba mencegah Alessya pergi dengan kondisi seperti itu.
Arselli mendekap erat Alessya , tanpa berniat melonggarkan sedikitpun.Tak ingin gadis itu pergi meninggalkannya dalam kondisi marah , dan menyimpan kebencian yang mendalam padanya.
Diana melihat Alessya berjalan ke arah toilet.
" Alessya kau ada di sini ? "
Dia lalu berlari mengejarnya , bersamaan dengan Arselli dia menunggu Alessya di depan pintu toilet .
Pria itu , apakah dia juga sedang menunggu Alessya ?
Diana memperhatikan pria yang terlihat begitu gelisah itu. Saking gelisahnya ,Arselli tidak menyadari bahwa ada orang lain di sekitarnya yang sedang memperhatikan tingkahnya.
Apakah dia begitu gelisah karena takut ketahuan oleh Alessya ?
ceklek !! tiba - tiba suara pintu terbuka .Dan benar saja Alessya yang keluar dari sana.Dengan pakaian seksi yang menempel di tubuhnya.
" Alessya ? "
Apakah ini perbuatan Clara juga ?
Bukankah terakhir kita bertemu , kau tidak bisa menghadiri pesta Clara karena ada pekerjaan di kafe ,sebuah pesanan spesial malam ini.
Apakah ini yang kau maksud ?
Tampak begitu tidak percaya melihatnya, sahabatnya yang begitu polos berpakaian seperti itu.
Kau benar - benar jahat , Clara.
Diana melihat pemandangan itu , sebuah drama cinta dan pemerannya adalah sahabatnya . Sebuah romantika cinta yang dramatis dan menyedihkan kala dua insan yang saling jatuh cinta hampir terpisahkan oleh kesalahpaham dan campur tangan orang ketiga.
__ADS_1
Jangan lupa like , rate , dan vote
Kritik dan saran ditunggu.