Lola And Loly

Lola And Loly
Curiga


__ADS_3

.


.


.


Daffa menjemput Alessya. Hari ini mereka berencana untuk makan siang bersama. Di sebuah restoran yang telah terlebih dahulu dipesan oleh Diana tentunya.


" Kau sudah siap ? " Daffa bertanya pada kakaknya.


" Hmm . Aku siap ... !! " Jawab Alessya singkat sembari tersenyum kepada adik yang baru beberapa hari dikenalnya itu.


" Bagaimana dengan Diana dan Kak Reynald ?" Sembari berjalan menuju mobil Daffa, Alessya bertanya.


" Katanya mereka akan menunggu di sana bersama dengan seorang teman katanya ... "


" Teman ? Siapa ? " Alessya balik bertanya.


" Entahlah, aku tidak mengetahuinya. " Jawab Daffa singkat.


" Oh iya ... dimana suami kakak ? "


" Dia sedang ke luar negeri ... melakukan perjalanan bisnis katanya. "


" Dan kau percaya begitu saja ? "


Mendengarnya Alessya refleks mengernyitkan dahinya.


" Baiklah ... aku hanya bercanda ... " Ucap Daffa sambil tertawa.


" Hmmm ... kau ya, sudah berani menggoda kakakmu ini . " Sembari memukul pelan bahu adiknya.


Mereka sudah duduk di mobil sekarang. Daffa menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Menuju tempat yang sudah sedari awal mereka tentukan sebelumnya.


" Kak Arselli sejauh yang aku lihat dan dengar, dia adalah pria baik. Tapi, pria sekeren itu pasti banyak yang menginginkannya. Kau tidak takut membiarkan dia melakukan perjalanan sendiri dalam waktu yang cukup lama ? " Setelah mengetahui kakak iparnya pergi cukup lama, Daffa memberanikan diri untuk bertanya.


Mendadak kefikiran, raut cemas tampak di wajah Alessya. Apalagi setelah diingat-ingat lagi sudah beberapa hari mereka tidak berkomunikasi. Mungkin pria itu masih marah padanya karena kejadian tempo hari, gara-gara tertidur kala sedang berendam di bak mandi. Lebih tepatnya marah karena saking sayangnya.


" Benarkah seperti itu ? " Dengan begitu lirih.


" Pria seperti dia adalah incaran para wanita, kau harus benar-benar menjaganya. Seberapa pun besarnya cintanya kepadamu, jika dia kesepian dia bisa saja tergoda ... "

__ADS_1


" Cukup !! " Alessya memutuskan ucapan adiknya. Beringsut mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya.


Yang ditelfon tak kunjung juga menjawabnya. Fikirannya buruk kemana-mana. Dan akhirnya setelah beberapa kali mencoba ...


" Disini tengah malam sayang, kau membangunkan tidurku. Jika kau ada di sini, aku akan senang bila kau membangunkanku. " Sepertinya Arselli tengah tertidur nyenyak saat itu. Mendengar suara ponsel yang cukup nyaring menggema di kamarnya, Arselli sedikit terganggu. Sembari memijit pangkal hidungnya dia mengangkat panggilan itu.


" Kau tidur dengan siapa ? " Tanya Alessya dengan begitu polos dan tanpa basi-basi. Tanpa dia sadari adiknya tengah tersenyum tidak menyangka ternyata kakaknya sepolos ini.


Yang ditanya terlihat begitu bingung disana. Mengernyitkan dahinya hingga mengkerut sekali. Apalagi dia sedikit mabuk malam ini, karena tidak sengaja bertemu dengan teman lama lalu mereka minum bersama tadi.


Alessya menelfon ditengah malam buta mengganggu nyenyak tidurnya hanya untuk menanyakan ini ?


" Ehem !! " Arselli berdehem, menenangkan suasana sembari berfikir sejenak apakah gerangan yang terjadi pada istrinya di sana.


" Apa maksudmu ? " Sembari menahan kantuk dan sedikit pusing di kepalanya dia melanjutkan pembicaraan mereka. Dia bahkan masih memakai baju kerjanya saat itu.


" Aktifkan videomu ! " Perintah Alessya. Titah istrinya adalah peraturan baginya. Bak perintah sang tuan raja.


Video call pun aktif ...


" Russel ... tangan siapa di belakangmu ? " Kala melihat tangan seseorang di balik punggung Arselli yang kini tengah duduk di atas ranjang tempat tidurnya.


Sesampainya di Restoran ...


" Lucas ... " Alessya memeluk adik iparnya itu. Jika ada Arselli di sana hal itu akan sulit terjadi.


" Bagaimana kabarmu kakak ipar ? " Lucas bertanya pada wanita yang dulu pernah dia cinta, walau tidak dia pungkiri detik ini juga Alessya masih belum sepenuhnya pergi dari hati dan fikirannya. Angannya masih sesekali melayang mendambakannya. Hanya satu penyesalan dalam hatinya, dulu dia tidak pernah benar-benar berusaha mendapatkannya. Berjuang mendapatkan hatinya.


