
Melihat Niah meringkuk di pelukannya gak ada perlawanan, Johan membalik tubuh Niah menghadap nya.
Karunia berbantal lengan Johan, wajah mereka sangat dekat sehingga mereka bisa merasakan kehangatan nafas masing masing.
Johan membawa jemari Niah menyentuh dadanya yang telanjang. "Kenapa kamu diam saja, biasanya bawel nyuruh nyuruh aku keluar?"
Johan menjepit kedua belah pipi Karunia dengan jemarinya, menggoyang goyangkan nya pelan.
Ah! "Aku mau jalan jalan ke Mall, selama di sini aku belum ke mana mana." jawab Niah, gak nyambung tidak berani menatap Johan.
Johan mengernyit. "Ke Mall atau mau kabur!' sergah nya gak senang.
Ck, belum. Nanti saat ngantar bibi ke terminal aku kabur, batin Karunia.
"Aku sudah janji jadi supir Nyonya nanti membawa Shopie ke rumah sakit, lusa sampai tiga minggu berturut turut. Mau kabur ke mana?" jawab Niah meninggikan suaranya.
"Apa kamu mau melanjutkan sekolah?" tanya Johan, mengecup bibir gadis di pelukannya.
Hm, Karunia menggeleng. "Otakku gak mampu lagi menampung pelajaran." jawab nya.
"Kamu memang benar benar anak Sukriman dan mbak Kurni." ujar Johan.
Mata Niah membulat besar mendengar nama ayah dan ibunya disebut Johan. "Benarkan?" tanya nya.
Hm, angguk Johan. "Hasil tes darah sudah keluar. Golongan darah kamu bukan AB tapi Cis AB serupa dengan ayahmu Sukriman." jelas Johan.
__ADS_1
"Darimana Tuan tau, Ayah bilang golongan darahnya A."
"Apa kamu ingat saat kecelakaan yang merenggut nyawa ayah dan ibumu, saat itu ayahmu membawa kalian dalam perjalanan ke rumah Mama ingin minta uang lagi pada Mama, menggunakan dirimu yang butuh uang sekolah sebagai alasan." jelas Johan.
"Jadi Ayahmu itu pantas mati." lanjut Johan geram.
Niah mengerut, mendorong Johan. Johan menarik kembali Niah ke pelukan nya. "Aku bilang ayahmu. Dia memalsukan golongan darahnya sehingga nyawanya tidak tertolong, golongan darah ayahmu jenis langka Niah begitu juga kamu. Sedangkan ibumu meninggal di tempat kejadian namun ia sempat melempar tubuh kecilmu ini saat melihat ada truk dengan kecepatan tinggi melaju menghampiri motor kalian." jelas Johan lagi.
Pantes aku seperti terbang saat itu, batin Niah teringat lagi kejadian naas itu namun tidak mengingat ada truk.
"Lalu kenapa sampai ayah menuduh aku bukan anaknya, apa Tuan dan ibu pernah..." Niah tidak melanjutkan kalimatnya namun ia yakin Johan mengerti maksudnya.
Hm "Tidak Niah, tidak ada seperti itu. Ayo tidurlah, besok kamu pergi lah ke Mall." ujar Johan, memeluk Niah erat menghindari tatapan menyelidik Niah.
Johan yakin tidak pernah menggauli ibu Niah, namun sialnya ada photo dirinya dan Mbak Karunia nya itu bertelanjang dada dengan wajah meringis.
Tanpa sepengetahuan Papa dan Johan, di rumah sakit yang sama ternyata Nyonya Ambar sudah pernah membuat tes golongan darah dulu saat Niah baru lahir dan hasilnya AB, sementara Sukriman ayah Niah mengakui golongan darahnya A karena itu yang tercatat di KTP-nya.
Karena golongan darah Papanya dan Johan juga AB, Nyonya Ambar percaya saja Niah memang anak hasil selingkuhan antara suaminya ataupun hasil perzinahan putranya dengan ibu Niah.
Nyonya Ambar tidak mau menyelidiki lebih jauh, takut dengan kenyataan biarlah begitu tidak perlu ada kejelasan. Bagai makan buah simalakama, siapa pun antara dua mereka adalah keluarganya. Satu suaminya satunya lagi putra kesayangan nya.
Maka Nyonya Ambar langsung memberi uang tutup mulut pada Sukriman dan diperintahkan pergi menghilang selamanya jangan pernah muncul lagi di hadapan Keluarga Alamsyah.
Betapa bodohnya Mama.
__ADS_1
Dalam hati Johan memejamkan matanya memperat Niah ke dalam pelukannya.
*
Subuh Dewi bangun, segera membersihkan diri lalu menunaikan kewajiban dua rakaat. Di dalam sujud terakhir Dewi berdoa semoga diberi jalan keluar yang terbaik untuk dirinya juga suaminya.
Dewi melipat mukena memakai selendang, membaca beberapa ayat kitab suci alquran. Selanjutnya Dewi ke dapur ingin minum segelas air hangat.
"Nyonya." sapa Niah, dia lagi duduk di meja dapur di tangannya segelas air teh hangat.
Hm, ternyata kamu sudah bangun.
Dalam hati Dewi, ingin menguji kejujuran Niah. "Apa mas Johan tidur di kamar kamu?" tanya nya to the point.
Ha, Niah menatap Dewi. "Tidak Nyonya, lihatlah ke kamar saya." jawab Niah yakin, beruntung saat bangun tadi Niah tidak melihat Johan ada di kasurnya entah kapan dia keluar Niah tidak tau.
"Niah aku tau kamu bukan darah daging Johan, karena itu mas Johan tidak mau men-talak kamu jadi kalian masih sah sebagai suami istri. Jadi wajar kan kalau aku nanya kamu karena mas Johan tidak tidur di kamarku." ujar Dewi.
Niah gelisah, duduk salah tingkah sebelum akhirnya bersuara. "Bukankah anda bisa menuntut Tuan karena telah memalsukan hasil tes DNA?" ujar nya menatap Dewi, segan.
"Untuk apa? Mas Johan sendiri sudah tidak ada rasa cinta terhadap diriku, yang ada hanya nafsu. Setelah Shopie hamil aku akan menggugat cerai Johan, semoga kalian bahagia Niah." ucap Dewi.
Lagian bukan kamu saja yang membuat ku kecewa pada mas Johan, juga perselingkuhan nya dengan Shopie.
Dalam hati Dewi tersenyum tawar, berbalik badan berlalu dari hadapan Niah yang terbengong.
__ADS_1
******♥️
Jumpa lagi, jangan lupa like, vote dan juga hadiah ya guys. Jumpa lagi, 👍