
Alessya dan Meera mematut diri mereka di depan cermin besar di dalam toilet di kafe tempat mereka bekerja. Tampak menggeleng - gelengkan kepalanya tidak mengerti dengan outfit yang harus mereka gunakan malam ini.
" Apa menurutmu ini tidak berlebihan , Alessya ? Bukankah kita hanya menunggu stand coffe di acara itu. " Meera tampak bingung dengan permintaan dari pemesan yang memberi aturan khusus harus memakai pakaian yang mereka kirim dan sekarang sudah menempel di tubuh mereka .
Tidak masalah jika pakaian yang dikirim itu layak dipakai , tapi ini benar - benar di luar ekspektasi mereka selama ini , setelah beberapa hari lalu , mereka mendapat titah dari atasannya akan ada pekerjaan spesial malam ini. Awalnya Alessya bukan main senangnya dengan pesanan spesial itu , yang waktunya tepat bersamaan dengan ulang tahun Clara. Setidaknya dia mempunyai alasan kuat untuk menolak undangan itu. Ini sedikit lebih baik menurutnya daripada harus melihat Arselli dan Clara di sana .Belum lagi sikap Arselli yang akhir - akhir ini begitu menyebalkan. Sedikit mengikis rasa cinta di hatinya.
Tapi setelah melihat pakaian yang dikirim mereka seperti ni ? Baju lengan pendek ketat dengan leher yang terbuka lebar , hampir memperlihatkan belahan dada , belum lagi rok mini di atas lutut yang ketat pasti bakal mencetak bentuk bokong dan pinggulnya.
" Entahlah . " menghela nafas pelan ragu , apakah keputusannya tepat menerima pekerjaan atas pesanan spesial itu.
" Alessya....kenapa saat ini aku merasa seperti seorang hostest. " ujar Meera merasa tidak percaya diri. Sembari berlenggak - lenggok di depan cermin.
Alessya hanya terdiam.
Apa yang akan dia fikirkan , jika dia melihat penampilanku seperti ini.
Jangan - jangan aku langsung di PHK jadi pacarnya.
Tapi , ya sudahlah
Dia kan tidak akan ada di sana.
" Bukankah acara yang akan kita datangi itu acara ulang tahun anak - anak ya ? ". Meera masih merasa rancu dengan kostum yang digunakannya itu.
Lagi - lagi Alessya hanya terdiam , hanya hembusan nafasnya yang sesekali terdengar.
Ting ... Ting....
Notifikasi pesan masuk berbunyi di ponsel Alessya.
Alessya ...Kau datangkan ?Aku dan Arselli pasti akan senang dengan kehadiranmu.
___Clara
Alessya kaget bercampur kesal menerima pesan itu.
Maaf Clara aku tidak bisa datang , ada pekerjaan penting yang harus aku lakukan.
Selamat ulang tahun , Clara.___ Alessya.
Melihat nama Arselli tertulis di pesan Clara , meyakinkan dirinya untuk menerima pesanan spesial tersebut.
Kau pasti senang , Russel
Berada di samping Clara.
Belum juga Elliana,
dasar cowok sok ganteng, sok kaya !!
__ADS_1
umpat Alessya.
***
" Kenapa pesta ini tidak seperti acara ulang anak - anak , ya ? " Gumam Meera setelah tiba di lokasi pesta. Memperhatikan Alessya yang tampak lebih bingung dengan situasi yang dihadapinya.
Malam ini , mereka mendapat tugas memenuhi pesanan spesial sebuah pesta ulang tahun anak - anak , itu yang tertera pada surat order yang diberikan atasan di cafe tempat mereka bekerja.
Menjaga sebuah stand coffee di bilik minuman.Dengan lokasi pesta yang bukan main - main mewahnya , sebuah ballroom hotel bintang lima.Sedikit rancu ,kenapa stand coffee nya memesan dari luar , tidak sekaligus dari cattering hotel yang disediakan untuk pesta malam tersebut. Lagi - lagi Alessya dan Meera hanya bisa menurut aturan dari atasannya , aturan dari sang pemesan. Begitulah kalau uang yang berbicara dan bertindak , orang kecil seperti mereka hanya bisa manggut - manggut saja.
