
" Kau akan pergi ? "
Mencecar suaminya yang kala itu baru saja pulang dari kantornya, baru saja tiba di apartemennya , namun mendadak akan pergi lagi karena ada sebuah panggilan telfon masuk ke ponselnya.
Setelah sekian lama, nama Elliana terdengar lagi terucap dari mulutnya. Untuk apa dia menelfon suamiku ? Apakah Russel akan menemuinya ?
" Maafkan aku , Aku harus pergi. Ada hal penting yang harus ku selesaikan ."
Jawabnya singkat , masih dengan aura dingin di wajahnya. Berjalan perlahan meninggalkan kamar menuju pintu keluar.
" Hal apa itu ? "
Tanyanya dengan begitu penasaran. Tidak rela mengetahui suaminya akan pergi menemui mantan kekasih terindahnya. Cukup untuk sementara menghentikan langkah Arselli .
" Hanya,sebuah masalah pekerjaan. "
Jawab Arselli berbohong dalam kebohongannya menoleh sekilas pada istrinya. Dia serius sekali aktingnya, seharusnya jika misi ini berhasil dia menjadi aktor film saja. Kecupan kening yang selalu disematkan setiap akan pergipun dilewatkan begitu saja , tak apalah mengorbankan ikan kecil demi mendapat ikan besar dalam misinya kali ini.
Melanjutkan langkahnya dengan pasti , setelah terlebih dahulu menyambar jas yang tadi dia simpan di pinggiran sofa untuk dia gunakan kembali sore ini.
" Russel ... "
Alessya memanggil suaminya dengan begitu lirih , seolah tenaganya hilang terkuras semenjak mendengar nama Elliana tadi. Membayangkan lebih jauh apa yang akan dilakukan suaminya dengan mantannya nanti, itu benar-benar akan membuatnya gila. Namun , dia paksa tahan dan mengendalikan dirinya demi mencegah suaminya pergi meninggalkannya.
" Ada apa , Hmm ? "
Mode garang keluar dari wajahnya. Membuat Alessya semakin takut saja, tapi dia lebih takut kehilangannya. Tak apalah garang yang pentingkan cinta , betul begitu bukan ?
" Aku sudah masak untuk makan malam , kau tidak akan mencobanya ? "
Kali ini dia melangkah menghampiri suaminya , merajuk manja dalam kesedihan yang menerpa hatinya.
Hanya itu yang kau tawarkan untuk mencegahku , Alessya
" Aku tidak lapar Alessya , sebelum pulang tadi aku mendapat jamuan dari salah satu klienku. "
Demi apapun di dunia novel ini , Arselli pandai berbohong kali ini, dia lupa makan siang tadi, karena terlalu fokus dengan rencana sandiwaranya kali ini.
" Bagaimana kalau kita menonton. Bukankah sudah lama sekali kita tidak berkencan ke luar ? "
Merajuk lagi memegang lengan suaminya yang telah perlahan maju beberapa langkah menuju pintu.
Bahkan saat ini kau lupa kalau kau sedang amnesia ..kau bahkan ingat kita sudah lama tidak berkencan , keterlaluan sekali masih bersikap seolah tidak mengingatku .
" Mungkin kita bisa melakukannya akhir pekan nanti. "
Menatap istrinya sembari melepas lengannya dari genggaman istrinya.
" Ta-tapi... "
Arselli sudah semakin dekat saja dengan pintu menjauh darinya yang berdiri terpaku di tempatnya tadi. Dia terkesima kala suaminya melepas begitu saja genggaman tangannya .
" Oh iya, kau ingin aku memijatmu, bukan ?." Mengejar suaminya beberapa langkah lagi.
__ADS_1
Boleh juga , tapi berusahalah lagi sayang ..
" Mungkin .. saat ini waktunya tidak tepat , Alessya. "
Akh dia akan menyesal seumur hidupnya , karena melewatkan tawaran ini . Melanjutkan langkahnya lagi.
" Kau bebas memilih dimana tempatnya ... di atas ranjang atau di ..."
Alessya menelan ludahnya beberapa kali , urat malunya sepertinya sudah putus beberapa saat lalu.
Atau apa ? Berikan tawaran terbaikmu Alessya ..
" Sungguh .. aku menginginkannya tapi ini benar - benar hal penting . Aku tidak bisa mengabaikannya . "
Arselli limbung saat menjawabnya . Bisa - bisanya menolak tawaran menggiurkan seperti itu . Tapi lagi - lagi ini sebuah pengorbanan. Berpura-pura demi terciptanya hubungan pernikahan yang sebenar-benarnya.
" Russel .. "
Panggilnya lagi , terdengar lebih putus asa kali ini . Sepertinya , jika kali ini gagal dia akan menyerah saja.
" Ada apa , sayangku ? "
Membalikkan badannya pada istrinya. Sedikit terenyuh kala suara serak berdengung di telinganya.
Ayolah ... ini langkah terakhirku menuju pintu keluar ...
" Ba-bagaimana kalau kita mandi bersama ? "
Mandi ? Mandi bersama ? Kau serius menawarkannya ?
