
Diana tengah merangkai bunga untuk acara ulang tahun Clara. Clara benar-benar mempersiapkan acara dengan sempurna sehingga terlihat mewah dan berkelas. Sudah ada party organizer disana yang mengurusi semuanya.Diana hanya membantu hal kecil atau bahkan hanya sebuah ide semata.Ditengah kegiatan mereka , Clara mengingat seseorang.
" Menurutmu Alessya akan hadir ? " tanya Clara.
" Entahlah Clara, aku belum sempat bicara dengannya. Sepertinya ponselnya mati tidak bisa dihubungi. " Jawab Diana sembari memegang setangkai bunga mawar putih di tangannya .Sesekali fikirannya menerawang mengingat sahabatnya yang sudah empat hari ini, tidak bisa dia hubungi. Dia ingat betul betapa Alessya sangat menyukai bunga mawar putih.
" Coba hubungi dia lagi nanti ,Ok. " Clara ingin memastikan Alessya hadir di acara ulang tahunnya , karena ingin menunjukkan sesuatu padanya , menunjukkan bahwa Alessya samasekali tidak pantas untuk bersaing dengannya mendapatkan hati Arselli.
Kau harus sadar Alessya , kau tidak pantas untuk Arselli. Kau harus sadar tempatmu dimana.
" Entahlah Clara, dia selalu sibuk. Setelah kuliah dia bekerja part time , aku ragu tepat acara ulang tahunmu dia bisa cuti. " Sanggah Diana masih sibuk dengan rangkaian bunganya.
" Dia bekerja part time ? Dimana? "
" Di sebuah coffe shop. "Kali ini mengalihkan pandangannya pada Clara ,menyadari bahwa gadis itu sungguh-sungguh menanyakan keberadaan Alessya.
" Oh...Benarkah " Kaget sekaligus senang memikirkan sesuatu.
" Boleh aku tahu tempatnya ? " Seperti mendapat ide segar di benaknya.Bibirnya tersenyum .
" Oh iya, aku punya brosurnya. Kau akan menemuinya ? " Diana mengambil sebuah kertas dari dalam tasnya yang terletak tidak jauh darinya berada saat itu. Langsung dia berikan kertas itu kepada Clara.
" Ya, aku harus menemuinya.Mungkin hatinya akan terketuk nanti ." Jawab Clara sarkas, menerima brosur coffee shop tempat Alessya bekerja , menyimpan brosur itu ke dalam tas branded limited edition miliknya .
Diana hanya tertawa mendengar ucapan Clara. Dia beringsut mengambil ponsel dari dalam tasnya mencoba menghubungi sahabat tercintanya ,Alessya. Dan anehnya masih saja mesin penjawab yang menerima panggilannya.
Alessya kau kenapa.Kenapa kau seperti menghindariku. Apa kau sakit ?
Ah..kau pasti marah padaku. Seharusnya aku datang ke kontrakanmu menjengukmu, bukan malah menyibukkan diriku mengurusi pesta mewah ini yang sudah pasti akan ada yang mengurusnya walaupun tanpa bantuan
ku. Sedangkan kau seorang diri di sana.
Aku merindukanmu Alessya sahabatku.
Diana menundukan kepalanya. Dia merasa bersalah pada sahabatnya itu ,terakhir mereka bertemu dia ingat Alessya seperti sedikit tidak sehat. Dia benar - benar ingin pergi dari tempat itu ,tapi merasa tidak enak dengan Clara yang memohon padanya untuk membantu semua ini.
Entah apa tujuan Clara sebenarnya tidak tahu. Diana hanya berusha positive thinking pada semua orang ,selama dia bersikap baik.
***
Arselli duduk tenang di kursi penumpang di dalam mobil mewahnya, sesekali bibirnya mengurai senyuman hangat ,mengingat pertemuannya dengan Alessya tadi.Betapa saat itu dia tengah merindukannya, dan secara tidak sengaja takdir mempertemukan mereka kala itu.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, asisten Henry yang memegang kendali setir perjalanan pulang dari pameran menuju apartemen yang menjadi tempat tinggal atasannya beberapa minggu ini .
Di tengah perjalanan , yang terasa tenang dan syahdu karena Arselli tidak seperti biasanya meminta Henry menyetel sebuah lagu di mobilnya itu.Sebuah lagu romantis nan lembut terdengar kala itu.Beberapa lagu terdengar begitu cocok di telinga Arselli ,menggambarkan suasana hatinya yang sedang jatuh cinta.Tapi entah kenapa, setelah beberapa lagu berputar , " Salah Apa Aku " lagu populer milik group band " Ilir 7" masuk dalam daftar list yang terset oleh asisten Henry. Entah disengaja atau tidak sengaja. Lagu itu mengalun dengan sangat indah. Dengan syair yang menusuk hati Arselli karena merasa menjadi pengkhianat cinta yang tega mengkhianati cinta Alessya.
*Aku percaya kamu
Tapi lagi-lagi kau bohongi ku
Kau telah tipu aku
__ADS_1
Aku menyayangimu
Tapi lagi lagi kau sakiti ku
Kau tlah khianatiku
Tak pernah kusangka
Kau telah berubah
Kau membagi cinta dengan dirinya
Aku yang terluka
Sungguh aku kecewa
Entah apa yang Merasukimu
Hingga kau tega mengkhianatiku
Yang tulus mencintaimu
Salah apa diriku padamu
Hingga kau tega menyakiti aku
Kau sia siakan cintaku*
Inikah yang akan dirasakan Alessya nanti ?
