
.
.
.
Mereka berencana makan siang di luar hari itu. Bisa dibayangkan betapa dongkolnya Robin saat mengetahuinya. Untunglah tepat beberapa menit sebelum pergi, majikannya mengatakan sesuatu padanya yang membangkitkan semangatnya kembali.
" Bonusmu dua kali lipat bulan ini ! " Ucapan itu terdengar begitu menggiurkan di telinganya. Dibalas ucapan terimakasih kemudian.
Robin melepas keberangkatan sepasang suami istri itu sampai depan villa dan mobil. Melambaikan tangannya dengan seulas senyuman bak bunga yang sedang mekar di taman, begitu merekah dan sumringah.
" Berhati-hati dan bersenang-senanglah. " Ucapnya sebelum mobil melaju, meninggalkan halaman villa mewah yang cukup luas itu.
" Apa yang kau bisikkan pada Robin tadi ? Dia terlihat begitu bahagia. "
Alessya yang kini tengah bersandar di bahu kekar Arselli bertanya. Matanya menatap wajah Arselli dengan tangan yang bermain nakal di dagunya. Sementara Arselli sedang sibuk mengecek ponselnya.
" Hanya ungkapan terimakasih kepadanya, karena sudah memasak banyak makanan untukmu. " Sedikit menyindir juga, Alessya bahkan tidak menyentuh sedikitpun makanan yang telah disiapkan Robin tadi.
" Sepertinya aku harus meminta maaf padanya. Semalam aku begitu ingin makanan itu, tapi setelah melihatnya tadi, perutku mendadak merasa mual, Russel. "
" Kau sakit ? " Alessya hanya terdiam, sembari merenggut saja.
Arselli memalingkan perhatiannya dari ponsel itu. Menfokuskan perhatiannya pada istrinya terlebih dahulu. Tangannya bergerak menyentuh keningnya yang terasa sedikit hangat.
" Sepertinya aku membuatmu kelelahan tadi malam. Padahal kau baru saja sembuh kemarin. "
Mengecup kening Alessya dengan lembut menjalarkan kasih sayang yang tersirat.
" Ehem ! "
Patrick mendehem seolah mengingatkan ada dirinya di sana. Dan dia bukanlah asisten Henry yang sudah terbiasa dengan adegan panas dan gila yang dilakukan oleh tuan majikan dan istrinya.
" Oh iya, Patrick. Terimakasih karena sudah membelikanku mie semalam. "
Alessya mendadak teringat hal itu. Kalau bukan karena Patrick, dia tidak akan sesenang hari ini. Patrick menganggukkan kepala sembari menjawab tidak apa-apa, karena itu juga tugasnya.
" Jadi kau yang membelikannya ? " Tanya Arselli kemudian. Terjawab sudah rasa penasarannya semalam.
" I-iya Tuan. " Jawab Patrick singkat sembari tetap menyetir.
" Kau juga harus memberi ungkapan terimakasih padanya. Setelah makan mie itu, aku jadi tidak marah-marah lagi padamu. "
Bisik Alessya pada telinga suaminya. Karena setelah memakan mie itu, perasaannya menjadi begitu senang dan memaafkan Arselli kemudian. Dan terjadilah pertempuran malam di atas ranjang nan romantis, membuat sang Tuan Muda merasakan kebahagiaan yang tak terkira. Karena selain kebutuhan biologisnya terpenuhi , hubungan dengan istrinya pun membaik kembali.
__ADS_1
" Baiklah, Patrick. Bonusmu juga dua kali lipat bulan ini ! " Ucapnya tanpa berfikir panjang. Patrick yang mendengarnya begitu kegirangan, langsung mengucapkan terimakasih kemudian.
" Juga ? " Alessya mengerutkan dahi memikirkan sesuatu.
" Robin juga ? " Tanyanya kemudian, dan Arselli mengangguk pelan melihatnya.
" Kalau bonus untukku apa ? " Refleks bertanya dengan suara yang cukup kencang, menutup mulutnya dengan telapak tangan tatkala menyadari suaranya tadi.
" Masa aku yang ditindih dan diserang hampir setengah malam tanpa henti tak diberi bonus apa - apa ? " Bisiknya pada telinga Arselli terdengar ketus namun manja, sekedar bercanda sebenarnya. Tapi kalau sudah rezekinya, mungkin bonus akan diberikan padanya. Memiliki sebuah mobil sendiri sekaligus mengendarainya sendiri misalnya, dia sedikit menginginkannya.
Arselli tergelak mendengarnya. Sembari menjentik ujung hidung istrinya yang lancip itu.
" Kau boleh balas menindihku semalaman nanti. " Balas berbisik seraya bercanda menggoda istrinya yang langsung dibalas cebikan dan delikan manja.
" Ujungnya itu-itu juga. Aku juga yang capek akhirnya. "
Mau di atas,mau di bawah tetap aza capek. Kau slalu membuatku terkulai lemah tidak berdaya. Ya, walaupun senang juga.
Karena memang pada akhirnya kenikmatan berakhir terasa. Alessya bergumam.
" Ehemmm !!!! "
Patrick berdehem cukup keras lebih keras dari sebelumnya. Kala sepasang suami istri yang berstatus majikannya itu mulai berdebat dengan suara yang cukup keras hingga terdengar olehnya, bukan lagi bisikan pelan semata. Sepertinya mereka tidak sadar dan sedikit terlupa.
