
Mendengar Damien, Dewi menggeleng tersenyum canggung padanya.
"Damien, aku gak akan pulang ke rumah Johan karena aku sudah ditalak olehnya. Perusahaan memberi aku pasilitas rumah jadi aku akan pulang ke sana diantar pengawal." jelas Dewi agak malu, membuang muka memandang pada Barus yang setia menunggu nya.
Damien tergamang atas ucapan Dewi bahwa ia sudah ditalak oleh Johan hingga tidak bisa berkata kata.
"Damien, masalah Johan ke Mansion kamu. Bisa kan kamu urus sendiri tanpa melibatkan aku, kalian sesama rekan bisnis bisa bicara baik baik," mohon Dewi.
"Iya, baiklah Dewi." jawab Damien.
"Terima kasih," ucap Dewi lalu ia kembali ke dalam ruangan ingin berpamitan pada Shopie disusul Damien juga Farrel.
"Shopie, aku pulang dulu. Apa saja yang kamu butuhkan, chat aku. Semoga berhasil dengan programnya," ucap Dewi.
"Oh, ya udah. Aku akan berusaha sebaik mungkin Dewi," ujar Shopie, bersungguh sungguh.
"Aku pulang Damien, apa kamu masih mau di sini. Sepertinya ada sesuatu yang ingin kalian selesaikan, jangan bodohi aku. Kalian bukan gak kenal, hanya terlalu kenal sehingga harus pura pura gak kenal." ujar Dewi, tersenyum sinis.
Shopie dan Damien berpandangan, kikuk.
"Aku akan pulang denganmu, kita janji makan malam dengan El." jawab Damien cepat pada Dewi.
"Baiklah, terserah saja," ujar Dewi, memandang Farrel, anak baik gak lasak seperti biasa anak seusianya. Dewi benar benar menyukai Farrel.
"El ikut mobil Aunti atau Papa, kita makan kesukaan El. Bilang saja, El mau makan apa." tanya Dewi.
"Makan Burger," jawab El.
"Baiklah, ayo ikut Auntie aja," Dewi mengulurkan tangan nya pada El, mereka keluar dari ruang inap Shopie.
__ADS_1
"Permisi," terdengar suara Damien pamit pada Shopie.
"Ayo, Pak." ajak Dewi pada Barus.
Hm, gumam Barus mengangguk.
"Damien, sebaiknya pilih tempat makan yang tidak jauh dari kediaman masing masing, El mau makan Burger." ujar Dewi setelah Damien berhasil menjejeri langkahnya.
Hm. "Pilih saja," angguk Damien setengah konsen. Pikiran nya terpecah, satu untuk Dewi satu lagi pada Shopie.
*
Di kediaman Damien di taman, Niah gerah pengen cepat pulang mandi dan istirahat. Apalagi melihat kolam ingin rasanya ia nyemplung.
"Tuan, Nyonya tidak ada di sini. Kalau anda ingin menunggu, tunggulah sendiri. Saya capek pengen baring di kamar." Niah merengek, gak tahan lagi.
"Benar Johan, kenapa kamu jadi begini. Apa mungkin Dewi pulang kemari, aku rasa gak mungkin," sambung Devan, sewot dan kesal pada tingkah Johan akhir akhir ini.
"Devan, cari tahu alamat Dewi yang baru, WJ memberi nya pasilitas rumah dan mobil. Cari tau semua tentang Dewi," titah Johan bangun dari duduknya, menarik Niah masuk ke mobil.
Aku yakin Dewi masih mencintai ku, kenapa dia belum gugat juga padahal aku sudah men-talak nya.
Dalam hati Johan, masih ada harapan rujuk dengan Dewi
*
Di restoran Burger terbesar di ibu kota, Dewi bersama Farrel dan Damien juga Barus ikut makan bersama mereka.
"Dewi, kamu bilang sudah ditalak Johan?" tanya Damien ingin memastikan lagi.
__ADS_1
Hm, "Iya, kenapa?" tanya Dewi.
"Jadi kalian sudah resmi bercerai?" tanya Damien lagi.
"Bukankah, kalau suami sudah mengucapkan aku ceraikan kamu pada istri itu sudah resmi bercerai?" tanya Dewi.
"Tapi kamu juga harus ngurus surat cerai kan Dewi, dengan itu kamu baru bebas menentukan jalan hidupmu. Dan Johan tidak ada hak lagi ngerecokin kamu atau jika kamu ingin memulai hubungan yang baru," jelas Damien, teringat Johan yang sekarang berada di kediamannya menunggu Dewi.
Bagaimana Johan kepikiran Dewi ada bersama ku, batin Damien.
"Aku belum ada pikiran untuk menjalin hubungan baru, maaf Damien karena aku Johan jadi ngerecokin kamu," ucap Dewi gak enak hati, melihat Damien jadi ragu ragu terhadapnya.
Bukankah Damien pernah bilang, kalau aku tidak bahagia dia akan menculik ku dari rumah Johan.
"Damien?" panggil Dewi.
Hm, jawab Damien, tangannya terhenti saat hendak menyuap Burger.
"Kenapa kalian harus pura pura gak kenal?" tanya Dewi.
"Maksudnya Shopie?" jawab Damien balik nanya segera menangkap maksud Dewi.
Hm, Dewi mengangguk.
"Aku hanya ngikut, dia sepertinya gak nyaman mengakui saling kenal dengan ku. Kalian sudah cerai kenapa masih ngurusin program?" jawab Damien balik nanya mengalihkan pembicaraan.
Dewi tersenyum, "Aku jenis perempuan yang akan menikah hanya satu kali dan hanya ini kesempatan aku punya keturunan sendiri," jawab Dewi.
******♥️
__ADS_1
Jumpa lagi, jangan lupa selalu like ya guys. 👍