Manisnya Madu

Manisnya Madu
106


__ADS_3

Karunia terbangun terlihat di dinding ada jam, waktu menunjukkan angka 07.30 waktu Amrik.


"Houuaam,"


Niah nguap sambil menggeliat, teringat semalam saat Zan mabuk harus masuk rumah sakit.


Cis, "Mabuk doang harus masuk hospital, frustasi lah konon," gerutu Niah.


Ternyata Zan baru satu kali ini minum alkohol dan badannya gak kuat, jadilah ia muntah muntah gak sadarkan diri.


Padahal Zan minum satu gelas saja sudah pusing tapi maksa minum lagi, mau gak mau kedua asisten yang ngabisin semua sisa gelas yang lain agar Zan berhenti minum.


Sementara asisten sudah sadar setelah diberi obat pengar. Lah, si Zan pingsan gak bangun bangun. Asisten yang ketakutan segera membawa Zan ke rumah sakit.


"Baik banget sih pemilik hotel," gumam Niah melihat ruangan bukan seperti ruangan hotelnya bersama Zan.


Niah teringat semalam satu mobil dengan pemilik hotel, Ludwig si bule tampan yang fasih bahasa indonesia.


Katanya dia memberikan kamarnya karena kamarku gak aman, hm. Dasar si Johan ngirim orang sampai ke Amrik mengikuti ku, apa dia kelebihan uang bayar orang.


Dalam hati Niah menggerutu mengetahui kenyataan ada mata mata Johan kesempatan mengambil photo mereka bahkan video, terpaksa Niah mengaku ke Ludwig mengenal Johan sebagai teman yang terobsesi dengan nya.


Hihi, gak mungkin juga kan dia mengenal Johan.


Niah masih malas bangun membuang tubuhnya baring ke belakang tapi segera duduk lagi mendengar suara langkah kaki.


Cekklekk.


Pintu dibuka. "Pagi Nona," sapa seorang wanita anggun.


"Pagi, anda siapa?" tanya Niah.


"Saya asisten Tuan Beno, panggil saya Lucita." jawab si asisten.


Jadi panggilan si Tuan Ludwig itu Beno, Semalam dia ini sepertinya lelaki, sekarang kenapa jadi wanita.


"Bukankah kamu semalam yang jadi supir?" tanya Niah, mengingat ingat wajahnya.


"Benar Nona, silahkan bersiap lalu sarapan. Saya akan mengantar anda ke rumah sakit,"


Hm, "Baiklah, terima kasih Lucita." ucap Niah bergegas ke kamar mandi.


Hm, apa ini untukku? Pastilah siapa lagi, nasibku beruntung sekali.


Batin Niah selesai mandi ia melihat ada pakaian di kasur, Niah melihat tubuhnya yang masih memakai baju kemarin.


Segera Niah membuka plastik pembungkus gaun, memandangi nya.


Pastilah ini gaun mahal, lengkap dengan pakaian dalam lagi. Bagaimana dia tau ukuran ku....


Dalam hati Niah membuka pakaian bekasnya, lalu mengenakan pakaian barunya.


Kenapa dia baik padaku, apa dia menginginkan aku juga seperti si Johan. Ah, lepas dari mulut buaya masuk perangkap harimau, Niah...Niah! Drama banget hidup Lu.


Selesai berpakaian Niah melihat tas kecilnya ada di meja.


Hm, beruntung aku bawa travel make up. Aih dasar si Zan, gak pernah teler sok mau minum alkohol...


Dalam hati Niah polas poles sedikit touch up, merasa sudah rapi ia keluar dari kamar melongo, melihat di ruangan luar si Ludwig pemilik hotel ada di sofa duduk dengan tampan memandangi ponselnya.


"Tuan," sapa Niah.


"Hm," angguk Beno menarik ujung bibirnya, berdiri dari sofa berjalan ke arah Niah.

__ADS_1


"Ayo kita sarapan, setelah itu ke rumah sakit," ujar Beno mengajak Niah ke meja makan.


Niah mengikuti Beno, duduk di bangku yang ditarik Beno untuk nya.


Kenapa si Tuan Ludwig menghormati ku, bukankah ini kelewatan memandang aku bukan siapa siapa. Jangan jangan dia memang benar menyukai ku...oh tidak


Jerit hati Niah, ketakutan. Secara dia masih istri Johan.


"Apa Zan belum sehat?" tanya Niah pada Beno, basa basi. Kan memang semalam sudah sadar itu anak, bahkan sudah bisa ngomel saat Beno membawa nya pergi.


"Sudah, dia juga mencari kamu." jawab Beno kalem menyendok nasi lembek.


Bule makan nasi, jangan bilang dia juga makan jengkol yang dijual di restorannya.


"Oh, syukurlah." ucap Niah, tersenyum kaku mengangkat piringnya saat Beno ingin memberi nya nasi lembek.


"Aku suka sarapan bubur setiap selasa pagi, jadi kamu terpaksa ikut aku makan bubur," ujar Beno mengerti keheranan Niah.


He, "Saya juga suka makan bubur pagi pagi, Tuan. Ini kayaknya enak komplit ada ayamnya." jawab Niah.


"Dato' Khalid (maksudnya abah Zan mantan suami Niah) adalah teman bisnis saya, bukan kah kamu pernah jadi istrinya?" tanya Beno.


