Manisnya Madu

Manisnya Madu
87


__ADS_3

Selesai sarapan Dewi masuk kamar, masih jam 10.30wib. Lumayan lama juga tadi ngobrol di dapur dengan Bu Dwi.


Sudah boleh siap siap ke resto hotel WJ, apa Barus masih ngantar atau aku nyetir sendiri, hm.


Dewi teringat tas bajunya gak banyak yang bisa dibawa. "Sebelum ke resto, apa aku ke rumah Johan mengambil koper."


Dewi berpikir pikir. "Baiknya gak usah, kasihan si mbok jadi serba salah. Lagian itu baju masa lalu, baik aku beli aja yang baru."


Dewi membuka tas brankasnya ada barang barang dari masa sebelum menikah, perhiasan, ponsel lama nomor London yang kemungkinan nomornya juga udah gak aktif lagi. Ada photo Ayah dan ibu serta dirinya pas wisuda, sebelum Johan melarikan nya ke indonesia.


Keluarga Dewi pindah dan menetap di London setelah ia lulus SMA, makanya ia bisa kuliah si London. Saudara Ibu yang telah duluan jadi imigran mengajak keluarga Dewi bertepatan saat itu ayah terkena PHK, akhirnya ia setuju mereka pindah.


Dewi kangen lalu menekan tombol on di ponselnya, walaupun sudah jadul namun ponsel lama ini udah paling canggih lima tahun yang lalu.


"Ya, Tuhan."


Dewi menutup mulut kaget, ternyata nomornya aktif dan banyak notif masuk pesan dari ibunya dan dari bank London.


Ibu atau ayah yang ngisi pulsa, ya.


Setelah di cek jumlah nya ada 600GBP mata uang inggris setara dengan 12 juta rupiah lalu Dewi nge-cek laporan Banknya 350000GBP lebih setara dengan 7M.


Astaga, sejak kapan Ayah jadi kaya.


Dewi mengusap matanya yang basah, ini pasti orang tuanya yang ngirim tiap bulan. Mungkin saat ia mengaktifkan ponsel ini saat itu juga Ayah ibunya di London tau kalau ia masih hidup. Dewi tertunduk lemas menatap ponselnya dilema, mau telpon apa enggak.


Nanti saja kalau aku sudah punya tempat tinggal sendiri, sebaiknya aku siap siap ke resto WJ.


Dalam hati Dewi gak ada waktu untuk menangis sekarang.

__ADS_1


*


Niah terbangun seperti biasa sudah ada di kamarnya.


Hm, mana Johan?


Gumam Niah beranjak ke kamar mandi membersihkan diri, selesai mandi Niah berpakaian meraih ponselnya. Panggilan masuk tak dikenal lagi lagi nomor malaysia, mana banyak lagi.


"Siapa neh?" Niah mengirim pesan.


Langsung masuk panggilan, "Hallo," jawab Niah.


"Stepmother, awat tak angkat? Penat lah talipon, sombong!" suara dari ujung panggilan.


Hm, Niah mengerut dahi mendengar suara. Ini Khairullizan anak tertua mantan suami.


"Aish, nasib baik kau angkat. Aku dah nak take of, lagi dua jam sampai Jakarta," ujar Zan.


"Benarkah," Niah gak percaya.


"Aih, betul lah. Tak kan aku nak tipu, buat apa ibu tiri cantikku, hehe." Zan terkekeh.


"Aku bukan ibu tiri kamu lagi!" sewot Niah.


"Lagi bagus. Aku ada lesen memandu pesawat, mau bawa kamu terbang keliling dunia. Tunggu a, nanti aku call balik."


tit it it.


Sambungan terputus. "Dari mana dia tau nomor ku, apa Tari?" bibir Niah maju.

__ADS_1


Kriuk kriuk,


Bunyi Perut, Niah melihat jam 13.45wib.


Astaga, pantes saja lapar.


Niah ke dapur, mau cari si mbok konfirmasi besok jadikan ke terminal.


"Nyonya, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya si tukang bersih bersih menjejeri langkah Niah, mau ngambil hati sebagai ucapan terima kasih karena gak jadi dipecat.


"Tidak ada, aku bisa urus diri sendiri," jawab Niah tanpa menoleh, masuk ke ruang makan.


"Nyonya, terima kasih. Sudah baik gak jadi memecat saya, ke depannya saya akan hati hati dalam berbicara tapi kalau anda ingin memakai saya sebagai mata mata, saya bersedia."


Mau gak mau Niah menoleh mendengar ucapan tukang bersih bersih. "Apa maksud kamu?" tanya Niah, Pasang muka mau beyak.


"Apa saja, informasi yang menurut saya penting agar kedudukan anda di rumah ini tidak tergusur seperti Nyonya Dewi," ujar si tukang bersih bersih, percaya diri.


"Apa gaji kamu kurang, sehingga kamu nyari kerja sampingan?" Niah menatap tajam, tangannya dilipat di depan dada.


Si tukang bersih bersih menciut. "Oh, bukan." dengan cepat ia menyangkal dengan tangannya.


"Baiklah, terserah anda menganggap ini penting atau tidak. Tadi Tuan tergesa keluar bersama Devan, katanya mau menjumpai Nyonya Dewi di hotel...hotel apa tadi ya, weje weje gitu..deh."


Selesai bicara ia kabur dari hadapan Niah.


******♥️


Jumpa lagi, jangan lupa selalu like ya guys. Vote dan hadiah juga, terima kasih, 👍

__ADS_1


__ADS_2