Manisnya Madu

Manisnya Madu
76


__ADS_3

Di parkiran gedung WJ, Dewi baru saja menelpon Shopie.


"Kamu ikuti GPS, itu Apartemen Shopie. Dia segera bersiap." jelas Dewi pada Niah setelah nge-set alamat Shopie di GPS dashboard.


"Nyonya mau dijemput jam berapa?" tanya Niah.


"Tidak usah jemput, nanti saya pulang sendiri." jawab Dewi keluar menghempas pintu mobil.


Gleg.


Bukankah itu yang tadi menggelinding di tangga.


Dalam hati Niah melihat Dewi mengangkat tas bajunya keluar dari mobil.


"Waduh jadi juga minggat, tapi setidaknya ada program yang membuat Johan masih terhubung dengan Dewi, baiklah."


Sambil bergumam Niah membawa Mobil keluar dari gedung perkantoran WJ.


*


Sampai di meja kerjanya, Dewi meletakkan tas bajunya di bawah kursi. Setelah merapikan diri, merasa Manager belum datang Dewi membuka pintu hendak merapikan ruangan Arjit.


Cekklekk.


Oh, Dewi terkejut.


"Tuan." sapa Dewi kaget menunduk pada Yudi yang duduk di meja Manager Arjit .


Hm, "Masuklah." panggil Yudi.


"Baik, Tuan." angguk Dewi, berdiri di hadapan asisten Yudi.


"Susun ikut tanggal, buat laporan sederhana." titah nya memberikan Dewi dua tablet.


"Baik Pak." ucap Dewi mengambil tablet.


"Di situ saja, jangan keluar." ujar Yudi menunjuk sofa, Dewi berbalik badan padahal ia sudah sampai pintu tinggal buka.


Hm, "Ya," angguk Dewi, berjalan ke sofa.


Cklekk.


Akhirnya pintu terbuka dari luar, Manager Arjit berdiri di depan pintu. "Maaf Yudi, aku kesiangan semalam lembur," ucap Arjit alasan.

__ADS_1


Cih, lembur.


Batin Yudi diam saja malas menanggapi.


Arjit duduk di depan Dewi, "Dewi, kamu gak buka Email?" tanya Arjit.


Aish, "Maaf, Tuan." ucap Dewi meraih ponselnya di kantong. Plat mobil dan alamat rumah. Dewi memandang Arjit.


"Nanti pulang singgah ke resepsionis ambil kunci." jelas Arjit.


"Tuan, apa ada jalan keluar lain selain gardu satpam depan?" tanya Dewi. Arjit memandang Yudi.


"Beri dia akses, Manager. Minta Barus membawa mobilnya ke VIP sekalian kunci rumah bawa kemari." jawab Yudi, mengerti arti tatapan Arjit.


Cih, dengus Arjit.


Bahkan aku gak parkir di VIP.


Namun begitu, Arjit menghubungi Barus anak buah Yudi.


"Baiklah Dewi, kamu keluar masuk dari VIP Park. Lift juga kamu boleh gunakan VIP," jelas Arjit.


"Terima kasih, Tuan." ucap Dewi dalam hati bernafas lega, kembali fokus pada laporannya.


"Yudi, dua minggu lagi kita ke Amrik. Saat Icha lahiran sepertinya Mama Icha akan datang dan aku agak gak suka diganggu olehnya. Boleh tidak aku bawa Olive?" tanya Arjit nada memelas.


Cis, dengus Arjit lagi. "Hah," desah nya, teringat tadi Olivia juga merengek minta ikut dengannya.


Pasti mau lihat Yudi, kenapa aku gak marah Olivia menunjukkan rasa sukanya pada Yudi. Ah, cinta yang rumit..


Dalam hati Arjit berpikir pikir.


"Manager, jangan buang waktu memikirkan hal yang gak penting. Apa anda sengaja ingin membuat kepulangan saya ke Amrik tertunda!" ketus Yudi.


Ck, "baiklah Yudi." jawab Arjit fokus pada laporan di depannya.


"Lagi pula istri dokter Daniel tidak ingin melihat wajah istri anda," suara Yudi.


Hm, "Iya ya," jawab Arjit kesal.


Dewi sambil kerja mendengar pembicaraan Arjit dan Yudi, mendesah dalam hati.


Ternyata hidup mereka dibuat rumit oleh masalah mantan. Apakah istri manager Arjit, mantan Yudi. Olivia lumayan Cantik, kira kira seperti apa istri Yudi sekarang?

__ADS_1


Pasti lebih cantik seperti si kembar, bukankah mereka lucu lucu dan imut.


Ooo, dalam hati Dewi haru teringat anak Yudi saat live meeting.


Tentu saja Laras lebih cantik bahkan paling cantik di dunia.


Dalam hati Yudi senang, menarik ujung bibirnya.


*


Karunia sampai di Apart Shopie.


"Mana Dewi?" tanya nya memberondong masuk mobil, duduk di bangku belakang.


"Beliau lagi sibuk, kemungkinan anda akan nginap 36 jam sebelum transfer. Apa anda sudah siapkan segala sesuatu nya?" tanya Niah, sebelum berangkat.


Hm, "Sibuk apa emang, bukankah ini hal penting bagi mereka?" tanya Shopie lagi.


"Ada waktu nanti Nyonya datang menjenguk anda. Kalau sudah, ayo kita lets go," ujar Niah melajukan mobilnya.


"Johan tidak bisa dihu,..."


Shopie belum selesai bicara, ponsel Niah berbunyi panggilan vidio dari Johan.


Dasar, ngapain harus vcall


Batin Niah meletak ponsel nempel di dashboard, mengangkat panggilan. Kelihatan di layar wajah Johan.


"Kenapa belum pulang!" ketusnya.


"Aku ngantar Shopie ke rumah sakit Bagus, program hamil." jawab Niah.


"Ayo, tunjukkan wajahmu," ujar Niah pada Shopie, memutar ponselnya.


Seketika panggilan di putus, layar ponsel Niah menghitam.


"Lho, kok mati." Niah kaget.


Hihi, "Maaf ya, kayaknya Johan gak sudi melihat anda." ujar Niah terkikik geli.


Sialan, awas kamu Johan. Lihat saja kalau bayi ini lahir, aku akan bongkar perselingkuhan kita pada Dewi.


Dalam hati Shopie kesal.

__ADS_1


*****♥️


Jumpa lagi, jangan lupa selalu like ya guys. Vote dan hadiah juga, terima kasih.


__ADS_2