Manisnya Madu

Manisnya Madu
47


__ADS_3

Devan menekan handle pintu ruangan kantor Johan tanpa mengetuk, pintu terbuka ada Karunia tergolek di sofa.


Mana Johan?


"Niah." panggil Devan.


"Aaa."


Jawab Karunia mendongak bangun dari baringnya mendengar suara Devan. Niah kira tadi Johan makanya ia tidak mengacuhkan saat tau pintu ruang kerja ada yang membuka.


"Tuan Devan, kapan datang?" tanya Niah.


"Ngapain di sini sendirian?" Devan balik nanya nada heran.


"Tuan Johan minta diantar makan ke ruang kerja." jawab Niah.


"Terus, mana orangnya?" tanya Devan lagi karena tidak melihat ada Johan di dalam ruangan.


Karunia mengangkat bahu tanda tak tahu. "Di kamarnya, mungkin." jawan Niah.


"Ini aku bawa oleh oleh martabak, kamu kan suka martabak."


Devan meletak Martabak di meja di depan Karunia, ia sendiri duduk di samping gadis cantik yang telah menarik perhatiannya itu dari sejak pertama bertemu. Tapi sayang sudah ada yang punya.


"Wah, kebetulan aku lapar." Niah berseru gembira membuka martabak, segara mengangkat satu keping ngap masuk ke dalam mulutnya.


"Hm, Tuan. Ini enak sekali ada dagingnya." ujar Niah mulut penuh martabak.


"Harganya lima ratus ribu satu porsi."


"Hegh,..." Niah cegukan, martabak nyangkut di tenggorokannya mendengar Devan menyebutkan harga.


"Apa gak kemahalan! Martabak paling mahal 50 ribu empat telur bebek." sentak Niah.


Devan tersenyum memberi Niah minum dari nampan Makanan Johan yang belum disentuh sama sekali. "Ini dagingnya khas dari jepang." jawab Devan.


Hais, "Orang kaya gampang aja dibohongi. Kenapa Tuan gak buat konten, lumayan dapat viewers jadi duit bisa balik modal buat bayar martabak."


Sambil makan martabak Karunia mengomeli Devan. Memang enak sih, Karunia nambah makan cepat cepat.


"Makan nya perlahan Niah. Tidak ada yang minta, ini untuk kamu semua." Devan suara lembut melihat Niah gak ada jaim jaim nya lucu dan menggemaskan mulut kecilnya mengunyah, hais.


Mana mungkin lagi Johan mau melepaskan Niah, sepertinya Dewi yang akan tersingkir kalau tidak mau dimadu, hm.

__ADS_1


Devan menghela nafas dalam. "Niah, apa kamu dan Johan sudah....?" tanya Devan menyatukan kedua ujung telunjuknya.


Niah melongo yakin, pasti Devan tau hubungannya dengan Johan bukanlah ayah dan anak.


"Aku masih virgin." jawab Niah, mengunyah martabak geram bertemu pandang dengan Devan.


Sampai kapan bisa bertahan.


Batin Devan dan Niah, bersamaan.


*


Di balkon kamar Johan mengendus endus di leher Dewi, matanya terpejam menikmati kehalusan kulit nya, masih sama halus sehalus kulit Niah.


Tubuh Dewi bergetar menahan amarah, tidak suka dirinya disentuh Johan.


Tok tok tok.


Terdengar suara pintu diketuk. "Nyonya, ada soup tulang kaki sapi hangat dari Tuan Devan." terdengar suara si mbok,


"Tadi aku yang minta Devan belikan untuk kita makan bersama Niah." jelas Johan masih berbisik.


"Aku sudah kenyang, kalian makan saja." jawab Dewi, kembali sesak mendengar lagi lagi nama Niah terucap dari bibir Johan.


"Makanlah lagi, kamu pucat sekali. Soup hangat sangat berguna untuk menambah darah dan tenaga."