" Baik ... " Jawab Alessya. Dan merekapun duduk bersama setelah saling bertanya kabar.


Alessya duduk di samping Lucas sesuai permintaan adik iparnya itu.


" Kau duduk di sampingku, Ok ? " Seperti bertanya tapi lebih identik memerintahnya. Dan Alessya hanya mengangguk saja menyetujuinya. Lagipula tidak ada salahnya, menurutnya sekarang mereka adalah keluarga.


" Awas hati-hati nanti ada yang CLBK . " Sindir Diana sembari tertawa. Tidak menyadari ada seseorang yang tengah berdiri di sampingnya (Reynald) merasa tersindir mendengarnya. Dan Lucas hanya tertawa saja mendengarnya seolah-olah mengakuinya tak ingin menyangkalnya.


Reynald terlihat begitu salah tingkah, namun dia berusaha keras untuk menyembunyikannya. Dia tidak menyadari bahwa adik iparnya Dafa tengah memperhatikan dirinya. Dulu Reynald pernah mencintai Alessya, tapi setelah menikah dengan Diana, perlahan perasaan itu sirna berganti menjadi kasih sebatas saudara.


" Kak Reynald .. !! " Pekik Alessya sembari memeluk erat sahabat yang sudah dia anggap kakak itu. Disambut pelukan hangat seorang kakak. Semenjak Ny. Rossie meninggal, Reynald semakin over protective terhadapnya, berusaha menjaganya seperti adiknya sendiri sesuai janzinya dulu pada Ny. Rossie. Berusaha mengabaikan perasaan yang terpendam, karena bagaimanapun juga mereka sudah memiliki pasangan masing-masing.


" Bukankah kalian baru kemarin bertemu ? " Diana mengingatkan pertemuan terakhir mereka di rumah ayah Hans. Mereka terlihat lebay di matanya.

__ADS_1


" Kemarin ada ayah, aku segan melakukannya . " Jawab Alessya sekenanya.


" Ya .. mumpung tidak ada Russel juga. " Sembari merenggut lucu. Walau dia akui sedikit merasa tidak enak hati, khawatir ada yang memata-matai.


" Suamimu itu begitu posesif. Tapi aku tidak menyangka dia akan diam saja tak melakukan apa-apa saat kau memutuskan untuk tidak ikut dengannya. Apa kau tidak curiga ? " Jawab Diana apa adanya. Tidak menyadari ucapannya tadi telah membuat Alessya kaget. Wajah Alessya pucat pasi setelah mendengarnya.


Setelah beberapa lama, Alessya meminta izin ke toilet di restoran itu.


Alessya berdiri di depan kaca besar toilet wanita. Tanpa henti menatap layar ponselnya. Berkali-kali menghubungi suaminya. Namun, tak diangkat juga.


Fix !!


Sepertinya, beberapa hari lagi Alessya akan menyusul suaminya ke LA. Setelah terlebih dahulu menyelesaikan urusannya terlebih dahulu nanti.


Sungguh mengerikan ...


Hampir dua Minggu dia jauh dari istrinya, suaminya itu malah kedapatan tidur bersama seorang pria. Entah siapa dia ? Sungguh menyebalkan.


Dan Arselli sepertinya akan merasa senang di sana, karena kesalahan yang tidak sengaja, istrinya akan menyusul mendatanginya. Sepertinya istrinya tidak rela harus berbagi suaminya walaupun hanya dengan seorang pria.


Ya ... hanya kesalahpahaman belaka, namun menjadi keberuntungan baginya. Karena untuk beberapa hari ke depan , dia tidak akan kesepian lagi di sana.


" Kau yakin tadi itu seorang pria ? " Belum sempat Arselli berkata, Alessya sudah lebih dahulu bertanya. Sudah dipastikan kecurigaan dan kecemburuan tengah dirasakannya.


" Sayang ... bukankah tadi kau melihat wajahnya. Dia bahkan memiliki kumis di atas bibirnya. " Sembari mengulum senyum Arselli menjawab pertanyaan istrinya.


" Kau tidak tertarik pada pria bukan ? " Tanya Alessya mengejutkan. Walaupun dia malu, dia nekad menanyakannya karena begitu penasaran.


" Alessya kau sedang bercanda ya ? " Tanya Arselli sembari tertawa. Membayangkan kepolosan istrinya itu.


" Tidak. Aku serius ! " Menggigit bibir bawahnya.


" Ayolah ... Tiap malam kita bercinta. Kau paling tahu tentang diriku bukan. Menurutmu mungkinkah aku tertarik pada seorang pria ? " Jawab Arselli sedikit kesal. Bisa-bisanya istrinya mengira dia seorang ***. Padahal Alessya paling tahu bagaimana Arselli begitu menginginkannya sebagai seorang wanita yang kini telah berstatus istrinya untuk slalu menemani dirinya di ranjangnya dan melayani hasrat kelelakiannya.


.


.


.


Jangan lupa like, rate dan vote.

__ADS_1


__ADS_2