Lola And Loly

Lola And Loly
Menahan Diri


__ADS_3

Arselli memarkirkan mobilnya dibasement di studio fotho pribadi miliknya.Dia kembali mengajak Alessya ke rumah itu ,untuk mengajaknya menginap,Dia ingin memanjakan kekasih pujaannya itu.


" Masuklah..." menuntun Alessya turun dari mobilnya.Menarik gadis itu masuk ke dalam studio fhotonya itu, tidak melepaskan genggaman tangannya . Alessya menurut mengikuti langkah sang kekasih yang besar.Berusaha mengimbangi langkah pria itu dengan berlari-lari kecil di belakang pria itu.


Alessya berdiri mematung mendapati dirinya di ruangan berwarna abu tua.Menatap takjub kamar pria itu,setelah matanya menjelajahi ruangan besar nan maskulin itu.


Tampak sebuah tempat tidur berukuran besar ditutup dengan sprei berwarna khaky( Army green).Menyentuh sprei yang berbahan lembut itu,dan mengusap-usap kasur empuk itu,lalu duduk di atasnya.


Apakah ranjang yang nyaman ini,pernah menjadi saksi percintaanmu dengan gadis lain,Russel..?


" Kau gadis pertama yang akan menaiki ranjang itu,aku janzikan itu." Sembari menyeringai menggoda Alessya seolah tahu isi fikiran gadisnya itu


" Apa ? " Alessya melotot mendengar ucapan itu.Tanpa sadar,jarinya menggenggam kancing kemeja yang dia pakai.


" Kau mengharapkan sesuatu? " menatap mata Alessya.


" Ti...tidak.." terbata gugup.


" Ini sudah malam Alessya, menginaplah di sini.Kau bisa tidur di ranjang ini." sembari menunjuk ranjang yang diduduki Alessya


" Dan aku akan tidur di sofa" Alessya tampak tegang mengarahkan pandangannya pada sofa di kamar itu,tepat berhadapan dengan ranjang yang diduduki Alessya.


" Di sofa di lantai bawah. " lanjutnya lagi.


Alessya menghela nafas lega.


" Atau....aku tidur di sini saja? " memicingkan matanya ke arah Alessya.


" Apa? !!!" menulan ludah sembari menatap Arselli.


Arselli puas berhasil menggoda gadis itu.Wajah merah Alessya menjadi bukti bahwa dia telah berhasil menggodanya.


Bukk....Alessya melempar bantal ke arah Arselli yang langsung ditangkap pria itu.


" Mandilah " ujar Arselli sembari menunjuk ke arah pintu kamar mandi di ruangan itu.


" Sudah malam Russel...aku bisa kedinginan..." jawabnya mengingat di kontrakan dia jarang mandi di malam hari karena air yang dingin.


" Ada air hangat, kau akan merasa nyaman.Atau kau ingin aku memandikanmu?"

__ADS_1


Bukk ...Alessya melempar bantal lagi ke arah Arselli yang langsung ditepisnya.


" Aku bisa mati karena diledek olehmu terus." Teriak Alessya,terpaksa berdiri dan melangkah gontai ke kamar mandi.Arselli hanya tertawa terlihat senang karena memiliki mainan baru.


" Jika kamu membutuhkan pakaian, kamu bisa memakai pakaianku yang ada di lemari." Arselli masih berdiri di belakang Alessya.


" Sebenarnya aku membawa pakaian.Aku lupa meninggalkannya di dalam mobil " kata Alessya menoleh.


" Emh....Sewaktu di mall tadi ,Lucas dan Kak Reynald membelikanku pakaian." Lanjutnya berusaha menjelaskan begitu melihat mimik wajah pria itu yang menunjukkan rasa penasaran.


" Cih...Kamu akan memakainya? " Arselli menatap mata Alessya tajam,walaupun bibirnya tersenyum kecil,tetap membuat gadis itu ketakutan.Alessya menelan ludah berfikir panjang.


Bagaimana ini?Dia kan kalau cemburu sangat menakutkan.Dia bahkan bersikap buruk hanya karena sebuah fotho.


Akhirnya Alessya mengetahui ulah Clara yang memotret kejadian di restoran dan meng-upload nya di medsos pribadinya.Dengan tujuan tertentu pastinya.


" Tidak !! Aku akan memakai pakaianmu." Memutar bola matanya merasa jengah setelah berfikir cukup panjang,bergegas menuju pintu kamar mandi,disambut seringai riang pria itu.


***


Arselli sudah menata makanan di atas meja makan di lantai satu.Terlihat beberapa makanan tersaji di sana.Sebagian dia masak sendiri dan sebagian pesan online.


Beringsut memeluk erat punggung lebar pria itu.Menimbulkan sensasi tersendiri di punggung pria itu.Sensasi yang slalu disukai pria itu ketika berada di dekat Alessya.