Arselli terdiam merenung.Memikirkan acara pertunangan yang tidak bisa dia tolak mengingat ancaman dari ibunya yang akan menghancurkan Alessya. Ibunya memang tidak melarang nya berhubungan dengan Alessya, asalkan dia bersedia bertunangan dengan Clara. Tapi , apakah Alessya akan tetap mencintainya dan menjalin hubungan dengannya jika mengetahui bahwa Arselli sudah bertunangan dengan wanita lain.
Arselli mulai terlihat gelisah.Dahinya mengkerut.Jarinya tidak diam mengetuk-ngetuk di atas pahanya.Sebelah tangannya tanpak menopang dagunya. Dia terlihat benar-benar berfikiran keras saat itu.
" Henry , mengenai acara pertunangan itu , apakah sudah ada kabar ? " tanya Arselli pada asistennya. Mengingat ibunya samasekali tidak membahas hal itu lagi setelah pembicaraan mereka beberapa Minggu lalu.
" Nyonya sedang fokus mempersiapkan acara ulang tahun nona Clara , Tuan. "
Arselli mengernyitkan dahinya.
" Menurutmu, acaranya ditunda ?"
" Entahlah Tuan , tapi sepertinya seperti itu, mengingat acara ulang tahun tersebut bersamaan dengan launching produk terbaru perusahaan kita, Tuan."
" Hmm... baiklah " sedikit lega mendapat kabar itu ,seperti angin segar yang bertiup kencang menghempaskan masalah yang bergumul di benaknya.
" Henry , Cari tahulah , apakah Clara mengundang Alessya ! " Mengingat Clara sering berada di sekitaran Alessya.Bahkan dia ingat kejadian beberapa Minggu lalu ,dimana Clara meng-upload fotho Alessya dan Lucas pada media sosial pribadinya ,seperti sengaja ingin memprovokasi hubungan Arselli dan Alessya .
" Sepertinya , nona Clara mengundangnya.Apalagi sekarang nona Clara terlihat begitu akrab dengan sahabat nona Alessya. "
" Sahabat Alessya , siapa ? "
__ADS_1
" Namanya Diana . Dia adalah kekasih dari pria yang beberapa waktu lalu berpelukan dengan nona Alessya di bandara Tuan."
Saat itu ,anda benar-benar terlihat cemburu buta. Anda terlihat berbeda dari biasanya.
" Oh iya, apa hubungan pria itu dengan Alessya ? "
" Namanya Reynald, dia adalah sahabat Nona Alessya dari saat SMA ,Tuan."
Dia adalah salah satu saingan berat Anda tuan, selain tuan Lucas.
" Apakah mereka sering bertemu ? "
" Terakhir kali mereka bertemu , tempo hari sepulang nona Alessya dari perusahaan Tuan. Saat itu juga , Nona Alessya diantar oleh tuan Lucas."
hmmm...Arselli menarik nafas panjang.
Alessya kau sedikit nakal rupanya. Bermain - main di belakangku.
" Kau tahu banyak ?!!! "
" Sebenarnya...saya slalu mengawasi Nona Alessya dan Clara ,Tuan."
" Tapi..hanya satu pesan saya , Tuan.Percayalah dia sangat mencintai Anda ."
Arselli bernafas lega mendengarnya. Dia sangat mempercayai asistennya tersebut .
" Baiklah ,laporkan semuanya secara tertulis agar aku bisa membacanya.Kalau bisa selidiki semuanya tentang keluarga Alessya, Diana dan pria itu juga. "
" Baik, Tuan."
" Apakah menurutmu Clara tahu hubunganku dengan Alessya ? "
" Hubungan apa Tuan ? " Henry polos menggoda atasannya ,seolah tidak mengerti.Dia memang tahu bosnya itu sedang jatuh cinta ,tapi kan dia tidak tahu sejauh mana hubungan mereka.
Bodoh !!! umpat Arselli .
Yang saya tahu , Anda hanya sudah naik ke ranjang gadis itu, Tuan.
Arselli berdehem keras , memberi tanda bahwa dia serius dengan pertanyaannya.
" Anda harus berhati-hati dengan Nona Clara , dia terlihat baik , tapi dia bisa melakukan apa saja demi mencapai keinginannya ."
Arselli terdiam menelaah ucapan asistennya.Yang dia cemaskan adalah Alessya saat ini .
Aku harap kau akan baik-baik saja Alessya , kuatlah , bertahanlah , demi diriku , demi cinta kita.
Untuk beberapa lama keheningan terasa dalam perjalanan itu , Arselli ingat kencan nya nanti malam.Tampak semburat senyum lahir di wajah pria itu , tertangkap jelas oleh Asistennya melalui kaca kecil di dalam mobil mewah itu.
" Ada yang Anda fikirkan , Tuan ." memberanikan diri bertanya .
" Nanti malam , jemputlah Alessya. Kami berencana kencan semalaman nanti malam. " memberi perintah dengan senyum terkulum di bibirnya. Dia benar - benar merasa bahagia saat itu.
__ADS_1
Asistennya masih menatapnya dari balik kaca kecil itu, " Baiklah.." ikut merasa berbahagia.