Manisnya Madu

Manisnya Madu
28


__ADS_3

Di rumah tidak ada yang dilakukan Dewi, masih seperti biasa hari harinya saat masih bersama si Mbok. Dalam dua hari ini, Dewi perhatikan tidak melihat ada gelagat aneh dari Johan.


Niah 24 jam dalam pantauan Dewi, termasuk kepergian Niah ke rumah sakit barusan. Mengetahui Johan berada di kantornya membuat Dewi bernafas lega.


Syukurlah tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Batin Dewi, lalu memanggil si mbok. "Iya, Nya." jawab mbok Senah.


"Mbok, Karunia itu keponakan kamu, boleh cerita sedikit mengenai orang tuanya? Saya ingin mengenal Karunia lebih dekat." pinta Dewi.


Bilang apa enggak ya, kalau ibu Niah pernah bekerja di Rumah Nyonya besar..ah.


"Setahu saya sih, ayah dan ibunya meninggal kerena kecelakaan. Mengenai keseharian mereka, nyonya kan tau saya disini bersama Nyonya. Cuma semasa hidup Ayah Niah bekerja sebagai tukang ojek, ibunya jualan sarapan di rumah." jawab mbok Senah.


"Bagaimana Niah usia muda sudah menikah?" tanya Dewi.


Bagaimana, aku juga gak tau kalau gak diberitahu si Anik.


"Setelah ayah ibunya meninggal, Karunia ikut dibawa sepupu saya bekerja pada majikannya menjaga nenek yang sepuh. Setelah tiga tahun bekerja, Karunia ingin pulang dan ingin menetap di indonesia. Si nenek menyukai Karunia, tidak ingin berpisah dengan nya. Putra satu satunya sudah beristri 3, lalu si Nenek meminta nya menikahi Niah biar genap 4 istri. Setelah nenek meninggal mereka pun bercerai, itu saja yang saya tau dari sepupu saya. Kalau Niah tidak ada cerita apa apa, Nya." jelas si mbok.


"Apa bibi tau kalau Niah masih perawan?" tanya Dewi.


"Astaga!" Si mbok menggeleng.


"A-apa karena itu makanya Nyonya tidak jadi memakai Niah?" tanya Mbok terbata.

__ADS_1


"Hm." angguk Dewi.


"Memang Niah anaknya tertutup, jarang mau cerita semua dipendam sendiri, dasar!" mbok nada geram.


~


Masih di ruangan Kantornya, Johan menghela nafas kasar.


"Tapi bagaimana kalau memang Karunia itu putri mu Johan." ujar Devan lagi penasaran.


"Entahlah Devan, aku tidak mau memikirkan nya sekarang. Pikirkan bagaimana reaksi Dewi jika itu benar." jawab Johan.


Hm, Devan ikutan menghela nafas, antara prihatin dan bahagia.


Kalau Karunia benar putri Johan, aku ada kesempatan memiliki nya.


"Seharusnya sih tidak. Tapi.." Johan menggantung ucapan nya.


"Tapi apa?" tanya Devan menahan nafas jadi deg degan.


Kalaupun Niah bukan putriku, aku akan membuat nya jadi putriku. Dengan begitu, Niah akan selalu bersamaku.


Batin Johan tersenyum Devil, menyadari sesuatu.


"Tapi apa Johan?" Sergah Devan gak senang digantung, apalagi melihat gelagat jahat Johan.

__ADS_1


"Apa rencana kamu, ayo cerita lah." Devan nada memaksa.


"Nantilah, kamu juga akan aku beritahu kalau sudah waktunya. Tetap awasi Karunia, Shopie dan juga Dewi. Ketiga istriku ini bisa saling mencakar, tidak ada dari mereka satu organ pun yang memiliki sifat lembut."


Cis, dengus Devan.


~


Sampai di rumah, Karunia terhempas di sofa dapur.


Sebentar lagi selesai urusanku dengan Johan. Bercerai dari nya lalu pergi, lupakan balas dendam.


Batin Niah memejamkan matanya, mbok Senah memandang Karunia.


Apa yang direncanakan anak ini, bisa bisa nya dua kali nikah masih perawan saja. Lelaki normal mana yang menolak Niah, aku yakin Tuan mengulur waktu menceraikan nya juga pasti ada maksud ingin memiliki nya.


Batin mbok Senah, Karunia membuka mata. "Bibi."


Hm, "Dari mana kamu katanya belanja, mana barangnya?" tanya si mbok.


Aduh mati aku lupa.


"Oh itu, barang yang aku cari gak ada dijual di sini. Adanya di malaysia nanti aku minta Tari saja tolong belikan, hehe." Karunia alasan.


******♥️ jumpa lagi.

__ADS_1


Jangan lupa jempolnya ya guys, 👍


__ADS_2