
Masih di hotel WJ, sementara Yudi dan Arjit membahas proposal kedua calon partner.
Di meja sebelah, Johan menatap tajam Damien seolah hendak menerkam. "Apa anda senang jadi pebinor?" sinis Johan, akhirnya gak tahan rasanya ingin menghajar pria keren di depannya.
Astaga, masih lanjut.
"Bos, jaga sikap anda." tegur Devan menggenggam tangan Johan di atas meja.
Cih, yang langsung ditepis Johan dengan tatapan sinis pada Devan.
"Hehe." Devan cengengesan.
Damien yang gak senang dikatai pebinor, apaan tuh? Tidak tau artinya tapi dalam hatinya bisa menerka kata itu pastilah jelek.
"Tuan Johan, jika anda tidak senang pada saya karena Dewi, saya sarankan. Kalau anda masih mencintai istri anda maka bahagiakan lah dia, kalau anda tidak mampu maka lepaskanlah. Saya dengan senang hati akan menerima nya dan menjadikan Dewi sebagai ratu di hatiku." Damien suara tegas balas menatap sinis.
Johan tambah panas dengan ke terus terangan Damien. "Hah! Anda memang pebinor gak tau malu, menjaga istri sendiri saja tidak mampu mau merebut istri orang, jangan mimpi! Susah senang Dewi tetap jadi istriku, itu janji kami dulu saat mau menikah." ketus Johan, dengan sombongnya.
Damien menghela nafas sedih jadi teringat pada mendiang istrinya yang meninggal karena tertimpa longsoran salju waktu liburan di new Zealand.
"Tuan Johan, boleh saya tau apa itu pebinor?" tanya Damien serius benar benar pusing dirinya dikatain pebinor.
"Pura pura gak tau, dasar pebinor sok polos." ketus Johan, semakin sinis.
"Sumpah, saya gak tau." Damien memandang Devan, mohon penjelasan.
Hais, jadi ini pria yang dimaksud Johan. Tampan dan masih muda. Seharusnya Johan tau diri sudah tua malah kek bocah, apakah ini efek berhubungan dengan Niah.
Desah Devan melihat kedua orang yang berseteru. "Johan sudahlah, malu sama umur." bisik Devan di telinga Johan.
"Ish." desis Johan kembali menepis Devan.
Tadi meremas jemari sekarang berbisik di telinga, geli geli gimana gitu.
"Sekali lagi kamu bersikap...arrgh. Awas kau!" Johan melototi Devan, malu mau meneruskan kata katanya.
"Bersikap apa? Yang jelas kalau bicara, jangan digantung." ketus Devan.
Apa aku kuman.
Batin nya jengah dengan sikap Johan yang alergi disentuh olehnya.
"Tuan Damien, saya beri tahu anda pebinor itu...pengganggu bini orang." lanjut Devan menjelaskan pada Damien.
"Ooo." mulut Damien membulat.
__ADS_1
"Ooo." Johan meledek, bangun ingin meninju wajah Damien yang sok polos, segera ditahan oleh Devan mencekal tangan Johan.
"Bos, please deh!" tegur nya, mendelik kesal.
"Arghh!" sentak Johan kesal, lagi lagi Devan menyentuh nya.
"Maaf Tuan, Damien." ucap Devan tanpa memperdulikan Johan.
Serentak Yudi dan Arjit menoleh mendengar keributan di meja sebelah. Arjit menghampiri mereka, berdehem.
"Ehm ehm."
Arjit duduk memandang kedua partner bergantian. "Baiklah Tuan tuan, secara proposal anda berdua diterima. Jadi harap bersikap profesional karena proyek ini dibiayai oleh investor luar. Jika anda anda membuat masalah maka akan diblacklist dan masuk ke dalam daftar hitam pengusaha yang tidak kompeten. Tentunya semua biaya kerugian akan ditanggung oleh anda dengan cara, WJ akan mengakuisisi perusahaan anda. Paham semua!" jelas Arjit tegas.
Johan dan Damien mengangguk bersama. "Trima kasih Tuan." ucap Johan bernafas lega bisa kerja sama dengan WJ adalah impiannya.
"Terima kasih Tuan, Arjit." ucap Damien.
~
Setelah acara makan bersama yang tertib Johan dan Devan pamit, tinggallah Arjit, Yudi dan Damien.
