
Dewi ke kamar mandi mau membersihkan diri ingin cepat cepat tidur.
Apapun yang akan terjadi terjadilah, mau marah silahkan.
Batin Dewi melihat ponsel Johan yang hancur, artinya suaminya itu tadi sedang melampiaskan kemarahan terhadap dirinya pada ponsel yang tidak bersalah.
Selesai mandi Dewi memakai piyama tidur yang sudah lama tidak dipakai nya. Karena Johan mengharuskan nya pakai lingerie seksi kalau tidur malam dan ternyata piyamanya masih muat.
Ini piyama sebelum menikah, jadi tubuhku tidak bertambah tidak berkurang selama lima tahun, hm.
Dewi berbaring di kasur hadap samping membelakangi tempat Johan.
Ngapain dia di bawah, kenapa belum naik.
Batin Dewi memejamkan matanya setelah tadi minum obat tidur dosis rendah agar bisa melupakan kepedihan hatinya sejenak.
~
Johan tidak jadi makan nasi setelah makan martabak, ia kenyang. Malah melamun di sofa dapur ditemani Karunia.
"Pergilah tidur Tuan, aku juga ngantuk." ujar Niah, mata sayu.
Ck, Johan berdecak, menatap Niah sangat imut dengan muka ngantuk.
"Setidaknya Tuan mandi, biar segar hoooaaam." ujar Niah lagi, sambil nguap tanpa berniat menutup mulutnya. Kali kali Johan jadi ilfil melihat nya besok pagi langsung dicerai.
Bukannya naik ke atas Johan malah baring di sofa menggunakan paha Niah sebagai bantal.
Hm, "Kenapa malah tidur di sini, pergilah ke kamar jumpai Nyonya." ujar Niah suara ditahan, walaupun tadi ia pingin membentak.
Johan bergeming memejamkan matanya. Hah, Niah menyandarkan tubuhnya ikut terpejam.
Suami mbok Senah yang ingin masuk ke kamar istrinya melihat cara tidur majikannya dan Niah, hanya bisa menghela nafas.
*
Subuh Karunia bangun mendapati dirinya tidur di kasur, ada Johan di sampingnya.
__ADS_1
Aah! Karunia menutup mulutnya tanda terkejut. "Tuan, tuan bangun." panggil Niah menepuk pundak Johan.
"Tuan, tuan sudah pagi." panggil Niah lagi, gelisah. Bagaimana kalau Nyonya Dewi melihat mereka.
Hais, sudahlah paling berantam lagi.
Segera Niah ke kamar mandi membersihkan diri mau solat subuh. Untungnya bagi Niah, jam berapa pun tidur, ia selalu akan terbangun saat subuh. Tidak perlu alarm, tubuhnya sendiri yang jadi alarm. Kalau tidur malam, selalu terbangun bila waktu subuh telah tiba.
Johan masih terpejam di kasur, Niah tidak ingin membangunkan lagi.
Biarlah begitu apa adanya, tidak ada yang perlu ditutupi.
Selesai subuh Niah keluar dari kamar, ke ruangan loundry ingin menjerang pakaian. Jumpa si mbok di dapur. "Bibi." panggil nya pada si mbok yang lagi ngadon tepung di baskom. Rencananya dia mau buat pancake untuk sarapan.
"Hm, kenapa Niah?" tanya si mbok.
"Tuan tidur di kamar Niah." ujar nya.
Hm, mbok Senah hanya menghela nafas. "Kalau Tuan dan Nyonya berantam lagi gara gara Niah, Niah pergi saja Bi." Karunia suara lemah.
Si mbok menghela nafas lagi sebagai jawaban. "Apa sebelum Niah datang, Tuan dan Nyonya pernah pisah ranjang?" tanya Karunia.
"Pergi salah gak pergi, hah!" desah nya.
"Bibi sudah minta bapak membawa tiga orang dari kampung dalam minggu ini. Nanti bibi cuti ikutlah bersama ke rumah Lela." mbok Senah menawarkan Karunia.
"Tidak Bi, Lela juga ada suami. Niah gak mau rumah tangga mereka jadi bubar gara gara Niah. Sudahlah Bi, Niah mau nyuci dulu nanti Niah bantuin bibi buat sarapan."
Dengan lemas Karunia ke ruangan loundry menjerang baju sambil melamun di depan mesin cuci.
"Hm." lagi lagi mbok Senah hanya bisa menghela nafas.
~
Dewi di kamar juga terbangun, melihat kasur tidak ada tanda tanda Johan masuk kamar.
Di mana dia tidur?
__ADS_1
Selesai membersihkan diri, Dewi turun ke bawah ingin ke dapur menemui mbok Senah. Sambil mencari cari keberadaan Johan di mana kira kira suaminya itu semalaman gak naik ke kamar.
Oh, kenapa aku gak lihat ke ruang kerja.
Batin Dewi setelah di tangga bawah. Lalu ke dapur menghampiri si mbok. Melihat Niah di ruang loundry sedang melamun, Dewi menghela nafas pelan, hm.
"Nyonya." sapa si mbok.
"Ya mbok," jawab Dewi mengambil gelas dan menuang air putih hangat lalu meminum nya.
"Buat sarapan apa mbok?" tanya Dewi.
"Pancake dan kue dadar gulung. Juga nasi goreng, sisa nasi semalam." jawab si mbok.
"Hm." gumam Dewi sambil minum.
"Saya naik dulu mbok." ujar Dewi, niat mau ke ruang kerja mencari Johan.
Hah, mbok Senah menghela nafas lagi.
Syukurlah gak nanya Tuan, kalau gak bingung mau jawab apa.
Desah dalam hati mbok Senah.
Sementara Johan yang telah bangun, tadi saat hendak keluar dari kamar Niah terlihat Dewi ke arah dapur makanya cepat cepat ia naik ke lantai dua. Pagi masih buram ia pun terhempas lagi di kasur memeluk guling.
Semalam ia baring di samping Niah gak bisa tidur, mandangin gadis itu mengecup ngecup bibirnya. Bahkan tangan Johan menjelajah ke seluruh tubuhnya, herannya Niah gak bangun juga justru menikmati sentuhan nya.
Dasar gadis nakal, kalau aku khilaf habis lah kau Niah.
Dalam hati Johan kembali memejamkan matanya.
Dewi dari ruang kerja melihat tidak ada tanda tanda Johan kembali ke kamarnya. Alangkah terkejut dia melihat Johan di kasur terpejam memeluk guling, masih mengenakan baju kerjanya yang kemaren.
*****♥️
Makasih yang udah like, walaupun tidak semua terupdate di beranda.
__ADS_1
Mungkin aplikasi error, maklumlah yang kerja sistem mesin. Komentar juga ada yang gak ter-publish di beranda tapi othor baca kok karena ada masuk diberitaku walaupun setengah.
Semoga sistemnya gak sengaja error. Dukung terus dengan like, vote dan hadiah ya guys, jumpa lagi.👍