Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
(SEASON II) Dea dan Boby pacaran


__ADS_3

"Dea tunggu!!!! " Lisa dan Celsi mengejar Dea yang berjalan cepat di depan mereka. Kedua gadis itu bingung dengan sikap Dea.


Setelah sampai di kelas, Dea langsung duduk dan memakai handsfree nya.


"Dea, kamu kenapa sih" Celsi membuka handsfree Dea tanpa seijin Dea.


"Tau ih, ketika Zia mengatakan kenal kak Tian, kamu menjadi aneh gini"imbuh Lisa.


"Aku gak papa, kalian aja yang aneh" sangkal Dea datar.


"Ada apa ini? " Boby menghampiri ketiga gadis itu, ia melempar senyum manis pada Dea. Lisa dan Celsi berbinar menatap Boby.


"Cieeeeeee, yang baru jadian, PJ nya mana" ucap Lisa. Seketika mata Dea melotot, dari mana kedua temannya tahu.


"Entar aku traktir deh" jawab Boby, kedua gadis itu langsung bersorak dan bertos riah.


"Boby, kamu... " ucap Dea terhenti.


"Gak papa lagi De, seluruh kampus udah tahu kok" sahut Lisa. Mata Dea semakin melebar, bagaimana mungkin semua orang tahu tentang hubungan palsu Boby dengan nya bocor. Dea melirik Boby, pria itu hanya tersenyum simpul. Dapat Dea pastikan jika Boby lah yang membocorkan nya.


Dea bangkit dari duduk nya, ia melangkah keluar kelas. Tepat di depan kelas, Dea berserobok dengan Zia dan Bastian.


"Dea mau kemana?? " tanya Lisa, namun tak di dengan oleh Dea.


"Hai Dea, mau kemana? " sapa Zia ramah. Dea tidak menjawab, ia hanya menatap Zia sekilas, lalu melirik Bastian yang melempar tatapan dingin pada nya. Ingin sekali Bastian menerkam Dea saat ini juga, apalagi gosip yang beredar membuat hatinya panas.

__ADS_1


Dea kembali melanjutkan langkahnya.


"Eh Dea tunggu" Tangan zia mencegat lengan Dea. "Kenalin ini Bastian, kamu udah kenal kan? "


"Aku gak kenal" balas Dea datar, lalu menepis tangan Zia dari lengannya.


"Ada apa dengan gadis itu" gumam Zia dengan senyum kecut. Lalu ia kembali menatap Bastian yang ternyata juga menatap kepergian Dea.


"Makasih yah Kak, udah anterin aku ke kelas" ucap Zia lembut sembari tersenyum. Bastian hanya mengangguk pelan, lalu memutuskan pergi dari sana.


Lisa dan Celsi mencegat Zia, mereka penasaran dengan hubungan Zia dan Bastian.


"Zia, kamu ada hubungan apa sama kak Tian? " tanya Lisa.


"Apa kalian pacaran? " tanya Boby. Zia tak menjawab, ia hanya tersenyum malu. Hal itu di salah artikan oleh ketiganya, mereka mengira jawaban itu adalah jawaban iya.


"Wahhh kamu hebat banget, bisa menggaet hati kak Tian yang terkenal beku" sahut Lisa berdecak kagum pada Zia.


'Aku sedang berusaha' batin Zia, ia berharap semuanya seperti yang di katakan oleh kedua gadis ini.


"Apa kamu pacar Dea? " tanya Zia menatap Boby.


"Yea begitulah, aku baru saja jadian" jawab Boby.


"Wahh selamat yah, semoga hubungan mu berjalan lama"

__ADS_1


"Terimakasih, tolong jaga juga kekasih mu yah" pinta Boby, Lisa dan Celsi mengerutkan dahinya. apa maksud Boby? mereka menjadi Bingung. Namun tidak dengan Zia, gadis ini mengerti apa yang di maksud Boby. Keduanya saling melempar senyum misterius.


Sementara di luar sana, Dea berjalan cepat menuju parkiran, ia kembali berniat ingin bolos kuliah. Sejarah mengerikan kembali terjadi, Dea kembali melakukan sesuatu yang bukan kebiasaan dirinya.


"Huh, apa begini cara mu ingin memenangkan progres tahun ini? " ucap Seseorang dari arah belakang Dea. Dea yang hendak membuka pintu mobilnya tidak jadi melakukannya. Ia berbalik menghadap Bastian yang bersedekap dada tersenyum meremehkan Dea.


"Pergilah, dan jangan campuri urusan ku" ketus Dea.


"Huh, Aku tidak mencampuri urusan mu. Aku hanya sedang menasehati anak didik ku" jawab Bastian santai. Ia berjalan mendekati Dea yang terdesak oleh Mobilnya. Dea menundukkan pandangannya tidak mau bertatap mata dengan Bastian.


"Singkirkan tangan mu dari dagu ku! " Dea menepis kasar tangan Bastian, membuat pria itu semakin melebarkan senyumnya.


"Apa karena sudah memiliki pacar, kau menjadi garang pada ku? " sindir Bastian.


"Huh, aku tak akan membiarkan ini berlangsung lama. Kau adalah milik ku! " tegas Bastian, aurah kekejaman keluar dari tatapan mata Bastian.


"Aku bukan milik mu!!!! jangan seenaknya saja! " bantah Dea mendorong tubuh Bastian menjauh darinya. Dea tidak mau di tindas, masih sangat jelas di ingatannya Bastian mengantar Zia ke kelas, bahkan mereka berasal dari Universitas yang sama. Dea tidak mau di permainkan.


Bastian tersenyum misterius, membuat Dea merinding. "Aku tidak main main dengan ucapan ku, apa yang sudah menjadi milik ku. Tak akan pernah aku biarkan orang lain memiliki nya" peringat Bastian. Pria itu terdengar serius dengan ucapannya.


"Aku sudah memiliki pacar, kamu tidak boleh mengganggu ku lagi!! " ucap Dea, ia sengaja mengakui berita hoax itu untuk membalas Bastian.


"Lihat saja nanti" Bastian pergi begitu saja dari sana, meninggalkan Dea yang langsung masuk ke dalam mobilnya. Gadis itu merasa sangat kacau, pikirannya semakin kacau sekarang. Sama seperti alur cerita ini. Penulis entah fokus kemana sehingga alurnya jadi se berantakan ini.


"Sial!!!! Sial!!!!! " teriak Dea memukul mukul stir mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2