
Di rumah sakit Bagus.
Karena gak tenang, sengaja Damien datang habis subuh berangkat dari mansion nya ingin membujuk Shopie.
Dewi sudah ditalak Johan, kalau mereka memiliki anak kemungkin untuk rujuk itu ada, hah! Ini tidak boleh terjadi aku harus menghalangi nya kalau ingin memilki Dewi seutuhnya.
"Maaf Damien, aku gak mau berakhir jadi gelandangan. Ini aku lakukan di bawah ancaman Johan yang akan memecat aku dan mengusir aku dari Apartemen jika berani membatalkan program,"
Jawaban Shopie tidak mematahkan semangat Damien.
"Kalau hanya itu masalahnya, aku akan memberi kamu pekerjaan dan tempat tinggal bahkan uang bulanan yang cukup, jadi kamu jangan khawatir," ujar Damien sedikit sombong di mata Shopie.
Segitu cintanya kamu pada Dewi lalu kenapa dulu...ah sudahlah. Sakit hati mengingat nya.
Dalam hati Shopie, enggak nyangka Damien mendatangi nya hanya untuk batalin program.
Kirain entah nanya kabar kek, ada sehat gak, ah!
Shopie buang muka, merasa perih matanya kelilipan.
"Dulu kamu mengambil kesempatan padaku saat sedang mabuk sehingga aku merasa gak pantas untuk Dewi. Kamu tau itu yang pertama bagiku, sekarang aku punya kesempatan dan pantas untuk mendapatkan nya. Shopie, aku serius ingin menikahi Dewi, anakku Farrel sangat menyukai nya. Untuk menebus kesalahan masa lalu kamu, bantu aku untuk memiliki Dewi seutuhnya tanpa bayang bayang Johan, hm." ujar Damien lagi dengan tatapan angkuhnya pada Shopie.
Tatapan mereka bertemu, Shopie dapat merasakan Damien memandang nya seolah najis.
Ada ya lelaki kayak gini lebih parah dari pada Johan setidaknya ia gak munafik. Apa, dia anggap aku memperkosa nya! Jadi bagaimana dengan keperawanan ku? Aku juga dibawah pengaruh alkohol saat itu..
Dengan pandangan jijik pada Damien, "Aku!" Shopie menunjuk ke wajahnya sendiri.
"Kamu bilang aku mengambil kesempatan, itu juga yang pertama bagiku. Lalu saat tidak mabuk siapa yang ketagihan!"
Ketus Shopie suara pelan menahan kesabaran, jangan sampai terpancing emosi bisa bisa batal program bila ketahuan tensi darahnya naik.
"Kamu yang menggoda ku, aku ini laki laki normal," sinis Damien.
Shopie melotot, masih menahan sabar, "Dulu aku menggoda kamu karena aku mencintai mu tapi kamu yang katanya mencintai Dewi masih bisa terpengaruh olehku. Dasar munak...gak suka gak suka tapi dikasi gak nolak!" Kesal Shopie menahan suaranya, mengurut dada.
Bikin naik tensi kalau lama lama dia di sini. Kenapa semua lelaki yang menyukai Dewi gak ada yang benar benar setia, dulu Damien sekarang Johan sama saja. Kok aku ngerasa dejavu, selalu berurusan dengan pria yang menyukai Dewi.
Mendengar Shopie, Damien menelan ludah susah payah, masih ingat betapa gairahnya mereka berdua saat itu.
Melihat Damien diam saja. "Aku gak akan batalin program, ini harapan Dewi. Kamu sama saja dengan Johan, gak akan ku biarkan kamu mendapatkan nya!"
Shopie suara tegas buang muka lebih baik memandang taik dari pada wajah Damien. Damien mengerut dahi, "sama dimana nya?"
Masih nanya?
Mau gak mau Shopie menoleh lagi. "Aku beritahu kamu Senior Damien, pasang telinga dengar baik baik. Jangan beritahu Dewi kalau aku selingkuhan Johan,.."