Ayolah aku belum menikah, dan harus mendengarkan perdebatan suami istri tentang ranjangnya ???
***
Tempat ini adalah satu-satunya theme park yang didesain dan pembangunannya disupervisi langsung oleh Walt Disney. Tempat ini sangat cocok untuk berlibur menghabiskan waktu seharian bersama dengan orang yang tersayang.
Di tempat ini kita dapat merasakan tinggal di kastil-kastil mewah seperti putri di film Sleeping Beauty.
Selain itu, kita dapat mengobati rasa penasaran tentang dunia fantasi yang sebelumnya hanya dapat kita rasakan ketika menyaksikan film-film animasi.
" Kau senang ? Ini bonus untukmu. " Arselli bertanya bagaimana perasaan Alessya sekarang. Sekaligus membahas bonus yang tadi dibahas Alessya saat di perjalanan tadi.
Setelah hampir seharian berkeliling di sana menikmati suasana negeri dongeng impian para anak-anak dan remaja. Alessya yang belum pernah berkunjung ke sana merasa terpukau luar biasa dengan kebahagiaan yang sungguh tak terkira.
Alessya yang saat itu memakai bondu Minnie Mouse di kepalanya terlihat begitu lucu dan menggemaskan. Selain itu mereka juga menggunakan kaos t-shirt couple berwarna putih bertuliskan I β€οΈ U. Kaca mata hitam bertengger di hidung mancung mereka.
Bersama berdua menikmati cake ice cream jumbo sembari duduk di kursi cafe, mengistirahatkan kaki dan tubuh mereka barang sejenak saja.
" Aku senang, Russel. Terimakasih. " Jawab Alessya pada sang pujaan hati tercinta yang baru saja mewujudkan mimpi-mimpi masa kecilnya.
" Kau juga harus memberi hadiah untuk itu. " Sembari menunjukkan telunjuknya pada pipi kirinya.
__ADS_1
Karena Alessya sedang bahagia, itu samasekali tidak masalah baginya.
Cup
Bermaksud mengecup pipi suaminya, apa daya tatkala Arselli menoleh secara sengaja, kecupanpun beralih di bibirnya. Terasa dingin dan sejuk, tatkala ice cream yang belepotan menghiasai kecupan singkat mereka. Arselli sedikit ******* lembut bibir Alessya sebelum kecupan mereka berakhir.
" Manis. " Komentar Arselli singkat. Alessya tersenyum mendengarnya. Lalu menjilat singkat bibir suaminya tatkala noda ice cream juga terlihat di sekitar bibir tipis suaminya.
" Manis. " Sembari tertawa Alessya berkomentar. Melanjutkan lagi memakan sisa ice cream yang masih tersaji di atas meja.
Untunglah mereka duduk di tempat yang sedikit sepi karena posisinya yang berada di sudut kafe bertema outdoor itu. Posisi mereka sedikit tertutupi oleh pohon hias plastik.
Kebetulan fotographer keliling mengambil adegan mesra itu dan memberikan hasil cetakannya.
***
" Terimakasih !! " Ucap Alessya pada potographer itu. Dengan sisa ice cream yang masih melekat di ujung bibirnya. Saat itu, dia tengah sendiri, karena Arselli suaminya sedang pergi ke toilet yang tidak jauh dari mereka berada saat itu.
" Di bibirmu ada sedikit ice cream , Nona. " Ucap fotographer pria itu. Melirik sekilas pada Alessya yang memang terlihat lucu dan menarik. Menatap lagi Alessya barang sekilas, Alessya termasuk seorang gadis cantik nan fotoghenic. Cocok menjadi seorang model sepertinya.
" Ahh .. benarkah ? "
Alessya menghapus ice cream di ujung bibirnya. Dengan menggunakan tissue yang dia ambil dari dalam tasnya.
Setelah beberapa lama, pria itu mengingat sesuatu kemudian. Menatap lebih lama dan dalam, kepada gadis cantik yang masih berdiri tidak jauh darinya. Sepertinya merasa pernah melihatnya, namun dia tidak ingat itu dimana.
Mengingat - ingat lagi lebih lama dan dalam, akhirnya sesuatu melintas di benaknya.
" Nona ... " Panggil fotographer itu.
" Ya, kau memanggilku barusan ? " Alessya yang saat itu tengah menautkan pandangannya pada barisan karnaval yang tengah berbaris di depan kafe dengan begitu rapi, indah dan kreatif dengan karakter Disney bertebaran dimana-mana menolehkan kepalanya.
" Apakah kau Wonder Woman bersepatu kaca itu ? " Sembari menatap kagum padanya setelah menatap layar ponsel yang menampilkan video aksi Alessya di internet. Pria itu tidak lupa menunjukkan layar ponselnya pada Alessya untuk memastikan pertanyaannya.
Alessya tersenyum melihatnya. Tidak menyangka dia seterkenal itu.Tanpa mengakui ataupun menyanggahnya, karena Arselli sudah terlanjur memanggilnya.
" Seharusnya aku minta berfoto bersamanya tadi." Gumam fotografer itu. Menyesali keterlambatan fikirannya.
.
.
.
π Bersambung ... π
__ADS_1
Jangan lupa like, rate dan koment ya ...
Agar semangat nulis dan up nya ...