
Bertemu denganmu kembali, hidupku tak lagi tersiksa
.
.
Arselli menangis dan tertawa secara bersamaan. Melihat Wajah Alessya di papan billboard itu membuat hatinya sedikit lega. Setidaknya Alessya baik-baik saja.
Dia duduk bersila di atas aspal jalan. Sesekali tiduran, tak henti menatap wajah istrinya yang tampak begitu cantik di gambar itu. Selagi menunggu asisten Henry mencari tahu keberadaan Alessya dengan petunjuk iklan itu.
Beberapa jam dia di sana. Tak menghiraukan pandangan aneh dari mata sekitarnya. Mengacuhkan dinginnya malam yang menembus hingga ke tulangnya.
" Sudah ditemukan, Tuan ! " Ucap Henry setelah beberapa lama.
Arselli tersenyum mendengarnya. Beringsut berlari kecil memasuki mobilnya. Dengan semangat empat lima dan hasrat yang begitu membara untuk segera menemui kekasih hati belahan jiwanya.
Arselli duduk di dalam mobil yang kini telah terparkir di depan yayasan panti asuhan tempat Alessya tinggal selama dua bulan ini.
" Ini tempatnya ! " Ucap asisten Henry memecah keheningan.
Arselli keluar dari mobil secara perlahan. Menuju pintu pagar besi yang terlihat tua dan usang. Berdiri tepat di sana, tampak enggan untuk membukanya. Seolah keraguan menggerogotinya, menyiksanya seiring dengan ketakutan yang menguasainya. Khawatir Alessya masih tidak ingin bertemu dengannya. Masih menghindar dan marah padanya.
" Tuan ! Kau mencari siapa ? " Suara perempuan terdengar menyapanya dari arah belakangnya.
***
Alessya duduk di kursi penumpang depan. Dengan Hana yang mengemudikan mobilnya, karena Jemy suaminya sudah pulang lebih awal. Mereka menggunakan mobil milik Alessya, hasil dari pekerjaannya menjadi seorang model iklan kosmetik kecantikan.
" Ini seperti mimpi, Hana. " Alessya merasa takjub dengan kabar kehamilannya.
" Aku tidak menyangka akan mengalaminya. " Matanya berkaca-kaca saat mengucapkannya.
" Apa kau berencana memberitahu suamimu ? " Tanya Hana pada Alessya. Walaupun ragu dia memberanikan bertanya. Bagaimanapun suami Alessya adalah ayah dari bayi yang kini tengah dikandungnya.
__ADS_1
Alessya terdiam mendengarnya. Jika kemarin dia tak ingin menghubungi Arselli karena kesalahpahamannya. Bercampur rasa minder karena kekurangannya. Kini tatkala mengetahui bahwa dirinya hamil, walaupun Arselli benar selingkuh darinya. Ingin rasanya merebut kembali miliknya dari wanita yang telah menggoda suaminya itu.
Keraguan menyelimuti kalbu. Benarkah Arselli telah berselingkuh darinya ? Alessya sepertinya menyesal karena dulu tidak mencoba meminta penjelasan terlebih dahulu dari suaminya. Sebelum dia pergi begitu saja meninggalkannya selama dua bulan ini.
Alessya memijit pelipisnya beberapa kali. Dengan raut wajah serius yang terlihat begitu jelas di sana. Dan Hana dapat dengan mudah membacanya.
" Apa yang sedang kau fikirkan, Alessya ? Kau terlihat serius sekali. Jangan lupakan kehamilanmu. Ibu hamil sangat dilarang stress. Kau harus ingat itu. " Hana bertanya sekaligus menegurnya. Mengingatkannya juga sekalian tentang kehamilannya.
" Kau bahkan tidak menjawab pertanyaanku. " Gumam Hana sembari berdecak pelan.
" Maafkan aku. " Ucapnya lirih.
" Menurutmu aku harus memberitahunya ? " Tanya Alessya untuk memastikan keputusannya.
" Tentu saja. " Jawab Hana dengan begitu pasti dan meyakinkan.
" Sekaligus kau meminta penjelasan padanya, atas kejadian di hotel itu. " Lanjutnya sembari tetap fokus mengemudikan mobilnya.
***
Alessya dan Hana menatap aneh seorang pria yang terlihat begitu lusuh, kumel dan dekil yang kini tengah berdiri di depan pagar rumah yang mereka tinggali selama ini.
" Siapa dia ? " Hana berbicara sendiri. Sementara Alessya masih memperhatikannya, sembari menerka-nerka barangkali mengenalnya, karena memang merasa begitu mengenalnya.
Hanya saja ...
Setelah melihat dan memperhatikannya begitu lama, hati kecilnya menolaknya. Jantungnya berdenyut nyeri. Ada sakit di sana yang teramat sangat dan menyiksa.
Kuharap itu bukan kau , Russel.
Mengapa kau menjadi seperti ini ?
" Tuan ! Kau mencari siapa ? " Hana menyapa pria yang dilihatnya itu. Yang kini tengah berdiri di depan pagar dan menghalangi jalannya.
__ADS_1
Pria itu berbalik badan, menghadapkan dirinya ke arah sumber suara.
" Russel ... " Alessya tidak menyangka lelaki yang sedari tadi diperhatikan olehnya sejak turun dari mobil adalah benar - benar suaminya, Arselli.
Alessya yang kini tengah berdiri di samping Hana, tidak menyangka bahwa lelaki kumel dan dekil yang tengah berdiri di depan gerbang pagar adalah kekasih hatinya.
Ternyata benar, itu kau Russel ...
" Alessya ... "
Arselli berjalan menghampiri istrinya berada. Memperhatikan dengan begitu lama, seolah memastikannya bahwa wanita yang kini ada di hadapannya itu benar-benar istrinya, Alessya.
Berjalan perlahan mendekatinya. Mengikis jarak diantara mereka. Memeluknya kemudian dengan begitu erat dan lama.
" Russel ... "
Alessya hanya terdiam setelahnya, menerima pelukan itu walaupun keraguan masih terus menggelayutinya. Tangannya terdiam kaku tak membalasnya. Walaupun setengah hatinya bahagia karena bertemu dengannya, sebagian hatinya masih bertahan untuk menolaknya.
.
.
.
π **Bersambung ... π
.
.
.
Jangan lupa like, rate , koment ya** ..
__ADS_1