"Kamu,...!?" Damien terperangah.
"Ehm," angguk Shopie sinis.
"Makanya kamu jangan mengharapkan Dewi, jangan menyakiti nya lagi dengan kebohongan. Dia akan sakit dua kali, bagaimana setelah kalian menikah Dewi mengetahui kita pernah ada hubungan ditambah lagi kalau dia tau aku selingkuhan Johan?"
__ADS_1
Tanya Shopie sendu merasa bersalah pada Dewi yang baik dan percaya padanya. Damien terdiam, tak mampu berkata kata.
"Aku gak akan batalin program Damien, ini harapan Dewi. Aku akan mewujudkan nya jika diijinkan Tuhan, setelah anak lahir aku akan pergi jauh. Johan juga sudah membuang ku sama seperti kamu yang dulu menghindari ku," air mata Shopie akhirnya luruh juga.
Damien terenyuh, menyadari sesuatu, "Aku tidak menghindari mu Shopie, hanya menyepi bingung dengan perasaanku. Sampai aku menikahi mamanya Farrel hanya kamu gadis yang aku gauli, kamu tau sendiri berapa kali masih bisa dihitung dengan jari. Kamu juga mempermainkan perasaan ku, setelah mendapatkan aku kamu menghilang pergi meninggalkan sekolah saat aku mulai membuka hatiku padamu," ujar Damien juga sendu mengingat kesalahan di masa lalunya itu.
Hah!
Shopie semakin muak pada Damien, mengusap matanya yang basah. Bagaimana Damien menyatakan perasaannya setelah dua belas tahun ke depan disaat semua sudah terlambat.
"Aku gak ngerti ya kalian para lelaki, sumpah!"
Shopie suara serak mengusap lagi air matanya teringat pada janinnya.
"Aku pergi karena hamil anak kamu," jawab nya pelan tapi seperti petir yang menyambar di telinga Damien.
"A-apa maksud kamu?" sergah Damien maju meraih pundak Shopie, mengguncang nya keras.
Akhirnya apa yang aku takutkan selama puluhan tahun jadi kenyataan, Shopie kabur setelah hamil benihku.
"Kenapa kamu gak beritahu aku, dimana anak itu sekarang?" sergah Damien lagi mengguncang bahu Shopie lebih keras dari pada tadi.
Enggak nyangka ternyata, oh.
"Mana!" bentak Damien di wajah Shopie.
"Arrrgg, sakit!" jerit Shopie menepis tangan Damien.
Mengingat sesuatu yang ingin dilupakan perutnya mendadak mual, terasa lagi betapa sakitnya raga dan juga hatinya saat harus dikurat berpisah dari janinnya.
"A-apa!" Damien mengusap kepala gusar.
"Mudah sekali kamu bicara gak mikir perasaan ku, itu namanya pembunuhan. Kamu dan ibumu pembunuh, kalian membunuh anak ku!" pekik Damien menunjuk Shopie, ludahnya muncrat.
Hah! Drama sekali, aktor aja kalah.
Dalam hati Shopie menggeleng sinis. "Saat itu aku masih pelajar, kamu tidak menginginkan ku. Maksud kamu, mau aku sendiri yang tanggung jawab dan keluarga ku harus menanggung aib, gitu!" sergah Shopie ikut mengeraskan suaranya.
"Pergi Damien, pergilah! Aku muak melihat mu, kamu masih munafik seperti dulu. Sebentar lagi program, aku gak ada waktu berdebat yang gak penting dengan mu,"
Shopie berdiri menghalau Damien sudah cukup, dibahas pun gak guna kejadian sudah lewat dua kali pilpres.
Damien terdorong lalu menahan tangan Shopie. "Dewi sudah ditalak Johan, mereka tidak lagi tinggal serumah. Kalau kamu tetap program artinya mereka akan terus terikat selamanya. Batalkan program ya, biarkan Dewi hidup bahagia dengan ku," mohon nya lirih.