Sedikit tidak menyangka Alessya bisa senekad itu. Tapi .. ini menarik bukan , sesuatu yang luar biasa dan perlu dirayakan nanti malam ...
" Diana .. Dia memberikanku sebuah lingerie , kau tidak ingin melihatku menggunakannya ?"
Menelan ludahnya beberapa kali , pipinya bahkan sudah memerah kala itu. Sepertinya belum waktunya untuk menyerah kala suaminya sudah mulai tertegun dengan tawarannya tadi.
Arselli lagi - lagi tertegun mendengarnya.
Ayolah Alessya aku lebih suka kau tidak menggunakannya ... tidak menggunakan apapun ..
" Ka-kau bisa membukanya jika kau tidak suka aku me-makainya ! "
Teriaknya terbata namun cukup lantang berusaha meyakinkan , setelah beberapa lama terdiam dalam keraguan.
Ayolah suamiku.. aku bahkan menurunkan harga diriku untuk ini .. Lupakanlah Elliana ..
Kau masih diam saja ?
Alessya memutar otaknya untuk berfikir lebih keras lagi . Memikirkan hal yang mungkin diinginkan suaminya ..
" Baiklah .. ini yang terakhir . Tetaplah disini , aku .. akan melakukan apapun yang kau inginkan . "
Alessya menundukkan kepalanya menatap kedua tangannya yang jemarinya saling bertautan , seolah mendapat kekuatan dari sana. Memberikan tawaran terakhirnya , jika ini gagal , menyerahlah dia dengan kekecewaan yang akan terkenang di seumur hidupnya.
__ADS_1
Arselli mengangkat kedua alis matanya . Bibirnya tersenyum , tangan yang sudah berada di gagang pintu terangkat seketika , membuat Alessya mengangkat kedua alisnya kali ini. Arselli maju beberapa langkah meninggalkan daun pintu yang kini sudah berada di belakang tubuhnya, menghampiri Alessya yang tengah mengatur degub jantungnya yang mendadak kacau balau tidak karuan.
" Baiklah , kita mandi bersama sekarang ... " Sembari mengulum senyum penuh dengan kemenangan. Misinya membuahkan hasil, perjalanan cintanya yang sebenarnya baru saja dimulai hari ini.
Sembari tangannya terulur meraih belakang lutut kaki dan punggung istrinya dengan kedua tangannya membawa dalam pelukan dan gendongannya .
" Aww ! "
Pekiknya dengan begitu keras sembari tersenyum bahagia. Alessya merasa kaget mendapat perlakuan mendadak dari suaminya itu. Namun yang pasti hatinya berbunga - bunga kala itu . Melingkarkan kedua tangannya pada leher suaminya , dan memagut mesra bibir suaminya tanpa segan dan malu .
***
Di bawah guyuran air yang memabukkan,
kami bercinta begitu hebat kala itu. Dengan menggila dia mencumbuiku, dikala tangannya dengan begitu lihai melucuti satu persatu pakaian yang menempel di tubuhku.
*
Menikmati setiap sentuhan di setiap jengkal tubuhku, tidak berdosa bukan ? Sudah halal saat itu. Kenikmatan tiada tara yang membuat diri ini terlena dan membumbung tinggi ke nirwana.
*
Desahan demi desahan terdengar bersahutan , seolah berkejaran , melampiaskan hasrat yang selama ini terpendam . Demi mencapai sebuah kenikmatan surgawi yang hakiki .
Dan demi melepas segala kerinduan yang terpendam di dalam hati .
Menyalurkan hasrat dalam jiwa raga kami untuk meraih kenikmatan bersama dalam cinta yang suci ini.
" Russel .. Aku mencintaimu ... "
Dalam sela percintaan mereka, Alessya mendesah lembut dengan bisikan mesra .
" Percayalah ... Aku lebih mencintaimu ..." Bisiknya lembut di telinga istrinya .
Arselli merebahkan tubuh polos istrinya yang basah kuyup di atas ranjang , menuntaskan gelora indah yang sudah terlanjur dimulai tadi.
Jeritan kecil keluar dari bibir mungilnya , bersamaan dengan air mata yang menetes di ujung matanya. Pengalaman pertama ini, walaupun begitu menyakitkan, namun itu begitu mengharukan , indah dan menyenangkan . Tatkala menyerahkan mahkota yang dia miliki pada lelaki yang sangat dia cintai dan resmi menjadi suaminya kini.
Kenikmatan yang tiada tara diraih setelah beberapa lama. Arselli mengeksplore dengan begitu bebas dan liar seluruh permukaan kulit di tubuhnya, tanpa terkecuali, tanpa terlewatkan barang seinchi pun yang indah yang ada di sana. Mengabaikan rasa sakit akibat cakaran di punggung dan gigitan di bahunya.
Begitulah kalau bercinta dengan singa betina.
ππ
π
π
π
Jangan lupa like , rate dan vote ya...
Tinggalkan jejak , koment , kritik dan sarannya ..
__ADS_1