Si mbok kaget melihat Johan, bukankah tadi di ruang kerja bersama Niah. "Ini soup nya Tuan." mbok Senah menyerahkan wadah ke depan Johan.


"Masuklah Bi, bantu suapin Dewi makan." titah Johan lalu membuat panggilan ke ruang kerja ingin memanggil Niah.


~


Di ruang kerja Devan yang menjawab panggilan, Johan mengerut dahi.


"Ngapain kamu di ruang kerja?!" Johan suara keras sedikit membentak.


Dewi dan si mbok yang mendengar pandang pandangan.


"Aku mencari mu, Johan. Kata si mbok kamu di ruang kerja, ternyata yang ada cuma Niah." jawab Devan alasan, menelan ludah susah payah. Nyalinya sedikit ciut mendengar suara keras Johan.


Ck, Johan menekan giginya menahan marah mendengar Devan menyebut nama Niah.


Di ruang kerja berdua, sepertinya Devan terang terangan sedang pedekate pada Niah.

__ADS_1


"Minta Niah ke kamarku bawa makanan, kamu tunggu di situ!" tegas Johan membanting telepon.


"Baik, Bos." jawab Devan terlonjak kaget, memandang Niah yang lagi asik makan martabak.


"Ada apa Tuan?" tanya Niah, menatap wajah Devan yang pias.


"Kamu diminta mengantar makanan ke kamar Tuan mu." jawab Devan suara pelan.


Hm, "Baiklah, Tuan Devan. Kalau terjadi perang antara Tuan Johan dan Nyonya Dewi maukah anda membawa saya kabur dari sini kemana saja." gumam Niah, yang masih bisa di dengar Devan.


"Memangnya kenapa mesti perang?" tanya Devan sedikit percaya dari cara Johan menutup panggilan.


Niah menghela nafas mengangkat nampan. "Kali aja, ku cuma feeling bye." jawab Niah berjalan ke pintu ruang kerja.


~


Sementara Dewi yang mendengar Johan meminta Niah ke kamar mereka, seketika naik emosi.


"Mas, apa maksudnya. Kenapa Niah datang kemari bawa makanan." tanya Dewi suara serak yang keras.


"Aku tadi mau makan dengan Niah di ruang kerja, tapi belum jadi karena aku mau melihat kamu apakah baik baik saja...."


"Memangnya aku kenapa? Kenapa! Kalau kamu mau makan dengan nya kan ada ruang makan, kenapa mesti makan di kamar ini!" sergah Dewi belum selesai Johan bicara sudah memotong nya semakin emosi, suara nya bergetar.


Ya Tuhan, kenapa anda tiba tiba kejam.


Batin mbok Senah khawatir menahan tubuh Dewi yang gemetar, kedengaran jelas nafasnya besar besar.


Johan memandang Dewi raut gak senang. "Niah itu putri ku, apa salahnya kita makan bersama. Karena kamu gak bisa ke ruang makan biar Niah yang kemari. Aku mau kita harmonis sebagai satu keluarga...."


"Tuan."


Terdengar suara Niah di depan pintu membawa nampan, karana Johan telah membuka nya menunggu kedatangan Niah.


Dewi mengepal tangan geram, menahan air mata jangan sampai tumpah. "Kalian makanlah di sini berdua, aku kenyang mau keluar cari angin." Dewi suara lemah bangun dari duduknya, si mbok membopong nya.


"Dewi, Duduk kataku!" bentak Johan suara keras.


Seketika Dewi jatuh terkulai, si mbok menahan nya.


Krumpiaaaang!!!


Bunyi nampan jatuh, makanan berceceran di lantai. Karunia kejar membantu si mbok sebelum kepala Dewi jatuh membentur lantai.

__ADS_1


*****♥️


Hi, jangan lupa like nya ya. Vote dan hadiah juga ya guys, jumpa lagi 👍


__ADS_2