
"Maaf Nyonya, saya kaget." ucap Niah, ketakutan dimarah karena telah mengatai Dewi setan.
"Kamu lihat mas Johan?" tanya Dewi.
Gleg, mati aku.
"Lagi mandi di kamar saya, Nyonya." jawab Karunia takut takut, menyesal tadi ia tidak mengunci pintu kamarnya.
Hm, Dewi menghela nafas berat.
"Nyonya, tolong jangan bertengkar dengan Tuan. Besok pagi saya akan segera pergi dari rumah ini." jelas Karunia gak enak hati, menatap serius pada Dewi merasa kasihan matanya bengkak wajahnya sembab.
"Kalau si mbok cuti, siapa yang bantuin saya?" tanya Dewi.
Ha! Emang gua pikirin, gua takut sama suami elu, Nyonya.
Batin Karunia lalu berkata. "Bibi bilang mau nyari orang buat gantiin saya, Nyonya. Masih banyak yang lain, di kampung kita memang gudangnya pembantu." jelas Niah.
"Niah, saya gak mau orang lain lagi. Kamu kerja sampai si mbok selesai cuti, baru boleh pergi!" Dewi suara tegas balik badan naik kembali ke kamarnya.
Astaga!
Karunia berjalan ke dapur terhempas di sofa, perut kenyang mata ngantuk gak lama Niah pun tertidur.
__ADS_1
~
Di kamarnya Dewi kembali menangis.
Ada apa dengan mas Johan, perubahan nya sangat drastis sejak kehadiran Niah. Apa segitu cintanya dia pada ibunya Niah, dulu. Cinta pertama mungkin, apa aku harus cemburu pada orang yang sudah meninggal.
Dewi mengusap air matanya, serba salah.
Membiarkan Niah pergi, apakah akan menyelesaikan masalah. Niah adalah darah daging Johan, kemana pergi pun pasti Johan akan menemui nya.
Akh! Dewi menepuk nepuk dadanya yang sesak.
Baiklah Dewi selesaikan program, dapatkan anak. Tutuplah hatimu, lupakan cintamu pada Johan.
Batin Dewi telah bulat mengambil keputusan. Bahwa lebih baik Niah ada di depannya, walaupun sakit harus ditahan. Sampai waktunya harus pergi ia pun ikhlas karena telah berusaha mempertahankan namun jika sang penulis takdir berkata pisah, ya pisah mau bagaimana lagi.
~
Kemana dia gak ada di kamar, di ruang tengah, mungkin di dapur.
Batin Johan segera menyusul, benar saja kelihatan Karunia terlentang di sofa tertidur mulutnya menganga.
Hm, Johan tersenyum geli segera mengangkat tubuh mungil Niah membawa nya kembali ke kamar.
__ADS_1
Johan memandang wajah polos Niah, mengecup bibirnya lalu meletak nya di kasur. Johan ikut baring di samping Karunia kembali memandangi wajahnya. Niah membalik tubuhnya ke arah Johan dan memeluknya seolah guling.
Hehe, sabarlah sayang. Kita akan melakukan ritual membuat anak nanti kalau sudah tinggal terpisah di apartemen. Aku gak akan mengambil kesempatan saat kau tertidur, aku ingin kau menyerahkan dirimu secara sadar.
Bisik Johan di wajah Karunia yang terpejam. Namun begitu, Johan mendekatkan wajahnya, melu mat bibir ranum red guava Karunia.
"Ah!" Karunia mendesah.
Iya sayang, nikmatilah oleh mu.
Dalam hati Johan semakin agresif menyentuh dada, memperdalam ciuman. Niah membuka kakinya segera Johan menghimpit nya.
"Aumph!"
Sebuah lenguhan lolos dari mulut Niah, Johan menggumul gadisnya yang pasrah menerima sentuhan dan belaian darinya. Sampai rasa ia ingin lepas, Johan menekan tubuhnya di bagian sensitif Niah, mereka melenguh bersamaan.
Ahh!
Johan melepas pagutan. Dengan nafas yang ngos ngosan, Johan memeluk Niah erat lalu terhempas baring di samping gadis yang masih terpejam itu yang seolah masih mendamba menjilat jilat bibirnya.
Sayang, bahaya sekali membiarkan kamu tidur sendirian bagaimana kalau ada lelaki nakal yang memanfaatkan kamu. Semoga besok kamu mengingat ini, tapi jangan menghindari ku.
Johan meraba baju tidur bagian tengahnya basah, begitu juga Niah.
__ADS_1
******♥️
Terima kasih sudah like, vote dan juga hadiah ya guys, jumpa lagi 👍