
Dewi di ruangan Arjit, tubuhnya kaku diantara dua orang keren. Apalagi Yudi yang tampan dengan aura dingin sangat mengintimidasi.
Waktu live meeting bisa juga kok dia hangat, seperti Tuan muda Bram saat menggendong bayinya ah, hot daddy banget. Coba Johan seperti itu hah, gimana bisa anak aja kami gak punya!
Desah hati Dewi terdengar bunyi perut kriuk kriuk orang lapar, ups. Dewi melirik kedua orang bergantian.
"Apa kamu belum sarapan?" tanya Arjit pada Dewi, saat tatapan mereka bertemu.
Dewi menggeleng spontan. "Ada Tuan, satu mangkok bubur madura," jawab Dewi, kembali menunduk menatap tabletnya.
Arjit melihat jam 11.30 wib lalu menatap Yudi, terdengar lagi bunyi kriuk kriuk.
Hais, "Yudi, kenapa gak bilang kalau kamu belum sarapan, ini aku bawa bekal lebih. Ayo makan sudah hampir siang," tawar Arjit pada Yudi, heran ngerjain apa sampai lupa sarapan.
Lagian, memang tadi juga Olivia pesan agar bekalnya dimakan berdua bareng Yudi alasan sabtu gak ada pantry.
Dasar bilang aja mau caper ke Yudi, sejak kapan WJ kekurangan makanan.
Batin Arjit membuka rantang dari bekalnya, kayaknya emang banyak, deh tiga tingkat penuh penuh. Arjit memandang Dewi, Dewi melirik bekal Arjit liurnya hampir menetes.
"Ayo kita makan bersama, masakan Olive enak ala ala bento jepang. Dewi, kamu buatkan aku kopi." titah Arjit pada Dewi, ia sendiri berdiri ke kulkas mengambil air putih.
"Baik Tuan." ucap Dewi meletakkan tabletnya.
"Kamu minumnya apa Yudi, kopi apa susu, apa teh?" tanya Arjit pada Yudi.
"Teh susu." jawab Yudi datar tanpa menoleh, sibuk pada layar laptopnya.
Dewi keluar dari ruangan menuju pantry khusus VIP, melihat jamnya hampir jam 12.00wib.
Sepertinya Niah dan Shopie sudah sampai rumah sakit, apa Johan juga ke sana. Tapi aku tidak memberi tahunya, bisa saja Shopie atau Niah menelponnya, ah biarlah! Mau jadi mau enggak, bukan urusan ku lagi.
__ADS_1
Ponsel nya berbunyi, panggilan masuk dari Damien.
Hm, "Hallo," Dewi menjawab panggilan.
"Hallo Aunti," suara anak kecil.
Oh, seketika Dewi berbinar. "Elboy, apa kabar." jawab nya tersenyum lebar.
"Kapan Aunti mau jumpa El, kata Papa?" tanya suara Farrel di ujung sambungan, serak khas anak kecil sangat merdu di telinga Dewi.
"Aunti sekarang kerja, gimana kalau nanti habis kerja aunti hubungi lagi." jawab Dewi lembut sambil membuat Kopi satu, dan dua teh yang nanti tinggal ditambah susu untuk dirinya dan juga asisten Yudi.
"Kerja apa Dewi, weekend." suara berubah jadi dewasa.
Dewi mengernyit. "Damien, aku lembur bertiga Asisten Yudi dan Manager Arjit." jelas nya.
"Jadi kamu di gedung WJ?" tanya Damien, menyungging senyuman.
"Gimana kalau nanti kita pergi makan siang bareng, aku gak lihat mobil kamu ada di area gedung." ajak Damien.
"Maksudnya, kamu juga di gedung WJ?" tanya Dewi memastikan serasa gak mungkin.
"Hm, aku mampir memeriksa ruang keamanan data dan Farrel bersamaku." jawab Damien.
"Bentar Damien, nanti aku hubungi. Aku lagi buat kopi untuk kedua atasanku." Dewi buru buru memutus sambungan lalu keluar dari pantry.
Aku belum mau berurusan dengan Damien sampai selesai program, aku harap Shopie hamil kembar dan saat anak lahir bisa mendapatkan satu untuk aku jaga. Baiklah, nanti sore aku harus setor muka ke rumah sakit..
Maaf sayang, Mama egois bahkan sebelum kalian lahir.
Dalam hati Dewi mengusap perutnya, sebelum masuk ke ruangan Arjit.
__ADS_1
*
Di ruangan dokter.
Niah menuggu sementara Shopie medikal cek up, Johan masuk bersama dokter Bagus dan Devan.
"Tuan," sapa Niah, menoleh saat ada yang membuka pintu.
Johan buru buru menutup tubuh Niah. "Ayo, ikut aku." ajak nya meraih tangan Niah.
"Kamu tungguin Shopie, Devan." titah Johan lalu keluar dari ruangan menyeret Niah.
Hm, angguk Devan udah tau bakalan dia yang akan jadi tumbal.
"Devan, bukankah Johan kemari untuk memberi semangat buat Nyonya Shopie?" tanya Bagus heran karena Johan gak nanya apa apa mengenai program selain dimana Niah.
"Hm, begitulah Bagus sifat asli idola kamu itu." jawab Devan lemah.
"Tapi kamu betah jadi temannya!" ketus Bagus, merasa disindir memang dulu ia sangat ingin jadi teman Johan.
Tapi itu dulu, sekarang...yeakh jadi ilfil.
"Dalam bisnis dia lebih hebat dari aku bahkan ah,...sudahlah."
Devan mengambil duduk di salah satu kursi sembari menunggu Shopie, Bagus menemani nya karena Johan minta privasi di ruangannya, hah!
Aku banyak kerjaan, kenapa gak ke hotel aja sih! Kan dekat sini juga ada...
*******♥️
hi, jumpa lagi. Jangan lupa selalu like ya guys. Vote dan hadiah juga, terima kasih, 👍
__ADS_1