Oh, Niah terperangah. "Hm, hanya pura pura untuk menyenangkan nenek Zan," jawab Niah apa adanya gak nyangka Ludwig mengenal abah Zan.


"Dia yang meminta saya menjaga kamu," lanjut Beno.


Oh pantesan, ah kirain...


Dalam hati Niah jadi malu karena kegeeran menyangka si Ludwig menyukai nya, ternyata karena ia mantan istri Dato'.


"Terima kasih Tuan," ucap Niah.


"Dengan suami yang sekarang, apa kamu tidak menyukai nya?" tanya Beno lagi.


Gleg.


Hehe, tawa Niah malu telah ketahuan berbohong. "Saya enggak suka tapi juga enggak benci." jawab nya.


"Kenapa kamu kabur?" tanya Beno serius, banget malah.


"Karena dia sudah beristri dan nikah lagi untuk program anak, jadi saya pikir untuk apa beramai ramai jadi istrinya sementara di luaran masih banyak yang jomblo,"


"Hahaha," jawaban Niah membuat Beno tertawa, kalem tapinya gak terbahak bahak.


Mau gak mau ia merasa tersindir. Untuk apa masih mengharapkan Kiara yang telah bahagia bersama suami dan bayi kembarnya.


Suami Niah jelas berbeda dengan suami Kiara, Bram.


Hm, "Ayo makan." ajak Beno merasa cukup alasan baginya sekira ingin merebut Niah dari Johan.


*


Selesai makan Niah dan Beno masih satu mobil menuju rumah sakit.


"Kita ke tempat lain dulu ya, baru ke rumah sakit. Saya ada jadwal mengunjungi bengkel tas di dekat rumah sakit juga," ujar Beno, yang didengar Lucita langsung berubah arah.


"Hm," angguk Niah.


"Saya juga suka jalan jalan, hehe." jawab Niah malu.


"Tapi bagaimana dengan Zan, nanti dia khawatir?" tanya Niah lagi teringat mantan anak tirinya itu.


"Dia akan segera pulang ke London dan atas perintah Dato' agar kamu tak perlu ikut dengannya." jawab Beno.

__ADS_1


"Terus saya pulang ke Jkt, gimana?" tanya Niah.


"Nanti pulang bersama saya, dua minggu lagi saya ke sana." jelas Beno menatap Niah kecil mungil sesuai dengan tipenya, Kiwawa.


Yes, setidaknya Dato' mengenal nya jadi sudah pasti si Ludwig orang baik. Matanya green, kulitnya bersih gak kayak bule pada umumnya, polkadot.


Dalam hati Niah mencuri lihat pada Beno.


*


Sore di kantornya Johan bersiap hendak pulang, gelisah menunggu Devan yang sedang ke toilet.


Lama amat, ngapain sih.


Enggak sabar Johan berdiri, menggedor.


Dor dor dor.


"Cepatlah Devan!" panggil Johan.


"Iya sebentar!" jerit Devan dari dalam.


Argh, erang nya buru buru membasuh dirinya.


Cekklekk.


Pintu dibuka, cis. Devan mendengus. "Mau kemana cepat cepat, di rumah kamu enggak ada istri yang nungguin!" ketus nya.


"Kita jemput Dewi ke WJ, ajak dia makan malam. Ayo cepat!" titah Johan menyambar jasnya keluar dari ruangan kantornya.


Hm. Devan mendesah sambil mengancing celananya.


Johan... Johan!


"Cepatlah Devan, entar Dewi keburu pulang ah!" Johan melongo di pintu, wajahnya marah pada Devan.


Ck, "Iya sabar," jawab Devan menyambar kunci mobil dan tas kerjanya.


*


Sore juga menjelang pulang, Arjit memanggil Dewi ke ruangannya.


"Dewi, minggu depan saya akan ke Amrik bareng Yudi. Untuk mengisi kekosongan Sabit akan menemani kamu juga Barus. Masalah pekerjaan kita komunikasi melalui email." jelas Arjit.


"Baik Tuan," jawab Dewi ragu ragu mau mengutarakan niatnya ingin program hamil, ah.


"Ada yang ingin kamu katakan?" tanya Arjit, sebenarnya dia sudah tau dari Yudi. Dan Yudi sudah memberi ijin sekiranya Dewi meminta nya.


"Tidak ada Tuan," jawab dewi berubah pikiran. Setelah dipikir pikir, sebaiknya nanti saja setelah urusan dengan Johan 4 bulan perjanjian ayah dan Tuan Prana selesai.


"Baiklah Dewi, kamu akan pulang diantar Barus karena Lee masih ada tugas lain. Kamu gak masalahkan?" tanya Arjit.


"Tidak Tuan, saya justru berterimakasih,"


"Hm, ya sudah kamu boleh pulang sekarang katanya mau makan malam dengan Tuan Damien?" senyum Arjit menggoda Dewi.


Oh, Dewi kaget. "Bukan Tuan, tepatnya sama El anak Tuan Damien." jawab nya jadi malu ternyata Damien memberi tahu Arjit.


"Sana keluarlah bersenang senang, saya masih menuggu Yudi." senyum Arjit masih menggoda.


"Baik, Tuan. Permisi." ucap Dewi keluar dari ruangan Arjit.


*****♥️

__ADS_1


Jangan lupa upgrade NT/MT ke versi terbaru ya guys, biar penggunaan nya maksimal.


Jumpa lagi, 👍


__ADS_2