Manisnya Madu

Manisnya Madu
73


__ADS_3

Karunia di pelukan Johan, menyuapi lelaki dewasa itu makan roti tawar coklat keju yang dibeli nya kemaren.


"Tuan sok kemanjaan sih, minta disuapin." Niah merengut, Johan tersenyum tak jemu jemu memandang wajah Niah.


"Dulu masa pacaran dengan Nyonya gak romantis apa?" tanya Niah lagi menyumpal mulut Johan dengan rotinya, gak kuku ditatap Johan.


Romantis sekali, tapi itu sudah lama.


Johan melamun.


Sejak kapan aku dan Dewi kehilangan rasa romantis ya sejak kehadiran Niah, artinya belum lama. Walaupun aku selingkuh dengan Shopie masih bisa kok saat pulang bermesraan lagi dengan Dewi. Tapi sekarang semua hambar kecuali pada tikus kecil ini, hah.


Hm, "Tuan, aaa...." panggil Niah, menyodorkan lagi rotinya.


Hm, angguk Johan. "Kamu membuat ku awet muda." jawab Johan kembali mencium Niah di bibir alih alih menerima suapan roti dari tangannya.


Niah mengalung lengan di leher Johan, matanya sayu terbawa nafsu. Johan menyeringai, mempererat pelukan memanjakan Niah dengan belaian.


Sebagai tenaga ahli yang sudah berpengalaman, sangat mudah bagi Johan menaklukkan gadis seperti Niah yang lagi penasaran penasarannya dengan bagian sensitif tubuhnya.


Seusia Niah, yang baru merasakan desiran aneh kala disentuh oleh lawan jenis dan Johan merasa beruntung menjadi orang yang pertama bagi nya.


Tenagaku juga sedang kuat kuat nya dan aku tampan. Ah, tinggal membuat tanda kepemilikan, sayangnya si hamster ini masih datang bulan.


Dalam hati Johan menghisap di kedalaman mulut Niah, argh. Suara erangan lolos dari Johan dan Niah bersahutan.


*


Dewi sudah siap dengan pakaian resmi ala kantoran berjalan ke sofa menghampiri mbok Senah.


"Nyonya mau ke mana?" tanya si mbok melihat Dewi sudah rapi membawa blazer dan tas kecil di tangannya.


"Kerja, mbok." jawab Dewi duduk di samping mbok Senah, meletakkan blazer nya di sandaran Sofa.


"Bukankah Nyonya sakit, badan masih lemah bahkan wajah Nyonya sangat pucat." si mbok nada khawatir.

__ADS_1


"Nanti dandan udah gak pucat lagi kok." jawab Dewi membuka nampan. "Masak apa ini, mbok?" lanjut nya bertanya.


"Bubur Nya, bubur Madura." jawab si mbok.


Dewi menyantap bubur, terasa hangat di tenggorokan. "Enak mbok, kenapa baru kali ini mbok masak ini." ujar nya setelah menyantap 3 sendok.


"Habisin Nya, biar badan segar tenaga pulih. Itu Ningsih yang masak asisten baru, dia belajar dari majikan lama yang asli orang madura." jelas si mbok.


"Hm, ini asli enak mbok, kenapa gak coba jualan online."


Ujar Dewi mengeluarkan ponselnya, mau pesan mobil teringat online.


"Nyonya pagi banget, apa kantor sudah buka. Ngapa gak bawa mobil sendiri?" tanya si mbok melihat Dewi membuka aplikasi mobil online.


"Kurang tau mbok, saya hanya merasa gerah lama lama di sini. Lagian ini weekend karyawan mungkin kebanyakan libur kecuali yang lembur." jelas Dewi akhirnya mendapatkan pesanan nya."


"Apa Nyonya jadi pindahan?"


"Jadilah, ngapain di sini. Perusahaan memberi pasilitas rumah dan mobil ya dimanfaatin aja, kemungkinan hari ini sudah bisa digunakan." jelas Dewi, sambil makan.


"Nyonya, saya mau ikut tapi nanti habis cuti." ujar si mbok memohon.


Dewi nada sendu, teringat dirinya sudah gak ada suami.


Waktunya bangkit memulai lembaran baru, gak mau lama lama terpuruk buang waktu.


Batin Dewi melihat ponselnya, "Aku mau siap dulu mbok. Kayaknya mobil sudah dekat, mau bawa tas baju lagi." jelas Dewi.


Mati aku, bisa kena marah Tuan.


Dalam hati si mbok gelisah. "Nyonya, mau bawa sekarang?" tanya nya.


"Hm, yang tas baju aja dulu. Koper gede nanti aku datang ambil sore." angguk Dewi.


Kalau belum dapat dari perusahan aku kan bisa pergi ke rumah tamu Damien sementara.

__ADS_1


Batin Dewi, tersenyum lemas pada si mbok gak jadi make up teringat semalam sudah hancur semua buat nge-lempar Johan.


"Nyonya." mbok Senah mulai terisak.


Dewi melebarkan tangannya, mereka berpelukan.


*


Di kamarnya, Niah bermanja manja di pelukan Johan. Suara ponsel berbunyi, ponsel Johan di saku jubahnya bergetar.


Niah melepas pagutan mengusap mulut Johan, Johan meraih ponsel di layar ada panggilan dari sekuriti.


"Tuan, ada mobil online di depan mencari Nyonya Dewi." lapor Sekuriti saat Johan menjawab panggilan.


"Apa!" Johan teriak terduduk, tubuh Niah ikut terangkat.


"......" sekuriti mengulangi laporannya.


"Minta drivernya pergi, berikan uang dua kali lipat dari ongkos." Johan suara tegas.


Hais, sudah dibilangin jangan pergi, sia sia aku menceraikan nya. Salah strategi.


"Sebentar sayang, ada yang ingin aku urus." ujar Johan mengecup bibir gadisnya kilas. Sekali angkat tubuh Niah ikut berdiri di lantai saat Johan turun dari kasur, dengan tergesa ia keluar dari kamar Niah.


Niah terpelongo namun segera membenahi dirinya ingin keluar juga melihat drama ikatan cinta, Johan Alamsyah dan Dewi pelangi.


Di luar di ruang tengah, terdengar bunyi tas diseret dari tangga lantai dua. Si mbok menelan ludah ketakutan mendapat tatapan tajam dari Johan yang telah berdiri berkacak pinggang menunggu nya di tangga bawah.


"Kenapa mbok?" langkah Dewi terhenti melihat mbok senah lalu memandang ke arah tatapan si mbok di bawah tangga ada Johan mantan suaminya.


Mau apa dia. Dewi.


Maaf, Tuan.


Ucap dalam hati si mbok tertunduk karena semalam Johan telah berpesan agar jangan pernah mau membantu Dewi keluar dari rumah.

__ADS_1


******♥️


Hi, jangan lupa selalu like ya guys. Vote dan hadiah juga, jumpa lagi. 👍


__ADS_2