Lola And Loly

Lola And Loly
Sedih dan Bahagia (2)


__ADS_3

Pagi itu ...


Alessya mengalami pecah ketuban secara tiba-tiba. Sesaat setelah dia baru saja menghabiskan sarapannya. Sempat bermesraan sekejap dengan suaminya, walaupun hanya sekedar ciuman dan pelukan semata. Sarapan pagi modusnya ...


Gejala yang tiba-tiba datang begitu saja, terasa begitu mendadak mengagetkan semua orang pagi itu. Padahal, saat itu masih kurang satu minggu dari jadwal melahirkan yang sudah ditentukan oleh dokter kandungan dan dr. Edward yang sudah biasa menangani Alessya.


Jadwal operasi bahkan sudah ditentukan, tanpa harus menunggu gejalanya muncul terlebih dahulu. Namun, apa daya gejala terlanjur muncul secara tiba-tiba.


Hingga Alessya tetap harus merasakan gejala melahirkan layaknya ibu hamil yang lainnya, walaupun sudah pasti tindakan operasi yang akan dia jalani nantinya.


Bergegas membawa Alessya ke rumah sakit, asisten Henry mengambil alih kemudi menggantikan Arselli yang terlihat begitu panik.


Untunglah, saat itu Arselli masih berada di rumahnya. Padahal dia baru saja berencana pergi untuk menghadiri meeting penting dengan kliennya.


" Henry ... siapkan mobil !! " Dengan begitu panik Arselli menggendong istrinya. Membawanya keluar dari kamar dengan begitu tergesa, ke arah mobil bersiap menuju rumah sakit.


" Apa yang terjadi ? " Pekik Ny. Alice terdengar begitu panik saat itu.


Dia segera keluar dari kamarnya, setelah mendengar kegaduhan di dalam villa putranya.


Tidak menyangka gejala melahirkan menantunya itu akan secepat ini dari perkiraan awal. Karena Ny. Alice paling tahu jadwalnya setelah sempat berkonsultasi dengan dr. Edward sebelumnya. Berusaha mengantisipasi demi keselamatan cucu dan menantunya.


" Ibu, siapkan barang-barang Alessya dan bayiku. Menyusullah bersama Patrick dengan segera ! " Teriak Arselli saat itu.


Sembari terus berjalan menuju mobil dengan Alessya yang berada di dalam pangkuannya. Walaupun terasa begitu berat, dia tahan sekuat tenaga dengan segenap hati dan jiwanya.


Setidaknya, ia masih ingat betul, saat Alessya mengingatkannya beberapa waktu lalu. Bahwa beberapa perlengkapan yang harus dibawa ke rumah sakit nanti, sudah disiapkan sedari awal dan telah disimpan di kamar Ny. Alice bila dia mendadak melahirkan nanti.


" Huh ... huh ... " Terbawa rasa mulas yang muncul di perutnya, tanpa sadar Alessya mengejan demi memuaskan rasa mulas yang seakan menuntutnya itu.


" Apakah sakit ? " Tanya Arselli untuk ke sekian kalinya.


Mereka telah duduk di dalam mobil sekarang. Di kursi belakang penumpang. Asisten Henry melajukan mobil dengan cukup kencang. untunglah jalanan sudah cukup lengang, mengingat jam pagi biasanya jalanan padat dan merayap.


Melihat wajah istrinya yang begitu pucat, belum lagi bulir-bulir keringat dingin yang terus mengalir di pelipisnya membuat Arselli semakin cemas tak terkira.


Dan mendengar pertanyaan itu, Alessya hanya mengangguk lemah. Sembari menahan mulas dari dalam perutnya. Memeluk tubuh suaminya dengan begitu erat, berharap mendapat dorongan dan semangat hidup dari kehangatan yang slalu dia dapatkan dari lelakinya itu.


" Aku takut, Russel !! " Ucap Alessya saat itu. Bibirnya bergetar saat mengucapkannya.


Sembari menangis dia meremas kemeja suaminya, seolah dengan melakukannya dia mendapatkan suply tenaga ekstra.


" Cepatlah Henry !! " Teriak Arselli semakin panik.


Apalagi setelah melihat air ketuban terus mengalir di kaki istrinya.

__ADS_1


***


Oaa ... Oaa ... Oaa ...


Oaa ... Oaa ... Oaa ...


Oaa ... Oaa ... Oaa ...


Suara tangisan bayi menggema dari dalam ruangan tindakan operasi. Waktu yang sangat ditunggu-tunggu telah tiba.


dr. Mark keluar dari ruang operasi, dengan wajah yang begitu pucat dan keringat yang mengucur di pelipisnya.


Arselli dan Ny. Alice langsung menyambut kedatangan dokter itu. Setelah beberapa saat lalu mereka terlihat begitu resah gelisah tak menentu.


Terutama Arselli, ekspressinya sungguh tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sepertinya, dia adalah pria yang saat itu paling panik dan ketakutan dari pria lain yang istrinya sama-sama tengah melahirkan di seluruh penjuru dunia.


Syukurlah, setidaknya dokter itu membawa kabar bahagia mengenai ketiga bayi itu.


