Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Cewek gila


__ADS_3

Malik terburu-buru keluar dari cafe Santai, ALan sejak tadi mendesaknya agar cepat kembali membawa minuman pesanannya. Saking buru buru nya Malik tidak memperhatikan jalannya.


Dari luar ada seorang gadis yang sedang menelfon, ia juga tidak memperhatikan jalannya karena keasikan mengobrol sambil jalan.


BRUKKK~


"Aww"


Ponsel gadis itu terlempar ke lantai, dan minuman yang Malik bawa jatuh ke lantai.


"Astaga!!!!!! minumannya" Malik menatap gadis yang masih meringis di sana. Matanya mengkilap tajam.


"Kamu punya mata gak sih! liat ni, minuman pesanan bos aku tumpah"


"Yeeee kamu kali yang gak punya mata. kalau jalan itu liat ke depan! " balas Calista tak Terima di salah kan. Gadis itu bangkit memungut ponselnya yang terlihat retak.


"Astaga, ponsel ku!!! "


"Kamu harus menggantinya!! "


"Kamu gila, harusnya aku yang minta ganti rugi! "


Calista merengut kesal, nafasnya memburu menatap Malik.


"Apa liat liat? gara gara kamu aku jadi terlambat! " Malik kembali masuk ke dalam cafe, memesan kembali minuman yang Azlan inginkan.


"Dasar, wanita aneh. Wanita gila" gerutunya sembari menunggu pesanannya selesai.


Sementara Calista tidak jadi memasuki cafe itu, ia memilih ke kaunter untuk memperbaiki ponselnya.


"Awas saja jika aku bertemu lagi dengan nya! baru balik ke Indonesia aja udah dapat kesialan! " omel Calista.


"Heh, curut. " serga Anggi pada Calista yang baru saja memasuki mobil dengan mulut manyun.


"Jangan ganggu aku!, aku lagi kesal! "


Anggi membulat, baru kali ini pegawai yang ngatur ngatur bos.


"Siapa yang pegawai, siapa yang bos sih sekarang"


"Minumannya mana? "tanya Anggi.


"Gak ada minuman, aku gak jadi masuk ke kafenya! "


"Huh? kok gak jadi"


"Udah deh, gak usah banyak tanya. Udah buruan jalan, aku mau perbaiki ini dulu"

__ADS_1


Untung Anggi sedang dalam mood baik, ia menuruti ucapan Calista yang memang sudah seperti adik nya sendiri.


Sementara di ruangan Azlan mengomel tak henti henti, Malik sejak tadi tidak kembali dari Cafe santai.


"Kemana sih dia!! "


"Udah deh, loe Santai aja ntar juga balik" sahut Agai menenangkan Azlan.


"Bos"


"Nah tu dia" tunjuk Agai pada Malik yang baru saja memasuki ruangannya.


"Kenapa lama? "


"Maaf boss tadi ada insiden kecil" kawan Malik jujur.


Azlan meraih minuman kesukaannya, meneguk habis seperti orang kehausan. Agai dan Malik saling melirik, Azlan haus atau gimana itu. Sekali teguk habis satu cup minuman.


"Apa jadwal gue selanjutnya? "


Ali memeriksa tab nya, melihat susunan kegiatan Azlan hari ini.


"Anda memiliki jadwal meeting bersama A group"


Alis Azlan terangkat, A Group adalah perusahaan Anggi.


"Apa yang mereka inginkan? "


" Yah sudah, sambut mereka dengan baik. Bawa meeting di ruangan ini saja."


"Loe urus semuanya, dan Suruh Anggi ke ruangan gue! " sambung Azlan, Malik mengangguk mengerti.


"Cieee udah damai ni yeee" ledek Agai yang sejak tadi hanya menyimak pembicaraan mereka.


"Tentu saja, untuk dua wanita gue. "


"Lagian, semuanya hanya ke salah pahaman saja" lirih Azlan lagi.


Agai bangkit dari duduknya, lalu beranjak keluar dari Ruangan Azlan. "Gue pulang dulu, Lama-lama berada di sini, bakalan dapat yang aneh aneh"


"Emang, kalau kamu di rumah. Gak bisa gitu mendapat yang aneh dari bos gila kita? " Agai dan Malik terkikik bersama.


"Malik!! " geram Azlan, kedua pria itu langsung berlari keluar sebelum Azlan mengamuk lagi.


"Dasar," dengus Azlan.


Di tempat lain, Calista baru saja selesai memperbaiki ponsel nya. Ia mulai tersenyum senang.

__ADS_1


"Dari mana aja kalian? " tanya Pram.


"Tuh, bocah tengil itu meminta memperbaiki ponselnya" tunjuk Anggi pada Calista dengan ekor matanya.


"Bos, ini data data semua yang akan kita berikan pada Z group"


"Ha? jadi datanya di dalam ponsel itu? " kaget Anggi.


"Iya bos muda, makanya aku langsung memperbaikinya"


"Syukurlah, ternyata kamu gak jadi bocah tengil. " kekeh Anggi, yang di balas cibiran dari Calista.


"Makanya Jangan sembarangan kalo ngomong"


"Ya sudah, kita berangkat sekarang" ucap Anggi.


"Lah, bos besar gak ikut? "


"Aku sudah tua, kerja ku cuma bersenang-senang dengan gadis muda seperti mu" kekeh Pram.


"Isssss, dasar bos genit"


Mereka pun berangkat menuju kantor pusat Z Group.


...----------------...


"Cieeee yang sebentar lagi nikah" goda Zoya.


Raya tersenyum manis, berpindah duduk yang semula di meja kerjanya menuju ke samping Zoya di tepi ranjang.


"Zoya, " lirih Raya.


"Hmm.. "


"Bagaimana kalau kita membuat pesta, yang pengantin nya kita berdua?" ujar Raya, Zoya mengerut tak mengerti.


"Maksudnya? "


"Aduhh loe bego juga yah ternyata" decak Raya.


"Loe nikah kan kemarin pestanya cuma kecil kecilan,.. " jeda Raya.


"Nah, kita sekalian ajah nikah bareng. Pesta nya semerah mungkin"


Zoya terlihat berpikir sejenak, lalu tersenyum senang.


"Baiklah, nanti akan aku bicarakan sama Azlan. " sahut Zoya.

__ADS_1


"Okeee, kalau begitu gue tinggal menyusun semua pesta ini agar terlihat lebih mewah dan di kenang masa" ucap Raya bangga.


"Terserah kakak deh, aku mau ke kamar dulu" Ucap Zoya sembari melangkah keluar.


__ADS_2