Penampilan mereka tampak lucu dan seksi. Dengan atasan lengan pendek warna putih berleher terbuka dan sedikit ketat , dipadu dengan rok mini ketat berwarna hitam.Rambut mereka dicepol rapi ke atas , dengan variasi bando Minnie Mouse di rambutnya. Bulu mata lentik , pipi merona pink dan yang terakhir bibir pink mengkilap menghiasi bibir mereka.
Tampak cantik , lucu , imut dan seksi. Memang terlihat cocok untuk acara pesta ulang tahun anak - anak.Tapi akan terlihat beda apabila terlihat oleh mata orang dewasa , terutama pria. Lebih terlihat seperti Catwoman mencari mangsa. Atau mungkin kucing - kucing liar menggemaskan.
***
Pesta sudah dimulai , Alessya dan Meera begitu sibuk melayani permintaan coffee dari gerumulan orang yang berkumpul di sekitar stand yang ditunggunya itu. Hampir semuanya laki - laki , yang sengaja ingin minum coffee, sekalian merokok sambil minum coffee , bahkan ada yang terang - terangan datang untuk menggoda mereka. Melihat penampilan mereka yang sedikit menggoda itu.
Alessya mulai curiga dengan situasi ini , bukankah ini pesta ulang tahun anak - anak , tapi kenapa tamu yang hadir dari kalangan atas itu kebanyakan orang dewasa. Tidak ada anak- anak sama sekali.
Sedikit jengah dirasakan , apalagi ketika ada tamu pria yang terang - terangan menggodanya , bersiul , mengajak berkenalan , meminta no ponsel , bahkan mengajak berkencan.Dan yang lebih parah dan membuat risih ada seorang pria yang terang - terangan mengajaknya check in ke hotel.Alessya benar - benar membenci situasi ini , begitu terhina dan dilecehkan .
Merasa keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buaya , maksud menghindari kepedihan hati di pesta ulang tahun Clara ,tapi malah lebih terpuruk
karena menerima pekerjaan ini.
" Ini sudah keterlaluan Meera , aku sudah tidak tahan lagi. " ujarnya sembari merogoh ponsel dari sakunya.
" Bos , apa kau tidak salah menerima pesanan ? Maksudku , bukankah ini pesta anak - anak , tapi samasekali tidak ada anak - anak di sini ? " tanyanya dengan sedikit emosi.
" Sudahlah Alessya , yang penting aku membayarmu. " Jawab bosnya asal.
" Jika saja kami tahu ini bukan pesta anak - anak kami akan menolaknya , kami tak segila itu berpenampilan seperti ini diantara para laki - laki dewasa. "
" Bekerjalah yang baik Alessya , bereskan tugasmu . Kalau gadis itu tidak mengancam ku , aku juga tidak akan menerima pesanan itu. "
" Mengancammu ? " Alessya begitu kaget mendengarnya.
" Ya , gadis itu mengancam akan menghancurkan Bisnisku bila menolak orderan ini. Gadis itu begitu cantik tapi berhati jahat. " jawab bosnya.
" Apapun yang terjadi , jangan tinggalkan pesta itu Alessya ,kalau tidak dia akan benar - benar menghancurkan Bisnisku ini. "
" Gadis ?? " Alessya mengernyitkan dahinya , mencoba menyatukan teka teki puzzle yang tengah di hadapinya itu.
Alessya berfikir keras maksud dari semua ini , tidak mungkin orang yang tidak ada niat tertentu melakukan semua ini.
Saat memikirkan semua itu , terbersit nama Clara di fikirannya , terlintas wajah Clara di benaknya.
Mungkinkah Clara ? Alessya tersentak.
__ADS_1
Apakah ini pesta ulang tahun Clara ?
Alessya memberanikan diri keluar dari area stand coffee , melangkah maju ke depan lebih dalam ke ruangan ballroom itu .Matanya berkeliling mencari seseorang yang dikenalnya. Lebih maju lagi , terus melangkah ke depan menahan urat malu yang terus menegang karena tatapan aneh dari para tamu, menahan degub jantung yang semakin tidak beraturan. Ingin memastikan sebuah kebenaran , dia merasa dijebak, dipermalukan , dan dia begitu bodoh mau saja diperlakukan seperti itu.