" Ketiga bayinya lahir dengan kondisi sehat dan selamat. Mereka laki-laki semuanya, sesuai dengan hasil USG beberapa waktu lalu. "


Ny. Alice menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Matanya mengerjap tak percaya saat mendengarnya. Dia memang tidak mengetahui hasil USG itu, karena Arselli dan Alessya sengaja tidak memberitahunya karena ingin memberikan kejutan padanya.


" Lalu ... bagaimana dengan kondisi ibunya ? " Ny. Alice bertanya. Disambut antusias oleh Arselli yang begitu penasaran sedari tadi.


Dengan rasa takut dan keraguan yang mendominasi hati dan jiwanya. Arselli yang jelas menunggu informasi itu sejak pagi lalu, berdebar-debar jantungnya. Berharap kabar baik yang akan didengarnya.


Tanpa menunggu jawaban dari dokter, Arselli langsung berlari masuk ke ruangan dimana Alessya berada. Dia begitu tidak sabar mengetahui kabar istrinya.


" Tuan ... " dr. Mark sempat memanggil Arselli. Namun terlambat, Arselli sudah terlanjur masuk ke dalam ruangan.


Tanpa menghiraukan ketiga bayinya yang ada di sana, yang tengah menangis berharap sambutan dari orang tuanya. Arselli sungguh mengabaikan mereka bertiga, berjalan perlahan menatap Alessya, mendekati istrinya tercinta, yang kini tengah terbaring kaku di atas ranjang yang ada di sana.


Alessya terkulai lemas, pucat dan matanya terpejam rapat. Entah apa yang terjadi padanya. Kematian kah ?


Arselli duduk bersimpuh di hadapannya. Menangis dan meraung, menghadapi kenyataan yang terasa begitu pahit di hadapannya ini.


Hari ini menjadi saksi bukti, bahwa tidak ada kebahagiaan yang sempurna. Segala sesuatu sudah diciptakan dengan pasangannya.


Ada Arselli, ada Alessya


Ada sedih, ada bahagia


Ada kelahiran, ada kematian


Dan Arselli tidak menyangka ... hal ini terjadi dalam hidupnya.

__ADS_1


***


Lima Tahun Kemudian ...


Arselli dan ketiga jagoannya berdiri di depan sebuah batu nisan dengan masing-masing tangan menggengam satu ikat bunga mawar putih yang merupakan bunga favorit dari seseorang yang terbaring di dalam tanah di depan mereka berada, semasa hidupnya.


Seorang wanita yang telah begitu berjasa dalam hidup mereka. Tanpa adanya wanita itu, ketiga lelaki cilik itu tidak akan ada di dunia ini. Tanpa wanita itu, Arselli tidak akan pernah merasakan bahagianya mencintai dan dicintai. Tanpa wanita itu, Arselli tidak akan memiliki tiga jagoan itu.


Karena, wanita itu adalah sumber kebahagiaan mereka selama ini.


" Ibu .. Aku datang. " Ucap salah satu dari mereka. Dengan logat lucu meluncur dari mulutnya.


" Maafkan aku ibu, aku baru datang setelah sekian lama. " Ucap salah satu lagi dari mereka. Lagi lagi dengan logat lucunya.


" Terimalah bunga ini, Ibu. Sebagai tanda cinta kasihku. " Ucap dari sisa dua anak tadi. Terdengar lebih serius. Sepertinya gen angkuh dan sombong dari ayahnya menurun pada anak ini.


Arselli menepuk punggung dan mengelus rambut ketiga jagoannya itu. Memberinya semangat dan kasih sayang yang tiada terkira. Sebagaimana mestinya seorang ayah kepada putra-putranya.


Alessya telah memberinya tiga anak yang begitu tampan, pintar , lucu , aktif dan menggemaskna. Melengkapi hidupnya menjadi lebih sempurna. Dan lebih menakjubkannya lagi semuanya sangat mirip dengan Arselli tak adapun Alessya ada di sana. Sehingga membuat Arselli terkadang sedih melihatnya. Karena, tidak ada pengganti dari istrinya yang tercinta.


Sesekali Arselli tersenyum mendengar celotehan ketiga anaknya itu. Menatap batu nisan yang ada di hadapannya, Arselli benar-benar berterimakasih pada wanita spesial yang ada di sana.


Menyimpan empat ikat bunga mawar putih itu di sana, mereka berharap wanita yang ada di sana berbahagia menerimanya. Doa yang baik dan indah tercurah untuknya, sebagai tanda cinta kasih mereka.


" Baik-baiklah kau di sana, Ibu. " Celoteh salah satu dari tiga anak itu. Terdengar begitu lucu dan menggemaskan.


.


.


.


πŸ’ž Bersambung ... πŸ’ž


.


.


Apakah Alessya meninggal ? Tunggu episode selanjutnya ya ...


Episode terakhir nanti siang atau sore ya... masih belum selesai diketik soalnya.


Kalau telat berarti malam atau besok.


Ditunggu aza ya ...

__ADS_1


Jangan lupa like, koment untuk terakhir kali. Ok ??


__ADS_2