
Terpaksa, Arselli akhirnya mengikuti ajakan sahabat lamanya Damian. Untuk menghadiri pesta ulang tahun salah satu teman lama mereka di sebuah Club malam ternama.
Kebetulan sekali, Arselli baru saja melakukan kontrak kerjasama dengan perusahaan dimana Damian bekerja. Tidak sengaja bertemu dengannya dalam pertemuan kerjasama itu, akhirnya Arselli terpaksa ikut kala Damian berkata banyak teman-teman lama saat kuliah dulu berkumpul di sana dan ingin berjumpa dengannya.
Mereka berpesta disana. Menari ber-ajojing ria mengikuti irama disko yang diputar dengan begitu kencang dan memekakan telinga yang mendengarnya. Minuman beralkohol tersaji di setiap sudut meja. Dengan berat hati Arselli menghadirinya walau hanya sekedar duduk dan menghisap rokok saja.
Berkumpul dan mengobrol dengan beberapa teman yang melakukan hal serupa, lebih sekedar menghadiri acara itu tanpa ingin menikmatinya lebih. Apalagi bagi Arselli, dimana istrinya sekarang tengah hamil besar. Akan terlihat begitu ironis jika disini Arselli bersenang-senang, sementara disana istrinya tengah begitu kepayahan menahan beban perut yang kian membesar.
Begitu banyak wanita cantik nan seksi berseliweran di sana. Menawarkan hal yang teramat menggoda, apalagi bagi Arselli yang kini tengah berpuasa. Selintas dilihat dari penampilan luar mereka, mereka memang begitu cantik bila dibandingkan dengan istrinya Alessya. Tapi, bagaimanapun juga hanya Alessya yang bertahta di hatinya.
" Kalian pernah melihatnya ? Wanita itu cukup cantik ternyata ... " Ucap salah satu dari temannya.
Mereka tengah membahas video aksi Alessya yang menolong seorang pria tua yang viral beberapa bulan lalu. Entah mengapa video itu baru viral diantara mereka. Dan mereka masih belum tahu rupanya, bahwa wanita yang tengah mereka bahas itu adalah istri dari salah satu teman mereka yang kini pura-pura ikut mendengarkan saja.
" Dia sangat cantik. Bukankah dia menjadi seorang model iklan sekarang. Huh ... aku tidak bisa membayangkan bila wanita itu menjadi pacarku. Bodynya uhui, seksi, Bro ! " Ujar salah satu dari mereka menimpali.
Ada rasa kesal di hatinya, mendengar istrinya menjadi bahan fantasi khayalan liar mereka. Namun tidak enak juga apabila dengan emosinya dia menghajar mereka begitu saja. Mungkin suatu saat nanti dia harus mengadakan pesta untuk memperkenalkan Alessya sebagai istrinya dengan teman-teman kuliahnya dulu yang menjadi tamu undangannya tentunya.
" Katanya dia sudah menikah dengan seorang pengusaha terkenal. Kalau tidak salah pemilik AR corp. " Timpal salah satunya.
Damian yang baru saja hadir dalam kumpulan itu, mengernyitkan dahinya kala mendengar obrolan itu.
" AR corp ? Bukankah itu milik Arselli Russel ! " Tegasnya kemudian. Mengarahkan pandangannya pada Arselli yang tengah menatapnya sembari tersenyum puas di salah satu sudut meja.
Dan semua orang disana terkejut, bercampur malu. Mengetahui bahwa wanita yang sedari tadi mereka bicarakan adalah istri salah satu temannya. Untung saja lidah mereka sempat dikuliahkan di universitas ternama dulu. Setidaknya tadi mereka tidak mengucapkan kata-kata yang terlalu tidak sopan yang dapat memicu pertengkaran nantinya.
" Aku fikir kau menikah dengan Elliana ? " Tanya salah satu dari mereka.
" Jadi hubungan kalian kandas begitu saja ? oh iya, apa kalian sudah bertemu ? Saya melihatnya tadi, sepertinya dia memang hadir di sini ... "
" Iya benar. Malah tadi aku berfikir kalau dia datang bersamamu. "
__ADS_1
Begitulah obrolan itu terus berlanjut. Ada perasaan tidak enak di hati Arselli yang langsung menyeruak seketika. Tatkala tadi tiba-tiba mendengar nama Elliana di telinganya. Apalagi disaat dirinya sedang puasa beberapa bulan ini. Mengingat Elliana pernah begitu dekat dan intim dengannya dulu, saat masih muda dan berpacaran dengannya.
Bayangan bibir seksi, body menggoda. Elliana memang begitu sempurna. Secara fisik dia lebih cantik dan lebih seksi dari Alessya. Namun lagi-lagi hati yang berbicara. Bahwa hati dan fikirannya hanya tertuju untuk Alessya. Walau godaan begitu menggoda dan hadir di depan mata.
