
Dewi keluar dari ruangan meeting menghela nafas, dengan perlahan membuang nya. Saat hendak duduk di bangkunya, kelihatan si brewok tampan keluar dari lift bersama seorang wanita anggun dan anak kecil yang bertubuh gempal.
Dewi kembali berdiri. "Nyonya Alisha." sapa nya menunduk hormat pada wanita anggun itu, bagaimanapun sekarang Alisha adalah majikannya.
"Nyonya Dewi." Alisha kaget melihat Dewi.
"Anda member baru di klinik saya beberapa minggu yang lalu baru perawatan." ujar Alisha masih mengingat Dewi.
"Benar Nyonya." jawab Dewi tau tujuan mereka adalah ruangan Manager Arjit segera ia bantu membuka pintunya. Si brewok masuk duluan, tanpa basa basi memandang Dewi.
"Nyonya Dewi, ayo masuk." ajak Alisha menarik tangan Dewi duduk di sofa di ruangan Arjit.
Melihat itu Arjit menggeleng. "Mbak, sekretaris ku jangan diganggu pada jam kerja." Arjit menegur kakak perempuannya.
"Sebentar saja, Arjit." ujar Alisha menjeling kilas Arjit kembali menoleh pada Dewi dan tersenyum semanis madu.
"Mama ih, ganggu ayah mau cepat meeting itu. Kita kan mau ke Amrik, iya kan Ayah." Sora geram pada Alisha dimana mana jualan gak lihat waktu dan tempat.
Yudi menatap geli Sora, sejak tadi takut ditinggal Yudi pulang ke Amrik. Soalnya waktu dia dibawa ke Jkt dalam keadaan tidur, bangun bangun udah di pesawat. Menangis lah ia sejadi jadi nya karena harus berpisah dari Om Zainal.
__ADS_1
Tadi juga sengaja Yudi menjemput Alisha subuh subuh, biasanya si kecil Sora belum bangun. Namun seolah tau tiba tiba saja ia bangun menangis teriak minta ikut saat melihat Alisha masuk mobil Yudi, terpaksa menunggu anak itu dibetetin dulu makanya Yudi terlambat meeting.
Salma ibu kandungnya saja, sampai kewalahan ditabokin seperti biasa kalau berani coba coba menentang Sora.
"Selamat bergabung di group WJ." ucap Alisha menggenggam jemari Dewi.
"Terima kasih, Nyonya." ucap Dewi agak malu juga harus merendah di depan wanita ini, setelah beberapa minggu lalu ia berlagak jadi Nyonya besar datang ke klinik Alisha meminta perawatan ekslusif.
"Kamu...eh gak apakan saya panggil kamu seperti adik bagi saya." ujar Alisha, segan.
"Tidak apa, Nyonya. Terima kasih sudah menganggap saya adik." ucap Dewi, terharu.
"Eh, ada lagi tas tas cantik modis buat dipakai kerja. Perhiasan perhiasan peringkat sepuluh besar dunia juga ada." lanjut Alisha terus saja promosi.
"Sudahlah mbak, meeting harus segera dimulai. Bram juga sudah standby menunggu di layar monitor!" sergah Arjit.
Yudi geleng kepala gak bisalah dia ngatur ngatur Nyonya, Tuan muda Bram aja tarik ulur menghadapi nya.
Dasar si Nyonya, gak lihat tempat mau bisnis.
__ADS_1
"Nyonya, Tuan muda memanggil anda." ujar Yudi.
Ck, "Iya, iya udah." sewot Alisha.
"Nanti kita sambung lagi ya, Dewi." ujar nya, Dewi mengangguk.
"Ayo, cepat. Waktu adalah uang." ketus Alisha pada Yudi.
"Astaga, bukankah dari tadi mbak yang buang waktu berharga kita." sergah Arjit gak senang, berdiri bangun dari duduk nya keluar dari ruangan.
Di susul Yudi dan Sora cepat cepat menyusul ayahnya takut ditinggal ke Amrik.
Alisha juga bangun berdiri, diikuti Dewi menutup pintu ruangan Arjit. Sedikit terhibur juga ia melihat interaksi keluarga Wijaya yang heboh. Berlima mereka menuju ke ruangan meeting.
*****♥️
Hai hai, jangan lupa selalu like ya. Vote dan hadiah juga.
Jumpa lagi, 👍
__ADS_1