Manisnya Madu

Manisnya Madu
98


__ADS_3

Lee memutar mobil masuk parkiran rumah sakit Bagus.


"Kamu tunggulah di mana saja, aku akan menjumpai Shopie sendirian." ujar Dewi sambil membuka seatbelt nya.


"Anggi, apa kamu tau siapa Shopie?"


Mendengar itu Dewi tertahan di pintu menoleh lagi pada Lee sebelum keluar.


Apa Lee juga tau bahwa Shopie selingkuhan Johan, sepertinya begitu.


Batin Dewi, "Hm, tentu saja. Dia teman sekelas ku waktu SMP dulu," jawab Dewi mencoba menyembunyikan fakta.


Lee yakin Dewi tau maksud nya tapi baiklah, gak ada waktu buat rahasia rahasia-an sekarang.


"Dewi, pertama Tuan Tirta meminta ku mengawasi Johan. Baru dua tahun yang lalu Ayahmu meminta ku mengawasi kamu sejak Shopie dan Johan pertama kali berhubungan. Aku yakin ini ada campur tangan Tuan Prana, kenapa tiba tiba Shopie masuk ke perusahaan Johan saat baru dua bulan kalian menikah."


Dewi baru ingat, "Aku bertemu Shopie di Mall katanya dia baru balik dari London, orang tuanya meninggal dia butuh pekerjaan dan aku mengenalkan nya pada Johan, hah!"


Desah Dewi menyesali dirinya yang mudah iba dan percaya saja pada Shopie.


"Kamu tau itu bukan tidak sengaja Dewi, Shopie memang diutus untuk menghancurkan rumah tangga kalian dari awal. Shopie yang merayu nya sampai akhirnya Johan luluh,"


Jelas Lee to the point agar Dewi tidak terlalu membenci Johan dan bersedia kembali ke rumah Johan untuk waktu 4 bulan saja.


"Akan tetapi suami yang mencintai istrinya tidak akan mudah tergoda, jadi jangan semua semua menyalahkan perempuan."


Ceh, senyum Lee.


"Kamu benar, sebelum menikah memang Johan mengamalkan hubungan bebas dan itu juga yang membuat Tuan Prana melakukan perjanjian dengan Ayahmu yakin bahwa pernikahan kalian gak akan lama,"


"Namun ternyata tiga tahun kalian menikah Johan benar benar tobat, padahal rekan bisnis sering memberi nya perempuan tapi tidak pernah digubris nya. Syukurnya saat Shopie berhasil mendapatkan Johan rumah tangga kalian tetap harmonis,"


"Meski begitu, Ayahmu berniat akan tetap menjemput kamu jika perjanjian 5 tahun dengan Tuan Prana berkahir. Dia bersabar menunggu selama hampir dua tahun menahan amarahnya pada Johan, tidak menyangka hanya tinggal 4 bulan lagi Pabrik yang dibangun dengan hasil kerja kerasnya yang beromset trilyunan harus diserahkan pada Tuan Prana.... tinggallah ayahmu yang harus membayar hutang lama."


Kenapa cobaan datang bertubi tubi, sejak kehadiran Niah. Enggak mungkin kah Niah juga diutus Tuan Prana...

__ADS_1


Dalam hati Dewi tidak mendengar lagi kalimat Lee berikutnya. "Aku akan menghubungi Ibu dan Ayah nanti, sekarang aku mau menjenguk Shopie dulu," ujar Dewi sendu


"Pergilah! Aku akan menunggu kalau sudah selesai hubungi aku, berikan nomormu."


Ck, "Sini ponsel kamu." Dewi mengulurkan tangan.


Setelah mengetik nomornya di ponsel Lee, Dewi keluar mobil berjalan menuju Lobby semua itu tak luput dari pengamatan Damien yang menunggu tidak jauh dari parkiran.


*


Damien keluar dari tempat menunggu nya, menjejeri langkah Dewi.


"Yaaa!! Apa kamu mengikuti aku? Sejak kapan?" tanya Dewi kaget.


"Sejak tadi," jawab Damien tersenyum dikulum.


"Jangan bilang dari WJ, aku gak lihat kamu ada di sekitar gedung," ujar Dewi mengira Damien mengikuti nya semenjak dari kantor.


"Aku gak mau ganggu kamu kerja," jawab Damien pura pura iya aja.


Dalam hati Damien. "Siapa itu yang bersama kamu, cukup tampan," tanya Damien.


Tentu saja Damien melihat Lee, ah.


Dalam hati Dewi mengernyit. "Itu koki di WJ, apa kamu gak pernah melihat nya di kantin?" tanya Dewi balik.


Hm, Damien menggeleng. "Apa dia orang baru, aku gak pernah melihat dia saat mengecek CCTV dapur. Cepat sekali kalian akrab."


"Ya, begitulah. Aku harus membuka diriku biar tidak terpuruk memikirkan Johan, mulu." jawab Dewi.


"Kamu masih mencintai Johan, setelah penghianatan yang dia lakukan?"


Dewi menatap heran, kayaknya dia gak pernah cerita ke Damien mengapa mereka cerai. "Penghianatan?"


Ups, Damien tersenyum kaku kerena keceplosan kan, ah!

__ADS_1


"Bukankah setiap orang cerai kebanyakan karena itu. Karena aku pikir gak mungkin kamu yang selingkuh pastilah Johan atau mungkin benar karena kamu yang tengah dekat dengan si koki baru, Johan jadi cemburu?" tanya Damien alasan klise.


Hm, Dewi menghela nafas. "Johan tidak cemburu pada si koki baru tapi dia mendiamkan aku dan membenci aku karena dua kali aku bertemu dengan mu, tanpa memberitahu nya." jelas Dewi.


Oh, Damien mengernyit, "Johan menceraikan kamu karena aku?" tanya nya gak percaya.


Hm, angguk Dewi.


Jadi bukan karena Shopie atau siapa itu tadi, Niah...ah iya Niah.


"Kamu yakin? Kamu kan bisa jelaskan kita gak ada apa apa atau setidaknya beritahu aku. Aku bisa bantu jelaskan pada Johan, agar jangan asal main fitnah."


Damien gak senang perceraian Dewi kok malah dikaitkan dengan nya.


Jadi benar Dewi gak tau Johan berselingkuh dengan Shopie, hah polos sekali kamu Dewi.


Melihat raut Damien. "Sudahlah, semua sudah terjadi. Di samping itu, aku juga sudah muak pada Johan. Lima tahun gak punya anak, mungkin aku perlu mencoba nya dengan pria lain yang lebih topcer." jawab Dewi asal goblek.


"Astaga Dewi, ini bukan kamu banget!"


"Hei, aku juga manusia biasa yang gak sempurna, bisa juga berubah semudah membalik telapak tangan."


"Ah!"


Dewi terpekik, kok tiba tiba ada Johan menyentak tangannya benar benar dibalik.


"Mas," Dewi meringis kesakitan.


"Hei, jangan kasar pada perempuan!" sergah Damien, ingin rasanya menonjok Johan tapi ini rumah sakit umum banyak orang yang melihat.


Tanpa memperdulikan Damien, Johan menatap Dewi merah padam. "Apa katamu, sudah muak denganku! Mau cari yang topcer!" geram Johan menggertakkan giginya menyeret Dewi entah kemana.


Tadi ia yang juga mau keluar dari Lobby setelah menjenguk Shopie, melihat Damien dan Dewi masuk gedung segera bersembunyi kemudian mengikuti mereka kembali diam diam dari belakang dan mendengar pembicaraan.


****♥️

__ADS_1


Jumpa lagi, 👍


__ADS_2