Saat kakinya terus melangkah , perlahan satu persatu wajah tampak di depan matanya . Alessya menatap nanar ke depan .
" Diana .... kak Reynald ....," kala melihat Diana dan Reynald yang sedang mengobrol berdua di tengah- tengah pesta .
" Lucas ...." Tampak pria yang tidak asing sedang mengobrol dengan seorang wanita paruh baya , mungkin ibunya. Alessya masih belum tahu Lucas dan Arselli bersaudara, jika yang berada disamping Lucas adalah ibunya , Nyonya Alice, berarti wanita itu adalah ibunya Arselli juga , calon mertuanya.
" Clara.... " Tampak berada di pusat pesta dengan tampilan cantik dan glamournya .
" Russel..." Berdiri tidak jauh dari Clara dan Lucas , tengah berbincang dengan kolega bisnisnya.
" Dan aku...Malah merendahkan diriku sendiri , diantara mereka. "Gumamnya pelan.
Alessya menangis di sudut ruangan , bersembunyi dibalik bunga yang menyembul tinggi. Dia sangat ingin pergi dari pesta itu ,meninggalkan stand coffee yang ditunggunya.Tapi ucapan bosnya terngiang jelas di telinganya , bahwa si pemesan akan menghancurkan bisnisnya apabila pekerjaannya tidak diselesaikan.
" Apapun yang terjadi , jangan tinggalkan pesta itu Alessya ,kalau tidak dia akan benar - benar menghancurkan Bisnisku ini. "
" Kau menjebakku , Clara. Aku tidak menyangka kau melakukan semua ini. " gumamnya pelan walaupun masih ragu dengan fikirannya. Tapi mau itu Clara atau bukan , apalah daya Alessya , dia bukanlah apa - apa , dia hanya seorang gadis biasa.
Alessya tampak limbung , kepalanya berputar - putar apalagi saat MC mengumumkan sesuatu yang mengejutkan , sebuah kejutan besar.
" Malam ini adalah malam yang begitu spesial , selain peresmian produk terbaru dari AR Corp sekaligus pesta perayaan ulang tahun dari Nona Clara. " ujar MC membuka acara pesta tersebut .
" Dan ada lagi yang lebih seru dan menghebohkan , ini adalah kado terbaik yang diberikan oleh Nyonya Alice untuk putra kesayangannya Tuan Muda Arselli Russel dan hadiah ulang tahun terbaik untuk Nona Clara. Berikan selamat dan tepukan yang meriah , karena hari ini tanggal ini adalah peresmian hubungan relation mereka . "
Sorak Sorai mulai terdengar riuh diantara pengunjung pesta.
" Hari ini adalah peresmian pertunangan Tuan Arselli Russel dan Nona Clara . "
Praakkk !!!!
Ponsel Alessya jatuh ke lantai hancur berkeping - keping seperti hatinya yang juga remuk redam. Alessya begitu kaget dia hanya bisa diam terpaku di tempat itu. Kakinya begitu lemas untuk melangkah , bahkan untuk berdiri saja , dia harus bersandar agar tidak terjatuh.
Prok !! prok !!suara tepukan tangan begitu riuh terdengar. Menenggelamkan Alessya dalam genangan air mata. Menyamarkan suara ponsel Alessya yang jatuh ke lantai , bak bulu yang terbang di udara. Alessya menjerit di dalam hati , berusaha menahan diri untuk tidak menampakan kesedihan yang terlalu mendalam. Walaupun sebenarnya saat itu, air mata tidak berhenti mengalir di pipinya.
Russel ... kau mengkhianatiku ? Aku membencimu , Russel...
Beringsut pergi meninggalkan keriuhan itu ,berlari dari tempat itu secepatnya kembali menuju stand coffee yang berada jauh di depan .
*
*
*
jangan lupa like , rate dan vote.
__ADS_1
Kritik dan saran ditunggu.