Manisnya Madu

Manisnya Madu
65


__ADS_3

Di dalam ruangan meeting, Johan melamun kan Dewi.


Aku merasa masih mencintai nya di lubuk hatiku tapi ragaku tidak bereaksi padanya. Rasa cemburu juga ada, apalagi melihat Dewi dekat dengan pria itu tapi kenapa keinginan bercinta hilang, setelah dekat tiba tiba ilfil dan cenderung suka melihat Dewi tersakiti.


Dalam hati Johan merasa aneh terhadap perasaannya, memandang Damien yang fokus menatap Layar lebar.


Aku tau Dewi gak semurahan itu, tiba tiba menyerahkan dirinya pada pria ini. Bukan mudah menaklukkan Dewi, aku saja butuh waktu 10 tahun baru dapat. Apa yang aku lihat dari Niah hanya karena ia mirip dengan mbak Kurni, ibunya. Herannya kenapa hanya pada Niah, si otong ini baru berdiri.


Cekklekk.


Pintu dibuka, saat Johan sedang berpikir pikir di mana silapnya sampai sampai ia jadi seperti bukan dirinya.


Kelihatan Arjit masuk ruangan disusul Yudi mengekor si Sora kemudian Alisha dan terakhir Dewi segera menutup pintu ruangan meeting. Benar benar urutan yang salah, seharusnya Dewi yang membukakan pintu untuk atasannya, ya sudahlah mereka juga kelihatan nya bukan orang yang gila hormat.


Johan dan Devan segera berdiri begitu juga Damien dan asistennya.


"Silahkan duduk Tuan tuan." ujar Arjit duduk di meja ujung.


Yudi mengambil tempat di sebelah kanan Arjit di samping Damien, Alisha duduk di sebelah kiri Arjit di samping Johan.


Johan tersenyum dan mengangguk pada Alisha, Alisha balas tersenyum. Begitu juga Devan saat menatap Alisha jatuh air liurnya.


Jadi ini Nyonya Alisha, ibu si Wijaya. Tubuhnya indah, wajah yang cantik masih bisa nyamar jadi perawan tua.


Batin Johan smirk menatap istrinya Dewi yang duduk di samping kanan Arjit, persis di belakang Yudi dan Sora di sampingnya yang sok akrab pada Dewi.


Johan terlihat panas saat Damien menoleh ke belakang bertemu pandang dengan Dewi dan saling menukar senyum. Hampir saja ia melempar tablet yang ada di tangannya kalau saja Arjit gak segera memulai meeting.


"Baiklah Tuan tuan, kita akan live meeting dengan Presiden Direktur WJ, Bramasta Wijaya langsung dari Amrik."


Arjit memulai bicara kata sambutan meeting, kelihatan di layar Bram menggendong dua bayinya Moni and Choi.


"Ahhhhhk."

__ADS_1


Apalagi, Alisha tak kuasa menahan haru melihat cucu cucunya. "Ow, cucuku sayang." gumam nya memandang layar.


"Ayah!!!" jerit Sora seketika.


"Moni and Choi masuk TV, kenapa baby Lara gak ada." pekik nya tidak mau ketinggalan mendekat ke layar, melompat lompat sambil melambai lambaikan tangannya.


"Moni! Choi! Hallo, hai hai!" Sora berisik heboh.


Johan, Devan dan Damien serta asistennya melongo tiba tiba ruangan jadi rame seperti pasar tradisional.


Begitu juga Arjit memicit micit keningnya tiba tiba pusing, mana cucunya sebentar lagi mau keluar dari perut Icha, ah. Ingin rasanya ia terbang ke Amrik sekarang juga.


"Hi Moni, hi baby Choi!" Sora masih menjerit melambai lambai, Dewi yang duduk di samping Sora tak ayal ikut ketawa melihat bayi kembar nan imut.


"Ooo." rasa haru menyelimuti hati Dewi.


"Astaga!" terdengar suara Bram, dari layar monitor.


"Lah, Tuan muda ngapa bawa twins? Sama aja bikin heboh juga." Yudi sewot, padahal dia cemburu kenapa trio baby Laranya gak diajak.


Ck, Bram pura pura sedih. "Kiara lagi sibuk belajar membuat tas pada istrimu, anakku gak ada yang jaga."


Bram alasan padahal ada sitter nya, dasar dia juga gak mau anak anaknya disentuh orang lain.


"Kalau Laras sibuk ngajarin Nyonya muda membuat tas, jadi anakku mana? Siapa yang jaga?" ketus Yudi


"Ini sama bapak tirinya, si Jizai hahaha."


Bram tertawa memutar laptopnya ke arah Zainal yang lagi bermain dengan ketiga bayi Lara.


"Astaga, Laraaaaaasss!" geram Yudi, ikutan menjerit.


"Uawaaaa, Om Zeeeeeei..." berbarengan dengan Sora yang haru melihat Zainal tersenyum di layar. Tak terasa menetes air matanya, hiks hiks. Sora terisak, Dewi juga terkesiap melihat si kembar tiga.

__ADS_1


"Hahahaha." Bram kembali tertawa melihat wajah kesal Yudi.


"Hallo Tuan, Yudi." sapa Zainal.


Ck, dibalas Yudi merengut karena baby Lara tidak menatap ke layar namun sibuk menggumul wajah Zainal yang juga ikutan memelihara brewoknya.


"Om Zae!!" pekik Sora pipinya basah air mata, menjerit histeris seperti fans ketemu idol.


"Hai, Sora." Zainal melambaikan tangannya pada Sora. Alisha terkikik geli melihat kehebohan ruangan meeting namun ia puas melihat cucu kembarnya.


"So cute." gumam nya.


Ini mau meeting atau reuni keluarga, ah.


Batin Johan dan Damien, untuk ini mereka kompak sama sama kesal melihat betapa noraknya keluarga wijaya.


Dewi bertambah haru melihat tiga bayi kembar di layar saat akhirnya trio baby Lara menatap ke kamera, sungguh luar biasa ada tiga wajah serupa.


Seketika air matanya jatuh teringat ketiga bayinya yang gak sempat lahir ke dunia. Dewi terisak mengusap matanya.


Johan ikut sedih menatap istrinya lagi lagi menangis, gak tahan Johan berdiri ingin menghampiri Dewi.


Namun Dewi segera kabur keluar dari ruangan menuju kamar mandi, di situlah ia menangis sepuas puasnya.


Hah! Desah Johan.


*****♥️


Hai hai, intermezo dikit ya. Tokoh Arjit, Yudi, Alisha, Sora dll, yang ngikutin TMR udah kenal dong ya.


Jangan lupa selalu like ya guys, vote dan hadiah juga.


Jumpa lagi, 👍

__ADS_1


__ADS_2