"Tuan Damien, apa anda masalah jika WJ menggandeng Johan interior design. Kami bisa mengganti nya dengan yang lain?" tanya Arjit agak kesal juga dengan sikap Johan yang arrogan.
Yudi telah membaca Damien dan merasa prihatin.
Istri Johan adalah cinta pertama di hati Damien makanya ia membela Johan demi istri Johan wanita yang dicintai nya. Walaupun ia sempat menikah dan punya anak, sekarang istrinya juga sudah meninggal. Cinta lama di hati Damien bersemi kembali, apalagi si cinta pertama hadir membawa harapan.
Diam diam Yudi memikirkan kesamaan nya dengan Zainal, Laras adalah cinta pertama Zainal.
Setelah aku tiada apakah Zainal akan tetap mengejar Laras? Usia mereka muda dan aku sudah tua, ah. Aku harus rajin olah raga biar panjang umur dan gak cepat loyo. Pedangku juga harus sering diasah biar tetap tajam dan mama Laras semakin menjerit jerit ah ah ah.
Batin Yudi mentoel Arjit yang sedang serius membahas proyek dengan Damien.
"Aku tinggal dulu, manager Arjit. Permisi Tuan Damien." pamit Yudi mau ke kamarnya di lantai atas gak tahan lagi. Hatinya rindu mau vidio call-an dengan mama si kembar tiga, ah!
~
Di resto, bawah.
"Tuan Arjit, anda butuh sekretaris. Saya kenal seseorang yang bisa membantu anda, dia lulusan universitas di London."
Damien membuat Arjit terkejut dengan permintaan nya dan Arjit semakin penasaran dengan Yudi.
Bagaimana Yudi tau Damien akan menawarkan seorang sekretaris padaku. Apa Yudi punya kesaktian bisa meramal masa depan.
__ADS_1
"Baiklah Tuan Damien, minta dia mengirimkan resume via email." jawab Arjit teringat pesan Yudi agar menerima nya.
Yudi kamu semakin tampan, jangan sampai Olivia melihat kamu, hah!
*
Devan mengantar Johan kembali ke rumah, setelahnya ia pulang ke Apartnya. Melewati kamar Niah, Johan memutar handel pintu dua kali.
Gadis nakal sekarang ngunci kamar, awas saja aku punya duplikatnya.
Batin Johan naik ke lantai dua menuju kamarnya.
~
Di kamarnya, Dewi bersama mbok Senah. Dewi membiarkan asisten nya itu menyalakan TV biar gak bosan sementara ia belajar daring, pola dasar baju online.
Cklekk.
Pintu kamar dibuka, Johan berdiri di depan pintu. Segera mbok Senah permisi keluar dari kamar menutup pintunya.
Johan menghampiri Dewi di kasur, menatap istrinya yang kinclong cerah berseri.
"Kenapa mas, menatap ku?" tanya Dewi beringsut menjauh.
"Kenapa?Apa aku tak boleh lagi menatap istriku, sedangkan pria lain kau ijinkan menatap wajahmu!" kecam Johan menekan giginya mencengkeram lengan Dewi menarik ke arahnya.
Arghh. "Mas, sakit!" Dewi meringis menahan tangan Johan.
"Apa sekarang aku juga sudah tidak boleh menyentuh istriku." Johan semakin mencengkeram.
"Jangan mas, aku baru operasi." mohon Dewi suara memelas, takut Johan akan menggauli nya.
"Huh!" Johan melepaskan cengkraman nya menghempas lengan Dewi.
"Jangan geer, aku bukan mau meniduri kamu. Kamu masih aku hukum karena berani bertemu pria lain dibelakang ku." ketus Johan, berjalan ke kamar mandi menghempas pintunya.
Hah, siapa juga yang mau kau tiduri.
Batin Dewi bernafas lega mengusap lengannya yang perih. Seketika air matanya jatuh, seolah pria yang masih berstatus suaminya itu bukan Johan. Seingat Dewi, Johan selalu bersikap lembut dan memanjakan nya.
Ada apa dengan mu mas, setelah mengenal Niah kamu berubah jadi iblis yang bengis.
******♥️
Terima kasih like nya ya guys, vote dan juga hadiahnya. Jumpa lagi, 👍
__ADS_1