Mawar Tak Di Cinta

Mawar Tak Di Cinta
Bayangan samar.


__ADS_3

Happy Reading...


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Asap membumbung tinggi di barengi dengan aroma khas ikan bakar. Musik juga mengalun indah di tengah obrolan hangat yang tercipta di antara keluarga. Duduk saling berhadap hadapan di kursi kayu semua nampak begitu bahagia dengan saling melempar candaan.


Aku juga terus menyungingkan senyum ku meski orang di sebelahku tak begitu berselera dan cendrung diam. Ya, sejak siabg tadi Erik kembali mendiamkanku. Benar yang di katakan Kak Melati, jangankan menunggu esok atau lusa. Begitu kami beranjak dewasa dan mengenal perasaan aneh yang di sebut suka terhadap lawan jenis, semua telah berubah. Begitupun denganku dan Erik.


Dari tempatku membakar Jagung juga Ubi, dapat aku lihat Bu Mega yang tengah bersemangat dengan kedua besannya. Sementara di meja lain yang berbentuk persegi tengah duduk Pak Agung dan Ayah dari Kak Risma. Sementara Kak Melati dan Adik Bang Daffa yang bernama Devina, juga Kak Risma tengah menyipakan bumbu untuk ikan bakar yang sedang di bakar oleh Bang Nusa dan Bang Daffa.


Banyak tanya tadi pas begitu tamu tamu yang di undang oleh Pak Agung datang. Dan cukup menyenangkan, karena Pak Agung sengaja memperkenalkanku kepada keluarga besan sebagai anaknya. Dan dari sekian tamu yang datang, hanya Bapak Bang Daffa serta salah satu adik Bang Daffa yang berhalangan hadir. Sempat tadi aku dengar, kata Ibu Bang Daffa. Bapaknya sedang berada di luar kota, karena adik Bang Daffa yang tiba tiba sakit.


"Erik itu pacarnya Mawar ya, Mel.?" Tanya Ibu Bang Daffa kepada Kak Melati begitu aku mengantarkan Jagung bakar serta Ubi yang baru saja aku angkat dari pembakaran.


Aku segera mengangkat tanganku sembari menggelengkan kepala dengan cepat. Dan Kak Melati terkekeh sebelum ahirnya menjawabnya. "Itu mau Erik, Bu."


"Mereka teman dekan dari kecil, Bu Asri." Kata Bu Mega.


"Teman sedari kecil bisa juga pacaran lho, Bu Mega." Timpal Ibunya Kak Risma. Dan itu sukses membuatku dan Erik salah tingkah.


"Bukan begitu ya nak Mawar.?" Lanjut Ibu Kak Risma lagi.


"Ih, Mama. Mawar enggak mungkin kali pacaran." Kak Risma menyela ucapan Mamanya sebelum aku sempat menjawabnya.


"Kalau Kak Mawar enggak pacaran sama Ko Erik, biar Devi saja yang sama Ko Erik. Iya kan ko.?" Kata Devina spontan dan langsung mendapat reaksi keras dari Bang Daffa dengan menjitak kepala Devina keras hingga Devina mengaduh kesakitan.


"Sakit tau Kak." Ucap Devina sembari cemberut.


"Lagian masih bocah juga mikir pacar pacaran." Sahut Bang Daffa santai.


"Bukan bocah, Kak. Aku udah kelas 11 yah. Buk, tuh Kaka Daffa, marahin kek. Masak nyiksa Devi di depan umum." Adu Devina sembari ndusel kepada Ibunya.


"Mau di bilang tidak bocah, kamu masih suka tidur sama Ibu." Sungut Bang Daffa. Perdebatan itu terus saja berlangsung dan hanya membuat semua tertawa dengan tingkah blak blakan Devina. Tapi, yang aku lihat adalah sikap dan sifat Bang Daffa saat bersama dengan orang orang yang di sayanginya. Seluruh kekakuan dan sikap dinginnya seakan tidak pernah dia miliki sebelumnya.

__ADS_1


"Akan terus berdebat sampai kapan ini. Keburu ikannya dingin." Ucap Pak Agung dan membuat kami semua beranjak pergi ke meja panjang yang berada di tepi kolam dimana Kak Risma telah menata semua makanan disana.


"Kak Mawar, biar aku ya yang duduk di dekat Ko Erik." Kata Devina begitu aku menarik kursi kosong di samping Erik dan itu tidak luput dari protesan Bang Daffa selaku Kakak laki laki yang menyayangi adiknya.


"Vi, punya malu dikit kenapa sih jadi perempuan." Tegas Bang Daffa.


"Ihh, apaan sih Kak. Jadi orang itu jangan kaku gitu kenapa. Orang akunya juga bercanda. Tapi, kalau Ko Erik serius juga enggak apa apa, hahahha.." Mendengar jawaban Devina kembali tawa semuanya pecah.


"Maafkan anak saya yang satu ini ya. Memang dia bercandannya suka kelewat lebih, sama kayak Kakaknya yang satu, sayangnya hari ini dia lagi sakit." Ucap Ibu Bang Daffa dengan sungguh sungguh. "Maaf ya Nak Erik."