Shopie termangu, menepis tangan Damien. "Apa katamu, Dewi sudah dicerai?" tanya nya gak percaya.
Kenapa Dewi masih menginginkan anak dari Johan? Apa karena Niah Johan menceraikan Dewi...
Shopie dan Damien saling menatap
"Ehm," angguk Damien meyakinkan.
"Jadi aku mohon batalkan ya, biarkan Dewi dan Johan tidak terikat apapun di masa depan. Aku benar benar ingin menikahi Dewi dan membahagiakan nya," mohon Damien lagi.
__ADS_1
Trima kasih atas informasi nya, Damien.
Batin Shopie menatap pria cinta pertamanya itu, tersenyum sinis.
"Damien, kenyataan ini membuat ku semakin semangat program. Ya udah sana cepat kamu nikahi Dewi, mengingat hubungan masa lalu kita doaku menyertai kalian semoga bahagia selamanya."
Shopie menarik ujung bibirnya, ingin beranjak ke kamar mandi langkahnya tertahan. Ada yang kelupaan butuh konfirmasi Damien.
"Apa Johan menceraikan Dewi karena Niah?" tanya Shopie membuat Damien mengerut dahi.
"Siapa Niah?" tanya nya, gantian Shopie mengernyit.
"Kamu gak tau Niah? Jadi apa penyebab mereka cerai kamu gak nanya Dewi?"
Hm, Damien menggeleng.
Kamu aja gak tau apa apa tentang Dewi, gimana mau membuat nya bahagia, ah. Maaf Damien hanya ini cara ku untuk mendapatkan Johan, masalah Dewi itu urusan mu.
"Ngaku nya Niah itu anak ketemu gede Johan namun perilaku mereka bukan seperti Bapak dan anak, terlalu mesra."
Jelas Shopie bersamaan dengan itu masuk panggilan di ponselnya, Shopie ke nakas meraih nya. Damien dapat melihat siapa nama pemanggil nya, Dewi.
"Hallo, Dewi." Shopie menjawab panggilan, dibuat ceria.
"Maaf Shop, hari ini aku gak bisa menemani kamu. Gimana program?" tanya Dewi juga ceria di ujung sambungan.
"Enggak apa Dewi, aku bisa sendiri. Jangan khawatir. Masih ada waktu 2 jam lagi, kamu di mana?" tanya Shopie basa basi.
"Aku di rumah, ini mau keluar sih tapi ada urusan lain. Udah dulu Shop, semoga lancar. Kamu gak minta Johan menemani?" tanya Dewi lagi.
Hm, baik sama bodoh emang beda tipis ya.
Batin Shopie, "sudah Dewi, tapi Devan bilang ada meeting penting dengan group WJ jadi gak bisa menemani." jawab Shopie.
"Oh, maaf deh kalau gitu. Udah ya, aku tutup."
Hm, gumam Shopie sambungan diputus buru buru pihak Dewi.
Shopie meletakkan ponselnya lagi. "Damien, kenapa kamu masih di sini?" ketus Shopie kembali berjalan ke kamar mandi, yang telah tertunda beberapa kali.
"Aku akan nungguin kamu mandi, jangan lupa keramas. Semoga setelah kepalamu bersih, bisa berubah pikiran." jawab Damien dengan santai duduk di sofa.
Rencana ku ingin menikahi Dewi gak boleh gagal.
Batin Damien mengepal tangan geram, rahangnya mengeras.
Melihat wajah Damien menyeramkan, Shopie mengangkat bahu, "Terserah saja, kalau kamu gak ada kerjaan."
Berubah pikiran, hah...gak akan.
Gumam dalam hati Shopie masuk ke kamar mandi, menutup pintunya.
******♥️
__ADS_1
Jumpa lagi, jangan lupa selalu like ya guys. Vote dan hadiah juga, thanks. 👍