
Niah berhasil mendapatkan taksi baru, setelah berpikir pikir resiko menerima tawaran taksi yang pertama.
Jangan meninggalkan jejak kalau gak mau ketahuan. Semoga saat Johan menyadari kepergian ku, aku sudah terbang jauh.
Batin Karunia, saat keluar dari market ia melepas pakaian luarnya meletak nya di seputar perut dan bokong sehingga ia kelihatan lebih gendut lalu menutup kepalanya dengan kerudung dengan sedikit riasan dan kaca mata. Niah masuk ke dalam taksi di depan batang hidung intel namun mereka tidak mengenali nya.
"Hahaha." Niah tertawa.
Taksinya meluncur dengan mulus dalam satu jam sudah sampai bandara. Niah menuju tempat janji bertemu Zan, usia anak tertua mantan suaminya itu hanya terpaut satu tahun di atasnya.
Ternyata Zan sampai lebih dulu dari Niah. "Yaaa, lihat siapa yang datang terhegeh hegeh," sapa nya tersenyum lebar ingin memeluk Niah.
Niah melotot, menahan tubuh Zan dengan tangannya. "Yang sopan pada ibu kamu neh, mana pesawat?" berondong Niah mengatur nafasnya, matanya melirik awas ke kiri dan ke kanan pada tamu Lounge kalau kalau ada yang mencurigakan.
"Kenapa Karunia, kamu macam dibuntuti seseorang?" tanya Zan heran dengan perilaku Niah.
"Iya, sepertinya begitu," jawab Niah.
"Beritahu aku, apa kamu mengenal nya?" tanya Zan marah
"Aku gak kenal, apa kamu cuma bercanda bilang mau bawa aku keliling dunia!" sergah Niah.
"Of course, I am serious." jawab Zan.
"Ya udah, ayo cepat!" ajak niah, menarik Zan berdiri.
"Hei hei! Sabar dulu, surat jalan bawa tak?" tanya Zan.
"Bawalah," Niah mengeluarkan pasport nya.
"Oke." Zan melambai pada seseorang.
"Siapkan keberangkatan!" titah nya setelah orang itu mendekat.
"Enggak pake lama!" tegas Niah.
__ADS_1
Zan geleng kepala, "Aku kira mau rayu dulu sehari dua hari baru kamu mau pergi, tak sangka kamu menyerahkan diri sendiri, he." Zan nada menyindir.
Ck, "Aku bukan meyerahkan diri tapi minta tolong pada anakku." jawab Niah.
"Hei! Jangan panggil aku anak depan orang ramai ya, aku lagi tua dari pada kamu!" sergah Zan.
"Iye lah tuh, apa kamu lupa aku mantan istri Abah kamu," ujar Niah
"Abah bagi tau aku, kalian hanya pura pura. Kenapa kamu balik kampung lama sangat Niah?"
"Ingat dah tak nak balik malaysia, mau disini saja ternyata gak bisa," sesal Niah.
"Walaupun aku suka tapi kenapa bisa gitu, beritahu aku siapa yang ganggu kamu?" tanya Zan.
"Jangan nak berlagak, di kampung orang neh." ketus Niah.
"Hah Karunia, you don't know anything about me."
"Sudahlah, lagi pula salahku. Aku terjerat perangkap sendiri." jawab Niah nelangsa.
*
Dewi memandang Johan yang juga sedang menatap nya. Dewi buang muka sesaat Johan tersenyum padanya.
Ini bukan Johan yang ku kenal, kemaren kemaren dia tidak seperti ini. Ya sudahlah, bukan lagi urusanku..
Batin Dewi. Saat ashar Arjit dan Yudi meninggalkan nya pergi ke musholla. Kesempatan itu dipergunakan Johan mendekati Dewi. Dewi kira Johan berdiri mau ke Mushola juga, ternyata mau menghampiri nya, hah!
Johan menahan tangan Dewi saat hendak berdiri. "Dewi maafkan aku, kembali lah ke rumah." mohon Johan.
"Tidak mau!" Dewi menghempas tangan Johan namun dengan cepat Johan menangkap nya lagi.
"Lepaskan mas, kamu sudah men-talak aku. Besok tunggulah, aku ke kantor urusan agama menggugat cerai kamu." Dewi memandang galak pada Johan.
"Dewi, jangan gitu. Aku menyesal, bukan itu maksud ku. Itu aku ucapkan agar kamu tidak pergi dari rumah karena takut aku sentuh," suara Johan memelas.
__ADS_1
"Kenapa harus takut, bukan nya kamu udah gak ada selera padaku. Hampir tiap malam sejak ada Niah, kamu tidak lagi mau tidur sekamar dengan ku."
"Itu karena aku cemburu kamu pergi pada laki laki lain, gak permisi padaku. Jadi aku menghukum mu."
"Ya udah, mas anggap saja aku juga selingkuh jadi kita impas. Terima kasih sudah menceraikan aku."
Dewi masih berusaha melepaskan tangannya lagi lagi Johan menahan nya.
"Dewi aku mohon, maafkanlah aku sekali ini. Selama sepuluh tahun kita bersama baru kali ini aku khilaf, masa gak ada kesempatan buat aku untuk kembali padamu," rayu Johan lagi.
"Aku gak perduli, mau satu kali pasti ada lain kali," jawab Dewi.
"Enggak, aku janji. Niah sudah ke Apart, pulanglah ke rumah ya ya," mohon Johan.
Dewi menatap Johan, mencoba menguji nya dengan pilihan. "Apa kamu bersedia menceraikan Niah?" tanya Dewi.
Gleg.
Johan dilema bilang iya atau tidak. Satu sisi ia gak mau berpisah dari Niah, satu sisi lagi ia juga belum mau kehilangan Dewi. Johan terdiam menatap Dewi.
"Kamu gak bisa jawabkan!" sinis Dewi, yakin banget sudah gak ada harapan kembali pada Johan.
"Aku tau gak ada manusia yang sempurna, jangan bilang aku gak beri kamu kesempatan. Ceraikan Niah, aku akan pikirkan pulang ke rumah. Itu untuk menebus kesalahan kamu yang telah berselingkuh dengan Shopie," tegas Dewi, menghempas tangan Johan.
Ck, Johan berpikir pikir. Yang penting bawa pulang dulu, urusan Niah akan dipikirkan setelah Dewi di rumah.
"Baik, aku ceraikan Niah di depan kamu. Apakah itu cukup alasan untuk kamu pulang?" tanya Johan.
"Ceraikan dulu, baru aku pulang." tegas Dewi.
"Kamu harus pulang karena aku akan menceraikan nya di rumah. Dewi, kamu yang memanggil Niah datang jadi harus kamu juga yang melepas nya pergi."
****♥️
Hi, jumpa lagi. Jangan lupa selalu like ya guys, vote dan hadiah juga.
__ADS_1
Terima kasih, 👍