"Tidak apa apa, Bu. Saya juga senang bercanda." Timpal Erik seraya menantapku yang kini sudah duduk di sebrangnya.


"Nah kan jodoh." Gerrr, semuanya kembali tertawa dan kami semua larut dalam makan malam yang penuh dengan sanda gurau serta juah dari obrolan serius hingga seluruh makanan habis tanpa sisa dan itu menjadi suksesnya Kak Risma sebagai juru masak kami malam ini.


Usai makan malam ini, kami bergerombol sesuka kami. Para orang tua sudah menghilang entah kemana, sedang kami bertujuh masih asik menunggui bara api dengan Jagung yang berada di atasnya. Dengan di selingi beberapa obrolan ringan mengenai kegiatan masing masing dari kami.


"Jadi, Kak Mawar tinggal di pesantren.?" Tanya Devina kepadaku dengan nada penuh tanyanya. Dan hanya ku jawab dengan anggukan kepala pelan saja. "Kayak gimana Kak rasanya tinggal di pesantren.?" Lanjut Devina.


"Hemm, ya nyaman." Jawabku sembari tanpa sadar tanganku meraih jagung bakar yang lumayan panas hingga membautku memekik kaget dan menjatuhkannya.


"So sweet banget sih, Ko Erik." Ucap Devina sembari memangku dagunya dengan kedua tangannya dan menatap Erik dengan pandangan jenakanya.


"Viii." Panggil panjang Bang Daffa.


"Iya, Kak. Devi tau." Jawab Devina tanpa mengalihkan tatapannya dari Erik.


"Biarkan sajalah, Mas." Kata Kak Melati. "War kamu enggak bawa tenda.?" Tanga Kak Melati kepadaku.


"Mawar lupa, Kak Mel." Ucapku seraya berdiri dari tempat dudukku.


"Mau kemana.?" Tanya Kak Melati.


"Mawar mau lihat Adit, siapa tau kebangun dan minta susu."

__ADS_1


"Makasih ya, Mawar. Adit emang anak kamu deh kayaknya." Timpal Kak Melati yang itu langsung di respon oleh Bang Daffa dengan tatapan tidak setujunya. "Ya enggak apa apa Mas. Adit juga sayang banget kok sama Mawar." Lanjut Kak Melati dengan sudah menjatuhkan kepalanya di bahu Bang Daffa, yang aku sadari itu sebagai upaya untuk merayu Bang Daffa tentunya.


Aku memilih beranjak pergi begitu mendengar protes dari Erik juga Devina. Lantas, olokan sudah membahana memojokan Erik yang masih setia single hingga kini.


Masuk dari pintu belakang, dan berjalan mendekat ke arah ruang keluarga. Aku dapat melihat para orang tua yang tengah berbicara seperti serius, dan entah apa itu aku tidak ingin tau hanya terus fokus menuju kamar Kak Melati setelah menyapa sebentar sebagai basa basi terhadap mereka semuanya.


Masuk di kamar Kak Melati, terlihat Adit yang tidur dengan nyenyak sembari mengemut ibu jarinya, dan akupun tidak bisa mengendalikan agar tidak menyentuh pipinya. Maka, yang terjadi seterusnya bukan hanya ciuman yang aku daratkan di pipi mulus dan gembil Adit, tapi juga cubitan cubitan kecil. Dan, nyatanya itu sama sekali tidak menganggu tidur Adit, justru Adit malah tersenyum dengan mata tertutup.


Puas dengan Adit, akupun melangak keluar dari kamar dan mendapati ruang tamu dari Villa telah kosong. Sayup sayup ku dengar petikan gitar di luar sana di dekat perapian tadi. Dan benar saja, disana sedang duduk di atas matras Bang Daffa dengan gitar dalam pangkuannya sedangkan Kak Melati bersandar di bahunya.


Di depannya juga tengah duduk Bang Nusa dan Kak Risma dengan posisi yang hampir mirip seperti itu. Aku sudah hendak membalikan tubuhku, saat Kak Melati melihatku dan memanggilku beserta Erik yang tiba tiba sudah berada di belakangku, entah darimana munculnya anak ini, karena lagi lagi aku tidak meyadari kehadirannya.


Duduk tidak jauh dari mereka, aku meresapi setiap lagu yang di lantunkan oleh Bang Daffa dengan sepenuh penghayatan, sehingga lagu lagu cinta yang di nyanyikannya terasa bagaikan hidup. Otak ku sibuk merangkai visual dengan lagu yang terlantun, lantas tanpa sadar menghadirkan sosok pemuda asing yang aku sendiri tidak tau itu siapa. Meniti hari bahagia bersama dengannya.


Menutup mataku, samar senyum ku tersunging di bibirku dan mataku langsung ku buka di ikuti dengan senyumku seketika sirna saat sekelibat bayangan Bang Daffa hadir di pejamku, memporak porandakan visual yang telah begitu nyata memegang erat ujung kerudungku seraya berbisik pelan sebelum ahirnya dia menghilang. "Tunggulah aku."


.


.


.


.


.


Bersambung...


Like, Coment dan Votenya di tunggu.


Love Love Love...


💖💖💖💖💖💖

__ADS_1


By: Ariz Kopi


@maydina862


__ADS_2