Arselli memutuskan untuk pulang. Terlalu lama di sana sedikit membuat dirinya merasa tidak enak dan nyaman. Apalagi setelah mendengar nama Elliana secara berulang dari mulut teman-temannya. Mengingat Alessya yang mungkin saja kini tengah menantinya, membuatnya ingin segera pulang dan bertemu dengannya. Untuk melepas rasa lelah dan penat di tubuh dan di otaknya. Walaupun masih puasa, Alessya slalu memberi layanan plus-plus padanya yang cukup menggoda dan menggiurkan imannya. Ah ... dia mendadak sangat merindukannya saat ini. Ingin segera bertemu dan menyentuhnya. Mencumbunya kalau bisa.
Namun ...
Tepat hampir beberapa langkah lagi mendekati mobilnya, tiba-tiba suara seorang perempuan terdengar memanggilnya.
" Arsell ... " Suara itu terdengar tidak asing di telinganya. Arselli memejamkan matanya barang sejenak, karena sedikit tidak nyaman kala menyadari suara itu adalah suara seseorang yang memang sedari tadi ingin dia hindari.
Arselli membalikkan badannya ke arah sumber suara.
" Elliana ... " Menelan ludahnya beberapa kali, jantungnya mendadak berdetak begitu kencang. Apalagi setelah melihat Elliana malam itu yang terlihat begitu cantik, seksi dan menggoda. Dengan balutan dress yang minim dan terbuka. Memperlihatkan bagian-bagian tubuhnya yang seksi dan sempat dia sukai dulu saat masih bersamanya.
***
Mencoba menghubunginya beberapa kali, ponsel Arselli benar-benar tidak dapat dihubungi. Perasaannya mendadak tidak enak, apa yang sebenarnya terjadi ?
Anjuran dokter yang melarang mereka untuk tidak melakukan hubungan suami istri sampai melahirkan nanti, menjadi alasan utama bagi Alessya mencemaskan suaminya. Arselli sedang berpuasa menahan diri untuk tidak menerobos gawangnya. Tentu saja Alessya sangat gusar, mengingat pesta slalu identik dengan wanita cantik dan seksi. Dan Alessya takut, Arselli akan tergoda.
Apalagi mengingat stamina suaminya yang slalu luar biasa. Alessya kadang ragu Arselli akan bertahan dengan hasratnya itu, mengingat sudah hampir dua bulan mereka tidak melakukan hal itu.
Suara mobil yang baru saja datang, terdengar sampai ke kamarnya yang terletak di lantai satu. Suara mobil yang cukup tidak asing di telinga Alessya, dan memang benar itu berasal dari mobil suaminya. Apalagi setelah Alessya mengintip dari jendela kamarnya, untuk memastikannya.
Alessya keluar dari kamarnya. Berjalan perlahan untuk mencapai pintu depan demi menyambut suaminya. Belum sampai dia di sana, pintu sudah terlanjur dibuka dari luar. Lalu muncullah Arselli dari sana.
" Sayang ... " Arselli begitu kaget mendapati Alessya berdiri di sana. Apalagi malam sudah begitu larut.
Bergegas mendekati Alessya, Arselli langsung menggendong istrinya itu. Wanita yang sangat dia rindukan sedari tadi.
__ADS_1
" Russell ... " Pekik Alessya, merasa kaget dengan gerakan tiba-tiba suaminya itu.
Arselli duduk di tepi ranjang, dengan Alessya yang berada di pangkuannya. Mencumbui dengan mesra setiap inchi dari leher mulus dan indah istrinya.
Begitupun Alessya, menyusuri dengan lembut telinga, pipi dan leher suaminya dengan begitu lembut dan hangat. Melepas perasaan yang kian bergejolak.
Namun ...
Alessya berhenti. Tepat setelah dia menyusuri leher suaminya yang berangsur merah karena gigitannya. Alessya melihat sesuatu di kerah kemeja yang saat itu masih dipakai suaminya.
Sebuah noda bibir dengan lipstick berwarna merah menyala terpampang begitu jelas di sana. Dan Arselli sepertinya tidak menyadarinya.
" Kenapa berhenti , hmm ? " Arselli mengecup bibir mungil istrinya itu, lalu bertanya. Biasanya walaupun tidak sampai gol mereka slalu bercinta dengan waktu yang cukup lama, saling mencumbu saling mencinta.
" Sepertinya ... kau harus membersihkan dirimu dulu !! " Jawab Alessya dengan begitu lirih. Sembari membuka satu persatu kancing kemeja suaminya dan menurunkan kakinya dari pangkuan suaminya itu. Perlahan bangun dan berdiri, membantu sang suami melepas kemejanya tadi.
Ada luka di sana, di dalam hatinya. Bersamaan dengan sesak yang menyeruak di dalam dadanya. Menggerogoti sendi-sendi tulangnya, hingga terasa begitu lunglai menopang tubuhnya yang terasa kian membesar dan terlihat tidak menarik lagi.
Apa yang kau lakukan, Russel ? Apa kau bercinta dengan wanita lain ? Jeritnya di dalam hati.
.
.
π Bersambung ... π
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, rate dan koment ya ...