Dengan pakaian Arseli yang tampak kebesaran di tubuh gadis itu,sebuah t-shirt hitam dan celana pendek biru navy,serta rambut terurai yang masih basah.Bagi Arselli itu terlihat seksi dan menggoda.


Arselli terpaksa melepaskan diri dari pelukan gadisnya itu.Yang benar saja,mereka hanya berdua saat itu,malam-malam,dengan pakaian longgar dan rambut yang basah,apalagi saat Alessya memeluknya tadi,Arselli tahu bahwa Alessya tidak memakai bra.


Ayolah Alessya ,apakah kamu sengaja menggodaku?


Arselli menatap lamat - Lamat gadis yang tengah tertawa di hadapannya,karena puas berhasil mengagetkannya.


Bahkan dengan hanya melihat giginya yang berderet rapi pun,darahku mengalir seperti jet coaster.


" Makanlah Alessya " memecah ketegangan di dadanya,beringsut duduk di kursi bersama dengan Alessya yang sudah duduk terlebih dahulu di depannya .


" Wah...Kamu menyiapkan semua ini ? " merasa terpukau melihat makanan yang begitu banyak,mengingat dirinya di kontrakan sudah makan dengan lauk kerupuk pun sudah sangat bersyukur.Masih belum menyadari tingkah nya tadi sudah menimbulkan gejolak besar di dada pria itu.


Arselli meminum beberapa gelas air,berusaha meredam gejolak di dadanya.Dan beringsut makan tanpa basa basi,membuat Alessya sedikit kebingungan.

__ADS_1


Tetap saja,minum dan makan banyak pun tidak mampu meredam gejolak itu.Gejolak yang sebenarnya sudah timbul ketika adegan panas di mobil tadi, berlanjut saat gadis itu memeluknya dari belakang,menyandarkan dada hangatnya di punggung pria itu.


" Udaranya sedikit panas Alessya,aku mandi dulu.Dan ...kamu boleh menghabiskan semua makanan ini."


" Emh ... Kamu ingin aku memandikanmu ? ". Sambil menggigit sendok, tersenyum mengedipkan mata, bermaksud membalas pria yang slalu menggodanya itu,tanpa menyadari bahwa ucapannya telah menyulutkan api di dada pria yang sedang bergejolak itu.


Arselli menatap Alessya lama.Menarik nafasnya dalam - dalam.


" Menikahlah denganku Alessya,naiklah ke ranjang ku." Sendok di tangan Alessya terjatuh.Mulutnya menganga merasa kaget.


" Satu.. sama!! " .Beringsut berlari menuju kamarnya untuk mandi setelah puas bisa membalas Alessya.Alessya mencebikkan mulutnya kesal.


Aku tidak bercanda Alessya,andai saja hubungan kita sudah sah,aku pasti sudah menarikmu ke ranjang besar ku.Tidak!! terlalu jauh..aku bisa membawamu ke sofa atau menggendongmu ke atas meja.


***


Mereka menghabiskan sisa malam mereka dengan menonton film.Arselli sengaja memilih film action,tidak ingin terpancing lagi dengan adegan - adegan mesra yang akan tayang di film dengan genre selain film yang dipilihnya.


Walaupun harus berdebat dengan gadisnya itu,dia lebih memilih bersikap egois daripada malam ini harus berakhir dengan adegan dramatis.Khawatir dia tidak bisa menahan dirinya sendiri.


Aku masih pria normal Alessya,yang bisa saja kehilangan kesadaran dan kendali diri .


" Baiklah ...aku mengalah " Alessya menjatuhkan tubuhnya di sandaran sofa dengan kesal.


Mereka berhasil melewati malam itu.Aman dan selamat.Itu pikiran Arselli saat itu.Sampai akhirnya mereka tertidur di atas sofa dengan kondisi duduk dan kepala saling menyandar.


Jadi bukannya mereka yang menonton film tapi film yang menonton mereka.


***


Nyonya Alice,ibunya Arselli marah ketika mendapat kan kiriman paket berisi foto Arselli yang tengah berciuman dengan seorang gadis di dalam mobil.


Tangannya mengepal,membayangkan anak kebanggaannya melakukan hal yang tidak senonoh dengan seorang wanita yang tidak jelas asal usulnya di tempat yang tidak seharusnya.


Entah siapa yang mengirimkan fotho itu,dia tidak peduli.Yang pasti dengan adanya masalah ini,akan lebih mudah baginya untuk lebih mengendalikan Arselli,untuk tujuan utamanya.Meningkatkan hubungan lebih lanjut dengan keluarga Clara.


Lalu dia menghubungi asisten Henry,asisten kepercayaan Arselli.Karena tidak berhasil menghubungi anaknya yang sudah mematikan ponselnya terlebih dahulu,tidak ingin kencannya merasa terganggu.


" Henry,beritahukan kepada atasanmu,untuk mempersiapkan dirinya.Dia akan bertunangan dengan Clara...Bulan depan. "

__ADS_1


__ADS_2